• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Gus Yahya

Strategi Gus Yahya: Karisma Kiai Sepuh diperalat untuk Islah Jalan Pintas

December 20, 2025
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Ditetapkan sebagai Tersangka Penganiayaan dan Pencurian dengan Kekerasan

February 1, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
Cholil Nafis-MUI

MUI Minta Presiden Prabowo Menarik Diri dari BoP

February 1, 2026
KH. Abdussalam Shohib (Gus Salam), Pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang Jawa Timur

Tinjau Ulang Keanggotaan Indonesia Di BoP dan NU Harus Tegas Mengingatkan

February 1, 2026
Gus Yahya

Rais Aam dan Sekjen PBNU Hingga Prabowo tidak Hadiri Harlah Ke-100 NU, Ini Penjelasan Gus Yahya

February 1, 2026
Dr.H. Dudy Imanuddin Effendi, M.Ag., MQM., Pengamat Sosial dan Wakil Dekan I Bidang Akademik FDK UIN Bandung

Meneguhkan Polri di Bawah Presiden: Kuatkan Agenda Reformasi, Bukan Degradasi Institusi

February 1, 2026
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) saat memimpin konferensi pers di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (Foto: NU Online/Syakir NF)

Ketum PBNU Tegaskan Seluruh Unsur Organisasi Kompak Hadiri Harlah Ke-100 NU

January 31, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, February 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Strategi Gus Yahya: Karisma Kiai Sepuh diperalat untuk Islah Jalan Pintas

Oleh: Sunarto Setia

liputan9news by liputan9news
December 20, 2025
in Opini
A A
0
Gus Yahya

KH Yahya Kholil Staquf (Gus Yahya) Ketua Umum PBNU

531
SHARES
1.5k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS

Dorongan untuk islah semakin menguat di tengah konflik PBNU, khususnya dari kubu Gus Yahya. Lobi-lobi kepada kiai sepuh terus dilancarkan dengan perubaha variasi fan strategy. Setelah dua kali forum kiai sepuh gagal menggoyah keputusan PB Syuriyah, kini mereka kembali berhasil merangsang Islah lewat forum Lirboyo versi 2. Berbeda dengan sebelumnya yang hanya melibatkan jajaran elit PBNU di level Mustasyar, pada forum ini yang diundang sudah semakin luas yakni berskala nasional.

Ironisnya, islah ala Gus Yahya ini didesakkan tanpa melalui Majelis Tahkim, melainkan dengan memakai pengaruh moral kiai sepuh sebagai penekan legitimasi. Di sinilah kontradiksi menganga, mereka menuding pemakzulam Gus Yahya oleh BP Syuriyah sebagai melanggar AD/ART, giliran menyerukan Islah, mereka anti institusi jam’iyyah dengan menempuh jalan pintas.

Dalam tradisi NU, kiai sepuh adalah sumber hikmah dan penjaga kebijaksanaan. Sayangnya, Gus Yahya Cs dengan kecerdikannya, memanfaatkan karisma beliau-beliau itu untuk melompati mekanisme yang telah ditetapkan, niat baik yang menabrak ushul.

Fiqih mengajarkan bahwa otoritas itu berlapis. Ada wilayah ‘ilmiyyah (otoritas keilmuan dan moral), dan ada wilayah nizamiyyah (otoritas struktural). Keduanya tidak boleh saling meniadakan. Kaidah fiqih siyasi menyebutkan: Al-ḥukmu yaduru ma‘a niẓamihi wujudan wa ‘adaman. Keputusan dan penyelesaian konflik dalam jam’iyyah harus beredar pada sistem yang disepakati, bukan pada pengaruh personal, betapapun mulianya.

BeritaTerkait:

Rais Aam dan Sekjen PBNU Hingga Prabowo tidak Hadiri Harlah Ke-100 NU, Ini Penjelasan Gus Yahya

Ketum PBNU Tegaskan Seluruh Unsur Organisasi Kompak Hadiri Harlah Ke-100 NU

Gus Baehaqi: Hasil Pleno PBNU Menunjukkan  Supremasi Syuriyah PBNU

Gelar Rapat Pleno Rais Aam Pulihkan Status Gus Yahya sebagai Ketum PBNU

Mendorong islah dengan mengerahkan kiai sepuh di luar Majelis Tahkim berarti memindahkan pusat penyelesaian dari niẓām ke syakhṣ. Ini bukan hanya problem prosedural, tetapi kesalahan ushul.

Dalam ushul fiqih, islah tidak sah jika mengandung ikrah ma‘nawi, tekanan moral yang membuat satu pihak “legowo” karena sungkan, bukan karena tuntas secara hukum. Ketika kiai sepuh diminta “turun tangan” untuk mendesakkan perdamaian tanpa Tahkim, maka islah berpotensi berubah menjadi penundukan etis, bukan penyelesaian yang adil. Hal ini tentu menyelisihi kaidah “Al-ṣulḥ la yaṣiḥḥu ma‘a al-ẓulm”. Perdamaian tidak sah bila menyisakan kezhaliman, termasuk kezhaliman prosedural.

Dalam konteks ini, Kubu Gus Yahya telah melakukan pembalikan logika. Majelis Tahkim seolah diposisikan sebagai penghalang islah. Padahal dalam Peraturan Perkumpulan NU Nomor 14 Tahun 2025, Tahkim justru dirancang sebagai jalan islah.

Pasal 1 menegaskan Majelis Tahkim sebagai lembaga penyelesai perselisihan internal akibat keputusan organisasi. Pasal 2 menetapkan tujuannya: menjaga persatuan, kepastian hukum, dan keadilan bermartabat. Bahkan Pasal 10 dan 11 membuka ruang klarifikasi dan tabayyun—islah preventif sebelum putusan.

Dalam bahasa ushul: Al-wasilah idza wudi‘at li al-maqsud la tuj‘alu man‘an lahu (Sarana yang ditetapkan untuk tujuan tidak boleh diperlakukan sebagai penghalang tujuan itu sendiri)

Ketika Islah Menjadi Maslahat Mulghah

Gerakan kubu Gus Yahya yang mendorong islah dengan melompati Tahkim dan mengandalkan pengaruh kiai sepuh mengandung masalah serius: maslahatnya menjadi maslahat mulghah. Ia tampak baik di permukaan, tetapi merusak sistem yang menjadi penopang jam’iyyah.

Pasal 5 Perkum No. 14/2025 menegaskan bahwa setiap perselisihan internal wajib ditempuh melalui mekanisme yang telah diatur. Mengabaikannya demi islah berarti mengajarkan satu preseden berbahaya: aturan bisa dikesampingkan jika ada tekanan moral yang cukup kuat.

Kaidah ushul kembali mengingatkan: Al-maṣlaḥah idza khalafat al-uṣul fa hiya mulghah. Maslahat yang menabrak ushul adalah maslahat yang gugur.

Ada satu hal lagi yang sering luput: menyeret kiai sepuh ke luar Tahkim justru membebani mereka secara tidak adil. Karisma kiai sepuh semestinya berfungsi sebagai hafiz al-akhlaq, bukan pengganti qanun. Ketika beliau-beliau diposisikan untuk “mengakhiri konflik” tanpa mekanisme, maka yang dipertaruhkan bukan hanya hasilnya, tetapi juga kehormatan moral mereka sendiri jika konflik terus berlanjut.

Tidak ada yang menolak islah. Tetapi dalam NU, islah tidak pernah berdiri di luar sistem. Karisma kiai sepuh harus menguatkan Tahkim, bukan meniadakannya. Pengaruh moral semestinya mendorong semua pihak tunduk pada mekanisme, bukan mencari jalan pintas.

Jika NU ingin damai yang tahan lama, maka islah harus berjalan melalui Majelis Tahkim, dengan kiai sepuh sebagai penuntun adab, bukan sebagai pengganti mekanisme. Jika tidak, yang lahir bukanlah islah, melainkan ketenangan semu yang menyimpan konflik baru.

Sunarto Setia NU

Penetrasi Zionis Picu Gonjang Ganjing PBNU: Membaca Pergumulan Gus Yahya Selama 2 Dekade dengan Tokoh Zionis, C. Holland Taylor

Tags: Gus YahyaIslahJalan PintasKiai SepuhStrategiSunarto Setia
Share212Tweet133SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Gus Yahya
Nasional

Rais Aam dan Sekjen PBNU Hingga Prabowo tidak Hadiri Harlah Ke-100 NU, Ini Penjelasan Gus Yahya

by liputan9news
February 1, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Nahdlatul Ulama (NU) menggelar perayaan puncak hari lahir (harlah) ke-100 di Istora Senayan, Jakarta, pada Sabtu (31/01/2026)....

Read more
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) saat memimpin konferensi pers di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (Foto: NU Online/Syakir NF)

Ketum PBNU Tegaskan Seluruh Unsur Organisasi Kompak Hadiri Harlah Ke-100 NU

January 31, 2026
Gus Baehaqi: Hasil Pleno PBNU Menunjukkan  Supremasi Syuriyah PBNU

Gus Baehaqi: Hasil Pleno PBNU Menunjukkan  Supremasi Syuriyah PBNU

January 30, 2026
KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menggelar Konferensi Pers di Plaza PBNU Jalan Kramat Raya No. 164 Jakarta Pusat, Rabu (03/12/2025) (Foto: MSN/ASR)

Gelar Rapat Pleno Rais Aam Pulihkan Status Gus Yahya sebagai Ketum PBNU

January 30, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2522
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Ditetapkan sebagai Tersangka Penganiayaan dan Pencurian dengan Kekerasan

February 1, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In