• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Yusuf mars

Jalan Terjal JATMA Aswaja: Menembus Benteng NU di Tengah Polemik Nasab

April 30, 2025
Membangun kesadaran bahwa pelipatan pahala ibadah tidak hanya di bulan Ramadan.

Kiat Menjaga Ketaqwaan Pasca Ramadan

April 2, 2026
KH Zakky Mubarok

Kembali Menuju Fitrah

April 2, 2026
PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

April 2, 2026
Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

April 2, 2026
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PNIB: Dialah Pahlawan Perdamaian yang Sesungguhnya

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PNIB: Dialah Pahlawan Perdamaian yang Sesungguhnya

April 2, 2026
Ketua Umum DPP Kesatuan Tour Travel Haji Umroh Republik Indonesia (Kesthuri) Asrul Azis Taba. (Foto: Antara)

Jadi Tersangka Korupsi Haji, Ketum Kesthuri Asrul Azis Taba Diminta Pulang dari Saudi

April 1, 2026
Hilmab Latief, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) saat melaksanakan tugas di Makkah (Foto: Dok. Kemenag)

KPK Ungkap Hilman Latief Akui Terima Uang Terkait Korupsi Kuota Haji

April 1, 2026
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (04/03/2026). (Foto BPMI Setpres)

Pemerintah Aktifkan Kembali 625 Ribu Penerima BPJS Kesehatan

April 1, 2026
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu (kiri) didampingi juru bicara KPK, Budi Prasetyo dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin, 30 Maret 2026. (Foto Niaga.Asia/G Sitompul)

KPK Sebut Ismail Adham Berikan Uang Kepada Hilman Latief, Diduga Terkait Korupsi Kuota Haji

March 31, 2026
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur (Foto: Antara/MSN)

KPK Tetapkan Direktur Maktour dan Ketum Kesthuri Tersangka Korupsi Kuota Haji

March 31, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Friday, April 3, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Jalan Terjal JATMA Aswaja: Menembus Benteng NU di Tengah Polemik Nasab

Oleh: Yusuf Mars

liputan9news by liputan9news
April 30, 2025
in Opini
A A
1
Yusuf mars

Yusuf Mars, Founder & Editor In Chief Padasuka TV Youtube Channel/Foto: Liputan9news

588
SHARES
1.7k
VIEWS

Jakarta | LIPUTAN9NEWS

Nama Habib Luthfi bin Yahya tentu bukan nama asing bagi warga Nahdlatul Ulama (NU). Ia dikenal sebagai tokoh spiritual, ahli thariqah, dan juga ulama yang punya pengaruh di kalangan santri, habaib, dan elite nasional. Tapi belakangan, gelombang wacana baru mulai muncul yang secara perlahan menggoyang posisi dominan para habib, termasuk Habib Luthfi sendiri.

Salah satu pemicu munculnya wacana ini adalah kajian dari Kiai Imaduddin Utsman Al-Bantani yang menggelegar. Dalam penelitiannya, Kiai Imaduddin menyatakan bahwa nasab para habaib dari klan Ba’alawi tidak tersambung sampai ke Rasulullah SAW. Kajian ini tentu bukan sekadar soal silsilah. Ia punya dampak besar: meruntuhkan klaim otoritas spiritual yang selama ini dipegang oleh keturunan Nabi.

Di tengah polemik itu, Habib Luthfi menggagas organisasi baru bernama JATMA Aswaja (Jam’iyyah Ahli Thariqah Mu’tabarah An-Nahdliyyah Aswaja). Organisasi ini hadir dengan semangat melestarikan nilai-nilai spiritual Ahlussunnah wal Jama’ah dan membumikan thariqah dalam kehidupan berbangsa. Tapi, pertanyaannya: masihkah warga NU mau menerima model spiritualitas yang ditawarkan habib Luthfi? Mari kita urai.

BeritaTerkait:

Kiai Ali Masukur Musa Lantik Idarah Wustha JATMAN Banten

JATMAN Akan Menggelar Baiat Syadziliyah Ad Dalhariyyah Watucongol

Gandeng YBM PLN, JATMAN Berikan Beasiswa Mahasiswa S2 dan S3 UNUSIA

JATMAN Serahkan Laporan Kagiatan Pelantikan dan Rakernas I kepada Kementerian Agama

Warga NU Lebih Kritis

Dulu, mungkin banyak santri yang manut saja ketika tokoh bergelar habib bicara. Tapi sekarang, generasi NU muda mulai berpikir lebih kritis. Mereka tak segan mempertanyakan sanad keilmuan, kontribusi sosial, bahkan asal-usul nasab tokoh agama.

Beberapa bahkan mulai menolak hegemoni spiritual yang hanya mengandalkan status “dzurriyah Nabi”. Ini terjadi bukan karena kebencian, tapi karena munculnya kesadaran baru: bahwa otoritas dalam Islam mestinya dibangun atas dasar ilmu, bukan semata-mata darah.
Tak heran, kajian Kiai Imaduddin yang dulu dianggap terlalu berani, kini justru jadi rujukan di banyak diskusi-diskusi informal warga NU akar rumput. Bahkan ada yang menyebut ini sebagai bentuk “perlawanan kultural” terhadap dominasi habib di ruang-ruang keagamaan.

Nah, di sinilah JATMA Aswaja diuji. Habib Luthfi bukan orang sembarangan. Ia dihormati, punya sanad thariqah, dan dikenal sebagai tokoh perekat bangsa. Tapi di saat yang sama, posisinya sedang tidak “aman”. Ada tuduhan pembelokan sejarah NU, bahkan isu pemalsuan makam leluhur yang menyerempet wibawanya.

Bila JATMA Aswaja ingin diterima oleh warga NU saat ini, ia harus bisa menjawab keresahan publik. Ia tak bisa hanya mengandalkan nama besar Habib Luthfi. JATMA harus tampil sebagai wadah baru yang inklusif, membuka ruang dialog, dan berani bersikap transparan soal sejarah, nasab, maupun kontribusinya terhadap umat.

Kenapa? Karena yang sedang terjadi saat ini adalah geserannya arah. NU mulai masuk fase di mana spiritualitas tidak lagi identik dengan garis keturunan. NU mulai menata ulang peta otoritasnya: siapa yang didengar bukan hanya yang berdarah Arab, tapi yang punya kontribusi nyata dan punya kompetensi keilmuan.

Kalau JATMA Aswaja bisa beradaptasi dengan realitas ini—bukan melawan arusnya—bisa jadi ia akan punya tempat terhormat di hati warga NU. Tapi jika masih bergantung pada glorifikasi simbolik, maka bukan tidak mungkin JATMA akan terpinggirkan, bahkan layu sebelum sempat berkembang.

Karena pada akhirnya, warga NU adalah masyarakat yang setia pada tradisi, tapi tak pernah lelah berpikir. Dan di antara keduanya, NU selalu memilih: yang lebih maslahat bagi umat.
Wallahu A’lam Bishowab.

Tentang Penulis: Yusuf Mars adalah Magister Ilmu Komunukasi Politik, Founder @PadasukaTV, Channel Youtube Sosial Politik dan Keagamaan dan Inisiator Indonesia Terang. Pemerhati Komunikasi politik dan kebijakan publik.

Tags: JATMA AswajaJatman
Share235Tweet147SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Kiai Ali Masukur Musa Lantik Idarah Wustha JATMAN Banten
Nasional

Kiai Ali Masukur Musa Lantik Idarah Wustha JATMAN Banten

by liputan9news
December 14, 2025
0

TANGERANG | LIPUTAN9NEWS Mudir 'Ali JATMAN, Prof. Dr. K.H. Ali Masykur Musa, S.H., M.Si., M.Hum melantik langsung Idarah Wustha Provinsi...

Read more
Media Sembilan Nusantara

JATMAN Akan Menggelar Baiat Syadziliyah Ad Dalhariyyah Watucongol

November 19, 2025
Penyarahan Beasiswa kerjasama YBM PLN dgn IA JATMAN utk Mahasiswa S2 dan S3 UNUSIA di PP Pasulukan Al-Masykuriyyah, Kamis (13/11/2025).

Gandeng YBM PLN, JATMAN Berikan Beasiswa Mahasiswa S2 dan S3 UNUSIA

November 13, 2025
JATMAN Serahkan Laporan Kagiatan Pelantikan dan Rakernas I kepada Kementerian Agama

JATMAN Serahkan Laporan Kagiatan Pelantikan dan Rakernas I kepada Kementerian Agama

November 12, 2025
Load More

Comments 1

  1. herpafend says:
    1 month ago

    **herpafend**

    herpafend is a natural wellness formula developed for individuals experiencing symptoms related to the herpes simplex virus.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2539
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Membangun kesadaran bahwa pelipatan pahala ibadah tidak hanya di bulan Ramadan.

Kiat Menjaga Ketaqwaan Pasca Ramadan

April 2, 2026
KH Zakky Mubarok

Kembali Menuju Fitrah

April 2, 2026
PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

April 2, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In