• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Ayik Heriansyah: Doktrin al Wala wal Bara Sebabkan Prasangka Buruk Terhadap Umat Islam

Ulama Berpolitik

November 5, 2022
Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

September 25, 2026
MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

September 25, 2026
Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

September 25, 2026
Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

September 25, 2026
Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

September 24, 2026
Sulaiman Djaya

Tentang Penulisan Puisi – Robert Frost dan Walt Whitman

September 24, 2026
Dr. Nurul Huda SA, Staf Pengajar Programs Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah, Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon.

Daya Pesona Perpustakaan

September 24, 2026
Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

September 23, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Friday, September 25, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Ulama Berpolitik

Oleh: Ayik Heriansyah

Abdus Saleh Radai by Abdus Saleh Radai
November 5, 2022
in Uncategorized
A A
1
Ayik Heriansyah: Doktrin al Wala wal Bara Sebabkan Prasangka Buruk Terhadap Umat Islam

Ayik Heriansyah, Pengurus Lembaga Dakwah PWNU Jawa Barat, Aktivis kontra terorisme dan radikalisme, Mahasiswa Kajian Terorisme SKSG UI, dan Direktur Eksekutif CNRCT, Penulis artikel produktif yang sering dijadikan rujukan di berbagai media massa, pemerhati pergerakkan Islam transnasional, khususnya HTI yang sempat bergabung dengannya sebelum kembali ke harakah Nahdlatul Ulama. Kini aktif sebagai anggota LTN di PCNU Kota Bandung.

503
SHARES
1.4k
VIEWS

Disclamer dulu.
“Tulisan ini dibuat guna menjawab kritikan terhadap pencawapresan Kiai Ma’ruf Amin dan keterlibatan sejumlah Kiai sebagai tim sukses 2019. Pada saat itu peran Kiai bersifat individual, bukan mewakili kepengerusan NU di setiap level.”

“Artinya, NU sebagai institusi tetap konsisten pada jalurnya yang tidak terlibat politik praktis, namun Kiai tidak mungkin melepaskan peran politiknya sebagai waratsatul ambiya.”
______

Ada yang genit dalam menyikapi partisipasi ulama NU pada kontestasi politik nasional. Genit karena mereka mengkritisi keterlibatan ulama NU berpolitik praktis sembari mereka sendiri ulama yang berpolitik praktis.

Mereka melarang perkara yang mereka lakukan. Tapi ini tidak lebih dari perang urat syaraf yang dilancarkan pihak lawan. Tidak perlu ditanggapi secara berlebihan.

Harus diakui pemilihan Presiden kali ini (2019) melibatkan ulama secara penuh. Ulama menjadi andalan kedua pasangan calon sebab ulamalah elit masyarakat yang masih terjaga integritasnya.

BeritaTerkait:

Paradoks Kiai Imjaz dan Buku NU Abad Kedua

NU Abad Kedua: Otokritik yang Belum Selesai

Melanjutkan Amanah Nahdliyyin Betawi: Dari Muktamar 1933 Batavia Menuju Jakarta Kota Global

Gus Kikin dan Ujian Besar Membenahi “Konstitusi” NU: Sebuah Kontribusi Pemikiran

Setelah dilanda berbagai kasus, mulai dari kasus korupsi, kriminalitas, seksual dan lain sebagainya, partai politik kurang percaya diri untuk tampil di depan. Kepercayaan masyarakat kepada pengurus partai menyusut drastis. Wajar kalau ulama menjadi ujung tombak kedua kontestan.

Keterlibatan ulama dalam politik bukan hal yang tabu. Esensi aktivitas politik adalah ri’ayah su’unil ummah (pengatur semua urusan umat). Aktivitas yang dibebankan Allah swt kepada Nabi-nabi-Nya.

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw: “Dulu Bani Israel diurus oleh para nabi. Setiap kali seorang nabi meninggal, ia digantikan oleh nabi yang lain. Sesungguhnya tidak ada nabi sesudah aku. Yang akan ada adalah para khalifah dan mereka banyak.” (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad dan Ibn Majah).

Dari 25 orang Nabi dan Rasul, empat orang yang menjadi penguasa yaitu Nabi Yusuf, Nabi Daud as, Nabi Sulaiman as dan Nabi Muhammad saw. 21 orang nabi lainnya melaksanakan peran dan fungsi politik mereka tanpa kekuasaan formal.

Hubungan nabi dengan penguasa sebagian oposisi setelah penguasa menolak dakwah mereka lalu ingin membinasakan nabi tersebut. Nabi Musa as dan nabi Isa as mengalami hal yang demikian.

Sebagai ahli waris para nabi, ulama juga memikul amanah ilahiah untuk mengurus, mengatur dan melindungi umat. Setelah para nabi tidak ada, ulama yang menjadi “ayah” bagi masyarakat. Kebanyakan ulama berpolitik di jalur non formal. Mereka tidak punya kekuasaan formal. Selain itu ada juga ulama yang menjadi penguasa.

Akan tetapi nilai dari aktivitas politik ulama tetap terletak pada ri’ayah bukan karena punya kekuasaan formal atau tidak. Kekuasaan politik formal bukan syarat melainkan penyempurna.

Aktivitas politik melekat dalam diri ulama. Eksistensi ulama tergantung ada tidaknya umat yang mereka urus. Oleh karena itu saling sindir antar ulama terkait aktivitas politik mereka satu sama lain, lebih disebabkan oleh faktor kompetisi dalam rangka memenangkan kandidat yang mereka dukung.

Dukung mendukung kandidat bagian upaya ulama menyempurnakan tugas politik mereka kepada umat menurut ijtihad politik masing-masing yang kesemuanya demi mewujudkan kemashlahatan bersama. Mendukung salah satu kandidat bukan aib kecuali dilakukan dengan menghalalkan segala cara.

Politik sangat dinamis, tergantung tipikal penguasa di samping situasi dunia internasional. Awal tahun 80-an dimana Soeharto sedang kuat-kuatnya, pilar-pilar demokrasi: ABRI, birokrasi, pers, partai politik dan ormas Islam ada digenggamannya.

Keberadaan partai politik dan ormas Islam dalam perpolitikan nasional tidak begitu berpengaruh sehingga kedekatan ulama NU dengan Soeharto lebih banyak mudharatnya ketimbang mashlahat, berimbas kepada kondisi internal NU yang semrawut.

Belum lagi friksi antara syuriah dengan tanfizhiyah. Keadaan ini yang melatarbelakangi keinginan Khittah 1926 yang ditetapkan di Munas Alim Ulama tahun 1983 di Situbondo.

36 tahun kemudian Indonesia mengalami banyak perubahan. Soeharto lengser 1998. Reformasi di segala bidang dilakukan. Iklim demokrasi lebih terbuka. Pemilihan Presiden secara langsung. Posisi partai politik, ormas Islam dan pers diperkuat.

NU kembali bisa memainkan peran aslinya menjadi penyeimbang yang dinamis dan katalis bagi transformasi sosial. Peran politik NU sangat dibutuhkan di tengah arus panas globalisasi dan radikalisasi yang senantiasa mengancam keutuhan bangsa dan negara.

Di internal, NU solid, kaderisasi berjalan dan NU berhasil membuat proyek-proyek pendidikan, sosial dan dakwah. Syuriah dan tanfizhiyah kompak. Banyak kemashlahatan yang diperoleh NU sekarang.

Realitas ini sudah barang tentu bertolak belakang dengan kondisi NU waktu di awal tahun 80-an. Jika gerakan Khittah maksudnya agar NU menarik diri dari politik, maka gerakan ini selain tidak kontekstual juga tidak relevan dengan misi propetik ulama. Bersikap apolitik bukan karakter ulama.

Dari sinilah kita bisa menilai bahwa upaya untuk mendepolitisasi NU merupakan kegiatan yang kontra produktif serta berpotensi menimbulkan banyak mudharat. Dan sebenarnya bukan itu maksud kembali ke Khittah 1926.

Oleh: Ayik Heriansyah, Mahasiswa Kajian Terorisme SKSG UI, dan Direktur Eksekutif CNRCT

Tags: Ayik HeriansyahKH. Ma'ruf AminNUUlamaUlama Berpolitik
Share201Tweet126SendShare
Abdus Saleh Radai

Abdus Saleh Radai

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Paradoks Kiai Imjaz dan Buku NU Abad Kedua
Opini

Paradoks Kiai Imjaz dan Buku NU Abad Kedua

by liputan9news
September 13, 2026
0

Paradoks Kiai Imjaz dan Buku NU Abad Kedua

Read more
KH. Taufik Damas, Lc. MA., Aktiivis Muda NU & Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta.

NU Abad Kedua: Otokritik yang Belum Selesai

September 22, 2026
Melanjutkan Amanah Nahdliyyin Betawi: Dari Muktamar 1933 Batavia Menuju Jakarta Kota Global

Melanjutkan Amanah Nahdliyyin Betawi: Dari Muktamar 1933 Batavia Menuju Jakarta Kota Global

September 10, 2026
Ketua Umum Kaukus Intelektual Nahdlatul Ulama (KALAM NU) Abd. Aziz bersama Kiai Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Kantor PWNU Jatim, Selasa, 8 September 2026 sore.

Gus Kikin dan Ujian Besar Membenahi “Konstitusi” NU: Sebuah Kontribusi Pemikiran

September 9, 2026
Load More

Comments 1

  1. finessa says:
    7 months ago

    **finessa**

    Finessa is a natural supplement made to support healthy digestion, improve metabolism, and help you achieve a flatter belly.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2632
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

760
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

September 25, 2026
MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

September 25, 2026
Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

September 25, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In