• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Moderasi Beragama Dalam Pencegahan Ekstremisme Berbasis Kekerasan Di Kalangan Mahasiswa

Moderasi Beragama Dalam Pencegahan Ekstremisme Berbasis Kekerasan Di Kalangan Mahasiswa

December 26, 2022
BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

February 2, 2026
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Founder Owner Rokok Bintang Sembilan

Rokok Rakyat dan Konglomerat dalam Paradoks Kebijakan Cukai

February 2, 2026
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Tersangka Kasus Penganiayaan, Polisi Gunakan Pasal Pencurian dengan Kekerasan

February 2, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
Cholil Nafis-MUI

MUI Minta Presiden Prabowo Menarik Diri dari BoP

February 1, 2026
KH. Abdussalam Shohib (Gus Salam), Pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang Jawa Timur

Tinjau Ulang Keanggotaan Indonesia Di BoP dan NU Harus Tegas Mengingatkan

February 1, 2026
Gus Yahya

Rais Aam dan Sekjen PBNU Hingga Prabowo tidak Hadiri Harlah Ke-100 NU, Ini Penjelasan Gus Yahya

February 1, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, February 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Moderasi Beragama Dalam Pencegahan Ekstremisme Berbasis Kekerasan Di Kalangan Mahasiswa

Moh. Faisal Asadi by Moh. Faisal Asadi
December 26, 2022
in Uncategorized
A A
0
Moderasi Beragama Dalam Pencegahan Ekstremisme Berbasis Kekerasan Di Kalangan Mahasiswa

Foto Idris Hemay, M.Si. Direktur CSRC UIN Jakarta

517
SHARES
1.5k
VIEWS

Jakarta, Liputan9.id – Idris Hemay, M.Si. selaku direktur CSRC UIN Jakarta memberikan materi “Moderasi Beragama” dalam kegiatan Orientasi Mahasiswa Berprestasi KIP Kuliah (ORMASI-KIP) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di Aula FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jum’at (23/12/22).

KIP-Kuliah adalah sebuah beasiswa yang membantu para mahasiswa kurang mampu dan berprestasi di tingkat perguruan tinggi. KIP-Kuliah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dihimpun dalam sebuah organisasi bernama Forum Mahasiswa Bidikmisi-KIP Kuliah atau disingkat FORMABI-KIP.

Idris mengatakan moderasi beragama sesungguhnya merupakan kunci terciptanya toleransi dan kerukunan, baik di tingkat lokal,nasional, maupun global.

BeritaTerkait:

Bahar Smith Tersangka Kasus Penganiayaan, Polisi Gunakan Pasal Pencurian dengan Kekerasan

PNIB: Jadikan Ruang Digital Indonesia Bersih dari Konten Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme

PNIB: Natal 2025 Momentum Bangun Toleransi Moderasi Beragama, Perkokoh Kerukunan Umat Beragama dan Persatuan Indonesia

Kearifan Lokal dan Kekerasan Negara 

“Dalam konteks Pendidikan Islam, moderasi beragama berarti mengajarkan agama bukan hanya untuk membentuk individu yang saleh secara personal, tetapi juga mampu menjadikan paham agamanya sebagai instrumen untuk menghargai umat agama lain dan tidak menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan masalah apapun,” kata Dosen FISIP UIN Jakarta tersebut.

Ia menambahkan kalau moderasi beragama bukan hal absurd yang tak bisa diukur. Keberhasilan moderasi beragama dalam kehidupan masyarakat Indonesia dapat terlihat dari tingginya empat indikator utama.

“Pertama. Komitmen kebangsaan,Penerimaan terhadap prinsip-prinsip berbangsa yang tertuang dalam konstitusi: UUD 1945 dan regulasi di bawahnya. Kedua. Toleransi, Menghormati perbedaan dan memberi ruang orang lain untuk berkeyakinan, mengekspresikan keyakinannya, dan menyampaikan pendapat. Menghargai kesetaraan dan sedia bekerjasama. Ketiga. Anti kekerasan, Menolak tindakan seseorang atau kelompok tertentu yang menggunakan cara-cara kekerasan, baik secara fisik maupun verbal, dalam mengusung perubahan yang diinginkan. Keempat. Penerimaan terhadap tradisi, Ramah dalam penerimaan tradisi dan budaya lokal dalam perilaku keagamaannya, sejauh tidak bertentangan dengan pokok ajaran agama,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Idris menuturkan pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan melalui Implementasi Moderasi Beragama.  Poin penting moderasi beragama adalah membawa misi pendidikan/dakwah dengan menolak cara kekerasan sebagai medianya. Pengarusutamaan moderasi beragama sebagai upaya membendung dan menanggulangi ekstremisme berbasis kekerasan.

“Adapun bentuk-bentuk manifestasi ekstremisme diantaranya; Menolak norma-norma yang diterima dalam masyarakat (menolak Konstitusi, UU, menolak hormat bendera kebangsaan, dll). Tidak menerima kesepakatan bersama (consensus) dalam menjalankan kehidupan sosial-politik (menolak Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI). Cenderung menyelesaikan masalah dengan cara-cara ekstrim (pengrusakan, pembunuhan massal, teror),” tambahnya

Ia melanjutkan, untuk memperkuat moderasi beragama yaitu melalui resiliensi (ketahanan) komunitas & koneksitas sosial. Social Bonding (Identitas/keterikatan sosial), Social Bridging (keterhubungan horizontal/membangun koneksitas dengan komunitas lain yang berbeda identitas) dan Social Linking (keterhubungan vertical dengan pemerintah).

“Implementasi moderasi beragama bagi mahasiswa, Social Bonding (1. Belajar dan memperkaya literasi keagamaan. 2. Bekerja keras, amanah, adil, serta menebar kebajikan dan kasih sayang terhadap sesame manusia dalam melaksanakan tugas kemahasiswa dan kemasyarakatan. 3. Bersikap Terbuka, Menerima keberagaman sebagai anugerah. 4. Memiliki cara pandang, sikap, dan praktik keagamaan yang moderat dan tidak ekstrem dalam beragama). Social Bridging, Membangun kerja sama dengan komunitas lain yang berbeda identitas: Beda Suku, Beda Agama, Beda Budaya. Social Linking, Membangun kerja sama dengan Pemerintah baik dibidang: Kegiatan Kemahasiswa, Kegiatan kemasyarakatan,” ungkap Idris yang juga direktur Index Indonesia.

Idris mengkahiri, dalam membangun ketahanan civitas akademika UIN Jakarta terhadap radikalisme & ekstremisme kekerasan dengan beberapa faktor pelindung di lingkungan UIN Jakarta.

“Faktor-faktor pelindung di lingkungan UIN Jakarta diantaranya; 1. Ketersediaaan dosen yang menjadi role model bagi tumbuhnya sikap mental yang kritis, inklusif, dan toleran. 2. Literatur menyokong pembentukan karakter dan mindset mahasiswa yang kritis, inklusif dan toleran. 3. Pengembangan Critical Thinking mahasiswa. 4. Suasana diskusi yang terbuka dan toleransi. 5. Metode pengajaran menyokong pembentukan karakter dan mindset mahasiswa yang kritis, inklusif dan toleran. 6. Manajemen kampus mendukung engagement mahasiswa dengan keragaman dalam masyarakat,” pungkasnya. (MFA)

Tags: CSRC UIN JakartaEkstremismeIdris HemayKekerasanModerasi BeragamaRadikalismeUIN Syarif Hidyatullah
Share207Tweet129SendShare
Moh. Faisal Asadi

Moh. Faisal Asadi

Aktual, Faktual, Kompeten, Konsisten dan Terpercaya

BeritaTerkait

Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).
Kriminal

Bahar Smith Tersangka Kasus Penganiayaan, Polisi Gunakan Pasal Pencurian dengan Kekerasan

by liputan9news
February 2, 2026
0

TANGERANG | LIPUTAN9NEWS Penyidik Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota menjadwalkan pemeriksaan terhadap Bahar bin Smith dalam statusnya sebagai tersangka kasus...

Read more
PNIB: Jadikan Ruang Digital Indonesia Bersih dari Konten Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme

PNIB: Jadikan Ruang Digital Indonesia Bersih dari Konten Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme

January 21, 2026
PNIB: Natal 2025 Momentum Bangun Toleransi Moderasi Beragama, Perkokoh Kerukunan Umat Beragama dan Persatuan Indonesia

PNIB: Natal 2025 Momentum Bangun Toleransi Moderasi Beragama, Perkokoh Kerukunan Umat Beragama dan Persatuan Indonesia

December 24, 2025
Sulaman Djaya

Kearifan Lokal dan Kekerasan Negara 

November 26, 2025
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2522
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

February 2, 2026
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Founder Owner Rokok Bintang Sembilan

Rokok Rakyat dan Konglomerat dalam Paradoks Kebijakan Cukai

February 2, 2026
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Tersangka Kasus Penganiayaan, Polisi Gunakan Pasal Pencurian dengan Kekerasan

February 2, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In