JAKARTA | LIPUTAN9NEWS
Pengusaha sekaligus owner biro perjalanan haji PT Zahra Oto Mandiri atau Uhud Tour, Khalid Basalamah, mengaku tidak pernah berinteraksi dengan eks Menteri Agama (Menag) yang juga tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji Yaqut Cholil Qoumas.
“Ada nama-nama yang saya tidak pernah interaksi, seperti mantan Menteri Agama dan staf khususnya yang saya tidak tahu,” ujar Khalid setelah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai saksi kasus kuota haji di Gedung Merah Putih KPK, seperti dilansir ANTARA, Kamis (23/04/2026).
Selain dengan Yaqut, Khalid juga mengaku tak pernah berinteraksi dengan Dewan Pembina Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umrah (SATHU) sekaligus pemilik biro penyelenggara haji Maktour Fuad Hasan Masyhur .
Khalid juga mengaku tidak mengenal dengan dua tersangka baru kasus kuota haji, yakni Direktur Operasional Maktour Ismail Adham dan Ketua Umum Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia (Kesthuri) Asrul Aziz Taba.
“Gak interaksi. Kalau masalah urusan-urusan seperti ini, ya, tentu tidak,” ucap pria berjenggot pangjang itu.
Lebih lanjut, penceramah yang namanya ikut terseret kasus korupsi kuota haji, Khalid Basalamah mengaku sudah mengembalikan uang sekitar Rp8,4 miliar kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan korupsi kuota haji.
“Jumlahnya sekitar Rp8,4 M. Waduh, jangan ditanya masalah tanggal. Saya tidak bisa ingat itu,” pungkasnya.

























