• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Muhammad Ihsan Adz-Dzikra, Mahasiswa STMIK Tazkia Bogor, Semester 2 - Prodi Teknik Informatika

Bunga, Riba dan Dampaknya dalam Kehidupan Manusia

April 13, 2026
HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau yang akrab disapa Gus Lilur Bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar

Tokoh Muda Nahdliyin Sebut NU Bukan Komoditas, Muktamar Harus Steril dari Mainan Aktor Politik

April 15, 2026
Tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji dan penyelenggaraan ibadah haji Yaqut Cholil Qoumas memasuki mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (12/3/2026). (Foto: Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Yaqut Disebut KPK Siapkan USD1 Juta untuk Pansus Haji DPR

April 15, 2026
Pikir Matang Sebelum Berhutang: Antara Kebutuhan dan Godaan Zaman

Pikir Matang Sebelum Berhutang: Antara Kebutuhan dan Godaan Zaman

April 15, 2026
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftahul Achyar, saat menghadiri Muskerwil PWNU Jawa Timur di Sunan Bejagung 2, Tuban, Jaw Timur, Minggu (12/4/2026) (Foto: ANTARA/HO-PWNU Jawa Timur)

Rais Aam PBNU Ungkap Gelaran Muktamar ke-35 NU pada 1-5 Agustus, Tempat Belum Pasti!

April 14, 2026
KPK Uangkap Polisi Aktif Terima Rp16 Miliar dari Proyek di Bekasi

KPK Uangkap Polisi Aktif Terima Rp16 Miliar dari Proyek di Bekasi

April 14, 2026
HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, Founder Owner Bandar Rokok Nusantara Global Grup (Barong Grup) (Foto: Liputan9news/MSN)

Deklarasi PANCA AMPERA, Gus Lilur Sampaikan Lima Amanat Petani Tembakau Madura-Nusantara

April 13, 2026

Dukungan Tokoh Muda Alkhairaat Menguat, Helmi Kwarta Siap Menjadi Kapolda Sulteng

April 13, 2026
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo. (Foto: Liputan9nwes/MSN)

KPK Periksa Rokhmawan Pengusaha Rokok sebagai Saksi Dugaan Korupsi di Bea Cukai

April 13, 2026
Koalisi Nasional Relawan Prabowo Gibran – Jokowi Laporkan Saiful dan Islah ke Bareskrim, Atas Himbauan Makar

Koalisi Nasional Relawan Prabowo Gibran – Jokowi Laporkan Saiful dan Islah ke Bareskrim, Atas Himbauan Makar

April 12, 2026
Budi Prasetyo

KPK Buru Jaringan Korupsi Cukai Rokok, Pengamat Nilai Kejahatan Ekonomi Terorganisir

April 12, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Wednesday, April 15, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Bunga, Riba dan Dampaknya dalam Kehidupan Manusia

Oleh: Muhammad Ihsan Adz-Dzikra

liputan9news by liputan9news
April 13, 2026
in Opini
A A
0
Muhammad Ihsan Adz-Dzikra, Mahasiswa STMIK Tazkia Bogor, Semester 2 - Prodi Teknik Informatika

Muhammad Ihsan Adz-Dzikra, Mahasiswa STMIK Tazkia Bogor, Semester 2 - Prodi Teknik Informatika

503
SHARES
1.4k
VIEWS

BOGOR | LIPUTAN9NEWS

Kalau bicara soal bunga atau riba, biasanya yang langsung terbayang itu urusan ekonomi—pinjam meminjam, tambahan uang, atau sistem perbankan. Tapi semakin dibaca dan dipahami, ternyata pembahasannya tidak sesederhana itu.

Ada sisi lain yang sering terlewat. Bukan cuma soal angka, tapi juga soal bagaimana sistem ini pelan-pelan membentuk cara berpikir manusia, bahkan memengaruhi hubungan sosial.

Awalnya mungkin terlihat biasa saja. Orang meminjam, lalu mengembalikan dengan tambahan. Kelihatannya wajar. Tapi kalau dilihat lebih dalam, ada banyak konsekuensi yang muncul—dan tidak semuanya terlihat di permukaan.

Bunga dan Egoisme Moral-Spiritual

Bunga bukan sekadar praktik ekonomi. Bunga dapat menjadi suatu hal yang bisa merusak karakter manusia.

BeritaTerkait:

Riba dalam Perspektif Islam

Di sini mulai terasa bedanya.

Bunga mendorong seseorang untuk terlalu fokus pada uang. Bukan lagi sebagai alat, tapi sebagai tujuan utama. Dari situ, muncul keinginan untuk terus mengumpulkan harta—kadang tanpa terlalu peduli apakah cara yang ditempuh itu adil atau tidak.

Pelan-pelan, sifat egois mulai terbentuk.

Orang jadi lebih mementingkan diri sendiri. Rasa empati bisa berkurang. Bahkan dalam kondisi tertentu, seseorang bisa menjadi sangat keras terhadap orang lain, terutama ketika berhubungan dengan utang.

Misalnya, ketika si peminjam sedang kesulitan. Dalam sistem berbunga, yang tetap berjalan adalah perhitungan. Bunga terus bertambah. Tidak ada jeda hanya karena kondisi manusia sedang tidak baik-baik saja.

Di titik ini, hubungan manusia jadi terasa kering.

Selain itu, bunga juga bisa menumbuhkan sifat tamak. Orang jadi sulit merasa cukup. Selalu ingin lebih. Bahkan bisa muncul rasa iri terhadap apa yang dimiliki orang lain.

Yang menarik, ada juga dampak psikologis. Orang yang punya uang bisa jadi enggan berusaha secara langsung. Mereka merasa cukup dengan “menyimpan uang” dan menunggu bunga datang. Seolah-olah uang itu bekerja sendiri, sementara pemiliknya tidak perlu berbuat banyak.

Kalau dipikir-pikir, ini agak berbahaya. Karena bisa melemahkan semangat produktivitas.

Bunga dan Kepongahan Sosial-Budaya

Kalau dampak tadi lebih ke individu, sekarang coba dilihat dalam skala masyarakat.

Di sini mulai terlihat bahwa bunga bisa memengaruhi cara orang berinteraksi.

Semangat untuk saling membantu perlahan berkurang. Orang jadi lebih selektif—bahkan cenderung hanya mau bergerak kalau ada keuntungan pribadi.

Kebutuhan orang lain tidak lagi dilihat sebagai sesuatu yang harus ditolong, tapi sebagai peluang.

Dari situ, hubungan sosial berubah. Yang kaya semakin kuat posisinya, sementara yang lemah semakin bergantung.

Dalam jangka panjang, kondisi seperti ini bisa memicu perpecahan. Karena tidak ada lagi rasa kebersamaan yang kuat.

Bahkan dalam hubungan antarnegara, pola yang sama bisa muncul. Negara yang membutuhkan bantuan sering kali harus menerima syarat yang berat, termasuk bunga.

Ada momen dalam sejarah ketika sebuah negara meminta bantuan tanpa bunga karena kondisi darurat, tapi tetap ditolak. Artinya, dalam sistem ini, pertimbangan kemanusiaan kadang kalah oleh kepentingan ekonomi.

Di sini terasa ada sesuatu yang “kurang pas”.

Bunga dan Kezaliman Ekonomi

Kalau dilihat lebih konkret, dampak bunga paling terasa di sektor ekonomi, terutama bagi kelompok yang lemah.

Pinjaman Kaum Dhu’afa

Banyak orang meminjam bukan untuk memperbesar usaha, tapi untuk bertahan hidup.

Masalahnya, ketika ada bunga, beban mereka jadi berlipat. Penghasilan yang seharusnya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, harus dipotong untuk membayar utang.

Akibatnya, mereka sulit berkembang.

Bahkan dalam beberapa kasus, hidup mereka habis hanya untuk melunasi utang. Pendidikan anak terganggu, kualitas hidup menurun, dan tekanan mental meningkat.

Secara tidak langsung, ini juga berdampak ke ekonomi secara luas. Karena daya beli menurun, sektor industri ikut melemah.

Monopoli Sumber Dana

Akses terhadap modal tidak merata.

Pengusaha besar biasanya lebih mudah mendapatkan pinjaman dengan bunga rendah. Sementara usaha kecil justru menghadapi bunga lebih tinggi, atau bahkan kesulitan mendapatkan pinjaman sama sekali.

Ini menciptakan ketimpangan.

Selain itu, modal sering kali tidak digunakan untuk sektor yang benar-benar bermanfaat. Justru lebih banyak masuk ke sektor spekulatif yang tidak stabil.

Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa merusak struktur ekonomi secara keseluruhan.

Pinjaman Pemerintah

Pinjaman pemerintah juga tidak lepas dari persoalan bunga.

Untuk pinjaman dalam negeri, sering kali digunakan untuk kebutuhan mendesak, seperti bencana. Tapi tetap saja ada bunga yang harus dibayar.

Kalau dipikir lagi, ini agak janggal. Karena pada dasarnya, kebutuhan tersebut adalah untuk kepentingan masyarakat.

Pinjaman luar negeri bahkan lebih kompleks.

Selain beban ekonomi, ada juga dampak terhadap kedaulatan. Negara peminjam sering kali harus mengikuti arahan pihak pemberi pinjaman.

Di titik ini, masalahnya bukan cuma ekonomi lagi.

Dan yang paling terasa, beban itu akhirnya ditanggung rakyat—melalui pajak.

Peringatan dari Imam Ar-Razi

Menariknya, kritik terhadap bunga ini sudah lama dibahas oleh para ulama, salah satunya Imam Ar-Razi.

Beliau menjelaskan beberapa alasan kenapa bunga dilarang.

Pertama, karena dalam praktiknya, ada pihak yang mendapatkan keuntungan tanpa usaha yang seimbang. Ini dianggap tidak adil.

Kedua, bunga bisa merusak moral. Orang bisa menjadi tidak peka terhadap kesulitan orang lain.

Ketiga, hubungan sosial bisa terganggu. Karena ada potensi munculnya kebencian antara yang memberi pinjaman dan yang meminjam.

Dan yang paling mudah dilihat—yang kaya semakin kaya, sementara yang miskin semakin tertinggal.

Dalam kondisi ekonomi sulit, hal ini jadi semakin nyata.

Penutup

Dari seluruh pembahasan ini, terlihat bahwa bunga atau riba bukan hanya persoalan tambahan dalam transaksi.

Dampaknya cukup luas.

Mulai dari perubahan karakter individu, melemahnya solidaritas sosial, sampai ketimpangan ekonomi yang semakin tajam.

Awalnya mungkin terlihat kecil. Tambahan sedikit dari pinjaman. Tapi ketika sistem ini berjalan terus-menerus dan dalam skala besar, efeknya jadi tidak sederhana.

Dan mungkin di sinilah pentingnya memahami konsep ini secara menyeluruh.

Karena pada akhirnya, ekonomi bukan hanya soal bagaimana uang berputar.

Tapi juga soal bagaimana manusia memperlakukan sesamanya.

Muhammad Ihsan Adz-Dzikra, Mahasiswa STMIK Tazkia Bogor, Semester 2 – Prodi Teknik Informatika

Tags: BungaRiba
Share201Tweet126SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Riba
Opini

Riba dalam Perspektif Islam

by liputan9news
August 11, 2025
1

1. Pengertian Riba Secara bahasa, riba berarti “tambahan” atau “kelebihan.” Secara istilah, riba adalah tambahan atau kelebihan yang disyaratkan dalam...

Read more
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2549
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau yang akrab disapa Gus Lilur Bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar

Tokoh Muda Nahdliyin Sebut NU Bukan Komoditas, Muktamar Harus Steril dari Mainan Aktor Politik

April 15, 2026
Tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji dan penyelenggaraan ibadah haji Yaqut Cholil Qoumas memasuki mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (12/3/2026). (Foto: Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Yaqut Disebut KPK Siapkan USD1 Juta untuk Pansus Haji DPR

April 15, 2026
Pikir Matang Sebelum Berhutang: Antara Kebutuhan dan Godaan Zaman

Pikir Matang Sebelum Berhutang: Antara Kebutuhan dan Godaan Zaman

April 15, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In