• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
KH. Imam Jazuli, Lc. MA. Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015./Foto: Imanjazuli.com

Menagih Khidmah Akademik: Menggugat Paradoks Kuantitas dan Kualitas Kampus Nahdlatul Ulama

February 17, 2026
KH Lutfi Hakim

Kapan Pergub LAM Betawi Terbit?

February 17, 2026
Sulaiman-Djaya

Ekoteologi dan Falsafah Perennial Ekologi Masyarakat Kanekes Banten

February 17, 2026
PBNU Gelar Rapat Harian, Bahas Rukyatul Hilal dan Penguatan Organisasi

PBNU Gelar Rapat Harian, Bahas Rukyatul Hilal dan Penguatan Organisasi

February 17, 2026
KH Abdul Wahab Hasbullah, Diplomat Ulung dan Arsitek NU yang Selamatkan Makam Rasulullah

KH Abdul Wahab Hasbullah, Diplomat Ulung dan Arsitek NU yang Selamatkan Makam Rasulullah

February 16, 2026
Antusiasme Rakyat Menguat, BRN Hadiri Kirab Budaya PSI di Kabupaten Tegal

Antusiasme Rakyat Menguat, BRN Hadiri Kirab Budaya PSI di Kabupaten Tegal

February 16, 2026
PNIB: MBG Program Bantuan Sosial, Jangan Lagi Memangkas Anggaran Pendidikan dan Kesehatan

PNIB: MBG Program Bantuan Sosial, Jangan Lagi Memangkas Anggaran Pendidikan dan Kesehatan

February 16, 2026
Imam Jazuli

Tajdid Ekologis NU: Menggagas Teologi Lingkungan untuk Keselamatan Bumi

February 15, 2026
Oleh: KH. Fadhil Rahmi Lc., MA (Anggota DPD RI Periode 2019-2024 dan Pimpinan Pesantren Modern Al Zahrah, Bireuen Aceh) 

KH Imam Jazuli: Sang Pendobrak yang Istiqomah Melawan Arus

February 14, 2026
Foto: Ilustrasi

Khutbah Jumat: Tradisi Munggahan dan Persiapan Menyambut Ramadan

February 13, 2026
Foto: Ilustrasi

Khutbah Jumat: Mempererat Tali Persaudaraan Menjelang Bulan Ramadan

February 13, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Tuesday, February 17, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Menagih Khidmah Akademik: Menggugat Paradoks Kuantitas dan Kualitas Kampus Nahdlatul Ulama

Oleh: KH. Imam Jazuli, Lc., MA.

liputan9news by liputan9news
February 17, 2026
in Opini
A A
0
KH. Imam Jazuli, Lc. MA. Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015./Foto: Imanjazuli.com

KH. Imam Jazuli, Lc. MA. Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015./Foto: Imanjazuli.com

498
SHARES
1.4k
VIEWS

CIREBON | LIPUTAN9NEWS

Nahdlatul Ulama (NU) secara statistik adalah raksasa. Dengan data Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) yang mencatat antara 183 hingga 274 lembaga—mulai dari universitas hingga akademi—NU secara kuantitatif telah memenangkan pertarungan akses pendidikan.

Namun, di balik angka-angka mentereng tersebut, tersimpan sebuah ironi yang menyesakkan dada: banyaknya jumlah kampus belum berbanding lurus dengan kualitas SDM yang mampu menjawab tantangan zaman. Kita sedang menghadapi inflasi kelembagaan namun mengalami defisit substansi.

Masalah paling akut dalam tubuh Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) adalah persoalan kepemilikan dan profesionalisme. Meski membawa label “NU”, faktanya banyak kampus yang secara de facto dikelola layaknya aset keluarga atau perorangan. Bahkan, yayasan-yayasan lokal seringkali terjebak dalam manajemen tradisional yang tertutup, nepotistik, dan jauh dari standar Good University Governance.

Akibatnya, regenerasi kepemimpinan kampus bukan berdasarkan meritokrasi, melainkan garis keturunan atau kedekatan emosional. Dampaknya sistemik: dana sulit dikelola secara transparan, inovasi tersumbat, dan kampus hanya menjadi sekadar tempat “kursus mendapatkan ijazah” ketimbang pusat keunggulan intelektual. Jika kondisi ini dibiarkan, PTNU hanya akan menjadi beban sejarah ketimbang mesin penggerak peradaban.

BeritaTerkait:

Tajdid Ekologis NU: Menggagas Teologi Lingkungan untuk Keselamatan Bumi

KH Imam Jazuli: Sang Pendobrak yang Istiqomah Melawan Arus

Menembus Tembok Marginalitas: Transformasi Pendidikan Pesantren di Abad Kedua NU

NU dan Tantangan Abad Kedua, Antara Tradisi dan Transformasi

Secara reflektif, kita harus berani bertanya: Mengapa NU masih mengalami krisis tenaga medis, dokter, insinyur, dan pakar bisnis di tengah ratusan kampus yang dimilikinya? Data lapangan menunjukkan mayoritas PTNU masih “nyaman” membuka jurusan-jurusan ilmu sosial dan keagamaan yang berbiaya operasional rendah.

Padahal, kebutuhan mendesak bangsa hari ini adalah kedaulatan kesehatan, ketahanan pangan (teknologi pertanian), dan transformasi digital (saintis). Bagaimana mungkin kita berharap NU bisa mewarnai kebijakan negara jika kita tidak memiliki suplai teknokrat yang memadai? Ketiadaan fakultas kedokteran, teknik unggulan, dan sekolah bisnis bertaraf nasional di mayoritas PTNU menunjukkan adanya jurang pemisah antara realitas kebutuhan zaman dengan visi pendidikan NU.

NU sedang krisis, bukan dalam jumlah jamaah, tapi dalam jumlah intelektual teknis. Kampus UNU mestinya menjadi ujung tombak jawaban atas tantangan zaman (digitalisasi, teknologi medis). Keberhasilan UNUSA (Surabaya) dan Universitas kultur NU, yaitu Alma Ata (Yogyakarta) yang fokus pada kesehatan adalah pengecualian, bukan aturan. Sebagian besar lainnya masih berjuang mengatasi akreditasi minim.

Akuisisi dan Integrasi

Solusi atas krisis ini tidak bisa lagi sekadar imbauan atau moratorium. PBNU melalui LPTNU harus melakukan langkah radikal. Pertama, perlunya sentralisasi dan akuisisi strategis: PBNU harus segera menertibkan status hukum yayasan-yayasan lokal. Kampus-kampus yang membawa nama NU wajib diakuisisi secara legal dan manajerial agar tunduk pada satu Roadmap besar kebutuhan organisasi. Tidak boleh ada lagi kampus NU yang berjalan sendiri tanpa arah (disorientasi).

Kedua, radikalisasi kurikulum saintifik: Segera buka kran kerja sama dengan stakeholder global untuk mendirikan jurusan-jurusan eksakta, medis, dan bisnis. Kita tidak butuh seribu sarjana yang sama; kita butuh satu fakultas kedokteran atau teknik yang mampu melahirkan inovator kelas dunia.

Ketiga, rekrutmen profesional. Pengelola kampus harus diambil dari tenaga profesional, bukan sekadar “titipan” pengurus. Mendatangkan dosen tamu dari praktisi industri dan peneliti internasional adalah keharusan, bukan opsi.

Kampus NU bukan sekadar simbol kebesaran jumlah warga (jamaah), melainkan harus menjadi kawah candradimuka bagi terciptanya pemimpin masa depan (jam’iyyah). Menata kembali PTNU adalah bentuk khidmah tertinggi kita kepada umat dan negara.

Karena itu, Fakultas dan Jurusan yang mendesak ada di PTNU dan harus ditambah kuantitasnya, diantaranya adalah Fakultas Medis dan Kesehatan. Meliputi; Jurusan Kedokteran (Umum & Spesialis), Keperawatan & Kebidanan, Ahli Gizi (Nutrisi dan Dietetika), Farmasi/Apoteker, Teknik Laboratorium Medis (Analis Kesehatan), Teknik Radiologi dan Manajemen Rumah Sakit/Kesehatan Masyarakat.

Kemudian Fakultas Sains, Teknologi, & Teknik (Engineering). Meliputi; Jurusan Teknik Komputer/Informatika/Sains Data, Teknik Lingkungan, Teknik Industri, Teknik Pertanian dan Biomedik (Biomedical Engineering, lalu Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan berbagai varian jurusannya.

Keberadaan kampus NU di masa depan tidak bisa hanya mengandalkan “barokah” kiai. Ia harus berakar pada nilai pesantren (Aswaja) namun berdaun pada teknologi modern. Jika tidak segera berbenah, kampus-kampus NU akan menjadi fosil, ditinggalkan zaman, dan PBNU hanya akan mengelola “kantor” bukan “pusat keunggulan.”

Saatnya menjadikan PTNU sebagai “kawah candradimuka” intelektual NU yang moderat, ahli dalam ilmu agama, dan mumpuni dalam saintek. Hanya dengan cara inilah NU benar-benar bisa “Melawan Ketertinggalan Pendidikan”. Jika tidak sekarang melakukan lompatan besar, ratusan kampus itu hanya akan menjadi monumen masa lalu yang gagal menyongsong masa depan. Wallahu’alam bishawab.

KH. Imam Jazuli, Lc., MA., Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

Tags: Imam JazuliKampus Nahdlatul UlamaKhidmah AkademikKuantitasMenagihMenggugatParadoks
Share199Tweet125SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Imam Jazuli
Opini

Tajdid Ekologis NU: Menggagas Teologi Lingkungan untuk Keselamatan Bumi

by liputan9news
February 15, 2026
0

CIREBON | LIPUTAN9NEWS Bumi sedang tidak baik-baik saja. Krisis lingkungan global bukan lagi sekadar isu teoritis, melainkan ancaman nyata yang...

Read more
Oleh: KH. Fadhil Rahmi Lc., MA (Anggota DPD RI Periode 2019-2024 dan Pimpinan Pesantren Modern Al Zahrah, Bireuen Aceh) 

KH Imam Jazuli: Sang Pendobrak yang Istiqomah Melawan Arus

February 14, 2026
KH Imam Jazuli

Menembus Tembok Marginalitas: Transformasi Pendidikan Pesantren di Abad Kedua NU

February 12, 2026
KH. Imam Jazuli, Lc. MA. Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015./Foto: Imanjazuli.com

NU dan Tantangan Abad Kedua, Antara Tradisi dan Transformasi

February 12, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2527
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
KH Lutfi Hakim

Kapan Pergub LAM Betawi Terbit?

February 17, 2026
Sulaiman-Djaya

Ekoteologi dan Falsafah Perennial Ekologi Masyarakat Kanekes Banten

February 17, 2026
KH. Imam Jazuli, Lc. MA. Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015./Foto: Imanjazuli.com

Menagih Khidmah Akademik: Menggugat Paradoks Kuantitas dan Kualitas Kampus Nahdlatul Ulama

February 17, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In