YOGYAKARTA | LIPUTAN9NEWS
Ormas kebhinekaan lintas Agama budaya dan tradisi Penjuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) menggelar aksi bisu berbagi takjil di Monumen Tugu Yogyakarta Selasa (10/03/2026). Puluhan peserta membentangkan spanduk bertema seruan perdamaian, persaudaraan, moderasi beragama serta ajakan kembali kepada jatidiri bangsa.
Berbagi takjil sekaligus sebagai wujud kepedulian sekaligus mendeklarasikan “Yogyakarta Anti Intoleransi, Anti Radikalisme, Anti Khilafah, Anti Terorisme, Anti Politik Identitas dan Jadikan Yogyakarta Aman, Damai, Tentram”.
“Aksi ini kita lakukan di Tugu Jogja, dengan harapan pesan yang kita sampaikan dapat diterima oleh masyarakat Yogyakarta pada khususnya dan rakyat Indonesia di mana pun berada, mengingat Tugu Jogja merupakan simbol ikonik dari Jogja itu sendiri, dan saksi sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” ujar AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal) selaku Ketua Umum PNIB.
Gus Wal menyampaikan bahwa saat ini prilaku intoleransi justru dilakukan oleh oknum aparat itu sendiri. Banyak kasus yang terjadi seperti kekerasan, penembakan, penganiayaan justru penegak hukum itu sendiri pelakunya. Ia mengatakan, dari Yogyakarta menegaskan hal itu harus dilawan.
“Kasus Intoleransi yang belakangan terjadi mengarah kepada oknum aparat sebagai pelaku. Penembakan, penganiayaan warga kita lawan dengan seruan aksi damai. Dari Yogyakarta kita serukan perdamaian hingga dipenjuru negeri. Jangan terbawa isu pertikaian di timur tengah, fokus kepada persoalan bangsa dengan mempererat persatuan dan kesatuan,” terangnya dalam keterangan yang diterima Liputan9news.
Lebi lanjut, Gus Wal mengatakan bahwa pihaknya sebagai warga Indonesia yang sama-sama memahami akan keberagaman dan kemajemukan masyarakatnya, perlu untuk saling menghormati dan menghargai terhadap segala bentuk perbedaan. Terlebih dalam keadaan menghadapi tahun politik ini.
“Kita akan selalu berada di garis terdepan dalam mengawal kasus intoleransi siapapun pelakunya,” ucapnya
Menurut Gus Wal, PNIB membagikan 1945 Ta’jil di Tugu Jogja membawa spirit yang Lebih Penting dari politik, yaitu Kemanusiaan dan Persatuan dan Keselamatan Bangsa diatas Segalanya. Selain menyuarakan untuk mewujudkan perdamaian dunia.
“Persaudaraan dan Persatuan Indonesia tetap Lebih utama dan wajib diprioritaskan dan menyuarakan dukungan Polri Wajib Tetap Dibawah Naungan Kendali Presiden Langsung, Jangan Tempatkan Polri dibawah Kementrian,” pungkasnya.
PNIB hadir di Yogyakarta dan daerah lainya menjadi salah satu ormas yang konsisten dalam laku dan aktifitas. Tidak hanya riuh di media sosial, namun turun langsung ke masyarakat secara nyata.

























