• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
KH. Imam Jazuli, Lc., MA Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) bersama Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf

Nahnu NU: Dari Ego Sektoral Menuju Harmoni Kolektif

June 7, 2026
Prabowo Mania 08 Apresiasi Penunjukan Kepala BGN Baru Naniek S. Deyang

Prabowo Mania 08 Apresiasi Penunjukan Kepala BGN Baru Naniek S. Deyang

June 7, 2026
Warga Negara Yaman dideportasi imigrasi Lampung, ini masalahnya

Warga Negara Yaman dideportasi imigrasi Lampung, ini masalahnya

June 7, 2026
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan KH. Imam Jazuli, Lc., MA Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) Cirebon.

Kiai Imam Jazuli Soroti Ego Sektoral Menuju Harmoni Kolektif

June 7, 2026
KH. Khotimi Bahri, Katib Syuriah PCNU Kota Bogor dan Sedang Menyelesaikan Program Doktoral di SPI UNUSIA

Salafi-Wahabi Dalam Sejarah Gerakan Radikalisme Islam

June 6, 2026
Gus Salam; Inovasi Khidmah NU Sulsel Berbasis Potensi Dan Kearifan Lokal

Gus Salam: Inovasi Khidmah NU Sulsel Berbasis Potensi Dan Kearifan Lokal

June 6, 2026
Robikin Emhas, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama 2015-2021

Dari Rais Akbar ke Rais ’Aam: Relevansi Kepemimpinan Ulama NU di Era Modern

June 7, 2026
SIG III dan Aksi Tanam Pohon, PMII IAI Ngawi Perkuat Kaderisasi dan Kepedulian Lingkungan

SIG III dan Aksi Tanam Pohon, PMII IAI Ngawi Perkuat Kaderisasi dan Kepedulian Lingkungan

June 6, 2026
Membangun Pondasi Dan Struktur Gerakan Dari Arus Bawah (Catatan Khidmah Gus Salam di PWNU Jawa Timur). Oleh: Ahmad Samsul Rijal

Membangun Pondasi Dan Struktur Gerakan Dari Arus Bawah (Catatan Khidmah Gus Salam di PWNU Jawa Timur)

June 6, 2026
BGN Jadi Ladang Korupsi, PNIB Ngamuk

BGN Jadi Ladang Korupsi, PNIB Ngamuk

June 6, 2026
Mantan Wakil Ketua PWNU Jatim, KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), di Surabaya, Rabu (03/06/2026).(Foto: kompas.com/Adhi Dwi)

Gus Salam Sebut pada Muktamar NU Ke-35 PC dan PWNU Ingin Perubahan di PBNU

June 5, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Sunday, June 7, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Nahnu NU: Dari Ego Sektoral Menuju Harmoni Kolektif

Oleh: KH Imam Jazuli Lc., MA.

KH. Imam Jazuli, Lc. MA. by KH. Imam Jazuli, Lc. MA.
June 7, 2026
in Opini
A A
0
KH. Imam Jazuli, Lc., MA Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) bersama Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf

KH. Imam Jazuli, Lc., MA Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) bersama Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf (Foto: Dok. Pesantren BIMA/MSN)

523
SHARES
1.5k
VIEWS

CIREBON | LIPUTAN9NEWS

Dalam dinamika organisasi sebesar Nahdlatul Ulama (NU), jebakan mentalitas ana wal akhar (aku dan yang lain/mereka) sering kali menjadi celah yang melemahkan potensi besar organisasi. Sikap ini memunculkan fragmentasi, di mana kader terjebak dalam sekat-sekat kelompok, faksi, atau kepentingan personal.

Realitas ini menuntut kita untuk melihat realitas bahwa tantangan zaman di abad kedua NU tidak bisa diselesaikan oleh satu figur atau satu kelompok saja. Menghadapi disrupsi teknologi, tantangan ekonomi umat, dan pergeseran nilai sosial, kita harus menyadari bahwa kekuatan NU terletak pada keragaman potensi yang dimilikinya.

Sudah saatnya orientasi berpikir diubah secara radikal menjadi nahnu (kita). Ini bukan sekadar perubahan leksikal, melainkan transformasi filosofis yang mendalam. Nahnu adalah manifestasi dari semangat ukhuwah nahdliyah (persaudaraan sesama warga NU) yang diterjemahkan ke dalam bahasa profesionalisme modern.

Dalam konsep nahnu, tidak ada lagi istilah kader yang berjalan sendiri-sendiri atau saling meniadakan. Setiap kader—baik dari kalangan intelektual, profesional, birokrat, kiai, hingga aktivis akar rumput—memiliki peran yang saling melengkapi. Kita harus bertransformasi menjadi sebuah super tim yang kompak, di mana kelemahan satu kader ditutupi oleh kelebihan kader lainnya.

BeritaTerkait:

Kiai Imam Jazuli Soroti Ego Sektoral Menuju Harmoni Kolektif

Jika Kiai Miftachul Akhyar Kembali Jadi Rais Aam PBNU, Nasib Gus Yahya Game Over?

Kiai Imjaz Bina Insan Mulia: Ketika Pesantren Berani Bertransformasi, PTN dan Beasiswa Global bukan Lagi Mimpi

Gus Maftuh dan Gus Muwafiq Dukung Cak Imin Pimpin PBNU, Serukan Reformasi Kembali ke Khittah 1926, Deklarasikan FPGM

Memasuki abad kedua, NU diberkahi dengan limpahan Sumber Daya Manusia (SDM) yang luar biasa. Ulama dan cendekiawan muda NU hari ini tersebar di berbagai sektor strategis, baik di tingkat nasional maupun global. Potensi besar ini tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri atau saling berkompetisi secara tidak sehat.

Agar kebangkitan NU benar-benar terwujud secara nyata, diperlukan langkah strategis yang berjalan beriringan. Langkah pertama diawali dengan Konsolidasi Talenta untuk memetakan dan mengumpulkan para ahli di berbagai bidang seperti teknologi, pendidikan, ekonomi, dan sains ke dalam simpul-simpul strategis NU.

Upaya ini kemudian diperkuat melalui kolaborasi lintas generasi yang menjembatani bentangan pengalaman para kiai senior dengan inovasi serta energi segar dari kaum muda NU, termasuk Gen Z dan Milenial. Seluruh proses tersebut akhirnya bermuara pada Pembangunan Ekosistem yang kondusif, yaitu menciptakan ruang kerja kolaboratif agar SDM hebat dapat bergandengan tangan, bersinergi, dan saling menguatkan.

Transformasi menuju nahnu tidak boleh berhenti sebagai jargon moral atau retorika struktural semata, melainkan harus diinstitusionalkan ke dalam sistem tata kelola organisasi yang modern. Kekuatan jam’iyah (organisasi) harus diletakkan jauh di atas kekuatan figuritas individu, sehingga keberlanjutan perjuangan NU tidak lagi bergantung pada pasang surut kepemimpinan personal, melainkan pada keandalan sistem yang berjalan.

Di era disrupsi informasi ini, manifestasi “kita” juga memerlukan dukungan infrastruktur data yang tunggal dan terintegrasi. Tanpa adanya digitalisasi potensi kader, ego sektoral akan terus subur karena ketidaktahuan antar-lembaga; sebaliknya, keterbukaan data akan memotong birokrasi yang kaku dan mempercepat akselerasi program kerja secara real-time.

Dari aspek materi, harmoni kolektif ini harus bermuara pada kemandirian ekonomi berbasis jamaah. Jika ego sektoral runtuh, jaringan bisnis pesantren, modal warga, dan kepakaran profesional NU dapat dikonsolidasikan menjadi kekuatan korporasi syariah raksasa yang mampu membiayai agenda besar dakwah tanpa harus mendiktekan diri pada kepentingan politik pragmatis luar.

Meruntuhkan ego ‘ana wal akhar’ berarti menumbuhkan kultur tabayyun dan keterbukaan terhadap kritik di internal jam’iyyah NU. Oleh karena itu, perbedaan pandangan di abad kedua ini tidak boleh lagi dibaca sebagai benih perpecahan atau ancaman, melainkan harus dikelola sebagai khazanah intelektual yang memperkaya opsi-opsi strategis organisasi dalam pengambilan keputusan.

Secara teologis, penguatan spirit nahnu ini merupakan upaya menjemput janji Allah SWT bahwa pertolongan-Nya menyertai kebersamaan (yadullah ma’al jama’ah). Ketika jutaan hati dan pikiran kader bergetar dalam frekuensi yang sama, energi spiritual yang tercipta akan melipatgandakan dampak dan keberkahan dari setiap khidmah yang didedikasikan untuk umat.

Walhasil, abad kedua NU harus menjadi pembuktian nyata bahwa lompatan peradaban hanya bisa dipimpin oleh mereka yang selesai dengan ego dirinya sendiri. Dengan membumikan filosofi nahnu, NU tidak sekadar bertahan menghadapi arus zaman, melainkan menjelma menjadi kompas moral dan lokomotif kemajuan yang membawa kemaslahatan hakiki bagi dunia internasional.

Kesuksesan abad kedua NU tidak ditentukan oleh satu atau dua tokoh sentral, melainkan oleh orkestrasi jutaan kader yang bergerak dalam satu irama nahnu. Dengan bersatu, meruntuhkan ego ana wal akhar, dan memaksimalkan potensi kolektif, NU akan menjadi lokomotif peradaban yang membawa kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan dunia. Wallahu’alam bissowab.

KH. Imam Jazuli, Lc. MA., Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

Kiai Imam Jazuli Soroti Ego Sektoral Menuju Harmoni Kolektif

Tags: Gus YahyaImam JazuliKetum PBNUNahnu NU
Share209Tweet131SendShare
KH. Imam Jazuli, Lc. MA.

KH. Imam Jazuli, Lc. MA.

Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

BeritaTerkait

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan KH. Imam Jazuli, Lc., MA Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) Cirebon.
Nasional

Kiai Imam Jazuli Soroti Ego Sektoral Menuju Harmoni Kolektif

by Moh. Faisal Asadi
June 7, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) Cirebon KH Imam Jazuli, Soroti Ego Sektoral ke Arah Harmoni Kolektif....

Read more
Yusuf mars

Jika Kiai Miftachul Akhyar Kembali Jadi Rais Aam PBNU, Nasib Gus Yahya Game Over?

June 2, 2026
Kiai Imjaz Bina Insan Mulia: Ketika Pesantren Berani Bertransformasi, PTN dan Beasiswa Global bukan Lagi Mimpi

Kiai Imjaz Bina Insan Mulia: Ketika Pesantren Berani Bertransformasi, PTN dan Beasiswa Global bukan Lagi Mimpi

June 1, 2026
Gus Maftuh dan Gus Muwafiq Dukung Cak Imin Pimpin PBNU, Serukan Reformasi Kembali ke Khittah 1926, Deklarasikan FPGM

Gus Maftuh dan Gus Muwafiq Dukung Cak Imin Pimpin PBNU, Serukan Reformasi Kembali ke Khittah 1926, Deklarasikan FPGM

May 31, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2579
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Prabowo Mania 08 Apresiasi Penunjukan Kepala BGN Baru Naniek S. Deyang

Prabowo Mania 08 Apresiasi Penunjukan Kepala BGN Baru Naniek S. Deyang

June 7, 2026
Warga Negara Yaman dideportasi imigrasi Lampung, ini masalahnya

Warga Negara Yaman dideportasi imigrasi Lampung, ini masalahnya

June 7, 2026
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan KH. Imam Jazuli, Lc., MA Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) Cirebon.

Kiai Imam Jazuli Soroti Ego Sektoral Menuju Harmoni Kolektif

June 7, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In