• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Pemerintahan Jokowi Versus Gerakan Intoleransi

Pemerintahan Jokowi Versus Gerakan Intoleransi

February 24, 2023
Membangun kesadaran bahwa pelipatan pahala ibadah tidak hanya di bulan Ramadan.

Kiat Menjaga Ketaqwaan Pasca Ramadan

April 2, 2026
KH Zakky Mubarok

Kembali Menuju Fitrah

April 2, 2026
PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

April 2, 2026
Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

April 2, 2026
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PNIB: Dialah Pahlawan Perdamaian yang Sesungguhnya

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PNIB: Dialah Pahlawan Perdamaian yang Sesungguhnya

April 2, 2026
Ketua Umum DPP Kesatuan Tour Travel Haji Umroh Republik Indonesia (Kesthuri) Asrul Azis Taba. (Foto: Antara)

Jadi Tersangka Korupsi Haji, Ketum Kesthuri Asrul Azis Taba Diminta Pulang dari Saudi

April 1, 2026
Hilmab Latief, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) saat melaksanakan tugas di Makkah (Foto: Dok. Kemenag)

KPK Ungkap Hilman Latief Akui Terima Uang Terkait Korupsi Kuota Haji

April 1, 2026
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (04/03/2026). (Foto BPMI Setpres)

Pemerintah Aktifkan Kembali 625 Ribu Penerima BPJS Kesehatan

April 1, 2026
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu (kiri) didampingi juru bicara KPK, Budi Prasetyo dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin, 30 Maret 2026. (Foto Niaga.Asia/G Sitompul)

KPK Sebut Ismail Adham Berikan Uang Kepada Hilman Latief, Diduga Terkait Korupsi Kuota Haji

March 31, 2026
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur (Foto: Antara/MSN)

KPK Tetapkan Direktur Maktour dan Ketum Kesthuri Tersangka Korupsi Kuota Haji

March 31, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Friday, April 3, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Pemerintahan Jokowi Versus Gerakan Intoleransi

Oleh: Saiful Huda Ems.

liputan9news by liputan9news
February 24, 2023
in Uncategorized
A A
1
Pemerintahan Jokowi Versus Gerakan Intoleransi

Presiden Jokowisaat Menghadiri pembukaan Muktamar ke-XVIII Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah di Balikpapan, Rabu,(22/02/2023)

503
SHARES
1.4k
VIEWS

Jika masyarakat yang melek politik ditanya, siapa politisi Indonesia yang pertamakali menyulut huru hara konflik horizontal yang bernuansakan SARA, pastinya mayoritas masyarakat itu akan menjawab: Anies Baswedan. Ya, Anies Baswedan dikenal sebagai sosok politisi yang kental dengan politik identitas, yang bila disederhanakan pengertiannya adalah suatu gerakan yang menjadikan agama, suku, ras, kelompok ataupun budaya sebagai alat untuk menunjukkan jati dirinya, dan yang digunakan untuk meraih tujuan politik kekuasaannya.

Masyarakatpun jika ditanya, bersediakah mendukung gerakan politik yang demikian, mayoritas akan menjawab tidak bersedia. Ini semua bisa kita baca dari hasil survei terbaru, Saiful Mujani Research Consulting (SMRC) yang menyurvei warga Nahdliyin (NU), dimana mereka mayoritas lebih memilih sosok nasionalis dan toleran Ganjar Pranowo 49%, baru kemudian memilih Prabowo 18,6 % dan terakhir yang memilih Anies Baswedan hanya 14%, yang prosentasinya jauh di bawah Ganjar Pranowo. Nahdlatul Ulama (NU), merupakan basis massa Islam terbesar yang tidak hanya di Indonesia melainkan di dunia. Siapapun yang tidak didukung oleh NU, tidak akan pernah dapat menjadi pemimpin nasional yang kuat di Indonesia.

Meskipun demikian, masih ada saja partai-partai politik yang mau mendukung Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden R.I 2024. Yang pertama Nasdem, dan akan menyusul kemudian PKS serta Partai Demokrat. Tak hanya itu, tanda-tanda negara Adi Daya Amerika Serikat bersama sekutunya di NATO yang ekonomi dan keamanan dalam negerinya sendiri hampir sekaratpun, sepertinya mau mendukung Anies Baswedan. Ini bukan hanya bisa dilihat saat perwakilan Kedutaan Besar USA telah datang sowan ke PKS, melainkan juga bisa dilihat dari kedatangan agen inteligen Jerman yang pernah diam-diam sowan ke markas FPI di waktu yang telah lama berlalu. Sedangkan kita semua sudah tau, massa pendukung andalannya Anies Baswedan itu ya kelompok atau partai semacam FPI, HTI dan PKS.

BeritaTerkait:

Ramadan sebagai Spirit Perdamaian dan Momentum Perkuat Solidaritas Sesama Anak Bangsa

PNIB Berbagi Takjil di Tugu Jogja, Jalin Persaudaraan dan Perdamaian Ajak Kembali ke Jati Diri Bangsa

PNIB: Jadikan Ruang Digital Indonesia Bersih dari Konten Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme

Islah Bahrawi Bongkar Peran Yaqut dan Jokowi Dibalik Kasus Korupsi Kuota Haji 2024

Beruntung sekali Pemerintahan Jokowi telah berani dan berhasil membubarkan HTI dan FPI, tinggal selangkah lagi membubarkan PKS, sebagai sarang kawah candradimukanya pengkaderan kelompok-kelompok ekstrimis, intoleran. Pertanyaannya, kenapa meski HTI dan FPI sudah dibubarkan, gerakan intoleransi ini gak ada mati-matinya, terus saja hidup dan membuat gaduh Republik Indonesia? Orang-orang Kristiani beribadah dipaksa bubar, gereja-gereja dilarang dibangun dll. Tak hanya itu, orang Muslim sendiri yang beraliran Syiah masih dimusuhi, dan pernah ada kejadian di Solo seorang habib digebukin karena dituduh Syiah. Kitapun bertanya, lho, Pemerintahan Jokowi ini serius gak sih melawan dan menghukum gerombolan-gerombolan radikalis intoleran ini?. Jika serius, kenapa gerakan mereka ini gak ada kapok-kapoknya?.

Jika Anies Baswedan merupakan anti tesa karakter Jokowi yang sangat membahayakan persatuan dan kesatuan nasional, lalu kenapa saat Nasdem mendeklarasikan pencalonan Anies sebagai Balon Capres 2024, Presiden Jokowi terlihat tidak bereaksi. Paling tidak harusnya Presiden Jokowi mengeluarkan seluruh menteri-menteri perwakilan Nasdem di Kabinet Indonesia Maju, namun kenapa sampai sekarang hal itu belum juga dilakukan. Padahal seluruh pendukung Jokowi sudah memberikan hukuman dengan anjloknya suara Nasdem di berbagai survei. Kita kembali bertanya, apakah Presiden Jokowi takut, gentar menghadapi ancaman Nasdem, jika sampai Presiden Jokowi merushuffle perwakilan Nasdem di Kabinet?.

Bangsa ini akan celaka jika saja Presiden Jokowi tidak berani secara tegas membabat gerakan-gerakan intoleransi dan politik identitas di Indonesia. Anies Baswedan sebagai representasi dari gerakan intoleran dan politik identitas itu, tidak boleh dibiarkan terus berpenetrasi politik dan budaya dengan sebagian ormas-ormas Islam yang masih lugu-lugu dan gagap membaca peta politik Indonesia. Bila mereka sudah terprovokasi oleh gerakan politik identitas, mereka akan tumbuh menjamur dan susah sekali dihentikannya. Bangsa ini jangan sampai terjebak untuk kesekian kalinya, perang saudara yang tiada guna, karenanya sebelum lidah api itu membakar punggung Nusantara, jauh lebih baik memblokade setiap lorong-lorong politik, agar mereka tidak mudah leluasa marebut Indonesia nantinya.

Relawan-relawan pendukung Presiden Jokowi meskipun sebagian sudah tergerogoti oleh kekuatan sebrang, masihlah banyak yang berdiri dengan tegap menanti panggilan Presiden Jokowi untuk pengamanan Ring 1 Politik Presiden Jokowi. Orang-orang militan dan yang sudah terbukti terus menerus menjaga konsistensi relawan pendukung Presiden Jokowi seperti Bang Haidar Alwi itu kenapa tidak segera direkrut untuk menggeser para menteri yang tidak becus bekerja, terutama dari perwakilan Nasdem itu? Bukankah lebih baik bagi Presiden Jokowi untuk lebih maju dan bahagia bersama tokoh-tokoh relawan pendukungnya, daripada mundur dan nantinya hancur dikhianati lawan-lawan politiknya? Semoga Presiden Jokowi bersedia mempertimbangkan masukan-masukan kami ini.

Saiful Huda Ems (SHE). Lawyer, Aktivis ’98 dan Ketua Umum HARIMAU JOKOWI.

Tags: IntoleransiJokowiRadikalismeSaiful Huda Ems.
Share201Tweet126SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Ramadan sebagai Spirit Perdamaian dan Momentum Perkuat Solidaritas Sesama Anak Bangsa
Ramadan

Ramadan sebagai Spirit Perdamaian dan Momentum Perkuat Solidaritas Sesama Anak Bangsa

by liputan9news
March 16, 2026
0

JOMBANG | LIPUTAN9NEWS Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan bulan suci Ramadan sebagai momentum untuk memperkuat...

Read more
PNIB Berbagi Takjil di Tugu Jogja, Jalin Persaudaraan Perdamaian Ajak Kembali ke Jatidiri Bangsa

PNIB Berbagi Takjil di Tugu Jogja, Jalin Persaudaraan dan Perdamaian Ajak Kembali ke Jati Diri Bangsa

March 10, 2026
PNIB: Jadikan Ruang Digital Indonesia Bersih dari Konten Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme

PNIB: Jadikan Ruang Digital Indonesia Bersih dari Konten Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme

January 21, 2026
Islah Bahrawi (Gus Islah)

Islah Bahrawi Bongkar Peran Yaqut dan Jokowi Dibalik Kasus Korupsi Kuota Haji 2024

January 17, 2026
Load More

Comments 1

  1. finessa says:
    1 month ago

    **finessa**

    Finessa is a natural supplement made to support healthy digestion, improve metabolism, and help you achieve a flatter belly.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2539
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Membangun kesadaran bahwa pelipatan pahala ibadah tidak hanya di bulan Ramadan.

Kiat Menjaga Ketaqwaan Pasca Ramadan

April 2, 2026
KH Zakky Mubarok

Kembali Menuju Fitrah

April 2, 2026
PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

April 2, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In