• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Dr. KHM. Saeful Kurniawan, MA, Pendakwah dan Penulis

The Power of Tawakkal: Perjalanan Dakwah di Hutan Kalimantan

January 22, 2026
PWNU DKI Jakarta: Modifikasi Cuaca tidak Efektif Atasi Banjir

PWNU DKI Jakarta: Modifikasi Cuaca tidak Efektif Atasi Banjir

January 25, 2026
Road to Muktamar ke-35 NU: KH Said Aqil Siroj Dinilai Paling Memenuhi Kriteria Rais Aam PBNU

Road to Muktamar ke-35 NU: KH Said Aqil Siroj Dinilai Paling Memenuhi Kriteria Rais Aam PBNU

January 24, 2026
Mahasiswa Pagar Nusa Ngaji Hukum, Antisipasi Narasi Provokatif

Mahasiswa Pagar Nusa Ngaji Hukum, Antisipasi Narasi Provokatif

January 24, 2026
Tiga Dusun Desa Leubok Pusaka Masih Dilanda Krisis Pascabencana, BEM PTNU se-Nusantara Serukan Aksi Kemanusiaan

Tiga Dusun Desa Leubok Pusaka Masih Dilanda Krisis Pascabencana, BEM PTNU se-Nusantara Serukan Aksi Kemanusiaan

January 23, 2026
PKB, NU, dan Post-Sekularisme: Jalan Tengah Agama dan Negara Pasca-Khittah 1926

PKB, NU, dan Post-Sekularisme: Jalan Tengah Agama dan Negara Pasca-Khittah 1926

January 23, 2026
KPK Panggil Dito Ariotedjo hari ini dala Kasus Korupsi Kuota Haji

KPK Panggil Dito Ariotedjo Hari ini dala Kasus Korupsi Kuota Haji

January 23, 2026
Owner dan Founder Bandar Indonesia Grup (BIG), HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau Haji Lilur

Gunakan Tirto Boyo Agung (TBA), Haji Lilur Yakin Penuhi Kebutuhan 9 Pabrik Kalsium Karbonat dengan Harga Terbaik

January 23, 2026
Masjidil Aqso

Khutbah Jumat: Meneguhkan Amal di Bulan Sya’ban, Persiapan Menuju Ramadan

January 23, 2026
 Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Jawa Timur menggelar Diskusi Publik "Kuota Haji 2024 dalam Perspektif Hukum, Etika, dan Kepercayaan Umat" pada hari Kamis. (Foto: FJN/MSN)

LBH Ansor Jawa Timur Klaim Penetapan Tersangka Yaqut Cholil Qoumas Belum Sesuai Hukum

January 23, 2026
Muatan Balik Tol Laut Masih Minim, Marin Nusantara Beri Rekomendasi

Muatan Balik Tol Laut Masih Minim, Marin Nusantara Beri Rekomendasi

January 22, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Sunday, January 25, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

The Power of Tawakkal: Perjalanan Dakwah di Hutan Kalimantan

Oleh: Dr. Muhammad Saeful Kurniawan, MA

liputan9news by liputan9news
January 22, 2026
in Opini
A A
0
Dr. KHM. Saeful Kurniawan, MA, Pendakwah dan Penulis

Dr. KHM. Saeful Kurniawan, MA, Pendakwah dan Penulis (Foto: MSK/MSN)

498
SHARES
1.4k
VIEWS

KALIMANTAN BARAT | LIPUTAN9NEWS

Selama satu minggu kemarin, penulis yang dibersamai sahabat Dr. KH. Surya Abdillah, MA berturut turut memenuhi dan menghadiri undangan pengajian umum Isro mi’raj nabi Muhammad Saw dan Harlah NU di Tumbang Titi dan Tayap Kalimantan Barat.

Untuk tiba dilokasi pengajian, kita membawa roda empat yang mesinnya masih sehat pasalnya akses jalan menuju kesana melewati dan memecah hutan belantara sepanjang ratusan bahkan ribuan kilo meter sejauh mata memandang. Kami berdua, berangkat pukul dua dini hari menyusuri semak belukar dan pohon kelapa sawit yang sebelumnya mampir pom bensin mini ditepi jalan. Saat hendak berjalan, tiba tiba pedagang bensin itu, berkata,

“Mas, ban mobil belakang sebelah kanan kempes. Coba lihat dulu.” Ungkapnya.

“Astaghfirullah, betul sekali. Ini tertusuk paku. Apakah di sekitar sini, ada vulganisir ban mobil.” Tanya penulis

BeritaTerkait:

Majelis Taklim Datokarama Menggelar Haul Ke-21 KH. Mansyur Muchtar Perintis FDKI UIN Palu

Menyala! Rais Aam PBNU Kecam Gus Elham, Minta Aparat Jemput Bola

Khutbah Jumat: Membangun Generasi Muda Qur’ani di Era Digital

JATMAN Gelar Dakwah di Lapas Kelas IIA Yogyakarta

“Ada. Tapi, jam tengah malam seperti ini tutup.” Jawabnya simpel.

“Apa bisa dibangunkan ya?” Tanya penulis untuk kali kedua

“Wah, kalau itu mah, saya tidak tahu mas.” Jawabnya lagi.

“Oh begitu ya. Baik. Terima kasih. Kami berdua melanjutkan perjalanan. Mohon doanya, mudah mudahan tiba dilokasi pengajian dalam keadaan selamat.” Pinta kami berdua.

Akhirnya, kami berdua melanjutkan perjalanan menuju lokasi pengajian dengan kondisi ban bocor tertusuk paku, namun demikian masih bisa berjalan. Ditengah hutan belantara, ada perbaikan jalan sehingga membuat macet sehingga kami putar balik mencari jalan alternatif namun lebih jauh. Tidak lama kemudian, mesin mobil mati ditengah hutan belantara, untung ada pengemudi mobil lainya yang lewat pinjam alat untuk memperbaikinya sekalian minta rute perjalanan karena bagus perempatan jalan dalam hutan.

Well, kami pun segera pergi melanjutkan perjalanan, namun ada akses jalan yang cukup parah membuat mobil yang kami tumpangi nyaris terguling. Untung ada pasangan suami isteri yang masih muda belia keturunan Nusa Tenggara Timur yang beragama katolik. Keduanya turut membantu mendorong mobil yang mogok terperangkap lumpur dalam hutan. Setelah satu jaman kita berjuang mendorong mobil, akhirnya mobil yang kita tumpangi bebas dari lumpur hutan. Setelah itu, kami mengucapkan terima kasih pada keduanya yang susah payah membantu mobil kami yang tergelincir diparit nyarit terguling.

Kami berdua, ingin menguji dan menakar kedalam tawakkal pada Allah SWT sejauh mana keyakinan kepasrahan total yang kami miliki selama ini dalam berdakwah dengan kondisi mobil bocor tertusuk paku.

So, qadarullah perjalanan dramatis itu akhirnya tiba dilokasi pengajian umum dalam keadaan selamat. Usai acara pengajian, kita diminta bermalam dihotel oleh panitia untuk mengantisipasi keselamatan perjalanan pulang. Pagi usai sholat subuh, kami pamitan pulang kembali lagi ke kota tempat kami tinggal. Besoknya kami kembali lagi dengan medan yang sama hingga empat kali dalam kondisi mobil bocor tertusuk paku. Subhanallah, mungkin barangkali yang disebut dengan kekuatan tawakkal (The Power of Tawakkal).

Tawakkal pengertian secara etimologi adalah berserah diri kepada Allah s.w.t. Pengertian secara terminologinya bertawakkal adalah menyerahkan diri kepada Allah SWT dalam segala hal setelah berusaha secara maksimal. Perintah bertawakkal banyak disebutkan dalam Al Qur’an antara lain:

فَاِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ…

“ … Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal”. (QS. Ali Imran 3:159)

Sikap tawakkal berkaitan erat dengan keadaan iman seseorang. Apabila imannya tinggi, maka tawakkalnya tinggi pula. Tawakkal tersebut merupakan bagian dari iman yang tidak bisa dicerai pisahkan. Disebutkan dalam firman-Nya: “… Dan hanya kepada Allah lah hendaklah kamu bertawakkal, apabila kamu benar-benar menjadi orang yang beriman”. (QS. Alma’idah 5:23).

Bertawakkal, diarahkan oleh ajaran agama agar memasrahkan diri secara total kepada Allah s.w.t. saja, tidak diperbolehkan bertawakkal kepada yang lain. “… Oleh karena itu hendaklah orang-orang mu’min bertawakkal kepada Allah saja”. (QS. Attagabun 64:13).

Menurut Dr. KH. Zaky Mubarak, MA dalam salah satu tulisanya yang mengatakan bahwa tawakkal merupakan aktifitas seorang muslim dengan memiliki pengharapan yang tinggi kepada Allah, sehingga menimbulkan ketentraman hati dan ketenangan jiwa. Ia meyakini bahwa segala apa yang dikehendaki Allah pasti terjadi, dan apa yang tidak dikehendaki-Nya pasti tidak terjadi. Selanjutnya sikap tawakkal itu harus disertai dengan usaha yang maksimal, tidak boleh bermalas-malasan atau berputus asa.

Diriwayatkan ketika Rasulullah SAW akan berhijrah ke Madinah, waktu itu rumah beliau telah dikepung oleh pasukan dari pemuda-pemuda Quraisy musyrik yang akan membunuhnya. Nabi kemudian berusaha mengelabui musuhnya itu dan memerintahkan Ali bin Abi Thalib untuk tidur di atas dipan Nabi dengan menggunakan selimut Nabi. Orang musyrik Quraisy mengira bahwa Nabi masih tidur di atas dipannya. Ketika mereka masuk ke rumah itu pada waktu yang telah ditetapkan ternyata yang dijumpainya adalah Ali bin Abi Thalib. Nabi telah lolos dari kepungan mereka. Nabi berangkat ke gua Tsaur ditemani Abu Bakkar As Siddiq.

Setelah bersembunyi di gua tsaur selama tiga hari, beliau berangkat ke Madinah dengan membawa penujjuk jalan yang sudah berpengalaman. Pada saat sampai di Madinah beliau disambut penduduk Madinah dengan rasa senang dan gembira.

Dari uraian kisah ini, dapat dipahami dengan jelas bahwa sikap tawakkal itu dilakukan setelah berusaha secara maksimal. Nabi mengungkapkan perumpamaan orang-orang yang bertawakkal dalam sabdanya: “Sekiranya kamu sekalian bertawakkal kepada Allah dengan tawakkal yang sesungguhnya, pasti akan diberikan rizki seperti burung. Burung itu terbang diwaktu pagi dengan tembolok yang kosong dan Kembali di waktu sore dengan tembolok yang penuh”. (HR. At Thirmidzi).

Burung itu diwaktu pagi, temboloknya kosong dan merasa lapar. Kemudian ia terbang kemana-mana berusaha mencari makanan sehingga kembali sore harinya dalam keadaan kenyang dan temboloknya penuh. Itu merupakan gambaran dari usaha yang sungguh-sungguh.

Mengutip tulisan Singgih Aji Purnomo dalam salah satu tulisanya yang mengatakan bahwa ada satu kisah, Syaqiq al Balkhi meminta izin kepada guru sufi besar bernama Ibrahim bin Adam untuk bekerja dan berdagang selama beberapa minggu. Baru tiga hari berlalu, Ibrahim bin Adam dikejutkan dengan kedatangan Syaqiq al Balkhi. Keheranan mendekap hati Ibrahim bin Adam. Ada apa gerangan? sang murid kembali lagi kepadanya bukankah ia memberikan izin kepadanya untuk bekerja beberapa minggu ke depan. Ibrahim bin Adam pun bertanya, “Ada apa gerangan engkau datang ke sini?”

“Wahai guruku, di tengah perjalanan dagangku ketika aku menyusuri sebuah oase di tengah gurun pasir aku melihat seekor burung kecil yang patah sayapnya. Burung kecil ini tak dapat lagi terbang dan mencari makan. Akan tetapi, tiba-tiba dari arah langit datanglah seekor burung besar yang membawa makanan di paruhnya. Burung besar tersebut datang untuk menyuapi burung kecil yang patah sayapnya.”

Ibrahim bin Adam pun memberikan petuah kepada Syaqiq al Balkhi, “Seperti itulah seharusnya manusia berbuat saling menyayangi di antara mereka seperti halnya burung besar yang engkau lihat dalam perjalanan dagangmu, tetapi mengapa engkau kembali ke sini dan meninggalkan perdaganganmu?”

“Guruku, aku datang ke sini karena aku berpikir bukankah Allah yang memerintahkan burung besar untuk menyuapi burung kecil yang patah sayapnya juga mampu memberikanku rezeki di mana pun dan kapan pun aku berada. Aku akan meninggalkan seluruh usaha perdaganganku dan berdiam diri di masjid untuk beribadah kepada Allah pasti Allah memberikan rezeki kepada seluruh hamba-Nya,” jawab Syaqiq al Balkhi.

Ibrahim bin Adam pun memberikan nasihat yang sangat bijaksana, “Apakah engkau mengira dengan engkau beribadah dan meninggalkan usaha perdaganganmu niscaya engkau meraih rida Allah? Mengapa engkau tidak meniru burung besar yang memberikan makan kepada burung kecil yang patah sayapnya? Burung besar itu berusaha mencari makan dan memberikan kepada burung kecil yang kesusahan. Apakah engkau belum mendengar sabda Rasulullah SAW, ’’Tangan di atas (orang yang memberi) lebih baik dari tangan di bawah (orang yang meminta)’?”

Salah satu konsep atau istilah dalam disiplin ilmu tasawuf yang banyak digunakan oleh manusia secara umum adalah tawakal. Meski demikian, konsep ini kerap kali disalahpahami oleh sebagian orang di mana tawakal dimaknai sebagai bentuk kepasrahan secara general. Padahal, bila merujuk karya-karya tasawuf yang mengulas definisi tawakal, tidak sesederhana itu. Oleh karenanya tulisan ini mencoba menyuguhkan ragam definisi tawakal dalam kitab-kitab tasawuf.

Dari segi bahasa, tawakal berasal dari kata ‘tawakala’ yang memiliki arti; menyerahkan, mempercayakan dan mewakilkan. (Munawir, 1984: 1687). Seseorang yang bertawakal adalah seseorang yang menyerahkan, mempercayakan dan mewakilkan segala urusannya hanya kepada Allah SWT.

Para ulama banyak menjelaskan arti tawakkal dengan istilah yang berbeda-beda, intinya tawakal adalah aktivitas hati. Hati yang sepenuhnya bersandar dan bergantung kepada Allâh Azza wa Jalla. Dan tawakal ini tidaklah berarti menghilangkan usaha. Bahkan usaha merupakan bagian tak terpisahkan dari tawakal.

Tawakal adalah kesungguhan hati untuk berpegang teguh kepada Allah dalam menggapai kemaslahatan, menghindari kemudaratan, memasrahkan segala urusan terhadap-Nya dan meyakini bahwa tiada yang dapat memberi manfaat serta menolak bahaya selain-Nya.

Al Jurjani, seorang pakar bahasa Arab, mendefinisikan tawakal dengan ta’rif (pengertian) yang lebih ringkas. Menurutnya, tawakal adalah percaya sepenuhnya terhadap apa yang ada di sisi Allah dan memutus ketergantungan kepada apa yang ada di sisi manusia. (Shaleh bin Abdullah bin Humaid, Nadlratu al-na’ím fí makárimi akhláqi al-rasúli al-karím (Maktabah al-Syamilah), IV: 1378.)

Imam Ahmad bin Hambal mengatakan, tawakal merupakan aktivitas hati, artinya tawakal itu merupakan perbuatan yang dilakukan oleh hati, bukan sesuatu yang diucapkan oleh lisan, bukan pula sesuatu yang dilakukan oleh anggota tubuh. Dan tawakal juga bukan merupakan sebuah keilmuan dan pengetahuan. (Al-Jauzi/ Tahdzib Madarijis Salikin, tt: 337)

Ibnu Qoyim al Jauzi mendefinisikan, “Tawakal merupakan amalan dan ubudiyah (baca; penghambaan) hati dengan menyandarkan segala sesuatu hanya kepada Allah, tsiqah terhadap-Nya, berlindung hanya kepada-Nya dan ridha atas sesuatu yang menimpa dirinya, berdasarkan keyakinan bahwa Allah akan memberikannya segala ‘kecukupan’ bagi dirinya…, dengan tetap melaksanakan ‘sebab-sebab’ (baca; faktor-faktor yang mengarahkannya pada sesuatu yang dicarinya) serta usaha keras untuk dapat memperolehnya.” (Al-Jauzi/ Arruh fi Kalam ala Arwahil Amwat wal Ahya’ bidalail minal Kitab was Sunnah, 1975: 254)

Menurut Imam Abu Qasim al-Qusyairi, tawakal adalah memasrahkan setiap perkara kepada Allah. Beliau berpendapat bahwa pasrah kepada Allah bermakna memilih menjadikan Allah sebagai Dzat yang memutuskan hasil dari setiap perkara yang dihadapi seorang hamba. Syekh Abu Qasim al-Qusyairi juga menukil pendapat Sahal bin Abdullah.

“Awal dari derajat tawakal adalah ketika seorang hamba merasakan kepasrahan kepada Allah bagaikan seonggok jenazah di depan orang yang memandikannya yang dapat dibolak-balik dengan mudah sesuai keinginan orang yang memandikannya”.

Tumbang Titi Kalbar, 22 Januari 2026
Dr. KHM. Saeful Kurniawan, MA, Pendakwah dan Penulis

Tags: DakwahKalimantan BaratPerjalananPerjuanganTawakalTawakkal
Share199Tweet125SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Majelis Taklim Datokarama Menggelar Haul Ke-21 KH. Mansyur Muchtar Perintis FDKI UIN Palu
Nasional

Majelis Taklim Datokarama Menggelar Haul Ke-21 KH. Mansyur Muchtar Perintis FDKI UIN Palu

by liputan9news
November 19, 2025
0

PALU | LIPUTAN9NEWS Haul ke-21 dan doa untuk perintis Fakultas Dakwah UIN Datokarama Palu, almarhum Drs. KH. Mansyur Muchtar, digelar...

Read more
KH Miftachul Akhyar -Munas Konbes

Menyala! Rais Aam PBNU Kecam Gus Elham, Minta Aparat Jemput Bola

November 19, 2025
Khutbah Jumat: Membangun Generasi Muda Qur’ani di Era Digital

Khutbah Jumat: Membangun Generasi Muda Qur’ani di Era Digital

November 14, 2025
JATMAN Dakwah Lapas

JATMAN Gelar Dakwah di Lapas Kelas IIA Yogyakarta

November 4, 2025
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2520
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
PWNU DKI Jakarta: Modifikasi Cuaca tidak Efektif Atasi Banjir

PWNU DKI Jakarta: Modifikasi Cuaca tidak Efektif Atasi Banjir

January 25, 2026
Road to Muktamar ke-35 NU: KH Said Aqil Siroj Dinilai Paling Memenuhi Kriteria Rais Aam PBNU

Road to Muktamar ke-35 NU: KH Said Aqil Siroj Dinilai Paling Memenuhi Kriteria Rais Aam PBNU

January 24, 2026
Mahasiswa Pagar Nusa Ngaji Hukum, Antisipasi Narasi Provokatif

Mahasiswa Pagar Nusa Ngaji Hukum, Antisipasi Narasi Provokatif

January 24, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In