• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Imam Jazuli

Fenomina Kiai Imam Jazuli Ditengah Kemelut NU (Catatan Kiritis terhadap Surat Terbuka Abuya Mama KH Abdullah El Bashar)

December 27, 2025
HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Warga NU, Kiai Kampung

Menyongsong Muktamar Nahdlatul Ulama Ke-35: Membincang Peluang, Menghitung Suara

April 30, 2026
Kiai Said Aqil Siroj Tegaskan Bangun Palang Pintu Perlintasan Kereta bukan Kewajiban KAI

Kiai Said Aqil Siroj Tegaskan Bangun Palang Pintu Perlintasan Kereta bukan Kewajiban KAI

April 29, 2026
Kiai Said Sebut Taksi Listrik Green SM Pemicu Tabrakan Maut Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line

Kiai Said Sebut Taksi Listrik Green SM Pemicu Tabrakan Maut Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line

April 29, 2026
Sosok Nurhayati, Pengurus Muslimat NU Meninggal Dunia Kecelakaan Kereta di Bekasi

Sosok Nurhayati, Pengurus Muslimat NU Meninggal Dunia Kecelakaan Kereta di Bekasi

April 29, 2026
BEM PTNU Wilayah Jakarta Dukung Pansus DPRD DKI dalam Pengelolaan Sampah dan Penguatan Inovasi Energi Berbasis Masyarakat

BEM PTNU Wilayah Jakarta Dukung Pansus DPRD DKI dalam Pengelolaan Sampah dan Penguatan Inovasi Energi Berbasis Masyarakat

April 29, 2026
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy", "Warga NU, Kiai Kampung, Pengusaha Rokok

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar NU ke-35

April 28, 2026
Nanda Asifa Putri, Presiden Organisasi Cakrawala Indonesia Bangkit (CIB) Periode 2026-2027.

Penetapan Presiden Cakrawala Indonesia Bangkit Periode 2026–2027: Hasil Seleksi Kepemimpinan Berbasis Analisis dan Objektivitas

April 28, 2026
Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal)

Diduga Ada Keterlibatan Oknum Aparat dalam Penolakan Gereja di Lampung, PNIB Turunkan Tim Investigasi

April 28, 2026
Gedung PBNU

Tenggat Waktu sampai Agustus Tak Ada Muktamar, PWNU dan PCNU Mosi Tidak Percaya ke PBNU

April 28, 2026
VinFast Mobil Listrik Asal Vietnam Mogok Sebabkan 7 Tewas

VinFast Mobil Listrik Asal Vietnam Mogok Sebabkan 7 Tewas

April 28, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Thursday, April 30, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Fenomina Kiai Imam Jazuli Ditengah Kemelut NU (Catatan Kiritis terhadap Surat Terbuka Abuya Mama KH Abdullah El Bashar)

Oleh : KH. Khotimi Bahri

liputan9news by liputan9news
December 27, 2025
in Opini
A A
0
Imam Jazuli

KH Imam Jazuli,Lc, MA, Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon ,Jawa Barat (Foto: Dokpri/Imjaz)

548
SHARES
1.6k
VIEWS

BOGOR | LIPUTAN9NEWS

Belakangan Kiai Imam Jazuli (selanjutnya saya sebut kiai Imjaz) banyak mendapat sorotan. Mayoritas mengkritisi secara keras bahkan terkadang offside. Paling tidak dua hal yang menjadi obyek kritikan:

Pertama, sikapnya yang secara terang-terangan mendukung pencopotan Gus Yahya sebagai Ketum PBNU.
Para pengkritik membongkar rekam jejak beliau untuk mencari benang merah dari sikapnya terhadap Gus Yahya.
Disinyalir sikap ini sudah terlihat jauh sebelum pencopotan Gus Yahya oleh Rois Syuriah. Terbukti dengan adanya kelompok yang (dulu) mengatasnamakan Presidium MLB NU yang digagas bersama beberapa kyai. Sebagai aktor utama gerakan ini tentu dengan mudah para pengkritik kyai Imjaz menemukan asbabul wurud dari sikapnya terhadap Gus Yahya.

Analisa muncul, bahwa hal tersebut lahir dari sikap abai Gus Yahya yang tidak mengajak kyai Imjaz dalam kabinetnya. Ditambah kedekatannya dengan Cak Imin ketum PKB semakin memperjelas posisi ini. Dan memang secara terang-terangan kyai Imjaz mengajak warga Nahdliyyin memilih PKB sebagai pilihan politiknya. Berbeda dengan Gus Yahya yang ingin NU independen dari partai politik.

Kedua, “pembelotannya” dari Lirboyo pesantren yang punya andil besar dalam mendidik dan membentuk kepribadiannya.

BeritaTerkait:

Survei Insantara Menunjukkan Kiai Imam Jazuli Jadi Kandidat Terkuat Ketum PBNU 2026-2031

Merevitalisasi Dakwah NU: Menuju Substansi, Meninggalkan Gebyar Seremonial

Merawat Rahim, Menjaga Aset: Mewujudkan Relasi Harmonis NU dan PKB

Abad Kedua NU: Mengakhiri Era “Klaim” dan Memulai Era Baru dengan Kedaulatan Data

Lirboyo bersama Ploso dan Tebuireng menjadi tempat para masyayikh NU untuk berkumpul mencari jalan keluar yang terbaik dari kemelut PBNU. Ketulusan, khidmat umat, dan menjaga ukhuwah adalah masalah yang selalu jadi beban pikiran para masyayikh. Khusus Lirboyo, menjadi tempat berkumpulnya para pimpinan wilayah dan cabang untuk bermusyawarah dibawah arahan dan bimbingan para masyayikh.

Usaha ini membuahkan hasil yang manis dengan disepakatinya islah pada hari Kamis, 25 Desember 2025 di Lirboyo.

Peran sentral Lirboyo dan masyayikh Lirboyo bukan dijadikan pemantik ikhtiar mendingkan suasana. Malah dibaca dengan analisa yang berbeda oleh Kiai Imjaz terutama saat musyawarah kubro. Bagi kyai Imjaz, seruan islah dan kesepakatan musyawarah kubro hanyalah alat untuk membentengi posisi Gus Yahya. Kira-kira begitu sederhananya.

Tak ayal hal ini melahirkan reaksi dan kemarahan Nahdliyin dan beberapa alumni Lirboyo. Walaupun ada pembelaan bahwa hal ini tak ubahnya sebuah ikhtilaf politik yang sebenarnya sudah pernah terjadi juga diera sahabat. Ditambah penjelasan beberapa orang dekat kyai Imjaz bahwa di Lirboyo yang bersangkutan belajar langsung dibawah asuhan Mbah Yai Idris Marzuqi dan sebagai bentuk takdzim foto Mbah Yai Idris selalu terpampang ditempat Kiai Imjaz.

Jawaban pembelaan ini bukan menjadi jawaban. Malah semakin memanaskan suasana. Takdzim pada guru harus dibarengi takdzim pada semua ahlu bait guru termasuk dzurriyah dan keluarga besarnya.

Dan perbedaan ijtihad politik tidak harus disertai dengan sindiran, bahasa sarkas, analogi-analogi pedas yang justru dianggap pembangkangan bukan lagi perbedaan.

Ketiga, ini yang membuat saya kaget. Tulisan Abuya Mama KH. Abdullah El Basyar dari Pesantren Daarul Muflikhin Tangerang. Tulisannya saya dapat disalah satu group WA yang mengutip dari FB Syaerurrozie Rohman Mayaza. Disitu KH. Abdullah El Basyar menegaskan agar kyai Imjaz fokus aja pada bisnis agama berkedok pesantren Bina Insan Mulia yang telah merubah hidup Kiai Imjaz dan keluarga bergelimang harta. Puluhan juta uang pendaftaran dan jutaan uang bulanan telah membuat Kiai Imjaz miliarder. Kira-kira simpulannya begitu.

Saya ingin jelaskan bahwa ada beberapa point yang perlu analisa, dan ada point yang perlu klarifikasi. Tujuannya agar niat baik kita semua untuk tidak menjadikan kemelut NU melebar kemana-mana dan menjadi bola liar tak tentu arah.

Saya usahakan sampaikan sesingkat dan sesederhana mungkin agar tidak bertele-tele.

Kasus pertama terkait pencopotan Gus Yahya (dan sudah selesai dengan baik, islah, Kamis tanggal 25 Desember kemarin), memang kyai Imjaz tampil kembali sebagai oposan. Sikap oposisi ini bukan hal baru sebab presidium MLB yang dulu pernah muncul, dibidani oleh Kiai Imjaz.

Saya (dilevel Cabang) termasuk yang berbeda dan keras kepada kelompok ini. Bahkan otoritas saya sebagai Katib Syuriah sangat membantu saya untuk tidak menyinggung tema MLB — versi Kiai Imjaz dan kawan-kawan saat itu — di Cabang Kota Bogor. Saya bahkan mengancam; siapun yang bicara MLB akan saya saksi tegas. Dan bagi saya MLB yang digagas kyai Imjaz dan temen-temen saat itu adalah makar. Poin ini saya sampaikan secara terbuka diberbagai kesempatan.

Walaupun demikian, silaturrahmi saya tetap terjalin dengan Kiai Imjaz, bahkan kadangkala saling sindir dibeberapa forum WAG dengan rileks dan saling menghormati perbedaan sikap.

Kedua, terkait sikapnya terhadap Lirboyo dan masyayikhnya, bagi saya memang agak offside. Sebagai pengasuh pesantren yang cukup berpengaruh, mestinya Kiai Imjaz memilih jalur komunikasi yang lebih soft. Psykologi perbedaan yang tajam dengan Gus Yahya tidak semestinya digeneralisir dan di-update dalam semua relung kegiatan.

Untuk hal ini, Kiai Imjaz salah menerapkan silogismenya Arestoteles. Kenapa? Karena dalam semua premis baik mayor maupun minor dibaca sebagai bagian dari trik Gus Yahya.

Akibatnya apa? “Konklusinya ini pasti trik Gus Yahya”.

Padahal yang mesti dibaca juga adalah karakter orang yang terlibat dalam premis tersebut. Ketokohan, kezuhudan, kawaro’an, dan integritas para kyai sepuh sangat tidak mungkin bisa dikooptasi seorang Gus Yahya.

Sedangkan point ketiga, khusus ini, saya perlu meluruskan tuduhan KH. Abdullah El Basyar.

Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon sangat jauh dari bisnis agama berkedok pesantren. Bagi saya tuduhan ini bukan hanya tanpa dasar, tapi mengarah pada pencemaran citra pesantren dan citra kyai Imjaz.

Bina Insan Mulia atau pesantren Bima Cirebon adalah lembaga yang menaungi sekolah dari tingkat dasar, menengah SLTP, Mts, dan tingkat atas MA, SMA, dan SMK. Sekolah ini tersebar di Bima 1 (sekarang dikenal Bima Nusantara), Bima 2 dan Bima 3.

Bima 2 adalah lembaga paling bonafit dengan fasilitas bintang 5. Tiap kamar dilengkapi Wifi, Water Heater, LED dan lain-lain. Pokoknya hampir setara hotel berbintang baik fasilitas maupun kapasitasnya. Walaupun demikian, jika dibandingkan dengan pesantren-pesantren bonafit sekitar Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan) dengan fasilitas serupa, biaya pesantren Bima 2 jauh dibawah yang lain, atau bahkan bisa setengahnya.

Bima 1 dengan fasilitas yang juga lengkap masih sangat terjangkau. Uang bulanan tindak sampai 1 juta, uang masuk sebagai pembelian awal fasilitas sehari-hari seperti kasur, lemari, kegiatan setahun, seragam dan lain-lain tidak lebih 10 juta. Tentu sangat murah dibanding biaya study Jabodetabek. Padahal ada LED, Kolam renang, Area berkuda, Gym dan lain-lain.

Bahkan untuk Bima 3, bagi yang kurang mampu, disiapkan beasiswa penuh dari kyai Imjaz.

Salah satu kebiasaan Kiai Imjaz juga sering memberi apresiasi dimoment tertentu. Misalnya memberangkatkan walisantri untuk umroh, study tour maca negara, ziarah Walisongo yang biayanya ditanggung penuh beliau.

Biasanya apresiasi ini diberikan bersamaan dengan ijazah dalailul Khoirot, event silaturrahmi, dan lain. Semua guru dan pengurus, juga sering mendapatkan apresiasi serupa. Bahkan puluhan, atau mungkin ratusan yang mendapatkan beasiswa studi S1 dalam program Imam Jazuli Scholarship.

Terbaru semua santri yang menjalani tirakat dalailul Khoirot mendapatkan bonus ziarah Walisongo full biaya dari Kiai Imjaz. Entah berapa ratus santri atau mungkin diatas seribu tiap angkatan yang menjalani tirakat ini. Belum lagi bonus-bonus insidental.

Dan penghujung tahun 2025, santri yang melanjutkan study ke Al Azhar Mesir, biaya berangkatnya @14 juta ditanggung kyai Imjaz.

Dan sudah mafhum bahwa kyai Imjaz sudah punya badan usaha (beberapa PT) multiusaha sebelum mendirikan pesantren Bima.

Ini sekelumit pesantren Bina Insan Mulia dan Kyai Imjaz pengasuhnya.

Saya menjelaskan ini hanya meluruskan persepsi “bisnis agama berkedok pesantren” yang bisa saja dianggap benar oleh nitizen setelah membaca surat terbuka Abuya Mama KH. Abdullah El Basyar, pengasuh PP Daarul Muflikhin Tangerang, baik langsung maupun di FB Syaerurrozie Rohman Mayaza. Tidak ada maksud apapun. Bahkan coretan ini dibuat spontan saat membaca surat terbuka Abuya disalah satu WAG. Tanpa ijin dan tanpa sepengetahuan kyai Imjaz.

Untuk NU, kyai Imjaz memang memilih tidak terlibat distruktur, tapi sering kegiatan-kegiatan NU yang difasilitasi langsung. Walaupun tidak terlibat langsung, tapi guru-guru seneor Bima banyak yang masuk struktur NU. Bahkan ketua RMI Jawa Barat adalah salah satu direktur lembaga di Pesantren Bina Insan Mulia.

Akhirnya, alangkah mulianya kalau perbedaan tidak disikapi secara emosional, tapi diposisikan sebagai pelangi yang hadir menyertai indah rintik-rintik hujan.

Banyak hal yang secara terbuka ataupun tidak saya berseberangan dengan kyai Imjaz. Tapi ada hal yang harus kita apresiasi dari langkah beliau.

Semua manusia punya kelemahan dan kelebihan, punya salah, khilaf dan punya ikhtiar. Termasuk saya, Abuya Abdullah, dan Kyai Imjaz. Yang penting kita berdoa semoga diridhoi Allah SWT.

KH. Khotimi Bahri, Mudir Idaroh Syu’biyah JATMAN Kita Bogor, Katib Syuriah PCNU, Sedang menyelesaikan program Doktoral Sejarah Peradaban Islam di UNUSIA Jakarta

Tags: Bina Insan MuliaImam JazuliKhotimi BahriKiai ImjazPesantren
Share219Tweet137SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

KH. Imam Jazuli, Lc., MA.
Nasional

Survei Insantara Menunjukkan Kiai Imam Jazuli Jadi Kandidat Terkuat Ketum PBNU 2026-2031

by Moh. Faisal Asadi
March 19, 2026
1

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Institut Nahdliyin Nusantara (Insantara) mengeluarkan rilis survei nasional calon ketua umum PBNU 2026-2031 pilihan Pengurus dan Warga...

Read more
KH Imam Jazuli

Merevitalisasi Dakwah NU: Menuju Substansi, Meninggalkan Gebyar Seremonial

March 2, 2026
KH. Imam Jazuli, Lc., MA.

Merawat Rahim, Menjaga Aset: Mewujudkan Relasi Harmonis NU dan PKB

March 12, 2026
KH. Imam Jazuli, Lc., MA.

Abad Kedua NU: Mengakhiri Era “Klaim” dan Memulai Era Baru dengan Kedaulatan Data

March 15, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2557
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Warga NU, Kiai Kampung

Menyongsong Muktamar Nahdlatul Ulama Ke-35: Membincang Peluang, Menghitung Suara

April 30, 2026
Kiai Said Aqil Siroj Tegaskan Bangun Palang Pintu Perlintasan Kereta bukan Kewajiban KAI

Kiai Said Aqil Siroj Tegaskan Bangun Palang Pintu Perlintasan Kereta bukan Kewajiban KAI

April 29, 2026
Kiai Said Sebut Taksi Listrik Green SM Pemicu Tabrakan Maut Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line

Kiai Said Sebut Taksi Listrik Green SM Pemicu Tabrakan Maut Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line

April 29, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In