• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Ilustrasi Shalat Khusu'

Menuju Shalat yang Berkualitas Menurut Imam Al-Ghazali

October 31, 2025
KH. Muzaki Kholish Wakil Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta

KH. Muzaki Kholish Sebut Pernyataan Kiai Said Cerminkan Kedewasaan dan Adab Kepemimpinan NU

May 18, 2026
KH Said Aqil siroj

KH Said Aqil Siroj Konfirmasi Tidak akan Maju pada Perhelatan Muktamar NU ke-35

May 18, 2026
Konferensi pers Sidang Isbat penetapan awal Zulhijjah 1447 H yang digelar di Kantor Kemenag Jl. MH. Thamrin Jakarta, Ahad (17/05/2026).

Gelar Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026

May 18, 2026
Muhammad Ikhsanurrizqi, Ketua BEM PTNU Se-Nusantara.

Ketua BEM PTNU Sentil Pernyataan Presiden soal Rupiah: Rakyat Kecil Tetap Jadi Korban

May 18, 2026
Kongkalikong Tender Gedung BTN Sulampua? Logis 08 Desak BTN dan Danantara Buka-bukaan

Logis 08 Soroti Danantara, Proyek Perkampungan Haji di Mekkah Belum Tunjukkan Progres Nyata

May 16, 2026
Fatayat NU dan Ratusan Jamaah Semarakkan Cahaya Hati Indonesia di Masjid Al-Hijrah Bekasi Utara

Fatayat NU dan Ratusan Jamaah Semarakkan Cahaya Hati Indonesia di Masjid Al-Hijrah Bekasi Utara

May 16, 2026
DPD PPNI Kabupaten Bekasi Sukses Jadi Tuan Rumah International Nurses Day 2026 Tingkat Jabar

DPD PPNI Kabupaten Bekasi Sukses Jadi Tuan Rumah International Nurses Day 2026 Tingkat Jabar

May 16, 2026
KH. Cholil Nafis, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah

Jamaah Haji 2026 Diizinkan Kemenhaj Bayar Dam di Tanah Air, Inilah Respon Kiai Cholil Nafis

May 16, 2026
SDIT Atssurayya Luncurkan Kelas Talenta dan Tahfidz untuk Jawab Tantangan Pendidikan Modern

SDIT Atssurayya Luncurkan Kelas Talenta dan Tahfidz untuk Jawab Tantangan Pendidikan Modern

May 16, 2026
Gus Rosikh : KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid, Gus Yusuf Chudlori dan Gus Miftah, Kyai Muda NU Progresif Visioner Yang Ahli Tirakat

Gus Rosikh: KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid, Gus Yusuf Chudlori dan Gus Miftah, Kyai Muda NU Progresif Visioner Yang Ahli Tirakat

May 15, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Tuesday, May 19, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Dunia Islam Hikmah

Menuju Shalat yang Berkualitas Menurut Imam Al-Ghazali

Oleh: Muhammad Ibnu Sahroji

liputan9news by liputan9news
October 31, 2025
in Hikmah
A A
0
Ilustrasi Shalat Khusu'

Ilustrasi Shalat Khusu' (Foto: AI/MSN)

508
SHARES
1.5k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS
Di antara ibadah yang paling agung dalam keyakinan dan ajaran Islam adalah shalat. Melaksanakan shalat menempati posisi tertinggi. Ia disebut sebagai tiang agama; penopang utama dalam hubungan antara manusia dan Allah. Namun, tidak semua shalat memiliki kualitas yang sama. Ada shalat yang hanya menggugurkan kewajiban, dan ada pula shalat yang mengantarkan pelakunya kepada kedekatan spiritual yang mendalam.

Imam Abu Hamid Al-Ghazali, ulama besar dan sufi agung dari abad ke-11, menaruh perhatian besar terhadap persoalan ini. Dalam karya monumentalnya, Ihya’ Ulumuddin, beliau menjelaskan secara detail bagaimana cara menjadikan shalat bukan sekadar rutinitas, melainkan pengalaman spiritual yang menghidupkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Shalat sebagai Cermin Kehidupan Batin

Menurut Imam Al-Ghazali, kualitas shalat seseorang adalah cermin dari kondisi hatinya. Bila hati lalai, maka shalat pun akan kosong dari makna. Bila hati hidup, maka shalat akan menjadi jembatan menuju Allah.
Dalam kitab Ihya Ulumuddin, beliau menulis:

“Ketahuilah, hakikat salat adalah hadirnya hati di hadapan Allah. Siapa yang berdiri dalam salat sementara hatinya berpaling kepada dunia, maka ia seperti tubuh tanpa ruh.”

BeritaTerkait:

4 Cara Menghilangkan Riya menurut Imam Al-Ghazali

Bolehkah Shalat Tahajud Dilaksanakan secara Berjamaah?

Khutbah Jumat: Empat Fondasi Akhlak Mulia Menurut Imam Al-Ghazali

Kisah Imam Al-Ghazali Menyapu Lantai Rumah Gurunya dengan Tangan Sendiri

Artinya, salat yang sejati bukan sekadar gerakan tubuh, melainkan perjumpaan batin antara hamba dan Tuhannya. Karenanya, tujuan utama salat bukan hanya untuk menunaikan kewajiban, tetapi untuk menumbuhkan kesadaran dan cinta kepada Allah.

Tujuh Tingkatan Shalat Menurut Imam Al-Ghazali

Masih dalam Ihya’ Ulumuddin, Imam Al-Ghazali membagi kualitas shalat menjadi tujuh tingkatan, dari yang paling rendah hingga paling tinggi. Setiap tingkatan mencerminkan kedalaman hubungan seorang hamba dengan Allah.

  1. Shalat orang lalai (ghafil); Hanya melakukan gerakan lahiriah tanpa kesadaran makna. Inilah shalat orang yang sekadar menggugurkan kewajiban.
  2. Shalat orang yang sadar secara lahir; Ia menunaikan shalat dengan benar sesuai syariat, tetapi hati masih sering melayang.​​​​​​​
  3. Shalat orang yang menjaga kehadiran hati; Ia berusaha fokus dan memahami setiap bacaan. Hatinya mulai hadir.​​​​​​​
  4. Shalat orang yang khusyuk; Hatinya tenang, pikirannya tertuju penuh kepada Allah. Ia merasa sedang berdiri di hadapan-Nya.​​​​​​​
  5. Shalat orang yang menyaksikan kebesaran Allah; Ia merasakan keagungan dan kehadiran Allah seolah-olah melihat-Nya.​​​​​​​
  6. Shalat orang yang fana dari diri sendiri; Ia tidak lagi melihat dirinya, hanya Allah yang hadir dalam kesadarannya. Inilah puncak khusyuk para arifin (orang-orang yang mengenal Allah).​​​​​​​
  7. Shalatnya para nabi dan wali; Mereka salat bukan karena perintah atau pahala, melainkan karena cinta. Shalat menjadi kebutuhan jiwa, bukan beban kewajiban.

Persiapan Batin Sebelum Shalat

Imam Al-Ghazali menekankan pentingnya tazkiyatun nafs — penyucian hati — sebelum shalat dimulai. Sebab, hati yang kotor tak akan mampu merasakan kehadiran Allah. Ada tiga hal utama yang beliau anjurkan sebagai persiapan batin:

Niat yang murni (ikhlas); Niatkan shalat bukan karena kewajiban sosial, tetapi karena kerinduan untuk berjumpa dengan Allah.​​​​​​​

Tafakkur sebelum shalat; Luangkan sejenak waktu untuk menyadari siapa diri kita dan kepada siapa kita akan berbicara. Ini akan menumbuhkan rasa ta’dzim (penghormatan) kepada Allah.​​​​​​​

Tobat dari dosa kecil maupun besar; Dosa yang belum disesali ibarat noda di cermin hati — menghalangi pantulan cahaya Ilahi dalam salat.

Menghidupkan Khusyuk dalam Gerakan dan Bacaan

Dalam kitab Al-Adab fid Din, terdapat uraian yang cukup menarik dari Imam Al-Ghazali. Saat menjelaskan tentang tatakrama shalat, beliau memberikan tips dan trik bagaimana seseorang bisa menjalani shalat dengan mendekati kesempurnaan:

آداب الصلاة خفض الجناح ولزوم الخشوع وإظهار التذليل وحضور القلب ونفقی الوساوس وترك التقلب ظاهراً وباطتاء وهدوء الجوارح وإطراق الطرف ووضع اليمين على الشمال والتفكر فى التلاوة والتكبير بالهيبة والركوع بالخضوع. والسجود بالخشوع والتسبيح بالتعظيم والتشهد بالمشاهدة والتسليم بالإشفاق والانصراف بالخوف والسعى بطلب الرضا

“Tatakrama shalat ialah merendahkan diri, khusyu’, menampakkan kehinaan, menghadirkan hati, menafikan waswas, mengabaikan godaan hati baik yang nampak ataupun tidak, menertibkan anggota tubuh, merendahkan pandangan mata, meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri, menghayati makna bacaan, membaca takbir dengan kewibawaan, ruku’ dengan merendahkan diri, sujud dengan khusyu’, membaca tasbih dengan pengagungan, membaca tasyahud dengan persaksian di dalam hati, mengucap salam dengan penuh kasih, menyelesaikan shalat dengan rasa khawatir dan berusaha untuk mengharap keridloan,” (Al-Imam Al-Ghazali, Al-Adab fi al-Din, [Kediri, Pondok Pesantren Petuk, tt], h. 13)

Menjadikan Shalat sebagai Obat Hati

Imam Al-Ghazali meyakini bahwa shalat yang dilakukan dengan penuh kesadaran adalah obat bagi kegelisahan jiwa. Shalat yang berkualitas menenangkan batin, menghapus kegelisahan, dan menumbuhkan rasa cukup.

Dalam kitab Ihya beliau menulis: “Shalat adalah penyucian hati dari karat dunia. Sebagaimana air membersihkan tubuh, salat membersihkan ruh dari debu dosa.”

Dengan shalat yang berkualitas, seseorang tidak lagi menjadikan dunia sebagai sumber kebahagiaan, melainkan menjadikan kedekatan dengan Allah sebagai sumber ketenangan sejati.

Bagi Imam Al-Ghazali, puncak dari shalat yang berkualitas adalah ketika seseorang menemukan kenikmatan dalam sujudnya. Ia tidak ingin cepat-cepat bangun, karena di sanalah hatinya merasa paling dekat dengan Tuhannya. Maka, perjalanan menuju salat yang berkualitas bukan tentang berapa lama kita berdiri, tapi seberapa dalam hati kita hadir. Dengan demikian, mengakhiri tulisan ini, penulis mengajak marilah kita belajar menunaikan salat bukan sekadar sebagai kewajiban, tetapi sebagai jalan menuju kedamaian jiwa dan cinta Ilahi.

Muhammad Ibnu Sahroji, Penulis

Tags: Imam Al-GhazaliKhusukShalat
Share203Tweet127SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Foto: Ilustrasi
Hikmah

4 Cara Menghilangkan Riya menurut Imam Al-Ghazali

by liputan9news
December 14, 2025
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Penyakit batin yang rentan menjangkit hati orang mukmin adalah riya, yakni melakukan ibadah namun hatinya ingin mendapatkan...

Read more
Ilustrasi shalat berjamaah

Bolehkah Shalat Tahajud Dilaksanakan secara Berjamaah?

November 7, 2025
Ilustrasi Materi Khutbah Jumat

Khutbah Jumat: Empat Fondasi Akhlak Mulia Menurut Imam Al-Ghazali

October 30, 2025
Ilustrasi Imam Al-Ghazali

Kisah Imam Al-Ghazali Menyapu Lantai Rumah Gurunya dengan Tangan Sendiri

October 18, 2025
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2561
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
KH. Muzaki Kholish Wakil Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta

KH. Muzaki Kholish Sebut Pernyataan Kiai Said Cerminkan Kedewasaan dan Adab Kepemimpinan NU

May 18, 2026
KH Said Aqil siroj

KH Said Aqil Siroj Konfirmasi Tidak akan Maju pada Perhelatan Muktamar NU ke-35

May 18, 2026
Konferensi pers Sidang Isbat penetapan awal Zulhijjah 1447 H yang digelar di Kantor Kemenag Jl. MH. Thamrin Jakarta, Ahad (17/05/2026).

Gelar Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026

May 18, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In