• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atua Gus Lilur

Dua Agenda Perjuangan Gus Lilur: Bisnis Vietnam dan Desakan Usut Riswah Muktamar NU

October 27, 2026
KH Imam Jazuli: Dakwah NU Harus Masuk Ruang Digital, Pesantren Cetak SDM Unggul

KH Imam Jazuli: Dakwah NU Harus Masuk Ruang Digital, Pesantren Cetak SDM Unggul

October 27, 2026
Kunjungi Dapur MBG Ponpes Mojosari, Zulhas Apresiasi Standar Fasilitas

Kunjungi Dapur MBG Ponpes Mojosari, Zulhas Apresiasi Standar Fasilitas

October 27, 2026
PNIB Gelar Kirab Merah Putih di Bundaran HI, Dukung Polri Bersama Masyarakat

PNIB Gelar Kirab Merah Putih di Bundaran HI, Dukung Polri Bersama Masyarakat

October 27, 2026
Foto: Ilustrasi Hasan Yazid

Mengambil Ibrah (Pelajaran) dari Kematian Saudara Kita

October 27, 2026
Novel ini dengan jelas ingin menawarkan atau menyodorkan kepada kita ihwal peran rakyat jelata dalam perjuangan melawan kolonialisme Belanda-Jepang,

Membaca Novel Secangkir Kopi Terakhir Ayah

October 27, 2026
Benarkah Berdzikir untuk Menghadirkan Khodam?

Perspektif Wirid dan Warid dalam Menjaga ke-NUan

October 27, 2026
Kementan Dukung Pesantren Miftahul Ulum Kembangkan Pesantren Agroteknologi Terpadu

Kementan Dukung Pesantren Miftahul Ulum Kembangkan Pesantren Agroteknologi Terpadu

October 27, 2026
Rais Syuriyah PBNU Kiai Imam Jazuli Serukan Transformasi Pesantren dan Revolusi Dakwah Digital

Rais Syuriyah PBNU Kiai Imam Jazuli Serukan Transformasi Pesantren dan Revolusi Dakwah Digital

October 26, 2026
Peringati Hari Santri Nasional, BEM PTNU Se-Nusantara gaungkan gerakan 1 juta liter air bersih sebagai wujud pengabdian mahasiswa dan kepedulian terhadap masyarakat.

Dari Resolusi Jihad ke Aksi Nyata, BEM PTNU Salurkan 120 Ribu Liter Air Bersih

October 26, 2026
PNIB Kibarkan Merah Putih di Jakarta, Gaungkan Perang terhadap Intoleransi dan Korupsi

PNIB Kibarkan Merah Putih di Jakarta, Gaungkan Perang terhadap Intoleransi dan Korupsi

October 26, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Tuesday, October 27, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Dua Agenda Perjuangan Gus Lilur: Bisnis Vietnam dan Desakan Usut Riswah Muktamar NU

Warga NU dan kiai kampung, sekaligus penulis buku Prabowo untuk Indonesia Raya mengaku merintis kembali perdagangan batu bara dan kemitraan budi daya lobster di Vietnam. Sementara, di dalam negeri, ia mendesak KPK mengusut dugaan jual beli suara Muktamar ke-35 NU serta meminta Rais Aam PBNU mundur.

liputan9news by liputan9news
October 27, 2026
in Nasional
A A
0
HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atua Gus Lilur

HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atua Gus Lilur

518
SHARES
1.5k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS
HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur menjalankan dua agenda berbeda, membangun kembali jaringan perdagangan di Vietnam dan mendorong pengusutan dugaan praktik riswah atau jual beli suara dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).

Warga NU, kiai kampung, sekaligus penulis buku Prabowo untuk Indonesia Raya itu mengungkapkan, kunjungannya ke Hanoi dan Ho Chi Minh City membuka peluang perdagangan batu bara serta penjajakan kemitraan budi daya benih bening lobster (BBL).

Di sisi lain, ia menegaskan komitmennya mengawal laporan dugaan korupsi terkait Muktamar ke-35 NU yang telah disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 12 Oktober 2026. Sejumlah media juga memberitakan laporan tersebut.

“Saya tidak sedang menjalani dua hidup. Di dagang maupun di jam’iyyah, ukurannya satu, berani dibuka, berani diperiksa,” ujar Gus Lilur dalam keterangan, Selasa (27/10/2026).

BeritaTerkait:

KH Imam Jazuli: Dakwah NU Harus Masuk Ruang Digital, Pesantren Cetak SDM Unggul

Rais Aam PBNU Kiai Miftachul Akhyar: NU Harus Jadi Miniatur Islam yang Memuliakan Manusia

Gus Ipul Dukung KPK Usut Dugaan Politik Uang Muktamar NU

Bangkit Bergerak: Pergulatan Nahdlatul Ulama Jawa Barat, Banten, dan Jakarta (1926–1941)

Kontrak Batu Bara Masih Menunggu Penandatanganan

Gus Lilur menyatakan kunjungannya ke Vietnam merupakan tindak lanjut dari jaringan perdagangan yang pernah ia rintis pada 2015. Menurut keterangannya, pembicaraan terbaru mencakup tawaran pasokan batu bara dengan spesifikasi ICI 1 hingga ICI 5 dan skema penyerahan CIF Vietnam.

Ia menyebut volume yang dibicarakan mencapai 20 juta metrik ton, dengan penandatanganan kontrak direncanakan pada pekan berikutnya.

Namun, Gus Lilur menegaskan bahwa kesepakatan tersebut belum resmi karena kontrak belum ditandatangani. Realisasi volume pasokan juga masih bergantung pada kesepakatan harga, jadwal pengiriman, perizinan, dan pemenuhan kewajiban para pihak.

“Kontrak belum diteken. Kapal belum berlayar. Saya tidak mau dipuji karena sesuatu yang belum terjadi. Nanti saja, kalau barangnya sudah jalan,” terang pengusaha nahdliyin asal Situbondo itu.

Ia mengaku pernah merintis jalur perdagangan batu bara ke Vietnam pada 2015, tetapi upaya tersebut terhenti ketika dirinya menjalani pidana penjara dalam perkara yang menurut versinya berkaitan dengan pesan singkat dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Orang mengira penjara itu akhir. Buat saya itu jeda,” tegasnya.

Pernyataan tersebut merupakan penuturan Gus Lilur mengenai pengalaman pribadinya.

Benih Lobster: Lawan Mafia, Bangun Kemitraan

Selain batu bara, Gus Lilur menyebut pengembangan jaringan budi daya benih bening lobster sebagai agenda bisnis keduanya di Vietnam.

Ia menegaskan dukungannya terhadap penghentian ekspor BBL dalam skema yang dinilainya merugikan nelayan dan industri budi daya nasional. Menurutnya, persoalan utama yang harus diberantas adalah penyelundupan dan praktik perdagangan ilegal.

“Dulu ekspor BBL dikuasai mafia. Wajar kalau Presiden menghentikannya, dan saya termasuk yang mengapresiasi,” unngkap Founder dan Owner Balad Grup.

“Yang saya lawan bukan kebijakannya. Yang saya lawan mafianya. Dua hal itu sering sengaja dicampur orang.” imbuhnya.

Selanjutnya, Gus Lilur menilai Indonesia perlu memperkuat kemampuan budi daya agar nilai tambah komoditas lobster dapat dinikmati nelayan dan pelaku usaha di dalam negeri.

“Lobster itu harus gemuk di Indonesia, bukan di tempat orang,” jelasnya.

Pada 12 Oktober 2026, pemerintah memang meluncurkan Satuan Tugas Pemberantasan Pengeluaran Benih Bening Lobster (Satgas P2BBL) berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 69 Tahun 2026. Pemerintah menyatakan satgas tersebut bertujuan memperkuat pencegahan dan pemberantasan penyelundupan BBL sekaligus mendorong pengembangan industri budi daya lobster nasional.

Gus Lilur mengaku ingin menjajaki kemitraan budi daya dan alih pengetahuan dengan pihak Vietnam dalam kerangka yang sah. Ia memperkirakan kerangka hukum yang memungkinkan kerja sama tersebut dapat berkembang dalam waktu sekitar enam bulan.

“Itu bacaan saya, bukan pengumuman pemerintah. Saya siap keliru. Tapi saya lebih tidak siap kalau kerangka itu jadi, lalu kita tidak punya siapa-siapa di sana karena sibuk menunggu,” katanya.

Perkiraan tersebut merupakan pandangan pribadi Gus Lilur, bukan kepastian mengenai perubahan kebijakan pemerintah.

Gus Lilur Desak KPK Usut Dugaan Riswah Muktamar NU

Selain itu, di tengah agenda bisnisnya, Gus Lilur tetap menyoroti dugaan praktik riswah dalam Muktamar ke-35 NU yang berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Ia menyampaikan laporan dugaan tindak pidana korupsi kepada KPK pada 12 Oktober 2026. Menurut Gus Lilur, laporan tahap awal itu memaparkan dugaan alur transaksi yang disebut berlangsung melalui beberapa tahapan, mulai dari sejumlah ibu kota provinsi, Surabaya, hingga Jombang.

Gus Lilur juga mengaku berupaya mengoordinasikan pengembalian uang yang diduga berkaitan dengan praktik riswah oleh sejumlah pengurus cabang NU kepada penyidik KPK.

“Ibarat film, ini baru tayangan pembuka,” urai pria yang mentasbih dirinya sebagai Cicit Ken Arok.

Ia meminta dugaan tersebut ditelusuri secara menyeluruh, termasuk asal-usul dana, alur transaksi, pihak yang menyerahkan maupun menerima uang, serta kemungkinan kaitannya dengan proses pemilihan kepemimpinan NU.

Seluruh dugaan tersebut perlu diuji melalui penyelidikan dan pembuktian oleh aparat penegak hukum. Karena, Laporan pengaduan tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa tindak pidana telah terjadi atau pihak tertentu bersalah.

Minta Rais Aam PBNU Mundur

Selain mendesak pengusutan dugaan riswah, Gus Lilur kembali menyerukan agar KH Miftachul Akhyar mengundurkan diri dari jabatan Rais Aam PBNU.

Ia berpendapat, posisi Rais Aam bukan sekadar jabatan organisatoris, melainkan memiliki tanggung jawab keilmuan dan moral dalam kehidupan jam’iyyah Nahdlatul Ulama.

“Kursi yang ditinggalkan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari, Kiai Wahab Chasbullah, dan Kiai Bisri Syansuri itu kursi keulamaan, bukan kursi kepanitiaan,” tegasnya.

Gus Lilur menyebut ada dua hal yang menurutnya perlu mendapat perhatian: dugaan persoalan dalam proses memperoleh jabatan pada Muktamar ke-35 NU dan kapasitas keilmuan yang ditampilkan oleh pemegang jabatan tersebut.

Ia merujuk pada pembacaan ayat yang pernah dikritiknya dan menilai terdapat empat kekeliruan dalam satu potongan ayat. Penilaian tersebut merupakan kritik Gus Lilur yang memerlukan penelaahan berdasarkan konteks, teks, dan penjelasan keilmuan yang relevan.

“Jabatan keulamaan menuntut satu hal yang tidak bisa diwakilkan kepada juru bicara: berada di atas keraguan,” katanya.

Ia menambahkan, “Saya mengajak diuji, bukan mengajak bertengkar.”

Seruan pengunduran diri tersebut merupakan sikap pribadi Gus Lilur. Penilaian mengenai kapasitas keilmuan maupun legitimasi jabatan Rais Aam perlu dibedakan dari fakta yang telah terverifikasi.

Transparansi Menjadi Pesan Utama

Kemudian, Gus Lilur menegaskan hanya menjalankan dua agenda usaha di Vietnam, yakni perdagangan batu bara dan penjajakan kemitraan budi daya benih bening lobster.

“Saya sebutkan terbuka supaya tidak ada yang berkarang-karang. Dua. Tidak ada yang ketiga,” katanya.

Ia juga menilai aktivitas perdagangan antarnegara tidak bertentangan dengan identitasnya sebagai warga Nahdlatul Ulama selama dijalankan sesuai aturan dan prinsip yang benar.

“Perdagangan antarbangsa itu urusan muamalah, bukan akidah. Para pendahulu kita berdagang sampai ke mana-mana tanpa kehilangan iman. Yang merusak itu bukan berdagang dengan siapa, melainkan berdagang dengan cara apa,” ucapnya.

Bagi Gus Lilur, agenda bisnis dan kritik terhadap persoalan organisasi sama-sama menuntut keterbukaan serta pertanggungjawaban. Ia berharap perdagangan yang dirintisnya dapat terealisasi, sementara dugaan riswah Muktamar ke-35 NU mendapat penanganan hukum yang transparan.

Dua agenda itu kini berjalan beriringan: membangun peluang ekonomi di luar negeri dan mendorong akuntabilitas di lingkungan organisasi yang menjadi bagian dari kehidupannya sebagai warga NU dan kiai kampung.

(Abd/MSN)

Tags: BBLGus LilurLobsterNahdlatul UlamaNURais Aam PBNUTambang Batu BaraVietnam
Share207Tweet130SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

KH Imam Jazuli: Dakwah NU Harus Masuk Ruang Digital, Pesantren Cetak SDM Unggul
Nasional

KH Imam Jazuli: Dakwah NU Harus Masuk Ruang Digital, Pesantren Cetak SDM Unggul

by liputan9news
October 27, 2026
0

KH Imam Jazuli: Dakwah NU Harus Masuk Ruang Digital, Pesantren Cetak SDM Unggul

Read more
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar

Rais Aam PBNU Kiai Miftachul Akhyar: NU Harus Jadi Miniatur Islam yang Memuliakan Manusia

October 24, 2026
GUs Ipul

Gus Ipul Dukung KPK Usut Dugaan Politik Uang Muktamar NU

October 23, 2026
Amsar A. Dulmanan, NU dan Politik Transaksional: Telaah Kritis atas Relasi Ulama dan Negara

Bangkit Bergerak: Pergulatan Nahdlatul Ulama Jawa Barat, Banten, dan Jakarta (1926–1941)

October 22, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2632
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

760
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
KH Imam Jazuli: Dakwah NU Harus Masuk Ruang Digital, Pesantren Cetak SDM Unggul

KH Imam Jazuli: Dakwah NU Harus Masuk Ruang Digital, Pesantren Cetak SDM Unggul

October 27, 2026
Kunjungi Dapur MBG Ponpes Mojosari, Zulhas Apresiasi Standar Fasilitas

Kunjungi Dapur MBG Ponpes Mojosari, Zulhas Apresiasi Standar Fasilitas

October 27, 2026
PNIB Gelar Kirab Merah Putih di Bundaran HI, Dukung Polri Bersama Masyarakat

PNIB Gelar Kirab Merah Putih di Bundaran HI, Dukung Polri Bersama Masyarakat

October 27, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In