• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Yusuf mars

Membaca Ombak, Menjaga Arah: PBNU di Tengah Polemik Nasab dan Tambang

June 23, 2025
KPK resmi menahan eks staf khusus mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex. (Foto: Kurniawan/detikcom)

Gus Yaqut dan Gus Alex Keduanya Resmi Ditahan KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

March 17, 2026
KHM. Hamdan Suhaemi

Niat dan Talaffudh Niat

March 17, 2026
Gus Alex

KPK Tahan Gus Alex Tersangka Korupsi Kuota Haji

March 17, 2026
Khutbah Idul Fitri 1447 H: Dari Ramadan menuju Ketakwaan dan Kepedulian Sosial

Khutbah Idul Fitri 1447 H: Dari Ramadan menuju Ketakwaan dan Kepedulian Sosial

March 17, 2026
Foto: Ilustrasi Rukyatul Hilal

Hilal Belum Imkanur Rukyah, PBNU Minta Kemenag Konsisten pada Kriteria MABIMS

March 16, 2026
Ketua KPTIK Dukung Arah Presiden Lakukan Efisiensi Lewat WFH, Melalui Warung Digital dan Maestro Teacher

Ketua KPTIK Dukung Arah Presiden Lakukan Efisiensi Lewat WFH, Melalui Warung Digital dan Maestro Teacher

March 16, 2026
Ramadan sebagai Spirit Perdamaian dan Momentum Perkuat Solidaritas Sesama Anak Bangsa

Ramadan sebagai Spirit Perdamaian dan Momentum Perkuat Solidaritas Sesama Anak Bangsa

March 16, 2026
KH. Lutfi Hakim, Imam Besar Forum Betawi Rempug (FBR)

Andilan Kebo Lebaran: Ulama, Jawara, dan Pemerintah untuk Jakarta

March 16, 2026
Akuisisi Pabrik Rokok di Malaysia, Barong Grup Konsultasi ke KBRI di Kuala Lumpur

Akan Akuisisi Pabrik Rokok di Malaysia, Barong Grup Konsultasi ke KBRI di Kuala Lumpur

March 16, 2026
Sepuluh Tahun Konsisten, NU Sidorejo Batang Kembali Santuni Anak Yatim Piatu

Sepuluh Tahun Konsisten, NU Sidorejo Batang Kembali Santuni Anak Yatim Piatu

March 15, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Tuesday, March 17, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Membaca Ombak, Menjaga Arah: PBNU di Tengah Polemik Nasab dan Tambang

Oleh: Yusuf Mars

liputan9news by liputan9news
June 23, 2025
in Opini
A A
1
Yusuf mars

Yusuf Mars, Founder & Editor In Chief Padasuka TV Youtube Channel/Foto: Liputan9news

565
SHARES
1.6k
VIEWS

Jakarta | LIPUTAN9NEWS

Dalam sejarah umat, selalu ada masa ketika pemimpin diuji—bukan oleh musuh yang menyerang dari luar, tapi oleh nurani umat yang menatap dari dalam. Tatapan yang tak sekadar menuntut jawaban, melainkan kejujuran yang tidak hanya menanti keputusan, tapi arah dan integritas yang dijunjung.

Hari-hari ini, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sedang berada di titik ujian itu. Ujian yang datang dari dua arah berbeda, namun menyentuh akar yang sama: kepercayaan publik (umat).

Pertama, datang dari polemik nasab Ba‘alawi, yang dihembuskan ke ruang publik oleh Kiai Imaduddin Utsman al-Bantani. Isu ini mengguncang banyak hati, sebab menyentuh ranah identitas yang selama ini dianggap sakral.

BeritaTerkait:

Hilal Belum Imkanur Rukyah, PBNU Minta Kemenag Konsisten pada Kriteria MABIMS

Tak Perlu Keluar, PBNU Dorong RI Manfaatkan Board of Peace untuk Damaikan Iran-AS

PBNU Mengutuk Serangan Brutal Amerika-Israel atas Iran

Merawat Rahim, Menjaga Aset: Mewujudkan Relasi Harmonis NU dan PKB

Kedua, datang dari pusaran kebijakan tambang yang berembus dari arah kekuasaan. Ada Tambang seputar Raja Ampat yang ikut terseret, ada nama pengurus PBNU yang duduk sebagai komisaris perusahaan tambang, dan ada tudingan soal aliran dana.

Isu ini memanas di media sosial, setelah akun TikTok @tanpadusta melempar narasi liar: PBNU disebut menerima aliran dana dari PT Gag Nikel melalui salah satu pengurusnya. Sosok Ananda Tohpati—yang dikaitkan dengan “donasi tambang” bernilai triliunan—ikut diseret. Isunya mencuat cepat, seperti api menyambar bensin.

PBNU pun langsung merespons. Bendahara Umum PBNU, Gus Gudfan Arif, menyebut tudingan itu sebagai fitnah keji. “Gus Fahrur jadi komisaris itu urusan pribadi, bukan representasi PBNU,” tegasnya. Ia juga menekankan bahwa PBNU tidak pernah terlibat penempatan pengurus di perusahaan mana pun, apalagi menerima dana dari PT Gag.

Tak cukup di situ. Gus Fahrur sendiri juga angkat bicara. Dengan nada yang tak kalah keras, ia menyebut tudingan tersebut sebagai “fitnah 1.000 persen hoaks.” Ia bahkan mengaku tak pernah kenal siapa Ananda Tohpati.

Namun, seperti dua ombak yang menerjang pantai, polemik nasab dan isu tambang ini menggoyang pasir kepercayaan di tepi organisasi yang selama ini disegani. Umat pun bertanya dalam hati: ke mana arah layar bahtera PBNU dibentangkan? Masihkah ia berlayar atas nama nilai, atau mulai terombang-ambing arus zaman?

Adapun soal nasab, PBNU telah mengeluarkan surat instruksi yang melarang para pengurus terlibat dalam polemik ini. Tujuannya jelas: mencegah keributan, menjaga marwah organisasi. Tapi seperti payung yang dibuka saat hujan deras, kadang air tetap membasahi yang mencoba berteduh.

Surat itu memicu reaksi keras. Salah satunya datang dari KH Asep Saifuddin Chalim, pengasuh Pesantren Amanatul Ummah, yang menyayangkan langkah PBNU karena dianggap menutup ruang klarifikasi.

Bagi kalangan pesantren, nasab bukan sekadar silsilah darah—tapi silsilah jiwa. Ia seperti akar tua yang menyalurkan daya ke batang dan buah. Maka, ketika Kiai Imad “mengetuk pintu”, yang terjadi bukan sekadar debat, tapi gemuruh sosial.

Dan di sinilah tantangannya. Untuk menyikapi gemuruh sosial, NU memiliki tradisi bahtsul masail. Di pesantren, perbedaan pendapat bukan dimatikan, tapi dirawat. Didebat dengan adab, disandingkan dengan dalil, bukan ditutup dengan larangan. Diam bisa jadi emas, tapi dalam perkara kebenaran, kata yang jernih jauh lebih bernilai.

Kedua isu ini—nasab dan tambang—bagai ombak dari arah berlainan, namun sama-sama menggerus tepi kepercayaan publik terhadap PBNU. Organisasi ini tidak hanya mewarisi nama besar para muassis, tapi juga nilai-nilai luhur: ikhlas dalam perjuangan, teguh dalam prinsip, dan peka pada suara bawah. Kini, ia berada di tengah dunia yang berubah cepat—dunia yang menuntut posisi yang jelas, sikap yang tegas, dan integritas yang tak mudah digadaikan.

PBNU tidak harus menjawab semua kritik dengan klarifikasi terburu-buru. Kadang, cukup membuka ruang dialog yang dewasa. Karena seringkali, kegaduhan di luar adalah cerminan kesunyian di dalam. Dan bila kepercayaan mulai terkikis, mungkin karena terlalu banyak keputusan yang diambil dalam diam, bukan dalam musyawarah.

PBNU pernah sangat dekat dengan kekuasaan, tapi tetap menjaga jarak moral. Hubungan dengan negara tak terhindarkan, tapi garis batasnya selalu jelas: kita boleh duduk di samping kekuasaan, tapi jangan sampai bersandar.

Karena sesungguhnya, kepercayaan umat lebih mahal daripada ribuan hektare konsesi tambang. Suara kiai kampung yang ikhlas lebih berharga daripada jutaan ton mineral. Jika PBNU ingin tetap menjadi rumah besar yang teduh, maka ia harus rajin menyapu halaman dari debu ambisi.

NU adalah pohon besar, akarnya menghujam ke bumi, dahannya menjulang ke langit. Tapi pohon pun butuh dirawat—bukan hanya disiram air, tapi dengan mendengar bisikan angin dari akar. Karena akar itu adalah suara umat yang diam, tapi melihat segalanya. Wallahu A’lam Bishawab.

Tentang Penulis: Yusuf Mars adalah Lulusan Magister Ilmu Komunukasi Politik Universitas Paramadina, Founder @PadasukaTV, Channel Youtube Sosial Politik dan Keagamaan. Pemerhati Komunikasi politik dan kebijakan publik

Tags: Isu NasabNasabPBNUTambang
Share226Tweet141SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Foto: Ilustrasi Rukyatul Hilal
Nasional

Hilal Belum Imkanur Rukyah, PBNU Minta Kemenag Konsisten pada Kriteria MABIMS

by Yuzep Ahmad
March 16, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Data hisab Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU), Kementerian Agama, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan...

Read more
Gus Yahya

Tak Perlu Keluar, PBNU Dorong RI Manfaatkan Board of Peace untuk Damaikan Iran-AS

March 6, 2026
Ketua PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) (Foto: Instagram @yahyacholilstaquf)

PBNU Mengutuk Serangan Brutal Amerika-Israel atas Iran

March 3, 2026
KH. Imam Jazuli, Lc., MA.

Merawat Rahim, Menjaga Aset: Mewujudkan Relasi Harmonis NU dan PKB

March 12, 2026
Load More

Comments 1

  1. herpafend says:
    4 weeks ago

    **herpafend**

    herpafend is a natural wellness formula developed for individuals experiencing symptoms related to the herpes simplex virus.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2537
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
KPK resmi menahan eks staf khusus mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex. (Foto: Kurniawan/detikcom)

Gus Yaqut dan Gus Alex Keduanya Resmi Ditahan KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

March 17, 2026
KHM. Hamdan Suhaemi

Niat dan Talaffudh Niat

March 17, 2026
Gus Alex

KPK Tahan Gus Alex Tersangka Korupsi Kuota Haji

March 17, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In