JAKARTA TIMUR | LIPUTAN9NEWS
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu menghadiri pengukuhan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031 di Pondok Pesantren Alhamid, Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (24/10/2026).
Pengurus PBNU yang dipimpin Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum Tanfidziyah KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) resmi dikukuhkan. Pengukuhan berlangsung sederhana dan khidmat, sekaligus menegaskan pentingnya kembali memperkuat tradisi pesantren sebagai akar perjuangan NU.
Rais Syuriah PCNU Kepulauan Seribu KH Mawardi dan Ketua Tanfidziyah Ust. Fahrullah bersama jajaran pengurus turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Bagi PCNU Kepulauan Seribu, momentum ini menjadi inspirasi dalam mempersiapkan pelantikan pengurus yang dijadwalkan berlangsung pada 7–8 November 2026 di Pulau Tidung.
Ust. Fahrullah mengatakan, kesederhanaan dan kekhidmatan pengukuhan PBNU dapat menjadi teladan bagi pelantikan pengurus di tingkat cabang. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar program NU memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Model pelantikan yang sederhana, tetapi penuh khidmat ini bisa menjadi acuan dan pedoman bagi kami. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana membangun kerja sama dan kolaborasi dengan berbagai stakeholder agar NU semakin hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sebab, NU lahir dari umat dan untuk umat,” ujar Fahrullah.
Ia berharap pelantikan PCNU Kepulauan Seribu mendatang tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi momentum konsolidasi kader, penguatan organisasi, dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Semangat kembali ke pesantren diharapkan menjadi landasan bagi pengurus NU untuk menjaga tradisi keilmuan, akhlak, dan pengabdian sekaligus memperluas kolaborasi demi kemaslahatan umat dan bangsa.
Khidmah bukan sekadar jabatan, melainkan amanah untuk melayani dan memberi manfaat bagi umat.
(Her/MSN)






















