• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Imam Jazuli

Mukasyafah, Musyahadah, dan Tajalli

January 9, 2024
KH. Muzaki Kholish Wakil Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta

KH. Muzaki Kholish Sebut Pernyataan Kiai Said Cerminkan Kedewasaan dan Adab Kepemimpinan NU

May 18, 2026
KH Said Aqil siroj

KH Said Aqil Siroj Konfirmasi Tidak akan Maju pada Perhelatan Muktamar NU ke-35

May 18, 2026
Konferensi pers Sidang Isbat penetapan awal Zulhijjah 1447 H yang digelar di Kantor Kemenag Jl. MH. Thamrin Jakarta, Ahad (17/05/2026).

Gelar Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026

May 18, 2026
Muhammad Ikhsanurrizqi, Ketua BEM PTNU Se-Nusantara.

Ketua BEM PTNU Sentil Pernyataan Presiden soal Rupiah: Rakyat Kecil Tetap Jadi Korban

May 18, 2026
Kongkalikong Tender Gedung BTN Sulampua? Logis 08 Desak BTN dan Danantara Buka-bukaan

Logis 08 Soroti Danantara, Proyek Perkampungan Haji di Mekkah Belum Tunjukkan Progres Nyata

May 16, 2026
Fatayat NU dan Ratusan Jamaah Semarakkan Cahaya Hati Indonesia di Masjid Al-Hijrah Bekasi Utara

Fatayat NU dan Ratusan Jamaah Semarakkan Cahaya Hati Indonesia di Masjid Al-Hijrah Bekasi Utara

May 16, 2026
DPD PPNI Kabupaten Bekasi Sukses Jadi Tuan Rumah International Nurses Day 2026 Tingkat Jabar

DPD PPNI Kabupaten Bekasi Sukses Jadi Tuan Rumah International Nurses Day 2026 Tingkat Jabar

May 16, 2026
KH. Cholil Nafis, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah

Jamaah Haji 2026 Diizinkan Kemenhaj Bayar Dam di Tanah Air, Inilah Respon Kiai Cholil Nafis

May 16, 2026
SDIT Atssurayya Luncurkan Kelas Talenta dan Tahfidz untuk Jawab Tantangan Pendidikan Modern

SDIT Atssurayya Luncurkan Kelas Talenta dan Tahfidz untuk Jawab Tantangan Pendidikan Modern

May 16, 2026
Gus Rosikh : KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid, Gus Yusuf Chudlori dan Gus Miftah, Kyai Muda NU Progresif Visioner Yang Ahli Tirakat

Gus Rosikh: KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid, Gus Yusuf Chudlori dan Gus Miftah, Kyai Muda NU Progresif Visioner Yang Ahli Tirakat

May 15, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Tuesday, May 19, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Dunia Islam Tasawuf

Mukasyafah, Musyahadah, dan Tajalli

Oleh: KH. Imam Jazuli, Lc. MA

liputan9news by liputan9news
January 9, 2024
in Tasawuf
A A
2
Imam Jazuli

KH. Imam Jazuli, Lc. MA. Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015./Foto: Imanjazuli.com

512
SHARES
1.5k
VIEWS

LIPUTAN9.ID – Seorang Sufi yang menekuni Suluk pada giliranya akan sampai pada kondisi Ahwal, setelah memenuhi tahan-tahap maqomat sebelumnya. Di antara Ahwal dalam sufisme itu antara lain: mukasyafah, musyhadah, dan tajalli. mukasyafah berarti tersingkapnya tabir penghalang antara manusia dan Tuhan, sehingga keduanya bisa saling bertatap muka atau musyahadah. Dalam kondisi musyahadah itulah, Allah ber-tajalli atau menampakkan diri-Nya di hadapan makhluk-Nya.

Makna istilah-istilah sufistik seperti mukasyafah, musyahadah, dan tajalli memiliki makna yang berbeda tipis. Mukasyafah ini adalah satu dimensi antara muhadharah dan musyahadah. Muhadharah dulu terjadi, baru setelah itu mukasyafah, dan selanjutnya musyahadah. Muhadharah adalah kesadaran dan kehadiran hati. Muhadharah ini kadang terjadi setelah seseorang banyak menguasai bukti-bukti dan dalil argumentasi.

Setelah mengalami mudharah, seseorang akan mengalami mukasyafah, yaitu kehadiran hati dengan segala kejelasan yang diperolehnya, sehingga hati tidak perlu lagi berpikir dan merenungi dalil-dalil. Pada saat itulah, hati memperoleh kejelasan yang begitu terang-benderang. Setelah mukasyafah ini, seseorang akan mengalami musyahadah. Yaitu, kehadiran Tuhan. Menurut Imam Junaid al-Baghdadi, musyahadah adalah kehadiran wujud Tuhan dengan hilangnya wujudmu sendiri.

BeritaTerkait:

Gus Rosikh: KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid, Gus Yusuf Chudlori dan Gus Miftah, Kyai Muda NU Progresif Visioner Yang Ahli Tirakat

Sinyal Kuat Regenerasi PBNU: Gus Yusuf, KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid dan Gus Miftah ‘Satu Shaf’ di PMKNU Cirebon

Lirboyo, dari “Sarang Penyamun” Menjelma Benteng Nusantara

Jatman Kota Bekasi Gelar Halal Bihalal: Perkuat Konsolidasi Organisasi dan Esensi Spiritual Thariqah

Dengan begitu, orang yang mengalami muhadharah, ia akan terus-menerus terikat dengan ayat-ayat al-Quran. Orang yang mengalami mukasyafah, ia terikat dengan hamparan sifat-sifat Tuhan. Sedangkan orang yang mengalami musyahadah, ia sendiri menjadi wadah bagi manifestasi dzat Tuhan. Umar bin Utsman al-Makki mengatakan, musyahadah ini adalah datangnya pancaran cahaya tajalli secara bertubi-tubi ke dalam hati seseorang, tanpa terhalang oleh tabir apapun atau terputus sekejap pun (Imam al-Ghazali, al-Munqidz min al-Dhalal wa al-Muwasshil ila Dzi al-Izzah wa al-Jalal, Jam’iah al-Buhuts fi al-Qiyam wa al-Falsafah, Washington, USA, 1999: 260).

Dengan begitu, mukasyafah adalah kondisi awal seseorang terhubung dengan dimensi spiritual. Ketika ia memasuki kondisi mukasyafah, maka saat itu ia bisa masuk ke dimensi atau tahapan berikutnya, yaitu musyahadah atau memandang langsung kepada Tuhan. Sedangkan Tuhan yang menampakkan diri-Nya kepada makhluk disebut Tajalli.

Mukasyafah itu sendiri terbagi menjadi tiga macam: pertama, mukasyafah melalui ilmu pengetahuan. Seseorang dianggap mengalami mukasyafah dengan ilmu apabila pemahaman, perenungan, dan pendapatnya dapat meraih kebenaran. Kebenaran sainsitifk disebut mukaysafah bi al-‘ilm.

Kedua, mukasyafah dengan Ahwal. Apabila seseorang mampu melihat adanya peningkatan Hal yang dialaminya, sehingga ia merasa ahwal-nya jauh lebih banyak dan lebih baik dari sebelumnya, maka itu disebut mukasyafah bi al-hal.

Ketiga, mukasyafah dengan perolehan. Seseorang yang mendapatkan anugerah berupa makna-makna melalui isyarat-isyarat yang didengarnya selama mengalami mukasyafah, maka itu disebut mukasyafah bi al-wajdi (Muhammad bin Abdul Qadir Kailani, Abwab at-Tasawuf, Dar al-Kutub al-Ilmiah Beirut, 2010: 267).

Dengan kata lain, jenis-jenis mukasyafat di atas dibedakan berdasarkan objeknya. Mukasyafah tentang objek sainstifik disebut mukasyafah bil ilmi. Mukasyafah karena perkembangna ahwal spiritual, maka disebut mukasyafah bil hal. Sedangkan mukasyafah karena mendapatkan perolehan kebenaran isyarat maka disebut mukasyafah bil wajdi. Jadi, mukasyafah ini terjadi lebih dulu dari pada musyahadah.Namun begitu, ada pandangan berbeda dari Asy-Sya’rani tentang keutamaan mukasyafah dan musyahadah.

Abdul Wahhab bin Ahmad asy-Sya’rani mengatakan; mukasyafah itu terkait dengan makna-makna, sedangkan musyahadah berkaitan dengan dzat-dzat. Musyahadah itu untuk mendapatkan sesuatu yang diberi nama, sedangkan mukasyafah hanya untuk nama-nama saja. Karena itulah, mukasyafah menurut kami jauh lebih utama dari pada musyadahah, kecuali musyahadah-nya adalah musyadah Dzat, maka tentu itu musyahadah jauh lebih utama dari mukasyafah (Abdul Wahhab bin Ahmad asy-Sya’rani, Lawaqih al-Anwar al-Qudsiah al-Muntaqat min al-Futuhan al-Makkiah li Muhyiddin Ibni Arabi, Dar al-Kutub al-Ilmiah Beirut, 2015: 2/198).

Di sini, Asy-Sya’rani lebih berhati-hati untuk mengatakan kemungkinan musyahadah terhadap dzat Allah. Seandainya pandangan para sufi itu benar, tentang kemungkinan musyahadah dzat Allah, maka menurut asy-Sya’rani itu adalah musyahadah yang jauh lebih baik dari mukasyafah. Karena mukasyafah berurusan untuk menyingkap hal-hal yang kasar, dan musyahadah menyingkap hal-hal yang lebih halus. Dzat Allah adalah hal paling halus, karenanya musyahadah dzat Allah jauh lebih utama dari mukasyafah.

Dalam kondisi seseorang sedang musyahadah, setelah sebelumnya menglmani mukasyafah, maka saat ituah Allah bertajalli. Tajalli adalah munculnya Dzat Allah dan sifat-sifat ilahiah. Jadi, tidak mungkin ada musyahadah tanpa terjadi tajalli (Muhammad Ali at-Tahanawi, Mawsu’ah Kasysyaf Isthilahat al-Funun wa al-Ulum, Maktabah Lubnan Nasyirun, 1996: 1/385). Dengan kata lain, ketika seseorang masuk ke dalam kondisi musyahadah, maka sasat itu Allah ber-tajalli.

Tajalli Allah tidak harus berupa tajalli dzat, bisa juga tajalli asma’ ilahiah. Tajalli Dzat ini merangkum seluruh bentuk tajalli. Karenanya, Allah bisa ber-tajalli dengan cara lain selain tajalli dzat. Tetapi, ketika tajalli dzat ini terjadi, maka tajalli yang lain akan tertutupi. Seperti saat matahari di langit muncul, maka cahaya bintang-bintang tertutupi. Walaupun bintang itu ada tetapi cahayanya tertutupi cahaya matahari (Muhammad Ali At-Tahanawi, 1996: 1238).

Dari berbagai penjelasan para ulama di atas, sikap kita adalah harus mengalaminya sendiri. Tugas kita adalah mengupayakan maqomat semaksimal mungkin, dengan harapan Allah swt menganugerahkan Ahwal kepada kita. Dengan begitu, kita bisa memastikan sendiri apa yang akan ber-tajalli kepada kita dalam kondisi Ahwal Muhadharah, Mukasyafah, dan Musyahadah tersebut; apakah tajalli sifat ilahiah yang kita alami, ataukah tajalli dzatiah yang kita alami. Sebab, anugerah Allah pada setiap makhluk-Nya tidak saja. Dan pengalaman satu orang tidak dapat menghakimi pengalaman orang lain yang berbeda.

Artikel ini tayang juga di Disway.id dengan judul yang sama Mukasyafah, Musyahadah, dan Tajalli pada hari Minggu, 27 Nopember 2022.

KH. Imam Jazuli, Lc. MA, Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.
Tags: Imam JazuliMuskasyafahMusyahadahTajalliTasawuf
Share205Tweet128SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Gus Rosikh : KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid, Gus Yusuf Chudlori dan Gus Miftah, Kyai Muda NU Progresif Visioner Yang Ahli Tirakat
Nasional

Gus Rosikh: KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid, Gus Yusuf Chudlori dan Gus Miftah, Kyai Muda NU Progresif Visioner Yang Ahli Tirakat

by liputan9news
May 15, 2026
0

CIREBON | LIPUTAN9NEWS Acara Kaderisasi Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU) Yang digelar di Hotel Aston Cirebon 13-17 Mei 2026...

Read more
Sinyal Kuat Regenerasi PBNU: Gus Yusuf, KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid dan Gus Miftah ‘Satu Shaf’ di PMKNU Cirebon

Sinyal Kuat Regenerasi PBNU: Gus Yusuf, KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid dan Gus Miftah ‘Satu Shaf’ di PMKNU Cirebon

May 14, 2026
Foto: Pintu gerbang Ponpes Lirboyo

Lirboyo, dari “Sarang Penyamun” Menjelma Benteng Nusantara

May 11, 2026
Jatman Kota Bekasi Gelar Halal Bihalal: Perkuat Konsolidasi Organisasi dan Esensi Spiritual Thariqah

Jatman Kota Bekasi Gelar Halal Bihalal: Perkuat Konsolidasi Organisasi dan Esensi Spiritual Thariqah

April 25, 2026
Load More

Comments 2

  1. balmorex pro says:
    4 months ago

    **balmorex pro**

    balmorex is an exceptional solution for individuals who suffer from chronic joint pain and muscle aches.

    Reply
  2. finessa says:
    3 months ago

    **finessa**

    Finessa is a natural supplement made to support healthy digestion, improve metabolism, and help you achieve a flatter belly.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2561
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
KH. Muzaki Kholish Wakil Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta

KH. Muzaki Kholish Sebut Pernyataan Kiai Said Cerminkan Kedewasaan dan Adab Kepemimpinan NU

May 18, 2026
KH Said Aqil siroj

KH Said Aqil Siroj Konfirmasi Tidak akan Maju pada Perhelatan Muktamar NU ke-35

May 18, 2026
Konferensi pers Sidang Isbat penetapan awal Zulhijjah 1447 H yang digelar di Kantor Kemenag Jl. MH. Thamrin Jakarta, Ahad (17/05/2026).

Gelar Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026

May 18, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In