• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Islah Bahrawi (Gus Islah)

Islah Bahrawi Bongkar Peran Yaqut dan Jokowi Dibalik Kasus Korupsi Kuota Haji 2024

January 17, 2026
Gus Rozin Tegaskan Pendanaan Pesantren Kewajiban Negara, Kiai Tebuireng Beri Dukungan

Gus Rozin Tegaskan Pendanaan Pesantren Kewajiban Negara, Kiai Tebuireng Beri Dukungan

June 13, 2026
Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Sidak Dugaan Proyek Pengurugan Ilegal di Desa Sukaasih

Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Sidak Dugaan Proyek Pengurugan Ilegal di Desa Sukaasih

June 12, 2026
Formulir Workshop Pengasuh Pesantren Wilayah Provinsi DKI Jakarta

Formulir Workshop Pengasuh Pesantren Wilayah Provinsi DKI Jakarta

June 12, 2026
PNIB Minta Kaji Ulang Kenaikan BBM

PNIB Minta Kaji Ulang Kenaikan BBM

June 12, 2026
Foto: Ilustrasi

Kaffah Tanpa Khilafah: Kritik Atas Imajinasi HTI

June 11, 2026
Foto: KH. Abdussalam Shohib (Gus Salam)

Lima Pilar Kembalikan Wibawa dan Kehormatan PBNU

June 10, 2026
PNIB Minta Pemerintah Usut Tuntas Mega Skandal BGN

PNIB Minta Pemerintah Usut Tuntas Mega Skandal BGN

June 10, 2026
Pesan Spiritual dan Estafet Pusaka Kabudhanan dari KH. Imam Jazuli untuk Gus Yahya

Pesan Spiritual dan Estafet Pusaka Kabudhanan dari KH. Imam Jazuli untuk Gus Yahya

June 10, 2026
Zakky Mubarok

Gundah dan Gelisah

June 10, 2026
Syafrudin Budiman SIP, Ketua Umum DPP Perhimpunan UKM Indonesia.

Pengaruh Perspektif dan Kepercayaan Terhadap Valuasi Investasi

June 10, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Saturday, June 13, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Islah Bahrawi Bongkar Peran Yaqut dan Jokowi Dibalik Kasus Korupsi Kuota Haji 2024

liputan9news by liputan9news
January 17, 2026
in Nasional
A A
0
Islah Bahrawi (Gus Islah)

Islah Bahrawi (Gus Islah), Director Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, (Foto: SS/YouTube Akbar Faizal Uncensored)

547
SHARES
1.6k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS
Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi atau Gus Islah, terlihat sangat geram. Melihat situasi dankodisi belakangan medsos penuh dengan tudingan miring, bahwa, yang gemar menuding radikal, intoleran, ternyata justru hobi korupsi.

Sindirian netizen tersebut menuju kepada satu nama yaitu Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut mantan Menteri Agama RI dan Ketum GP Ansor, yang ditetapkan tersangka KPP dalam kasus korupsi kuota haji khusus 2024.

“Pak Jokowi harus nonton ini. KPK harus nonton ini. Prabowo juga harus nonton ini. Hari ini (ramai di medsos), tuh yang paling cinta Pancasila, tuh yang anti radikal, tuh yang anti HTI, tuh yang anti FPI, ternyata korupsi. Siapa yang harus bertanggungjawab (dengan stigma) ini,” ujar Gus Islah, panggilan akrabnya dalam podcast YouTube Akbar Faizal Uncensored, seperti dilansir duta.co, Sabtu (17/01/26).

Gus Islah mengatakan, bangkitnya kelompok kanan (karena) seolah-olah kami yang membela Pancasila, yang membela NKRI, yang anti radikal, ini ternyata penjahat semua.

BeritaTerkait:

KPK Nyatakan Nama Raffi Ahmad Muncul dalam Perkara Suap Impor Barang KW

KPK Periksa Hilman Latief dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Muhadjir Effendy Dipaggil KPK Terkait Korupsi Kuota Haji

KPK Ungkap Masih Ada Travel Haji yang Belum Kembalikan Uang

“Siapa yang bertanggungjawab? Jokowi mau bertanggungjawab? Saya terpukul, saya bahkan menangis menyaksikan ini semua,” tegasnya.

Sekarang ini, terangnya, tudingan publik seolah-olah yang cinta Pancasila, yang anti radikal yang betul-betul ingin menjaga kemajemukan di negara ini, ternyata seorang koruptor.

“Kini itu yang dikembangkan oleh buzer-buzer yang entah, digerakkan oleh siapa?,” tanya Gus Islah.

Kemudiaan, Gus Islah membongkar isu dugaan korupsi dana haji 2024 yang ditudinkan kepada mantan Menteri Agama RI, H Yaqut Cholil Qoumas. Menurut hematnya, ia sudah tabayun ke Gus Yaqut, dan hasilnya sangat bertolak belakang. Justru Gus Yaqut tidak tahu sama sekali perihal tambahan 20.000 kuota haji 2024. Yang diajak Presiden Jokowi (saat) menemui Raja Arab Saudi Salman bin Abdul-Aziz Al Saud, itu bukan dirinya.

“Kata Gus Yaqut begini ketika itu, bahwa Indonesia mendapatkan kuota tambahan 20.000 dari Muhammad bin Salman. Tapi sampai saat ini saya tidak dilibatkan dalam proses itu. Presiden itu yang diajak adalah Dito (Dito mantan Menpora),” utara jelas Gus Islah pada Akbar Faizal.

Nama Dito Ariotedjo kemudian menjadi sorotan lantaran memiliki hubungan keluarga dengan pemilik biro perjalanan haji Maktour, Fuad Hasan Masyhur. Fakta ini memunculkan kecurigaan publik terkait transparansi dan tata kelola pembagian kuota tambahan haji tersebut.

Gus Yaqut, di tempat (podcast) yang lain, juga menjelaskan, andai saja dia diajak membahas soal kuota tambahan — apalagi sampai 20.000 di tengah waktu yang sudah tidak mungkin dijalankan – dia akan memberi pandangan, bahwa, tahun lalu (2023) dengan tambahan 8.000 saja, sudah kedodoran. Tapi, karena tidak dilibatkan dalam pembahasan kuota 20.000 itu, maka, Gus Yaqut tidak bisa berbuat apa-apa.

Ironisnya, ketika KPK mengusut masalah ini, justru Gus Yaqut yang dijadikan tersangka, dengan potensi kerugian negara Rp 1 triliun. Terang saja media sosial banyak yang mencibirnya. Padahal kata Gus Islah, dalam pertemuan strategis yang membahas penambahan kuota haji tersebut, Menteri Agama tidak dilibatkan. Dan semua tahu, urusan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji berada dalam lingkup kewenangan Kementerian Agama. Situasi ini, kata Islah, memunculkan tanda tanya besar mengenai proses pengambilan keputusan di tingkat pemerintah pusat.

Gus Islah menyebut Presiden Jokowi justru mengajak Menteri Pemuda dan Olahraga saat itu, Dito Ariotedjo, dalam pertemuan tersebut. Nama Dito pun menjadi sorotan lantaran memiliki hubungan keluarga dengan pemilik biro perjalanan haji Maktour, Fuad Hasan Masyhur. Fakta ini memunculkan kecurigaan publik terkait transparansi dan tata kelola pembagian kuota tambahan haji tersebut.

Selain Dito, Gus Islah juga menyebut Presiden mengajak Erick Thohir yang kala itu menjabat Menteri BUMN serta Pratikno selaku Menteri Sekretaris Negara. Namun, absennya Menteri Agama dalam pertemuan diplomatik itu dinilai sebagai kejanggalan serius dalam proses kebijakan publik. Ini seperti disengaja.

Inteletual Muda NU anti Radikalisme dan Terorisme asal Madura itu, juga mengungkap bahwa Yaqut Cholil Qoumas sempat berencana memberikan kesaksian di hadapan Panitia Khusus Angket Haji DPR RI. Kesaksian tersebut rencananya membahas pembagian tambahan kuota 20.000 jamaah haji yang dinilai tidak sesuai ketentuan dan prinsip keadilan.

Namun rencana itu tak terealisasi. Menurut Islah, Presiden menugaskan Yaqut untuk menggantikan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Perdamaian Dunia di Prancis. Penugasan tersebut membuat Yaqut absen dari agenda penting DPR.

Gus Islah menyebut perjalanan dinas itu mestinya hanya 3 hari, tetapi, faktanya berlangsung lebih lama dari yang dijadwalkan.

“Putar-putar di Eropa, karena dia belum dapat sinyal untuk segera kembali. Karena kalau dia kembali, dia tetap akan dipanggil oleh Pansus,” kata Gus Islah yang sangat yakin bahwa Yaqut dikorbankan dalam hal ini.

Lebih lanjut, Gus Islah mengungkapka polemik kuota haji ini tidak semata menyasar Yaqut Cholil Qoumas. Ia menduga ada kepentingan politik yang lebih besar, yakni mengarah pada Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf. Menurutnya, Yahya dinilai tidak sejalan dengan lingkar kekuasaan Presiden.

“Ya karena Gus Yahya tidak bisa dikendalikan oleh gengnya Jokowi di PBNU. Sehingga dia harus dirontokkan,” ungkapnya.

Selain itu, Gus Islah juga menyinggung dugaan adanya tekanan politik agar Gus Yahya mundur dari jabatannya, bahkan menyentuh ranah personal.

“Kalau ingin adikmu selamat, ya kamu harus segera mundur,” ucap Gus Islah menirukan dugaan pernyataan tersebut didepan Akbar Faizal.

Secara umum, Gus Islah turut menyoroti kondisi penegakan hukum di Indonesia. Ia menilai independensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melemah sejak revisi Undang-Undang KPK pada 2019.

“Apalagi Undang-Undang KPK sudah diubah oleh Jokowi. Selesai. Sebelum Jokowi lengser, formatur, komisioner, dan semuanya sudah ditetapkan oleh Jokowi,” pungkasnya.

(Ai/MSN)

Tags: Akbar FaizalDitoGus IslahGus YaqutIslah BahrawiJokowiKomisi Pemberantasan KorupsiKPKpodcast YouTube Akbar Faizal UncensoredPresiden JokowiTersangkaYaqut Cholil Qoumas
Share219Tweet137SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

KPK Nyatakan Nama Raffi Ahmad Muncul dalam Perkara Uuap impor Barang KW
Nasional

KPK Nyatakan Nama Raffi Ahmad Muncul dalam Perkara Suap Impor Barang KW

by liputan9news
June 9, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi nama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi...

Read more
Hilman Latief

KPK Periksa Hilman Latief dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

May 22, 2026
Muhadjir Effendy, Penasihat Khusus Presiden Bidang Urusan Haji, Menteri Agama Ad Interim Tahun 2022.

Muhadjir Effendy Dipaggil KPK Terkait Korupsi Kuota Haji

May 19, 2026
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo. (Foto: Liputan9nwes/MSN)

KPK Ungkap Masih Ada Travel Haji yang Belum Kembalikan Uang

April 26, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2590
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Gus Rozin Tegaskan Pendanaan Pesantren Kewajiban Negara, Kiai Tebuireng Beri Dukungan

Gus Rozin Tegaskan Pendanaan Pesantren Kewajiban Negara, Kiai Tebuireng Beri Dukungan

June 13, 2026
Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Sidak Dugaan Proyek Pengurugan Ilegal di Desa Sukaasih

Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Sidak Dugaan Proyek Pengurugan Ilegal di Desa Sukaasih

June 12, 2026
Formulir Workshop Pengasuh Pesantren Wilayah Provinsi DKI Jakarta

Formulir Workshop Pengasuh Pesantren Wilayah Provinsi DKI Jakarta

June 12, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In