• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Imam Jazuli

Najmuddin Kubro: Dakwah Islam dan Perlawanan terhadap Kolonial Mongol

November 24, 2023
KH. Muzaki Kholish Wakil Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta

KH. Muzaki Kholish Sebut Pernyataan Kiai Said Cerminkan Kedewasaan dan Adab Kepemimpinan NU

May 18, 2026
KH Said Aqil siroj

KH Said Aqil Siroj Konfirmasi Tidak akan Maju pada Perhelatan Muktamar NU ke-35

May 18, 2026
Konferensi pers Sidang Isbat penetapan awal Zulhijjah 1447 H yang digelar di Kantor Kemenag Jl. MH. Thamrin Jakarta, Ahad (17/05/2026).

Gelar Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026

May 18, 2026
Muhammad Ikhsanurrizqi, Ketua BEM PTNU Se-Nusantara.

Ketua BEM PTNU Sentil Pernyataan Presiden soal Rupiah: Rakyat Kecil Tetap Jadi Korban

May 18, 2026
Kongkalikong Tender Gedung BTN Sulampua? Logis 08 Desak BTN dan Danantara Buka-bukaan

Logis 08 Soroti Danantara, Proyek Perkampungan Haji di Mekkah Belum Tunjukkan Progres Nyata

May 16, 2026
Fatayat NU dan Ratusan Jamaah Semarakkan Cahaya Hati Indonesia di Masjid Al-Hijrah Bekasi Utara

Fatayat NU dan Ratusan Jamaah Semarakkan Cahaya Hati Indonesia di Masjid Al-Hijrah Bekasi Utara

May 16, 2026
DPD PPNI Kabupaten Bekasi Sukses Jadi Tuan Rumah International Nurses Day 2026 Tingkat Jabar

DPD PPNI Kabupaten Bekasi Sukses Jadi Tuan Rumah International Nurses Day 2026 Tingkat Jabar

May 16, 2026
KH. Cholil Nafis, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah

Jamaah Haji 2026 Diizinkan Kemenhaj Bayar Dam di Tanah Air, Inilah Respon Kiai Cholil Nafis

May 16, 2026
SDIT Atssurayya Luncurkan Kelas Talenta dan Tahfidz untuk Jawab Tantangan Pendidikan Modern

SDIT Atssurayya Luncurkan Kelas Talenta dan Tahfidz untuk Jawab Tantangan Pendidikan Modern

May 16, 2026
Gus Rosikh : KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid, Gus Yusuf Chudlori dan Gus Miftah, Kyai Muda NU Progresif Visioner Yang Ahli Tirakat

Gus Rosikh: KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid, Gus Yusuf Chudlori dan Gus Miftah, Kyai Muda NU Progresif Visioner Yang Ahli Tirakat

May 15, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Tuesday, May 19, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Dunia Islam Tasawuf

Najmuddin Kubro: Dakwah Islam dan Perlawanan terhadap Kolonial Mongol

Oleh: KH. Imam Jazuli, Lc. MA

liputan9news by liputan9news
November 24, 2023
in Tasawuf
A A
2
Imam Jazuli

KH. Imam Jazuli, Lc. MA. Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015./Foto: Imanjazuli.com

512
SHARES
1.5k
VIEWS

LIPUTAN9.ID – Tidak saja di Baghdad dan Persia, Sufi besar juga lahir di tanah Uzbekistan, salah satu desa di Khawarizmi, yaitu Ahmad bin Umar bin Muhammad al-Khawafi atau dikenal dengan sebutan Najmuddin Kubro. Ia lahir pada tahun 540 H./1145 M. ia wafat pada 618 H./12 Juli 1221 M., saat Mongol menyerang Khawarizmi.

Najmuddin Kubra ini adalah seorang sufi bermadzhan Syafi’I dan Ima Ahlussunnah wal Jamaah. Imam adz-Dzahabi dalam kitabnya Siyar A’lam an-Nubala’ menceritakan perjumpaan dan dialog antara Najmuddin Kubro dan Fakhruddin ar-Razi. Keduanya membahas arti ma’rifat dan tauhid. Ar-Razi bertanya: “apa arti ilmu ma’rifat?” Najmuddin menjawab: “ma’rifat adalah segala yang datang ke dalam jiwa, dan jiwa tak kuasa menolaknya.”

Ar-Razi melanjutkan pertanyaannya: “bagaimana bisa mendapatkannya?” Najmuddin menjawab: “dengan cara meninggalkan segala kepemimpinan dan apapun yang engkau miliki sekarang.” Ar-Razi berkomentar: “inilah yang tidak aku kuasa melakukannya.” Sejak saat itu, Ar-Razi berteman dengan Najmuddin, belajar padanya, serta ikut berperilaku zuhud (Adz-Dzahabi, Siyar A’lam Nubala’, Muassasah ar-Risalah, 1982: 22/212).

BeritaTerkait:

Gus Rosikh: KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid, Gus Yusuf Chudlori dan Gus Miftah, Kyai Muda NU Progresif Visioner Yang Ahli Tirakat

Sinyal Kuat Regenerasi PBNU: Gus Yusuf, KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid dan Gus Miftah ‘Satu Shaf’ di PMKNU Cirebon

Lirboyo, dari “Sarang Penyamun” Menjelma Benteng Nusantara

Jatman Kota Bekasi Gelar Halal Bihalal: Perkuat Konsolidasi Organisasi dan Esensi Spiritual Thariqah

Imam Adz-Dzahabi melanjutkan penjelasannya, bahwa pada bulan Rabi’ul Awal tahun 618 Hijriah, suku Tartar (Mongol) menyerbu Khawarizmi. Syeikh Najmuddin Kubro turun tangan bergabung dengan penduduk Khawarizmi dalam mempertahankan kota mereka. Sayangnya, ia gugur sebagai mujahid yang membela tanah air dari serbuan Tartar. Saat itu, usianya sudah mencapai 80 tahun (Adz-Dzahabi, 1982: 22/213).

Najmuddin Kubro berusaha menyelamatkan para murid dan sahabatnya ketika Mongol mulai mendekati Khawarizmi. Katanya, “pulanglah kalian ke negeri kalian masing-masing, sebab api telah berkobar dari timur ke barat. Ini adalah fitnah terbesar yang tidak pernah menimpa umat muslim.” Tidak saja itu, Najmuddin memerintahkan para muridnya untuk berdoa dengan keras untuk kekalahan bangsa Mongol.

Namun, setelah berdoa, ia pun berpesan pada murid-muridnya: “ini adalah fitnah besar di mana doa tidak lagi berguna.” Dan ketika menyuruh muridnya untuk pulang dan menyebar ke berbagai negeri, ia berpesan “tetapi, aku akan tetap di sini untuk berperang.” Setelah selesai berpesan, Syeikh Namjuddin Kubro berseru: “ayo sholat berjamaah!” Selesai sholat dan berdoa mereka segera bersiap untuk perang.

Dalam usianya yang ke-80 tahun, Najmuddin masih berjiwa muda. Ia mendeklarasikan perang fi sabilillah melawan Mongol, dan mengajak seluruh umat muslim terjun ke dalam perang membunuh Bangsa Tatar ini. Pada saat yang sama, Najmuddin memerintahkan para muridnya untuk menyebar ke wilayah-wilayah Mongol, sambil lalu mendakwahkan Islam secara diam-diam di tengah bangsa Mongol (Ahmad Fathi Sulaiman, Al-Maskut ‘anhu fi Al-Tarikh al-Islami, 2018).

Syeikh Najmuddin Kubro pun akhirnya gugur dalam melawan tentara Mongol. Namun, salah satu muridnya yang pulang ke negerinya sendiri, Saifuddin Abul Ma’ali Sa’id bin Al-Muthahhar al-Bakhirizi, tetap menjalankan strategi politik gurunya. Saifuddin Abul Ma’ali pergi ke daerah Transoxiana. Di jaman modern, Transoxiana sebagian besar adalah wilayah Uzbekistan, sisanya masuk wilayah Kazakhstan, Tajikistan, dan Turkmenistan.

Di Transoxiana ini, Saifuddin Abul Ma’ali memilih tinggal di Bukhara dan menyusun kekuatan untuk melawan Mongol. Perkembangan gerakan Saifuddin Abul Ma’ali ini akhirnya bocor ke telinga salah satu jenderal Mongo bernama Bayaku, sehingga memerintahkannya untuk ditangkap. Namun, Setelah informasi penagkapan didengar sang Syeikh, ia berkata: “setelah kehinaan ini, aku melihat ada kemuliaan.”

Pada akhirnya, Bayaku mati sebelum Syeikh Saifuddin Abul Ma’ali tiba. Sejak itulah, pasukan Mongol menganggap Syeikh Abul Ma’ali adalah kekuatan rohani sehingga diperintahkan untuk dibebaskan (Sasapost.com, 8 Mei 2022). Selain itu, Saifuddin Abul Ma’ali ini behasil mengislamkan cucuk Jengish Khan yang bernama Barakah Khan (Ahmad Fathi Sulaiman, Al-Maskut ‘anhu fi Al-Tarikh al-Islami, 2018).

Sampai di sini kita menjadi tahu, Najmuddin Kubro tidak saja berhasil menampilkan dirinya sebagai pejuang Islam membela tanah air dan melawan kolonial Mongol, tetapi ia juga berhasil melahirkan kader yang satu visi dengannya, Saifuddin Abul Ma’ali. Najmuddin Kubro sudah tahu lebih dulu bahwa kekuatan Mongol adalah fitnah besar yang tidak bisa dibendung. Karenanya, ia memilih tetap berjuang sendiri namun menyuruh murid-muridnya untuk menyebar dan terus berdakwah.

Setelah wafatnya Najmuddin Kubro, kekhalifahannya diwarisi oleh Najmuddin Ar-Razi, dari Ray, Iran (wafat 1256). Najmuddin Ar-Razi ini pergi ke kota Konya dalam rangka melarikan diri dari pengejaran pasukan Mongol. Di kota Konya Turki, Najmuddin Razi masuk ke dalam perlindungan Sultan Saljuk ‘Alauddin Kaykubat dan di lain waktu hadir ke majlis pengajian Jalaluddin Rumi (Jihan Okoyuju, Maulana Jalaluddin ar-Rumi, Burujbooks, 2014: 51).

Karena itulah, Jalaluddin Rumi sendiri mengembangkan sufisme sastrawi-nya dengan jalan pemikiran mazhab Najmuddin Kubro. Walaupun sebagian pendapat mengatakan, Jalaluddin Rumi mengembangkan pemikiran sufistiknya sejalan dengan mazhab Ahmad al-Ghazali (w. 520 H./1125 M.).

Namun, hubungan Jalaluddin Rumi dan Najmuddin ar-Razi sebagaih Khalifah dari Najmuddin Kubro tidak dapat dipungkiri, adanya saling keterpengaruhan antara tarekat Mawlawiah Rumi dan tarekat Kubrowiah Najmuddin Kubro (Mai Hawas, al-Mi’mar Nash Ruhani: Ta’tsir Syi’r Jalaluddin Ar-Rumi ‘ala al-Mi’mar al-Islami, The Anglo Egyptian Bookshop, 2021: 134.).

Untuk itulah, Kubrowiah tidak saja mengajarkan kewajiban jihad melawan penjajah kolonial, tetapi juga mengembangkan ajaran cinta kasih sesama manusia dan pluralisme. Najmuddin Kubro mengatakan, “tidaklah mungkin manusia berhubungan dengan Allah tetapi terbatas pada dirinya sendiri. Jalan menuju Allah sebanyak jumlah nafas manusia di muka bumi. Setiap orang punya tarekatnya masing-masing. Tidaklah benar orang bertarekat dengan menghindari orang lain, lalu mengira bahwa hanya dirinya saja yang benar dan pihak lain salah,” (Yusuf Zaidan, Syujun Turatsiah, Kiyan li an-Nasyr, 2021: 168).

Artikel ini tayang juga di Disway.id dengan judul yang sama Najmuddin Kubro: Dakwah Islam dan Perlawanan terhadap Kolonial Mongol, pada hari Jum’at, 23 September 2022.

KH. Imam Jazuli, Lc. MA, Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.
Tags: DakwahImam JazuliNajmuddin KubroSufiTasawuf
Share205Tweet128SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Gus Rosikh : KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid, Gus Yusuf Chudlori dan Gus Miftah, Kyai Muda NU Progresif Visioner Yang Ahli Tirakat
Nasional

Gus Rosikh: KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid, Gus Yusuf Chudlori dan Gus Miftah, Kyai Muda NU Progresif Visioner Yang Ahli Tirakat

by liputan9news
May 15, 2026
0

CIREBON | LIPUTAN9NEWS Acara Kaderisasi Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU) Yang digelar di Hotel Aston Cirebon 13-17 Mei 2026...

Read more
Sinyal Kuat Regenerasi PBNU: Gus Yusuf, KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid dan Gus Miftah ‘Satu Shaf’ di PMKNU Cirebon

Sinyal Kuat Regenerasi PBNU: Gus Yusuf, KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid dan Gus Miftah ‘Satu Shaf’ di PMKNU Cirebon

May 14, 2026
Foto: Pintu gerbang Ponpes Lirboyo

Lirboyo, dari “Sarang Penyamun” Menjelma Benteng Nusantara

May 11, 2026
Jatman Kota Bekasi Gelar Halal Bihalal: Perkuat Konsolidasi Organisasi dan Esensi Spiritual Thariqah

Jatman Kota Bekasi Gelar Halal Bihalal: Perkuat Konsolidasi Organisasi dan Esensi Spiritual Thariqah

April 25, 2026
Load More

Comments 2

  1. Pingback: Tingkat-tingkat Kewalian - Liputan 9
  2. finessa says:
    3 months ago

    **finessa**

    Finessa is a natural supplement made to support healthy digestion, improve metabolism, and help you achieve a flatter belly.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2561
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
KH. Muzaki Kholish Wakil Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta

KH. Muzaki Kholish Sebut Pernyataan Kiai Said Cerminkan Kedewasaan dan Adab Kepemimpinan NU

May 18, 2026
KH Said Aqil siroj

KH Said Aqil Siroj Konfirmasi Tidak akan Maju pada Perhelatan Muktamar NU ke-35

May 18, 2026
Konferensi pers Sidang Isbat penetapan awal Zulhijjah 1447 H yang digelar di Kantor Kemenag Jl. MH. Thamrin Jakarta, Ahad (17/05/2026).

Gelar Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026

May 18, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In