• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Yusuf mars

Membaca Ombak, Menjaga Arah: PBNU di Tengah Polemik Nasab dan Tambang

June 23, 2025
BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

February 2, 2026
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Founder Owner Rokok Bintang Sembilan

Rokok Rakyat dan Konglomerat dalam Paradoks Kebijakan Cukai

February 2, 2026
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Tersangka Kasus Penganiayaan, Polisi Gunakan Pasal Pencurian dengan Kekerasan

February 2, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
Cholil Nafis-MUI

MUI Minta Presiden Prabowo Menarik Diri dari BoP

February 1, 2026
KH. Abdussalam Shohib (Gus Salam), Pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang Jawa Timur

Tinjau Ulang Keanggotaan Indonesia Di BoP dan NU Harus Tegas Mengingatkan

February 1, 2026
Gus Yahya

Rais Aam dan Sekjen PBNU Hingga Prabowo tidak Hadiri Harlah Ke-100 NU, Ini Penjelasan Gus Yahya

February 1, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, February 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Membaca Ombak, Menjaga Arah: PBNU di Tengah Polemik Nasab dan Tambang

Oleh: Yusuf Mars

liputan9news by liputan9news
June 23, 2025
in Opini
A A
0
Yusuf mars

Yusuf Mars, Founder & Editor In Chief Padasuka TV Youtube Channel/Foto: Liputan9news

565
SHARES
1.6k
VIEWS

Jakarta | LIPUTAN9NEWS

Dalam sejarah umat, selalu ada masa ketika pemimpin diuji—bukan oleh musuh yang menyerang dari luar, tapi oleh nurani umat yang menatap dari dalam. Tatapan yang tak sekadar menuntut jawaban, melainkan kejujuran yang tidak hanya menanti keputusan, tapi arah dan integritas yang dijunjung.

Hari-hari ini, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sedang berada di titik ujian itu. Ujian yang datang dari dua arah berbeda, namun menyentuh akar yang sama: kepercayaan publik (umat).

Pertama, datang dari polemik nasab Ba‘alawi, yang dihembuskan ke ruang publik oleh Kiai Imaduddin Utsman al-Bantani. Isu ini mengguncang banyak hati, sebab menyentuh ranah identitas yang selama ini dianggap sakral.

BeritaTerkait:

Ketum PBNU Tegaskan Seluruh Unsur Organisasi Kompak Hadiri Harlah Ke-100 NU

Gelar Rapat Pleno Rais Aam Pulihkan Status Gus Yahya sebagai Ketum PBNU

Gus Yahya Dikabarkan Menerima Secara De Facto Atas Sanksi Pemecatan Syuriyah PBNU

Risalah Benda Kerep Cirebon: Islah Lirboyo untuk Mengembalikan Gus Yahya Ketum Hukumnya Haram. Ini alasannya!

Kedua, datang dari pusaran kebijakan tambang yang berembus dari arah kekuasaan. Ada Tambang seputar Raja Ampat yang ikut terseret, ada nama pengurus PBNU yang duduk sebagai komisaris perusahaan tambang, dan ada tudingan soal aliran dana.

Isu ini memanas di media sosial, setelah akun TikTok @tanpadusta melempar narasi liar: PBNU disebut menerima aliran dana dari PT Gag Nikel melalui salah satu pengurusnya. Sosok Ananda Tohpati—yang dikaitkan dengan “donasi tambang” bernilai triliunan—ikut diseret. Isunya mencuat cepat, seperti api menyambar bensin.

PBNU pun langsung merespons. Bendahara Umum PBNU, Gus Gudfan Arif, menyebut tudingan itu sebagai fitnah keji. “Gus Fahrur jadi komisaris itu urusan pribadi, bukan representasi PBNU,” tegasnya. Ia juga menekankan bahwa PBNU tidak pernah terlibat penempatan pengurus di perusahaan mana pun, apalagi menerima dana dari PT Gag.

Tak cukup di situ. Gus Fahrur sendiri juga angkat bicara. Dengan nada yang tak kalah keras, ia menyebut tudingan tersebut sebagai “fitnah 1.000 persen hoaks.” Ia bahkan mengaku tak pernah kenal siapa Ananda Tohpati.

Namun, seperti dua ombak yang menerjang pantai, polemik nasab dan isu tambang ini menggoyang pasir kepercayaan di tepi organisasi yang selama ini disegani. Umat pun bertanya dalam hati: ke mana arah layar bahtera PBNU dibentangkan? Masihkah ia berlayar atas nama nilai, atau mulai terombang-ambing arus zaman?

Adapun soal nasab, PBNU telah mengeluarkan surat instruksi yang melarang para pengurus terlibat dalam polemik ini. Tujuannya jelas: mencegah keributan, menjaga marwah organisasi. Tapi seperti payung yang dibuka saat hujan deras, kadang air tetap membasahi yang mencoba berteduh.

Surat itu memicu reaksi keras. Salah satunya datang dari KH Asep Saifuddin Chalim, pengasuh Pesantren Amanatul Ummah, yang menyayangkan langkah PBNU karena dianggap menutup ruang klarifikasi.

Bagi kalangan pesantren, nasab bukan sekadar silsilah darah—tapi silsilah jiwa. Ia seperti akar tua yang menyalurkan daya ke batang dan buah. Maka, ketika Kiai Imad “mengetuk pintu”, yang terjadi bukan sekadar debat, tapi gemuruh sosial.

Dan di sinilah tantangannya. Untuk menyikapi gemuruh sosial, NU memiliki tradisi bahtsul masail. Di pesantren, perbedaan pendapat bukan dimatikan, tapi dirawat. Didebat dengan adab, disandingkan dengan dalil, bukan ditutup dengan larangan. Diam bisa jadi emas, tapi dalam perkara kebenaran, kata yang jernih jauh lebih bernilai.

Kedua isu ini—nasab dan tambang—bagai ombak dari arah berlainan, namun sama-sama menggerus tepi kepercayaan publik terhadap PBNU. Organisasi ini tidak hanya mewarisi nama besar para muassis, tapi juga nilai-nilai luhur: ikhlas dalam perjuangan, teguh dalam prinsip, dan peka pada suara bawah. Kini, ia berada di tengah dunia yang berubah cepat—dunia yang menuntut posisi yang jelas, sikap yang tegas, dan integritas yang tak mudah digadaikan.

PBNU tidak harus menjawab semua kritik dengan klarifikasi terburu-buru. Kadang, cukup membuka ruang dialog yang dewasa. Karena seringkali, kegaduhan di luar adalah cerminan kesunyian di dalam. Dan bila kepercayaan mulai terkikis, mungkin karena terlalu banyak keputusan yang diambil dalam diam, bukan dalam musyawarah.

PBNU pernah sangat dekat dengan kekuasaan, tapi tetap menjaga jarak moral. Hubungan dengan negara tak terhindarkan, tapi garis batasnya selalu jelas: kita boleh duduk di samping kekuasaan, tapi jangan sampai bersandar.

Karena sesungguhnya, kepercayaan umat lebih mahal daripada ribuan hektare konsesi tambang. Suara kiai kampung yang ikhlas lebih berharga daripada jutaan ton mineral. Jika PBNU ingin tetap menjadi rumah besar yang teduh, maka ia harus rajin menyapu halaman dari debu ambisi.

NU adalah pohon besar, akarnya menghujam ke bumi, dahannya menjulang ke langit. Tapi pohon pun butuh dirawat—bukan hanya disiram air, tapi dengan mendengar bisikan angin dari akar. Karena akar itu adalah suara umat yang diam, tapi melihat segalanya. Wallahu A’lam Bishawab.

Tentang Penulis: Yusuf Mars adalah Lulusan Magister Ilmu Komunukasi Politik Universitas Paramadina, Founder @PadasukaTV, Channel Youtube Sosial Politik dan Keagamaan. Pemerhati Komunikasi politik dan kebijakan publik

Tags: Isu NasabNasabPBNUTambang
Share226Tweet141SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) saat memimpin konferensi pers di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (Foto: NU Online/Syakir NF)
Agenda

Ketum PBNU Tegaskan Seluruh Unsur Organisasi Kompak Hadiri Harlah Ke-100 NU

by Yuzep Ahmad
January 31, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyampaikan bahwa seluruh unsur...

Read more
KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menggelar Konferensi Pers di Plaza PBNU Jalan Kramat Raya No. 164 Jakarta Pusat, Rabu (03/12/2025) (Foto: MSN/ASR)

Gelar Rapat Pleno Rais Aam Pulihkan Status Gus Yahya sebagai Ketum PBNU

January 30, 2026
PBNU Dirundung Masalah, Gus Faris: Gus Yahya, Kiai Miftahul Ahyar dan Gus Ipul Harus Dicopot Semua

Gus Yahya Dikabarkan Menerima Secara De Facto Atas Sanksi Pemecatan Syuriyah PBNU

January 30, 2026
Risalah Benda Kerep Cirebon: Islah Lirboyo Untuk Mengembalikan Gus Yahya Ketum Hukumnya Haram. Ini alasannya!

Risalah Benda Kerep Cirebon: Islah Lirboyo untuk Mengembalikan Gus Yahya Ketum Hukumnya Haram. Ini alasannya!

January 29, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2522
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

February 2, 2026
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Founder Owner Rokok Bintang Sembilan

Rokok Rakyat dan Konglomerat dalam Paradoks Kebijakan Cukai

February 2, 2026
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Tersangka Kasus Penganiayaan, Polisi Gunakan Pasal Pencurian dengan Kekerasan

February 2, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In