• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Sepuluh Alasan Signifikan Gus Ipul Layak Memimpin NU di Muktamar ke-35

Sepuluh Alasan Signifikan Gus Ipul Layak Memimpin NU di Muktamar ke-35

February 19, 2026

Khutbah Jumat: Puasa Sebagai Media Pembersihan Hati (Tazkiyatun Nafs)

February 20, 2026
Menag Nasaruddin Umar

ICW Sinyalir Dugaan Gratifikasi Penggunaan Jet Pribadi oleh Menteri Agama

February 20, 2026
Launching Buku “Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung”, Bamsoet Tegaskan Politik Akal Sehat Kunci Stabilitas dan Rekonsiliasi Bangsa

Launching Buku “Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung”, Bamsoet Tegaskan Politik Akal Sehat Kunci Stabilitas dan Rekonsiliasi Bangsa

February 19, 2026
BEM PTNU Yogyakarta Tegaskan Dukungan Supaya Polri Tetap di Bawah Presiden

BEM PTNU Yogyakarta Tegaskan Dukungan Supaya Polri Tetap di Bawah Presiden

February 19, 2026
Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal)

Reformasi Birokrasi Polri yang Paling Pokok adalah Menjadikan Propam Independen Mengawasi Polri Layaknya Military Police

February 19, 2026
KH. Imam Jazuli, Lc., MA.

Abad Kedua NU: Mengakhiri Era “Klaim” dan Memulai Era Baru dengan Kedaulatan Data

February 19, 2026
Nasaruddin Umar

KPK Dalami Dugaan Gratifikasi Fasilitas Jet Pribadi dari OSO untuk Nasaruddin Umar

February 19, 2026
Foto: Ilustrasi

Khutbah Jumat: Pahami Fiqih Puasa, Jaga Keabsahannya

February 19, 2026
Dr. Heru Siswanto, M.Pd.I., Ketua Program Studi dan Dosen PAI-BSI (Pendidikan Agama Islam-Berbasis Studi Interdisipliner) Pascasarjana IAI Al-Khoziny Sidoarjo; Dosen PAI-Terapan Poltek Pelayaran Surabaya; Pengurus Lembaga Takmir Masjid PCNU Sidoarjo; Ketua Lembaga Dakwah MWCNU Krembung.

Bolehkah Niat Puasa Sekali untuk Sebulan?

February 19, 2026
Keluarga Besar Al-Khairat Siap Gelar Haul ke-58 Habib Idrus bin Salim Al-Jufri, Muchsin Bin Al Habsyi Diamanahkan Jadi Ketua Panitia

Keluarga Besar Al-Khairat Siap Gelar Haul ke-58 Habib Idrus bin Salim Al-Jufri, Muchsin Bin Al Habsyi Diamanahkan Jadi Ketua Panitia

February 19, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Friday, February 20, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Sepuluh Alasan Signifikan Gus Ipul Layak Memimpin NU di Muktamar ke-35

Oleh: KH Imam Jazuli, Lc., .MA.

liputan9news by liputan9news
February 19, 2026
in Opini
A A
0
Sepuluh Alasan Signifikan Gus Ipul Layak Memimpin NU di Muktamar ke-35

Sepuluh Alasan Signifikan Gus Ipul Layak Memimpin NU di Muktamar ke-35 (Foto: Dokpri/Kiai Imjaz)

532
SHARES
1.5k
VIEWS

CIREBON | LIPUTAN9NEWS

Menjelang Muktamar NU ke-35, diskursus mengenai kepemimpinan masa depan organisasi Islam terbesar di dunia ini mulai menghangat. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks—mulai dari pergeseran geopolitik global hingga transformasi digital—NU membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya memiliki akar silsilah yang kuat, tetapi juga kecakapan manajerial yang mumpuni.

Drs. H. Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, muncul sebagai figur sentral yang dinilai banyak pihak memenuhi kriteria “Pemimpin Transformatif” bagi Jam’iyah Nahdlatul Ulama.

Kombinasi pengalaman di pemerintahan, perannya sebagai Sekjen PBNU, serta posisinya sebagai representasi kultural pesantren, menjadikan Gus Ipul memiliki kualifikasi unik untuk mengawal NU ke depan. Berikut adalah 9 alasan kuat mengapa Gus Ipul layak memimpin NU ke depan:

Pertama: Kemampuan manajerial dan Plpengalaman birokrasi. Berbeda dengan struktur organisasi tradisional, NU saat ini mengelola aset yang masif, mulai dari lembaga pendidikan hingga fasilitas kesehatan. Pengalaman Gus Ipul sebagai Menteri, Wakil Gubernur Jawa Timur dua periode, hingga Wali Kota Pasuruan, memberikan bekal tata kelola (governance) yang profesional. Ia tahu cara menggerakkan roda organisasi secara efisien dan akuntabel.

BeritaTerkait:

Abad Kedua NU: Mengakhiri Era “Klaim” dan Memulai Era Baru dengan Kedaulatan Data

Menagih Khidmah Akademik: Menggugat Paradoks Kuantitas dan Kualitas Kampus Nahdlatul Ulama

PBNU Gelar Rapat Harian, Bahas Rukyatul Hilal dan Penguatan Organisasi

Tajdid Ekologis NU: Menggagas Teologi Lingkungan untuk Keselamatan Bumi

Kedua: Penjembatan antar generasi (bridging the gap). Gus Ipul memiliki kemampuan unik untuk berkomunikasi dengan para Kiai Sepuh (Mustasyar) sekaligus merangkul kaum milenial dan Gen-Z di tubuh NU. Sebagai mantan Ketua Umum GP Ansor, ia memahami psikologi gerakan pemuda, namun tetap menjunjung tinggi nilai tawadhu’ kepada para guru dan ulama.

Kekuatan kultural ini juga memungkinkannya menjembatani kiai-kiai di jajaran Syuriyah dengan pengurus struktural di Tanfidziyah, menciptakan harmoni yang diperlukan dalam pengambilan keputusan tertinggi.

Ketiga: Jaringan lintas sektoral yang luas. Kepemimpinan NU ke depan membutuhkan akses luas ke tingkat nasional maupun internasional. Gus Ipul memiliki kedekatan dengan berbagai elemen bangsa: pemerintah, pengusaha, hingga aktivis lintas agama. Jaringan ini krusial untuk memperkuat posisi tawar NU dalam kebijakan publik dan diplomasi kemanusiaan.

Keempat: Visi kemandirian ekonomi jam’iyah. Salah satu tantangan besar NU adalah kemandirian ekonomi. Gus Ipul sering menekankan pentingnya penguatan ekonomi warga (Nahdliyin). Dengan latar belakangnya, ia diprediksi mampu mengorkestrasi potensi ekonomi NU yang selama ini masih tercecer menjadi kekuatan korporasi sosial yang solid.

Kelima: Komitmen terhadap moderasi beragama (wasathiyah).Di tengah arus polarisasi ideologi, Gus Ipul adalah sosok yang konsisten mengawal moderasi beragama. Ia memahami betul bagaimana menerjemahkan konsep Islam Nusantara ke dalam aksi nyata yang dapat diterima oleh masyarakat luas tanpa menghilangkan substansi nilai-nilai Aswaja. NU tidak hanya butuh sosok yang alim secara keilmuan, tapi juga cekatan dalam pengabdian (khidmah) dan paham peta politik serta ekonomi global..

Keenam: Pengalaman panjang di struktur PBNU. Gus Ipul bukanlah “orang baru” atau penumpang gelap di NU. Dedikasinya dimulai dari tingkat bawah hingga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PBNU. Pemahaman mendalamnya terhadap AD/ART dan kultur internal organisasi memungkinkannya untuk melakukan reformasi birokrasi tanpa menimbulkan kegaduhan.

Ketujuh: Kepekaan sosial dan kedekatan dengan akar rumput. Meskipun sering berada di lingkaran kekuasaan, Gus Ipul dikenal sebagai pejabat yang low profile dan mudah ditemui oleh warga biasa. Gaya komunikasi yang egaliter ini sangat dibutuhkan untuk memastikan aspirasi dari pengurus tingkat Cabang (PCNU) hingga Ranting benar-benar terdengar di tingkat Pusat.

Kedelapan: Kemampuan mitigasi konflik. Dunia organisasi tidak lepas dari perbedaan pendapat. Gus Ipul dikenal sebagai sosok “komunikator ulung” yang mampu mendinginkan suasana. Kemampuannya melakukan lobi-lobi persuasif sangat penting untuk menjaga soliditas internal NU agar tidak mudah terpecah oleh kepentingan politik praktis.

Kesembilan: Adaptasi terhadap transformas diigital. Gus Ipul menyadari bahwa NU harus bertransformasi secara digital. Ia mendorong digitalisasi data keanggotaan dan pemanfaatan teknologi untuk dakwah serta pendidikan. Kepemimpinannya diharapkan mampu membawa NU menjadi organisasi yang relevan di era industri 4.0.

Kesepuluh: Akar kultural dan sanad keilmuan yang kuat. Gus Ipul bukanlah sosok yang “tiba-tiba” ada di NU. Ia lahir dan tumbuh dalam lingkungan pesantren yang kental, sebagai keponakan dari KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan dididik di Pondok Pesantren Mambaul Maarif, Denanyar, Jombang. Sanad keilmuan dan kultural ini penting dalam NU, karena pemimpin NU harus memahami tradisi Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) secara mendalam.

Momentum Kuktamar ke-35

Muktamar ke-35 bukan sekadar ajang pergantian kursi kepemimpinan, melainkan momentum bagi NU untuk melakukan lompatan besar. Dengan rekam jejak sebagai aktivis organisasi, nasab (garis keturunan), sanad (keilmuan/organisasi), dan pengalaman profesional, politisi, birokrat, dan pengurus inti PBNU, Gus Ipul memiliki paket lengkap. Ia mampu mengombinasikan tradisi kultural pesantren dengan manajemen modern.

Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, Gus Ipul layak memimpin NU untuk membawa organisasi ini semakin mandiri, moderat, dan berdampak positif bagi bangsa dan negara. Ia adalah jawaban atas kebutuhan NU akan pemimpin yang mampu menjaga tradisi sekaligus melakukan inovasi.

Maka, menyerahkan tonggak kepemimpinan kepada sosok yang “matang” dan memiliki rekam jejak pengabdian yang panjang adalah langkah strategis untuk membawa NU menuju satu abad kedua yang lebih gemilang. Wallahu’lam bishawab.

KH. Imam Jazuli, Lc., MA., adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

Tags: Gus IpulImam JazuliMuktamar Ke-35 NUNahdlatul UlamaNUPBNU
Share213Tweet133SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

KH. Imam Jazuli, Lc., MA.
Opini

Abad Kedua NU: Mengakhiri Era “Klaim” dan Memulai Era Baru dengan Kedaulatan Data

by liputan9news
February 19, 2026
0

CIREBON | LIPUTAN9NEWS Memasuki abad kedua, Nahdlatul Ulama (NU) dihadapkan pada tantangan yang lebih kompleks daripada sekadar menjaga tradisi. Di...

Read more
KH. Imam Jazuli, Lc. MA. Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015./Foto: Imanjazuli.com

Menagih Khidmah Akademik: Menggugat Paradoks Kuantitas dan Kualitas Kampus Nahdlatul Ulama

February 17, 2026
PBNU Gelar Rapat Harian, Bahas Rukyatul Hilal dan Penguatan Organisasi

PBNU Gelar Rapat Harian, Bahas Rukyatul Hilal dan Penguatan Organisasi

February 18, 2026
Imam Jazuli

Tajdid Ekologis NU: Menggagas Teologi Lingkungan untuk Keselamatan Bumi

February 15, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2527
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143

Khutbah Jumat: Puasa Sebagai Media Pembersihan Hati (Tazkiyatun Nafs)

February 20, 2026
Menag Nasaruddin Umar

ICW Sinyalir Dugaan Gratifikasi Penggunaan Jet Pribadi oleh Menteri Agama

February 20, 2026
Launching Buku “Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung”, Bamsoet Tegaskan Politik Akal Sehat Kunci Stabilitas dan Rekonsiliasi Bangsa

Launching Buku “Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung”, Bamsoet Tegaskan Politik Akal Sehat Kunci Stabilitas dan Rekonsiliasi Bangsa

February 19, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In