• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Operasi Senyap Rezim Zionis: Gaza, Ladang Pembantaian Jurnalis Terburuk Sepanjang Sejarah

Operasi Senyap Rezim Zionis: Gaza, Ladang Pembantaian Jurnalis Terburuk Sepanjang Sejarah

October 4, 2025
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
Cholil Nafis-MUI

MUI Minta Presiden Prabowo Menarik Diri dari BoP

February 1, 2026
KH. Abdussalam Shohib (Gus Salam), Pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang Jawa Timur

Tinjau Ulang Keanggotaan Indonesia Di BoP dan NU Harus Tegas Mengingatkan

February 1, 2026
Gus Yahya

Rais Aam dan Sekjen PBNU Hingga Prabowo tidak Hadiri Harlah Ke-100 NU, Ini Penjelasan Gus Yahya

February 1, 2026
Dr.H. Dudy Imanuddin Effendi, M.Ag., MQM., Pengamat Sosial dan Wakil Dekan I Bidang Akademik FDK UIN Bandung

Meneguhkan Polri di Bawah Presiden: Kuatkan Agenda Reformasi, Bukan Degradasi Institusi

February 1, 2026
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) saat memimpin konferensi pers di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (Foto: NU Online/Syakir NF)

Ketum PBNU Tegaskan Seluruh Unsur Organisasi Kompak Hadiri Harlah Ke-100 NU

January 31, 2026
Anggota Komisi XI DPR RI Eric Hermawan Sebut KEK Tembakau sebagai Model Pembangunan Ekosistem Ekonomi dari Hulu hingga Hilir

Anggota Komisi XI DPR RI Eric Hermawan Sebut KEK Tembakau sebagai Model Pembangunan Ekosistem Ekonomi dari Hulu hingga Hilir

January 31, 2026
Gus Baehaqi: Hasil Pleno PBNU Menunjukkan  Supremasi Syuriyah PBNU

Gus Baehaqi: Hasil Pleno PBNU Menunjukkan  Supremasi Syuriyah PBNU

January 30, 2026
Pondok Pesantren Miftahul Ulum menggelar kegiatan Milad ke-13, Dihadiri Walikota Jakarta Timur

Pondok Pesantren Miftahul Ulum Menggelar Kegiatan Milad Ke-13, Dihadiri Walikota Jakarta Timur

January 30, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Sunday, February 1, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Berita Internasional

Operasi Senyap Rezim Zionis: Gaza, Ladang Pembantaian Jurnalis Terburuk Sepanjang Sejarah

liputan9news by liputan9news
October 4, 2025
in Internasional
A A
0
Operasi Senyap Rezim Zionis: Gaza, Ladang Pembantaian Jurnalis Terburuk Sepanjang Sejarah

Operasi Senyap Rezim Zionis: Gaza, Ladang Pembantaian Jurnalis Terburuk Sepanjang Sejarah (Foto: MKPS)

496
SHARES
1.4k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS
Dilansir Al Mayadeen, sebuah jeritan kemarahan dan kebenaran terdengar dari palagan Gaza yang terkepung. Jalur Gaza telah diubah secara biadab menjadi “kuburan terburuk” bagi wartawan, bukan oleh takdir tetapi oleh strategi keji Rezim Zionis yang berupaya memadamkan setiap saksi mata atas kejahatan mereka.

Di tengah keheningan global yang memuakkan, pembunuhan sistematis ini telah menciptakan impunitas mutlak, mengancam tidak hanya suara Perlawanan Palestina, tetapi juga fondasi kebebasan pers global.

Seorang veteran jurnalis dan petinggi Federasi Jurnalis Internasional (IFJ), Anthony Bellanger melancarkan refleksi yang membakar di The Guardian, menyalurkan murka kolektif para pekerja media dunia. Ia menegaskan bahwa pembunuhan rekan-rekan mereka di Gaza terjadi dengan impunitas Israel yang tidak tertandingi, didukung oleh kelumpuhan kekuatan dunia.

Kejahatan Terencana: Strategi Militer Menghilangkan Saksi

Data IFJ yang menghancurkan menunjukkan bahwa dalam dua tahun terakhir, lebih dari 222 jurnalis Palestina telah syahid. Skala pembunuhan massal ini belum pernah tercatat sebelumnya sejak IFJ berdiri pada 1926. Angka ini melampaui gabungan korban di Perang Dunia II, Vietnam, Korea, Suriah, Afghanistan, atau Irak. Gaza, menurut Bellanger, kini adalah kuburan terbesar bagi jurnalis dalam sejarah modern, sebuah gelar memalukan yang disematkan oleh darah para pewarta kebenaran.

BeritaTerkait:

MUI Minta Presiden Prabowo Menarik Diri dari BoP

Tinjau Ulang Keanggotaan Indonesia Di BoP dan NU Harus Tegas Mengingatkan

Kiai Said: Bahaya Semakin Besar Ketika Umat Sibuk dengan Konflik Internal

Ketua IWOI: Jurnalis Punya Peran Strategis dalam Mengawal Pembangunan Agro-Industrial Karawang

Bellanger dengan tegas menyatakan bahwa ini bukanlah insiden acak. Ini adalah strategi yang disengaja dan terencana Rezim Zionis yaitu dengan menghilangkan saksi, menutup Gaza dari mata internasional, dan mengendalikan narasi untuk memuluskan agenda kolonial dan penaklukan militer mereka.

“Perdana Menteri Zionis, Benyamin Netanyahu, yang terang-terangan bersumpah untuk “menembus” Gaza, melihat perang informasi tidak terpisahkan dari penaklukan. Bagi penjajah, kolonisasi juga berarti menghapus bukti kejahatan, menghapus reruntuhan, korban, dan mereka yang berani menceritakan kisah mereka,” ujranya dilansir dari Poros, Sabtu (04/10/2025).

“Kita harus mengingat nama-nama heroik seperti Anas al-Sharif, seorang reporter muda yang gugur pada 10 Agustus 2025, dan setiap rekan Syahid lainnya. Mereka yang berupaya membungkam suara-suara ini akan membawa kecaman selamanya,” imbuhnya.

Perlawanan Para Jurnalis: Penulis Sejarah dalam Cengkeraman Maut

Selama dua tahun, Gaza telah menjadi tempat paling berbahaya untuk jurnalisme. Dengan larangan total bagi wartawan asing, hanya wartawan Palestina atau anggota Sindikat Jurnalis Palestina yang tersisa sebagai penulis sejarah yang heroik.

Mereka adalah benteng terakhir kebenaran. Mereka bekerja tanpa perlindungan, berbagi realitas mencekik dengan keluarga mereka yang sama-sama menjadi target bombardir dan pengepungan.

“Di tengah pemboman yang tak henti, mereka berjuang di kantong-kantong pengungsian, di mana setiap hari adalah pertaruhan hidup dan mati,” terangnya.

Tanggapan masyarakat internasional hanya sebatas simbolis. Pengakuan kenegaraan Palestina di PBB, meskipun penting, datang terlambat untuk menyelamatkan yang hidup atau memberikan keadilan pada yang gugur. PBB tetap lumpuh, dan negara-negara besar terlibat melalui keheningan mematikan serta penjualan senjata yang mempersenjatai para pembunuh.

Para jurnalis Palestina, yang didukung upaya IFJ menyalurkan bantuan dan mendokumentasikan kejahatan, terus melaksanakan misi suci mereka, seringkali hingga titik syahid. Bellanger mengingatkan bahwa tanpa kerangka hukum PBB yang kuat untuk menghukum para pembunuh, impunitas akan bertahan dan melindungi mereka yang bertanggung jawab dalam Israel.

Diam adalah Pengkhianatan: Ujian Akhir bagi Kemanusiaan

Keputusasaan merayap di Gaza. Banyak yang bertanya, “Apa gunanya melanjutkan?” karena bukti dan kesaksian menumpuk tanpa adanya perubahan nyata. Namun, Bellanger mengingatkan bahwa diam berarti menyerahkan kemenangan kepada para pelaku kejahatan, membiarkan mereka mengeklaim bahwa “tidak ada yang terjadi”.

Pada malam seratus tahun IFJ pada 2026, Gaza adalah ujian akhir. Menerima pembunuhan wartawan Palestina dengan ketidakpedulian berarti membuka pintu bagi entitas otoriter di mana pun untuk menjadikan pembunuhan wartawan sebagai alat perang standar yang sah.

Para Syahid, seperti Anas al-Sharif, tidak ingin mati melainkan hanya ingin melaporkan. Kematian tragis mereka menuntut tindakan keras. “Israel membunuh wartawan”, tutup Bellanger dengan nada menantang. “Membunuh wartawan membunuh kebenaran. Dan dunia tanpa kebenaran adalah dunia di mana para algojo memerintah tertinggi”.

(Ai/Msn)

Tags: GazaIsraelJurnalisJurnalismePalestinaPembantaianRezim Zionis
Share198Tweet124SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Cholil Nafis-MUI
Nasional

MUI Minta Presiden Prabowo Menarik Diri dari BoP

by Yuzep Ahmad
February 1, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump saling melempar senyum, saat menandatangani piagam Board of...

Read more
KH. Abdussalam Shohib (Gus Salam), Pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang Jawa Timur

Tinjau Ulang Keanggotaan Indonesia Di BoP dan NU Harus Tegas Mengingatkan

February 1, 2026
Kiai Said dalam International Conference on Muslim Unity and Palestine, Selasa (20/01/2026) di Selangor-Malaysia

Kiai Said: Bahaya Semakin Besar Ketika Umat Sibuk dengan Konflik Internal

January 21, 2026
Ketua IWOI: Jurnalis Punya Peran Strategis dalam Mengawal Pembangunan Agro-Industrial Karawang

Ketua IWOI: Jurnalis Punya Peran Strategis dalam Mengawal Pembangunan Agro-Industrial Karawang

November 1, 2025
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2522
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
Cholil Nafis-MUI

MUI Minta Presiden Prabowo Menarik Diri dari BoP

February 1, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In