• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Yusuf Mars, Kandidat Doktor Sejarah Peradaban Islam UNUSIA, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Sunan Gresik (USG), dan Founder @PadasukaTV.

Ketum dan Rais Aam PBNU: Jalur Strategis Menuju Pilpres 2029?

May 26, 2026
Pesan Spiritual dan Estafet Pusaka Kabudhanan dari KH. Imam Jazuli untuk Gus Yahya

Pesan Spiritual dan Estafet Pusaka Kabudhanan dari KH. Imam Jazuli untuk Gus Yahya

June 10, 2026
Zakky Mubarok

Gundah dan Gelisah

June 10, 2026
Syafrudin Budiman SIP, Ketua Umum DPP Perhimpunan UKM Indonesia.

Pengaruh Perspektif dan Kepercayaan Terhadap Valuasi Investasi

June 10, 2026
Daniel E. Lunesi Kepala BPN Labuan Bajo Manggarai Barat Diduga Bermain Kotor, Putusan MA Dilawan

Daniel E. Lunesi Kepala BPN Labuan Bajo Manggarai Barat Diduga Bermain Kotor, Putusan MA Dilawan

June 10, 2026
BEM PTNU DIY Desak Evaluasi Total MBG, Dorong Transparansi dan Pengawasan Publik

BEM PTNU DIY Desak Evaluasi Total MBG, Dorong Transparansi dan Pengawasan Publik

June 10, 2026
KPK Nyatakan Nama Raffi Ahmad Muncul dalam Perkara Uuap impor Barang KW

KPK Nyatakan Nama Raffi Ahmad Muncul dalam Perkara Suap Impor Barang KW

June 9, 2026
Relawan Emak-Emak Prabowo Apresiasi Pengangkatan Ibu Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN, Dorong Program Gizi Tepat Sasaran

Relawan Emak-Emak Prabowo Apresiasi Pengangkatan Ibu Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN

June 8, 2026
Soliditas NU Bengkulu, Gus Salam; Teladan Khidmah Demi Kemashlahatan Umat

Soliditas NU Bengkulu, Gus Salam: Teladan Khidmah Demi Kemaslahatan Umat

June 8, 2026
Kiai Imam Jazuli Ingatkan Respons terhadap Disrupsi, Gus Yahya Tekankan Kekuatan Ruhani Pesantren

Kiai Imam Jazuli Ingatkan Respons terhadap Disrupsi, Gus Yahya Tekankan Kekuatan Ruhani Pesantren

June 8, 2026
Prabowo Mania 08 Apresiasi Penunjukan Kepala BGN Baru Naniek S. Deyang

Prabowo Mania 08 Apresiasi Penunjukan Kepala BGN Baru Naniek S. Deyang

June 7, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Wednesday, June 10, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Ketum dan Rais Aam PBNU: Jalur Strategis Menuju Pilpres 2029?

Oleh Yusuf Mars

liputan9news by liputan9news
May 26, 2026
in Opini
A A
0
Yusuf Mars, Kandidat Doktor Sejarah Peradaban Islam UNUSIA, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Sunan Gresik (USG), dan Founder @PadasukaTV.

Yusuf Mars, Kandidat Doktor Sejarah Peradaban Islam UNUSIA, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Sunan Gresik (USG), dan Founder @PadasukaTV.

534
SHARES
1.5k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS

Menjelang perhelatan Muktamar NU ke-35, dinamika internal Nahdlatul Ulama kembali menjadi perhatian publik. Posisi Ketua Umum PBNU dan Rais Aam PBNU tidak lagi dipandang sekadar jabatan organisasi keagamaan, tetapi juga memiliki dimensi strategis dalam konfigurasi politik nasional. Sejarah politik Indonesia menunjukkan bahwa elite PBNU kerap memiliki peluang besar memasuki panggung kekuasaan negara, baik sebagai Presiden maupun Wakil Presiden.

Fenomena ini bukan tanpa alasan. Nahdlatul Ulama merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia dengan infrastruktur sosial yang sangat kuat dan mengakar hingga tingkat desa. Jaringan pesantren, majelis taklim, badan otonom, hingga pengaruh kiai kampung membentuk kekuatan sosial yang tidak dimiliki banyak organisasi lain. Dalam perspektif sosiologi politik, NU bukan hanya organisasi masyarakat, tetapi juga kekuatan kultural dan simbolik yang mampu memengaruhi arah politik nasional.

Karena itu, siapa pun yang menduduki posisi Ketua Umum atau Rais Aam PBNU secara otomatis memperoleh legitimasi sosial dan moral di tengah masyarakat. Jabatan tersebut bukan sekadar administratif, melainkan representasi kepemimpinan keagamaan dan kebangsaan sekaligus. Dalam konteks politik Indonesia yang religius, legitimasi moral seperti ini memiliki nilai politik yang sangat besar.

Sejarah telah membuktikan bagaimana posisi struktural di PBNU dapat menjadi jalan menuju kekuasaan nasional. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur berhasil menjadi Presiden Republik Indonesia setelah sebelumnya tiga kali menjabat Ketua Umum PBNU.

BeritaTerkait:

Kiai Imam Jazuli Ingatkan Respons terhadap Disrupsi, Gus Yahya Tekankan Kekuatan Ruhani Pesantren

Kiai Imam Jazuli Soroti Ego Sektoral Menuju Harmoni Kolektif

Nahnu NU: Dari Ego Sektoral Menuju Harmoni Kolektif

Dari Rais Akbar ke Rais ’Aam: Relevansi Kepemimpinan Ulama NU di Era Modern

Kepemimpinannya di NU membentuk basis legitimasi yang kuat, baik secara intelektual, moral, maupun politik. Gus Dur tidak hanya dipandang sebagai tokoh agama, tetapi juga simbol demokrasi dan pluralisme Indonesia.

Hal serupa terlihat pada Ma’ruf Amin. Sebelum menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia, Kiai Ma’ruf Amin terlebih dahulu menduduki posisi Rais Aam PBNU, jabatan tertinggi dalam struktur syuriah NU. Posisi tersebut memperkuat otoritas keagamaan sekaligus meningkatkan daya tawar politiknya di tingkat nasional.

Dalam kajian ilmu politik, fenomena ini dapat dijelaskan melalui teori hegemoni Antonio Gramsci. NU bukan sekadar organisasi keagamaan, melainkan institusi yang memproduksi kepemimpinan moral dan intelektual di masyarakat. Elite PBNU memiliki kemampuan membentuk opini publik, memengaruhi orientasi sosial umat, dan menciptakan legitimasi politik yang luas.

Selain itu, teori modal sosial Pierre Bourdieu juga relevan menjelaskan fenomena ini. Ketua Umum dan Rais Aam PBNU memiliki modal sosial berupa jaringan massa Nahdliyin, modal budaya berupa otoritas keilmuan pesantren, dan modal simbolik berupa penghormatan masyarakat terhadap ulama. Ketiga modal tersebut dapat dikonversi menjadi kekuatan politik elektoral dalam kontestasi nasional.

Karena itu, tidak mengherankan jika menjelang Muktamar NU, dinamika politik internal PBNU selalu menarik perhatian elite nasional. Perebutan pengaruh di tubuh NU sering kali tidak hanya berkaitan dengan urusan organisasi, tetapi juga berkaitan dengan peta politik nasional jangka panjang menuju Pilpres 2029.

Meski demikian, jabatan di PBNU tentu bukan jaminan otomatis untuk menjadi Presiden atau Wakil Presiden. Politik nasional tetap ditentukan banyak faktor seperti koalisi partai, kekuatan modal, media, elektabilitas, serta momentum politik. Namun dalam realitas politik Indonesia, dukungan moral dan simbolik dari NU tetap menjadi faktor yang sangat strategis.

Dalam konteks Pilpres 2029, posisi Ketua Umum dan Rais Aam PBNU akan tetap menjadi magnet politik nasional. Sebab, NU masih menjadi salah satu poros utama dalam pembentukan legitimasi sosial-keagamaan di Indonesia. Siapa yang mampu menguasai panggung kepemimpinan NU, berpotensi memiliki jalan lebih terbuka menuju panggung kekuasaan nasional.

Tulisan ini menjadi relevan dibaca menjelang perhelatan Muktamar NU ke-35, ketika arah kepemimpinan PBNU tidak hanya menentukan masa depan organisasi, tetapi juga berpotensi memengaruhi konfigurasi politik nasional menuju 2029.

Yusuf Mars, Kandidat Doktor Sejarah Peradaban Islam UNUSIA, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Sunan Gresik (USG), dan Founder @PadasukaTV.

Tags: Jalur StrategisKetum PBNUMuktamar NU Ke-35Pilpres 2029Rais Aam
Share214Tweet134SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Kiai Imam Jazuli Ingatkan Respons terhadap Disrupsi, Gus Yahya Tekankan Kekuatan Ruhani Pesantren
Nasional

Kiai Imam Jazuli Ingatkan Respons terhadap Disrupsi, Gus Yahya Tekankan Kekuatan Ruhani Pesantren

by liputan9news
June 8, 2026
0

CIREBON | LIPUTAN9NEWS Di era ketika perubahan datang tanpa mengetuk pintu, pesantren tampaknya tidak cukup hanya bertahan. Pesantren dituntut untuk...

Read more
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan KH. Imam Jazuli, Lc., MA Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) Cirebon.

Kiai Imam Jazuli Soroti Ego Sektoral Menuju Harmoni Kolektif

June 7, 2026
KH. Imam Jazuli, Lc., MA Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) bersama Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf

Nahnu NU: Dari Ego Sektoral Menuju Harmoni Kolektif

June 7, 2026
Robikin Emhas, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama 2015-2021

Dari Rais Akbar ke Rais ’Aam: Relevansi Kepemimpinan Ulama NU di Era Modern

June 7, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2582
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Pesan Spiritual dan Estafet Pusaka Kabudhanan dari KH. Imam Jazuli untuk Gus Yahya

Pesan Spiritual dan Estafet Pusaka Kabudhanan dari KH. Imam Jazuli untuk Gus Yahya

June 10, 2026
Zakky Mubarok

Gundah dan Gelisah

June 10, 2026
Syafrudin Budiman SIP, Ketua Umum DPP Perhimpunan UKM Indonesia.

Pengaruh Perspektif dan Kepercayaan Terhadap Valuasi Investasi

June 10, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In