• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Inspirasikan Pemikiran KH. Abdurahman Wahid (Gus Dur), H.M. Taufiq R. Abdul Syakur Akan Dirikan Pesantren Kebangsaan

Inspirasikan Pemikiran KH. Abdurahman Wahid (Gus Dur), H.M. Taufiq R. Abdul Syakur Akan Dirikan Pesantren Kebangsaan

May 12, 2025
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
Cholil Nafis-MUI

MUI Minta Presiden Prabowo Menarik Diri dari BoP

February 1, 2026
KH. Abdussalam Shohib (Gus Salam), Pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang Jawa Timur

Tinjau Ulang Keanggotaan Indonesia Di BoP dan NU Harus Tegas Mengingatkan

February 1, 2026
Gus Yahya

Rais Aam dan Sekjen PBNU Hingga Prabowo tidak Hadiri Harlah Ke-100 NU, Ini Penjelasan Gus Yahya

February 1, 2026
Dr.H. Dudy Imanuddin Effendi, M.Ag., MQM., Pengamat Sosial dan Wakil Dekan I Bidang Akademik FDK UIN Bandung

Meneguhkan Polri di Bawah Presiden: Kuatkan Agenda Reformasi, Bukan Degradasi Institusi

February 1, 2026
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) saat memimpin konferensi pers di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (Foto: NU Online/Syakir NF)

Ketum PBNU Tegaskan Seluruh Unsur Organisasi Kompak Hadiri Harlah Ke-100 NU

January 31, 2026
Anggota Komisi XI DPR RI Eric Hermawan Sebut KEK Tembakau sebagai Model Pembangunan Ekosistem Ekonomi dari Hulu hingga Hilir

Anggota Komisi XI DPR RI Eric Hermawan Sebut KEK Tembakau sebagai Model Pembangunan Ekosistem Ekonomi dari Hulu hingga Hilir

January 31, 2026
Gus Baehaqi: Hasil Pleno PBNU Menunjukkan  Supremasi Syuriyah PBNU

Gus Baehaqi: Hasil Pleno PBNU Menunjukkan  Supremasi Syuriyah PBNU

January 30, 2026
Pondok Pesantren Miftahul Ulum menggelar kegiatan Milad ke-13, Dihadiri Walikota Jakarta Timur

Pondok Pesantren Miftahul Ulum Menggelar Kegiatan Milad Ke-13, Dihadiri Walikota Jakarta Timur

January 30, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Sunday, February 1, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Tokoh

Inspirasikan Pemikiran KH. Abdurahman Wahid (Gus Dur), H.M. Taufiq R. Abdul Syakur Akan Dirikan Pesantren Kebangsaan

liputan9news by liputan9news
May 12, 2025
in Tokoh
A A
0
Inspirasikan Pemikiran KH. Abdurahman Wahid (Gus Dur), H.M. Taufiq R. Abdul Syakur Akan Dirikan Pesantren Kebangsaan
494
SHARES
1.4k
VIEWS

Jakarta | LIPUTAN9NEWS
Dalam rangka mengenang, meneruskan dan mengaktualisasikan pemikiran Mantan Presiden ke-4 KH. Abdurahman Wahid atau Gus Dur. Tokoh pergerakan pendidikan dan sosial politik, H.M. Taufiq R. Abdul Syakur sedang menyiapkan Sekolah/Pesantren Kebangsaan di Jakarta dan Jawa Barat.

Dimana kata Haji Taufiq sapaan akrabnya, pemikiran kebangsaan Gus Dur diantaranya, mengajarkan tentang toleransi, universal etik, multi culture society dan nilai-nilai pencerahan peradaban. Tentunya, pemikiran inilah yang menjadi landasan untuk pendirian akademi kebangsaan.

“Demi meneruskan dan mengaktualisasikan pemikiran Gus Dur. Insya Allah kami akan mendirikan Sekolah/Pesantren Kebangsaan di Jakarta dan Jawa Barat. Mohon sambung doa akan berjalan lancar,” ujar Haji Taufiq saat diwawancarai wartawan senior Syafrudin Budiman, SIP, Sabtu (10/5/2025) di Jakarta.

BeritaTerkait:

PWNU DKI: Penamaan Gedung Gus Dur itu Bukan Sekedar Plakat, Tapi Pengingat Nurani

Gus Dur Resmi Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional, PWNU DKI Jakarta Sebut Pejuang Demokrasi Sejati

PNIB Sambut Bulan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Harlah Gus Dur Jadi Momentum Kebangkitan Kaum Lemah dari Penindasan dengan Cara Damai

TAP MPR Pemecatan sebagai Presiden Dicabut, Cak Imin Tegaskan Gus Dur Guru Bangsa

Kata pensiunan PNS Sekretariat Negara (Setneg) ini mengatakan, dirinya dan beberapa koleganya sedang menyiapkan legalitas Yayasan, sebagai penaung lembaga pendidikan Sekolah/Pesantren Kebangsaan. Termasuk juga menyiapkan lahan-lahan dan gedung untuk aktivitas Sekolah/Pesantren Kebangsaan tersebut.

“Kami sedang menyiapkan legalitas Yayasan, kemudian persiapan lahan-lahan dan gedung untuk Sekolah/Pesantren Kebangsaan. Setelah semuanya siap, pesantren ini nantinya meliputi pendidikan mulai SD, SMP, SMA dan Universitas/Perguruan Tinggi,” tukas Haji Taufiq.

Memoria Haji Taufiq Bersama Almarhum Gus Dur

Berdasarkan penggalian infomasi dan jejak data yang ada, H.M. Taufiq R. Abdul Syakur dikenal sahabat dengan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Saat itu Haji Taufiq adalah Mantan Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Keluarga Alumni Mahasiswa Penerima Beasiswa Supersemar (PP KAM-PBS) Tahun 1990, terpotret pernah silaturahim berdua ke rumah Ibu Eyang Putri Gusti Aji di Kota Malang.

“Ibu Eyang Putri Gusti Aji dikenal sebagai tokoh yang dihormati dan adalah sosok petapa di Gunung Slamet, daerah Kabupaten Purwokerto, Propinsi Jawa Tengah,” ucap Haji Taufiq.

Saat itu juga Tahun 1987 dan Tahun 1990, Gus Dur yang menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama dengan Haji Taufiq lagi ziarah-ziarah ke seluruh Tanah Jawa. Baik keliling ziarah mulai ke makam kalangan para wali di era Tahun 1500 Wali Songo, maupun kalangan Islam abangan Hindu Budha di era Tahun 700-1000.

“Perjalan spiritual bersama Gus Dur merupakan pengalaman yang tidak bisa saya dilupakan.
Oleh karena itulah kita sebagai generasi berikutnya akan meneruskan dan melanjutkan pemikiran nilai-nilai kebangsaan Gus Dur,” Kenang Hajj Taufiq yang juga Ketua Yayasan Peningkatan Kemampuan Masyarakat Indonesia (YPKMI) ini.

Gus Dur, NU dan Pancasila 

Setelah Gus Dur terpilih sebagai Ketua Umum PBNU lewat Munas NU Tahun 1984, terpilihnya Gus Dur dilihat positif oleh Soeharto dan rezim Orde Baru. Penerimaan Gus Dur terhadap Pancasila bersamaan dengan citra moderatnya menjadikannya disukai oleh pejabat pemerintahan.

Pada Tahun 1985, Soeharto menjadikan Gus Dur indoktrinator Pancasila. Pada Tahun 1987, Gus Dur menunjukan dukungan lebih lanjut terhadap rezim tersebut dengan mengkritik PPP dalam pemilihan umum legislatif 1987 dan memperkuat Partai Golkar Soeharto. Ia kemudian menjadi anggota MPR mewakili Golkar.

Meskipun ia disukai oleh rezim, Gus Dur tetap mengkritik pemerintah karena proyek Waduk Kedung Ombo yang didanai oleh Bank Dunia.

Hal ini merenggangkan hubungan Gus Dur dengan pemerintah, tetapi saat itu Soeharto masih mendapat dukungan politik dari NU.

Selama masa jabatan pertamanya, Gus Dur fokus dalam mereformasi sistem pendidikan pesantren dan berhasil meningkatkan kualitas sistem pendidikan pesantren sehingga dapat menandingi sekolah sekuler.

Pada Tahun 1987, Gus Dur juga mendirikan kelompok belajar di Probolinggo, Jawa Timur untuk menyediakan forum individu sependirian dalam NU untuk mendiskusikan dan menyediakan interpretasi teks muslim. Gus Dur pernah pula menghadapi kritik bahwa ia mengharapkan mengubah salam muslim “assalamualaikum” menjadi salam sekuler “selamat pagi”. (Barton, Greg (2002b). Biografi Gus Dur: The Authorized Biography of Abdurrahman Wahid. Yogyakarta: LKiS. ISBN 978-979-3381-25-1.) diulas Wikipedia.

“Gus Dur adalah Bapak Bangsa. Beliau berhasil memposisikan NU berazaskan Pancasila dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Penerimaan Gus Dur terhadap Pancasila merupakan wujud citra moderatnya yang menjadikan dirinya dekat dengan pemerintahan waktu itu. Walaupun kadang Gus Dur sering juga mengkritik Pemerintahan Soeharto,” jelas Haji Taufiq.

Katanya, Gus Dur pada Tahun 1987 berhasil mendorong tranformasi sistem pendidikan pesantren dan berhasil meningkatkan kualitas sistem pendidikan pesantren. Sehingga saat itu sekolah pesantren bisa menandingi sekolah sekuler.

“Gus Dur sudah memulai kurikulum pendidikan pesantren dengan modern dan berbasis kebangsaan. Karena itulah penerimaan kelompok-kelompok minoritas dan di luar Islam, banyak berpayung pada Gus Dur sebagai sosok perekat kebhinekaan,” ucap Haji Taufiq yang juga Deklarator dan Ketua Umum Presidium Pusat Gerakan Masyarakat Rekonsiliasi Nasional (PP GeMaReN) ini.

Terakhir menurut Haji Taufiq, dirinya sangat terkesan dan terus mengenang kepribadian dan kesederhanaan Gus Dur. Sebagai sahabat dekat, dirinya sering berkeliling ke Kyai-Kyai di tanah Jawa menemani Gus Dur keliling saat silaturahim atau pengajian.

“Al-fatihah untuk Gus Dur Bapak Kebangsaan dan Bapak Pancasila yang pernah menjadi Presiden RI ke-4 atas kehendak Allah SWT. Jasa dan dedikasi beliau untuk dunia pendidikan, pesantren, kemajemukan dan toleransi akan menjadi amal ibadah beliau,” pungkasnya penuh banyak kenangan. (red)

Profil H.M. Taufiq R. Abdul Syakur

Nama: H.M. Taufiq R. Abdul Syakur
Panggilan: Kyai Taufiq atau Haji Taufiq
Tempat Tanggal Lahir: Jombang, 7 Februari 1958
Pekerjaan: Pensiunan PNS di Sekretariat Negara Tahun 1984 sampai pensiun 2008/2009
Pengalaman: Ziarah dengan Gus Dur keliling Tahun 1984-1987 sampai awal 1999

Pengalaman Organisasi:

  1. Tahun 1986 – Terpilih Menjadi Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Keluarga Alumni Mahasiswa Penerima Beasiswa Supersemar
    (PP KAM-PBS).
  2. Tahun 1990 – Terpilih Ketua Umum KAM-PBS bersama Bapak Prabowo Subianto Ketua Majelis Pertimbangan PP KAM-PBS dari 1990 sd 2003/2004.
  3. Tahun 2017 – Ketua Yayasan Peningkatan Kemampuan Masyarakat Indonesia (YPKMI) – sampai sekarang.
  4. Tahun 2022 – Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Kelompok Tani Masyarakat Teluk Jambe Bersatu (PKTHMTB) Teluk Jambe, Kabupaten Karawang, Jawa Barat – sampai sekarang.
  5. Tahun 2025 – Ketua Umum Presidium Pusat Gerakan Masyarakat Rekonsiliasi Nasional (PP-GeMaReN).
  6. Tahun 2025 – Mengusulkan KH.Abdurrahman Wahid (Presiden RI Ke 4 dan Ketua Umum PB NU 1984 – 1990 dan dan Ketua Umum PB NU Tahun 1990 – 1999), sebagai Pahlawan Nasional, karena jasa-jasa beliau dalam mengantarkan Pendidikan Bangsa Indonesia dengan Sistem Kebhinekaan dan Pluralisme di seluruh wilayah NKRI dan di seluruh wilayah Nusantara.

Penulis: Syafrudin Budiman SIP (Wartawan Senior)

Tags: Abdurrahman Wahid (Gus Dur)Gus DurHaji TaufikInspiratif
Share198Tweet124SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

KH. MH. Bahaudin atau Gus Baha
Nasional

PWNU DKI: Penamaan Gedung Gus Dur itu Bukan Sekedar Plakat, Tapi Pengingat Nurani

by liputan9news
November 12, 2025
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Pagi itu, di halaman Kementerian Hak Asasi Manusia RI, selembar kain putih perlahan diturunkan. Di baliknya terpampang...

Read more
Gus Dur Resmi Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional, PWNU DKI Jakarta Sebut Pejuang Demokrasi Sejati

Gus Dur Resmi Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional, PWNU DKI Jakarta Sebut Pejuang Demokrasi Sejati

November 11, 2025
PNIB-Maulid Nabi

PNIB Sambut Bulan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Harlah Gus Dur Jadi Momentum Kebangkitan Kaum Lemah dari Penindasan dengan Cara Damai

September 13, 2025
Fakta Pernyataan Cak Imin tentang Tingkat Pengaruh Politik PBNU terhadap PKB

TAP MPR Pemecatan sebagai Presiden Dicabut, Cak Imin Tegaskan Gus Dur Guru Bangsa

September 25, 2024
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2522
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
Cholil Nafis-MUI

MUI Minta Presiden Prabowo Menarik Diri dari BoP

February 1, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In