• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Gus Yahya

Strategi Gus Yahya: Karisma Kiai Sepuh diperalat untuk Islah Jalan Pintas

December 20, 2025
KH Zakky Mubarok

Kembali Menuju Fitrah

April 2, 2026
PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

April 2, 2026
Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

April 2, 2026
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PNIB: Dialah Pahlawan Perdamaian yang Sesungguhnya

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PNIB: Dialah Pahlawan Perdamaian yang Sesungguhnya

April 2, 2026
Ketua Umum DPP Kesatuan Tour Travel Haji Umroh Republik Indonesia (Kesthuri) Asrul Azis Taba. (Foto: Antara)

Jadi Tersangka Korupsi Haji, Ketum Kesthuri Asrul Azis Taba Diminta Pulang dari Saudi

April 1, 2026
Hilmab Latief, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) saat melaksanakan tugas di Makkah (Foto: Dok. Kemenag)

KPK Ungkap Hilman Latief Akui Terima Uang Terkait Korupsi Kuota Haji

April 1, 2026
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (04/03/2026). (Foto BPMI Setpres)

Pemerintah Aktifkan Kembali 625 Ribu Penerima BPJS Kesehatan

April 1, 2026
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu (kiri) didampingi juru bicara KPK, Budi Prasetyo dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin, 30 Maret 2026. (Foto Niaga.Asia/G Sitompul)

KPK Sebut Ismail Adham Berikan Uang Kepada Hilman Latief, Diduga Terkait Korupsi Kuota Haji

March 31, 2026
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur (Foto: Antara/MSN)

KPK Tetapkan Direktur Maktour dan Ketum Kesthuri Tersangka Korupsi Kuota Haji

March 31, 2026
Hasan Yazid Al-Palimbangy, M.Ag., Juru Da’wah (da’i/muballigh). Khatib dan narasumber pengajian mingguan, bulanan di masjid-masjid perumahan dan kantor dan penulis buku-buku agama Islam.)

Tetap Istiqomah Pasca Ramadan

March 31, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Thursday, April 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Strategi Gus Yahya: Karisma Kiai Sepuh diperalat untuk Islah Jalan Pintas

Oleh: Sunarto Setia

liputan9news by liputan9news
December 20, 2025
in Opini
A A
0
Gus Yahya

KH Yahya Kholil Staquf (Gus Yahya) Ketua Umum PBNU

531
SHARES
1.5k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS

Dorongan untuk islah semakin menguat di tengah konflik PBNU, khususnya dari kubu Gus Yahya. Lobi-lobi kepada kiai sepuh terus dilancarkan dengan perubaha variasi fan strategy. Setelah dua kali forum kiai sepuh gagal menggoyah keputusan PB Syuriyah, kini mereka kembali berhasil merangsang Islah lewat forum Lirboyo versi 2. Berbeda dengan sebelumnya yang hanya melibatkan jajaran elit PBNU di level Mustasyar, pada forum ini yang diundang sudah semakin luas yakni berskala nasional.

Ironisnya, islah ala Gus Yahya ini didesakkan tanpa melalui Majelis Tahkim, melainkan dengan memakai pengaruh moral kiai sepuh sebagai penekan legitimasi. Di sinilah kontradiksi menganga, mereka menuding pemakzulam Gus Yahya oleh BP Syuriyah sebagai melanggar AD/ART, giliran menyerukan Islah, mereka anti institusi jam’iyyah dengan menempuh jalan pintas.

Dalam tradisi NU, kiai sepuh adalah sumber hikmah dan penjaga kebijaksanaan. Sayangnya, Gus Yahya Cs dengan kecerdikannya, memanfaatkan karisma beliau-beliau itu untuk melompati mekanisme yang telah ditetapkan, niat baik yang menabrak ushul.

Fiqih mengajarkan bahwa otoritas itu berlapis. Ada wilayah ‘ilmiyyah (otoritas keilmuan dan moral), dan ada wilayah nizamiyyah (otoritas struktural). Keduanya tidak boleh saling meniadakan. Kaidah fiqih siyasi menyebutkan: Al-ḥukmu yaduru ma‘a niẓamihi wujudan wa ‘adaman. Keputusan dan penyelesaian konflik dalam jam’iyyah harus beredar pada sistem yang disepakati, bukan pada pengaruh personal, betapapun mulianya.

BeritaTerkait:

Gus Yahya Sebut Kiai Nurul Huda Djazuli Usulkan Muktamar Ke-35 NU Digelar di Pesantren Lirboyo

PBNU Nyatakan Dukungan untuk Iran, Gus Yahya Serukan Perdamaian

Survei Insantara Menunjukkan Kiai Imam Jazuli Jadi Kandidat Terkuat Ketum PBNU 2026-2031

Tak Perlu Keluar, PBNU Dorong RI Manfaatkan Board of Peace untuk Damaikan Iran-AS

Mendorong islah dengan mengerahkan kiai sepuh di luar Majelis Tahkim berarti memindahkan pusat penyelesaian dari niẓām ke syakhṣ. Ini bukan hanya problem prosedural, tetapi kesalahan ushul.

Dalam ushul fiqih, islah tidak sah jika mengandung ikrah ma‘nawi, tekanan moral yang membuat satu pihak “legowo” karena sungkan, bukan karena tuntas secara hukum. Ketika kiai sepuh diminta “turun tangan” untuk mendesakkan perdamaian tanpa Tahkim, maka islah berpotensi berubah menjadi penundukan etis, bukan penyelesaian yang adil. Hal ini tentu menyelisihi kaidah “Al-ṣulḥ la yaṣiḥḥu ma‘a al-ẓulm”. Perdamaian tidak sah bila menyisakan kezhaliman, termasuk kezhaliman prosedural.

Dalam konteks ini, Kubu Gus Yahya telah melakukan pembalikan logika. Majelis Tahkim seolah diposisikan sebagai penghalang islah. Padahal dalam Peraturan Perkumpulan NU Nomor 14 Tahun 2025, Tahkim justru dirancang sebagai jalan islah.

Pasal 1 menegaskan Majelis Tahkim sebagai lembaga penyelesai perselisihan internal akibat keputusan organisasi. Pasal 2 menetapkan tujuannya: menjaga persatuan, kepastian hukum, dan keadilan bermartabat. Bahkan Pasal 10 dan 11 membuka ruang klarifikasi dan tabayyun—islah preventif sebelum putusan.

Dalam bahasa ushul: Al-wasilah idza wudi‘at li al-maqsud la tuj‘alu man‘an lahu (Sarana yang ditetapkan untuk tujuan tidak boleh diperlakukan sebagai penghalang tujuan itu sendiri)

Ketika Islah Menjadi Maslahat Mulghah

Gerakan kubu Gus Yahya yang mendorong islah dengan melompati Tahkim dan mengandalkan pengaruh kiai sepuh mengandung masalah serius: maslahatnya menjadi maslahat mulghah. Ia tampak baik di permukaan, tetapi merusak sistem yang menjadi penopang jam’iyyah.

Pasal 5 Perkum No. 14/2025 menegaskan bahwa setiap perselisihan internal wajib ditempuh melalui mekanisme yang telah diatur. Mengabaikannya demi islah berarti mengajarkan satu preseden berbahaya: aturan bisa dikesampingkan jika ada tekanan moral yang cukup kuat.

Kaidah ushul kembali mengingatkan: Al-maṣlaḥah idza khalafat al-uṣul fa hiya mulghah. Maslahat yang menabrak ushul adalah maslahat yang gugur.

Ada satu hal lagi yang sering luput: menyeret kiai sepuh ke luar Tahkim justru membebani mereka secara tidak adil. Karisma kiai sepuh semestinya berfungsi sebagai hafiz al-akhlaq, bukan pengganti qanun. Ketika beliau-beliau diposisikan untuk “mengakhiri konflik” tanpa mekanisme, maka yang dipertaruhkan bukan hanya hasilnya, tetapi juga kehormatan moral mereka sendiri jika konflik terus berlanjut.

Tidak ada yang menolak islah. Tetapi dalam NU, islah tidak pernah berdiri di luar sistem. Karisma kiai sepuh harus menguatkan Tahkim, bukan meniadakannya. Pengaruh moral semestinya mendorong semua pihak tunduk pada mekanisme, bukan mencari jalan pintas.

Jika NU ingin damai yang tahan lama, maka islah harus berjalan melalui Majelis Tahkim, dengan kiai sepuh sebagai penuntun adab, bukan sebagai pengganti mekanisme. Jika tidak, yang lahir bukanlah islah, melainkan ketenangan semu yang menyimpan konflik baru.

Sunarto Setia NU

Penetrasi Zionis Picu Gonjang Ganjing PBNU: Membaca Pergumulan Gus Yahya Selama 2 Dekade dengan Tokoh Zionis, C. Holland Taylor

Tags: Gus YahyaIslahJalan PintasKiai SepuhStrategiSunarto Setia
Share212Tweet133SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Ketum PBNU Gus Yahya saat sowan ke ndalem KH Anwar Manshur di Pesantren Lirboyo, Kediri, Sabtu (28/3/2026). (Foto: dok PBNU)
Nasional

Gus Yahya Sebut Kiai Nurul Huda Djazuli Usulkan Muktamar Ke-35 NU Digelar di Pesantren Lirboyo

by liputan9news
March 30, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya melakukan safari Lebaran...

Read more
Pertemuan Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan Dubes Iran untuk Indonesia, Mohammed Boroujer di Jakarta, Jumat (27/3/2026). (Foto: LTN PBNU)

PBNU Nyatakan Dukungan untuk Iran, Gus Yahya Serukan Perdamaian

March 29, 2026
KH. Imam Jazuli, Lc., MA.

Survei Insantara Menunjukkan Kiai Imam Jazuli Jadi Kandidat Terkuat Ketum PBNU 2026-2031

March 19, 2026
Gus Yahya

Tak Perlu Keluar, PBNU Dorong RI Manfaatkan Board of Peace untuk Damaikan Iran-AS

March 6, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2539
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
KH Zakky Mubarok

Kembali Menuju Fitrah

April 2, 2026
PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

April 2, 2026
Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

April 2, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In