MINA | LIPUTAN9NEWS
Ketua Umum Pimpinnan Pusat Majelis Dizikr Nurul Wathan (MDNW) KH Misbahul Munir mengajak semua Jamaah Haji yang sedang melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci selalu sabar dan ikhlas. Kiai Misbah dari Masjid Kheif Mina senantiasa berdoa agar Jamaah Haji Indonesia dan dunia dalam keadaah sehat.
“Saat ini saya sedang Mabid mandiri di Mina mudah-mudahan dapat cucuran rahmat dan keberkahan dari Allah. Saya juga berdoa dari tempat yang mulia ini, Masjid Kheif Mina semoga kita semua jamaah haji Indonesia dan dunia selalu dalam keadaan sehat wal afiat. Dapat menjalankan rukun dan wajib haji dengan penuh khusu’ sabar dan ikhlas,” ujarnya dalam keterangan yang disampaikan kepada Liputan9news, Jumat (29/05/2026).
Lebih lanjut Kiai Misbah mengatakan jemaah haji harus sabar melaksanakan semua rangkaian ibadah haji karena semua yang dilaksanakan, perbuatan, dan perilaku di Indonesia akan tergambar semua ditanah suci.
Kerena itu, Kiai Misbah mengajak kepada seluruh jemaah haji pada kesempatan init untuk senantiasa perbanyak istigfar dan tobat serta memohon kepada Allah SWT agar dimudahkan dalam melaksanakan rangkaian ibadah haji nantinya.
“Sekali lagi mari kita tunaikan ibadah haji dengan sabar dan ikhlas, serta penuh rasa syukur kepada Allah SWT,” ucap Kiai Misbah.
Sebagai Pimpinan Majelis Dzikir Nurul Wathan, Kiai Misbah mengajak Jamaah Haji dan umat sedunia untuk selalu melafadzkan dzikir kepada Allah.
“Doa dan zikir adalah inti dari ibadah. Segala ibadah yang dilaksanakan tidak terlepas dari doa dan zikir, termasuk ibadah haji. Allah memerintahkan hambaNya untuk ikhlas dalam berdoa dan tidak melakukan syirik di dalamnya,” terangnya dari tanah suci.
Kemudian Kiai Misbah mengutip sebuah ayat dalam surah Al-Jin ayat 18 Allah berfirman;
“Dan sesungguhnya masjid itu hanyalah kepunyaan Allah, maka janganlah kalian menyembah siapapun selain Allah di dalamnya.” jelasnya.
Lalu, Kiai Misbah mengisahkan bahwa Ketika Rasulullah Saw melaksanakan ibadah haji bersama para sahabatnya, beliau memperbanyak doa dan dzikir, hingga ketika beliau bersama sahabatnya sampai ke padang Arafah di waktu Zhuhur, beliau wukuf sambil berdoa dan berdzikir hingga terbenam matahari.
“Di saat itu diriwayatkan bahwa beliau memperbanyak mengucapkan tahlil yang mengandung tauhid dan keikhlasan kepada Allah Swt. Sekalagi mari kita bersabar dan ikhlas,” pungkasnya.

























