• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
KPK-Yaqut

NU, Gus Yaqut, dan Halo Effect

January 11, 2026
KH Zakky Mubarok

Kembali Menuju Fitrah

April 2, 2026
PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

April 2, 2026
Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

April 2, 2026
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PNIB: Dialah Pahlawan Perdamaian yang Sesungguhnya

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PNIB: Dialah Pahlawan Perdamaian yang Sesungguhnya

April 2, 2026
Ketua Umum DPP Kesatuan Tour Travel Haji Umroh Republik Indonesia (Kesthuri) Asrul Azis Taba. (Foto: Antara)

Jadi Tersangka Korupsi Haji, Ketum Kesthuri Asrul Azis Taba Diminta Pulang dari Saudi

April 1, 2026
Hilmab Latief, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) saat melaksanakan tugas di Makkah (Foto: Dok. Kemenag)

KPK Ungkap Hilman Latief Akui Terima Uang Terkait Korupsi Kuota Haji

April 1, 2026
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (04/03/2026). (Foto BPMI Setpres)

Pemerintah Aktifkan Kembali 625 Ribu Penerima BPJS Kesehatan

April 1, 2026
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu (kiri) didampingi juru bicara KPK, Budi Prasetyo dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin, 30 Maret 2026. (Foto Niaga.Asia/G Sitompul)

KPK Sebut Ismail Adham Berikan Uang Kepada Hilman Latief, Diduga Terkait Korupsi Kuota Haji

March 31, 2026
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur (Foto: Antara/MSN)

KPK Tetapkan Direktur Maktour dan Ketum Kesthuri Tersangka Korupsi Kuota Haji

March 31, 2026
Hasan Yazid Al-Palimbangy, M.Ag., Juru Da’wah (da’i/muballigh). Khatib dan narasumber pengajian mingguan, bulanan di masjid-masjid perumahan dan kantor dan penulis buku-buku agama Islam.)

Tetap Istiqomah Pasca Ramadan

March 31, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Thursday, April 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

NU, Gus Yaqut, dan Halo Effect

Oleh: KM. Imaduddin, M.Hum.

liputan9news by liputan9news
January 11, 2026
in Nasional
A A
0
KPK-Yaqut

Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Kementerian Agama mengusulkan rerata Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih)/Foto: Dok. Kemenag.go.id

524
SHARES
1.5k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS

Dalam psikologi, terdapat istilah yang dikenal sebagai halo effect, yang pertama kali diperkenalkan oleh Edward (Arnold) Thorndike pada tahun 1920. Halo effect menjelaskan bahwa kesan positif awal yang ditangkap seseorang cenderung memengaruhi persepsinya secara menyeluruh terhadap individu atau kelompok tertentu.

Halo effect bekerja setidaknya pada tiga tataran. Pertama, manusia cenderung mengandalkan informasi yang paling mudah diamati, seperti simbol, penampilan, atau identitas kelompok. Kedua, informasi awal tersebut kemudian digeneralisasi ke dalam atribut-atribut lain; misalnya, dari kesan religius muncul asumsi tentang kejujuran dan integritas.

Ketiga, setelah persepsi terbentuk, individu cenderung mempertahankannya dan menolak informasi yang bertentangan, sebuah proses psikologis yang dikenal sebagai confirmation bias (bias konfirmasi). Dalam perkembangan selanjutnya, teori ini melahirkan konsep institutional halo effect, yakni persepsi publik terhadap individu yang dibentuk oleh reputasi institusi atau organisasi tempat ia bernaung.

Nahdlatul Ulama (NU), sebagai organisasi keagamaan yang lahir dari tradisi ulama dan pesantren, memiliki legitimasi moral yang sangat kuat di mata publik. Dalam konteks NU, halo effect bekerja sebagai fenomena psikologis yang menjelaskan bagaimana reputasi dan simbol keagamaan membentuk persepsi publik terhadap individu-individu di dalamnya. Sejarah panjang NU dalam menjaga tradisi keilmuan Islam, moderasi beragama, serta kontribusi kebangsaan telah membangun persepsi kolektif bahwa NU identik dengan kesalehan dan integritas moral.

BeritaTerkait:

Gus Yaqut dan Gus Alex Keduanya Resmi Ditahan KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

KPK Ungkap Peran Bos Maktour dalam Kasus Kuota Haji yang Jerat Yaqut

Mega Skandal Ibadah Haji, Gus Alex Patok Fee Kuota Haji Tambahan Rp42,2 juta

KPK Bongkar Upaya Yaqut Kondisikan Pansus Haji, Tawarkan Uang Diditolak

Konsekuensinya, para pengurus NU sering kali dipersepsikan sebagai pribadi yang saleh, jujur, dan amanah, bahkan sebelum tindakan individual mereka dinilai secara konkret. Karena itu, ketika ada pengurus NU, tokoh pesantren, atau putra kiai (Gus) yang tersandung kasus korupsi, fakta tersebut kerap sulit diterima oleh para pendukungnya dan bahkan dibela mati-matian.

Dari sisi positif, halo effect memberikan manfaat sosial yang nyata. Tingginya kepercayaan publik mempermudah proses dakwah, memperkuat kohesi sosial, dan menciptakan stabilitas dalam kehidupan keagamaan masyarakat. Modal kepercayaan ini juga memungkinkan organisasi keagamaan menjalankan peran mediasi dan kepemimpinan moral (moral leadership) secara efektif.

Namun demikian, halo effect juga mengandung risiko serius. Ketika persepsi positif tidak diimbangi dengan mekanisme akuntabilitas yang kuat, muncul potensi normalisasi terhadap kekeliruan dan penyimpangan. Kritik kemudian dipandang sebagai ancaman terhadap institusi, bukan sebagai bagian dari ikhtiar perbaikan. Dalam jangka panjang, kondisi semacam ini justru berpotensi merusak legitimasi moral organisasi ketika terjadi krisis kepercayaan publik.

Lebih jauh, halo effect sejatinya keliru jika ditinjau dari perspektif agama. Islam menggariskan bahwa penilaian terhadap baik dan buruknya seseorang tidak didasarkan pada penampilan lahiriah, juga bukan pada organisasi atau lingkungan tempat ia tumbuh, melainkan pada kondisi hatinya dan niat batinnya. Banyak orang yang secara lahiriah tampak baik—rendah hati, dermawan, dan murah senyum—namun motifnya bukan untuk mencari rida Allah, melainkan tujuan-tujuan duniawi. Kaidah fikih menegaskan: _al-‘ibrah bi al-haqīqah lā bi al-mazhar,_ penilaian didasarkan pada hakikat, bukan pada tampilan.

Wallāhu a‘lam bi al-shawāb.

KM. Imaduddin, M.Hum., Alumni Pesantren Lirboyo, Anggota Lajnah Pelatihan & Kaderisasi Tarekat Idarah Aliyyah JATMAN, Anggota Lembaga Pentashihan Buku & Konten Keislaman MUI Pusat.

Tags: Gus Yaqut
Share210Tweet131SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

KPK resmi menahan eks staf khusus mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex. (Foto: Kurniawan/detikcom)
Nasional

Gus Yaqut dan Gus Alex Keduanya Resmi Ditahan KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

by Moh. Faisal Asadi
March 17, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan eks staf khusus (stafsus) mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas...

Read more
Fuad Hasan Manshur

KPK Ungkap Peran Bos Maktour dalam Kasus Kuota Haji yang Jerat Yaqut

March 15, 2026
Mega Skandal Ibadah Haji, Gus Alex Patok Fee Kuota Haji Tambahan Rp42,2 juta

Mega Skandal Ibadah Haji, Gus Alex Patok Fee Kuota Haji Tambahan Rp42,2 juta

March 14, 2026
Tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji dan penyelenggaraan ibadah haji Yaqut Cholil Qoumas memasuki mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (12/3/2026). (Foto: Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

KPK Bongkar Upaya Yaqut Kondisikan Pansus Haji, Tawarkan Uang Diditolak

March 13, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2539
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
KH Zakky Mubarok

Kembali Menuju Fitrah

April 2, 2026
PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

April 2, 2026
Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

April 2, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In