• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
KH. A. Muzaini Aziz, Lc., MA., Penulis adalah Ketua Bidang Pendidikan, Kaderisasi dan Riset PP LADISNU (Pengurus Pusat Lajnah Dakwah Islam Nusantara) Jakarta dan Ketua Yayasan Al-Mu’in, Kota Tangerang.

Fiqh Ramadan: Shalat Witr Bersama Imam Tarawih atau Setelah Shalat Tahajjud?

February 26, 2026
PB LS-ADI Terbitkan SK Penunjukan Moh Sabil Sebagai Pejabat Sementara Ketua Umum

PB LS-ADI Terbitkan SK Penunjukan Moh Sabil Sebagai Pejabat Sementara Ketua Umum

March 11, 2026
Resonara Menggelar Diskusi Ngaji Keperempuanan, Soroti Maraknya Pelecehan Seksual di Kampus

Resonara Menggelar Diskusi Ngaji Keperempuanan, Soroti Maraknya Pelecehan Seksual di Kampus

March 11, 2026
BEM PTNU DIY Gelar Ramadan Incubation Camp, Gelorakan Mahasiswa Kritis dengan Semangat Jaga Indonesia

BEM PTNU DIY Gelar Ramadan Incubation Camp, Gelorakan Mahasiswa Kritis dengan Semangat Jaga Indonesia

March 11, 2026
PNIB Berbagi Takjil di Tugu Jogja, Jalin Persaudaraan Perdamaian Ajak Kembali ke Jatidiri Bangsa

PNIB Berbagi Takjil di Tugu Jogja, Jalin Persaudaraan dan Perdamaian Ajak Kembali ke Jati Diri Bangsa

March 10, 2026
Sulaiman-Djaya

Belajar dari Einstein

March 10, 2026
BOS Madrasah dan BOP RA Rp4,5 Triliun Mulai Cair, Honor Guru Non ASN Bisa Dibayar

BOS Madrasah dan BOP RA Rp4,5 Triliun Mulai Cair, Honor Guru Non ASN Bisa Dibayar

March 10, 2026
aketum MUI KH M Cholil Nafis menyampaikan tausiyah saat Silaturahim dan Buka Bersama Menteri ATR/BPN H Nusron Wahid dengan keluarga besar MUI.

Hikmah Ramadan, Kiai Cholil Nafis Ingatkan Pentingnya Sedekah dan Bersyukur

March 10, 2026
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di sidang praperadilan (Foto: Liputan6/Ady Anugrahadi)

Jelang Putusan Praperadilan, Yaqut Minta KPK Buktikan Kerugian Negara sebelum Tetapkan Tersangka

March 10, 2026
Gubernur Khofifah Indar Parawansa Siap Jadi Pengusul Resmi KEK Tembakau Madura

Gubernur Khofifah Indar Parawansa Siap Jadi Pengusul Resmi KEK Tembakau Madura

March 10, 2026
Simpanan sebagai Titipan atau Investasi? Memahami Prinsip Simpanan dalam Perbankan Syariah

Simpanan sebagai Titipan atau Investasi? Memahami Prinsip Simpanan dalam Perbankan Syariah

March 9, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Wednesday, March 11, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Dunia Islam Ramadan

Fiqh Ramadan: Shalat Witr Bersama Imam Tarawih atau Setelah Shalat Tahajjud?

Oleh: KH. A. Muzaini Aziz, Lc., MA.

liputan9news by liputan9news
February 26, 2026
in Ramadan, Syiar Islam
A A
0
KH. A. Muzaini Aziz, Lc., MA., Penulis adalah Ketua Bidang Pendidikan, Kaderisasi dan Riset PP LADISNU (Pengurus Pusat Lajnah Dakwah Islam Nusantara) Jakarta dan Ketua Yayasan Al-Mu’in, Kota Tangerang.

KH. A. Muzaini Aziz, Lc., MA., Penulis adalah Ketua Bidang Pendidikan, Kaderisasi dan Riset PP LADISNU (Pengurus Pusat Lajnah Dakwah Islam Nusantara) Jakarta dan Ketua Yayasan Al-Mu’in, Kota Tangerang. (Foto: Dokpri/MSN)

734
SHARES
2.1k
VIEWS

TANGERANG | LIPUTAN9NEWS

“jika seseorang sudah shalat Witr bersama imam setelah shalat Tarawihnya, maka ia tidak perlu shalat Witr lagi setelah shalat Tahajjud. Hal ini karena adanya larangan shalat Witr dua kali dalam satu malam”

Di antara ciri khas bulan Ramadan adalah shalat Tarawih, dengan ganjaran berupa maghfirah atau ampunan Allah bagi yang melaksanakannya, sebagaimana sabda Rasulillah Saw. (Fathul Bâriy Syarh Shahîh al-Bukhâriy, al-Imam al-Hafizh Ahmad ibn Ali ibn Hajar al-Asqalaniy, jilid 4, halaman 314, cet. 2, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, Beirut, Lebanon: 1997 M.; (Al-Minhâj Syarh Shahîh Muslim ibn al-Hajjâj, al-Imam Muhyiddin an-Nawawiy, jilid 6, halaman 282-283, cet. 4, Dar al-Ma’rifah, Beirut, Lebanon: 1997 M.):

عن أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: من قام رمضان إيمانا واحتسابا، غفر له ما تقدم من ذنبه (رواه البخاري ومسلم)

Dari Abi Hurayrah bahwa Rasulullah Saw. bersabda: Barangsiapa yang shalat malam di bulan Ramadhan berdasarkan iman dan keyakinan akan balasan baik (dari Allah), maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Shalat Tarawih termasuk shalat sunnah yang dianjurkan dilaksanakan secara berjama’ah bersama imam, demikian pula dengan shalat Witr (Ganjil) sebagai penutupnya. Dalam konteks ini, hadits di bawah merekamnya sebagai berikut (Sunan Abî Dâud, al-Hafizh Abu Daud Sulaiman ibn al-Asy’ats as-Sajistaniy, halaman 259-260, cet. 1, Dar al-Fikr, Beirut, Lebanon: 2001 M.):

BeritaTerkait:

BEM PTNU DIY Gelar Ramadan Incubation Camp, Gelorakan Mahasiswa Kritis dengan Semangat Jaga Indonesia

PNIB Berbagi Takjil di Tugu Jogja, Jalin Persaudaraan dan Perdamaian Ajak Kembali ke Jati Diri Bangsa

Hikmah Ramadan, Kiai Cholil Nafis Ingatkan Pentingnya Sedekah dan Bersyukur

BEM PTNU DIY Bersiap Gelar Incubation Youth Camp, Gelorakan Mahasiswa Kritis dengan Semangat Membangun Negeri

عن جبير بن نفير، عن أبي ذر، قال: صمنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم رمضان، فلم يقم بنا شيئا من الشهر حتى بقي سبع، فقام بنا حتى ذهب ثلث الليل. فلما كانت السادسة لم يقم بنا. فلما كانت الخامسة قام بنا حتى ذهب شطر الليل. فقلت: يا رسول الله، لو نفلتنا قيام هذه الليلة. قال: فقال: إن الرجل إذا صلى مع الإمام حتى ينصرف حسب له قيام ليلة. قال: فلما كانت الرابعة لم يقم، فلما كانت الثالثة جمع أهله ونساءه والناس، فقام بنا حتى خشينا أن يفوتنا الفلاح. قال: قلت: وما الفلاح؟ قال: السحور، ثم لم يقم بقية الشهر (رواه أبو داود)

Dari Jubair ibni Nufair, dari Abi Dzar, ia berkata: Kami berpuasa Ramadha bersama Rasulullah Saw. Beliau tidak melaksanakan qiyam (shalat tarawih) bersama kami selama bulan itu kecuali (Ramadhan) sisa tinggal tujuh hari. Saat itu, beliau melaksanakan (shalat tarawih) bersama kami sampai berlalu sepertiga malam. Pada hari keenam (tanggal 24) beliau tidak shalat bersama kami. Baru kemudian pada hari kelima (tanggal 25) beliau shalat (tarawih) lagi bersama kami sampai berlalu setengah malam. Saat itu aku (Abu Dzar) berkata kepada beliau: Wahai Rasulullah, bagaimana jika engkau menambah shalat sunnah bersama kami pada malam ini? Beliau menjawab: Sesungguhnya jika seseorang shalat bersama imamnya sampai (imamnya) selesai, niscaya ditulis baginya pahala amal Qiyamul Lail. Lalu pada malam keempat (tanggal 26) beliau kembali tidak shalat bersama kami. Dan pada malam ketiga (tanggal 27), beliau kumpulkan keluarga dan istri-istrinya serta orang-orang, lalu beliau shalat bersama kami sampai kami khawatir kehilangan waktu al-falâh. (Jubair ibnu Nufair) berkata: Aku bertanya: Apa al-falâh itu? Beliau (Abu Dzar) menjawab: Sahur. Kemudian beliau tidak shalat (tarawih) bersama kami setelah itu. (HR. Abu Daud)

Dari hadits di atas, dapat disimpulkan bahwa keutamaan shalat Tarawih dan Witr sampai tuntas bersama imam (berjamaah) adalah mendapat ganjaran pahala amal Qiyamul Lail (shalat malam) sepanjang malam.

Di kalangan Syafi’iyyah, pada dasarnya shalat Witr tidak disunnahkan dilaksanakan secara berjamaah, kecuali di bulan Ramadan, ia disunnahkan dilaksanakan secara berjamaah setelah shalat Tarawih berjamaah (Al-Mu’tamad fî al-Fiqh as-Syâfi’iy, Prof. DR. Muhammad az-Zuhailiy, jilid 1, halaman 371, Cet. 5, Dar al-Qalam, Damaskus: 2015 M.)

Pertanyaan fiqh yang sering timbul di bulan Ramadan, ketika seseorang sudah shalat Tarawih dan Witr secara berjamaah, lalu bagaimana jika ia ingin bangun malam untuk melaksanakan shalat Tahajjud:

  1. Apakah dia boleh shalat Tahajjud padahal dia sudah shalat Witr bersama imam Tarawih
  2. Apakah dia shalat Witr lagi setelah shalat Tahajjud?
  3. Ataukah dia tidak perlu mengulang shalat Witr-nya dan mencukupkan shalat Witr yang ia telah laksanakan bersama imam saat shalat Tarawih?

Jawaban dari pertanyaan tersebut antara lain:

Pertama, boleh shalat Tahajjud setelah shalat Witr, sebagaimana hadits (Sunan Ibni Mâjah, al-Hafizh Abu Abdillah Muhammad ibn Yazid al-Qazwayniy, Jilid 1, halaman 377-378, Dar Ihya al-Kutub al-Arabiyyah, Cairo):

عن أم سلمة، أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يصلي بعد الوتر ركعتين خفيفتين، وهو جالس (رواه ابن ماجه)

Dari Ummi Salamah, bahwa setelah shalat Witr, Nabi Saw. shalat dua raka’at yang ringan dalam keadaan duduk (HR. Ibnu Majah)

عن أبي سلمة، قال: حدثتني عائشة، قالت: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يوتر بواحدة، ثم يركع ركعتين يقرأ فيهما وهو جالس، فإذا أراد أن يركع، قام فركع (رواه ابن ماجه)

Dari Abi Salamah, ia berkata: Aisyah bertutur kepadaku, ia berkata: Suatu ketika Rasulullah Saw. shalat Witr satu rakaat, kemudian beliau shalat (lagi) dua rakaat dengan membaca (ayat atau surah) di dalam dua rakaat tersebut sambil duduk, saat beliau hendak ruku’ beliau berdiri baru kemudian ruku’ (HR. Ibnu Majah)

Adapun hadits yang terkait dengan perintah untuk menjadikan shalat Witr sebagai penutup shalat sunnah malam, yaitu (Fathul Bâriy Syarh Shahîh al-Bukhâriy, al-Imam al-Hafizh Ahmad ibn Ali ibn Hajar al-Asqalaniy, jilid 2, halaman 619, cet. 2, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, Beirut, Lebanon: 1997 M.; (Al-Minhâj Syarh Shahîh Muslim ibn al-Hajjâj, al-Imam Muhyiddin an-Nawawiy, jilid 6, halaman 274, Cet. 4, Dar al-Ma’rifah, Beirut, Lebanon: 1997 M.):

عن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما، عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: اجعلوا آخر صلاتكم بالليل وترا (رواه البخاري ومسلم)

Dari Abdullah Ibni Umar ra, dari Nabi Saw., beliau bersabda: Jadikanlah Witr sebagai akhir shalat kalian di malam hari (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hadits tersebut memuat anjuran untuk menjadikan shalat Witr sebagai penutup shalat sunnah malam, bukan berisi larangan Qiyamul Lail (shalat Tahajjud) setelah shalat Witr. Apalagi, sebagaimana telah dijelaskan di atas, hal ini terkait kekhasan bulan Ramadhan di mana shalat Witr dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjamaah setelah shalat Tarawih berjamaah.

Kedua, jika seseorang sudah shalat Witr bersama imam setelah shalat Tarawihnya, maka ia tidak perlu shalat Witr lagi setelah shalat Tahajjud. Hal ini karena adanya larangan shalat Witr dua kali dalam satu malam, sebagaimana sabda Rasulillah Saw. (Sunan a-Tirmidzi, Abu Isa Muhammad ibn Isa Surah, jilid 2, halaman 258, cet. 1, Dar al-Hadits, Cairo: 1999 M.; Sunan Abî Dâud, al-Hafizh Abu Daud Sulaiman ibn al-Asy’ats as-Sajistaniy, halaman 271, cet. 1, Dar al-Fikr, Beirut, Lebanon: 2001 M.; Sunan an-Nasa`i, Abu Abdirrahman Ahmad ibn Syuaib ibn Ali al-Khurasaniy an-Nasa`i, jilid 2, halaman 372-373, Dar al-Hadits, Cairo: 1999 M.):

عن قيس بن طلق بن علي، عن أبيه، قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: لا وتران في ليلة (رواه الترمذي وأبو داود والنسائي)

Dari Qais ibni Thalq ibni Aliy, dari bapaknya, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Saw. bersabda: Tidak ada dua kali Witr dalam satu malam (HR. At-Tirmidzi, Abu Daud dan An-Nasa’i)

Imam An-Nawawi menjelaskan (Al-Majmû’ Syarh al-Muhadzdzab li as-Syairâziy, al-Imam Abu Zakariya Muhyi ad-Din ibn Syaraf an-Nawawiy, jilid 3, halaman 352, cet. 2, Dar ‘Alam al-Kutub, Riyadh: 2006 M.):

إذا أوتر قبل أن ينام ثم قام وتهجد لم ينقض الوتر على الصحيح المشهور وبه قطع الجمهور بل يتهجد بما تيسر له شفعا

Jika ia sudah shalat Witr sebelum tidur, kemudian ia bangun dan shalat Tahajjud, maka ia tidak perlu membatalkan Witr-nya sesuai pendapat yang shahih dan masyhur (di kalangan ulama Syafi’iyyah) dan pendapat ini yang dipegang oleh mayoritas ulama, namun ia cukup shalat Tahajjud yang mudah baginya secara genap (bukan witr/ganjil).

Imam An-Nawawi kembali menegaskan (Al-Majmû’ Syarh al-Muhadzdzab li as-Syairâziy, al-Imam Abu Zakariya Muhyi ad-Din ibn Syaraf an-Nawawiy, jilid 3, halaman 354, cet. 2, Dar ‘Alam al-Kutub, Riyadh: 2006 M.):

إذا أوتر ثم أراد أن يصلي نافلة أم غيرها في الليل جاز بلا كراهة ولا يعيد الوتر

Jika ia sudah shalat Witr, kemudian ia ingin shalat sunnah atau shalat lainnya di malam hari, maka hal itu boleh tanpa dimakruhkan dan ia tidak perlu mengulang shalat Witr-nya.

Hal ini sebagimana hadits riwayat Ibunda Aisyah ra. (Al-Minhâj Syarh Shahîh Muslim ibn al-Hajjâj, al-Imam Muhyiddin an-Nawawiy, jilid 6, halaman 268-269, cet. 4, Dar al-Ma’rifah, Beirut, Lebanon: 1997 M.):

كنا نعد له سواكه وطهوره، فيبعثه الله ما شاء أن يبعثه من الليل، فيتسوك، ويتوضأ، ويصلي تسع ركعات لا يجلس فيها إلا في الثامنة، فيذكر الله ويحمده ويدعوه، ثم ينهض ولا يسلم، ثم يقوم فيصلي التاسعة، ثم يقعد فيذكر الله ويحمده ويدعوه، ثم يسلم تسليما يسمعنا، ثم يصلي ركعتين بعد ما يسلم وهو قاعد (رواه مسلم)

Kami siapkan siwak dan air wudhu untuk beliau (Nabi Saw.), lalu Allah bangunkan beliau sekehendak Allah membangunkannya di malam hari, kemudian beliau bersiwak, lalu berwudhu, kemudian beliau shalat 9 rakaat dan tidak duduk kecuali pada rakaat ke delapan, kemudian beliau berdzikir, bertahmid dan berdoa kepada-Nya, lalu beliau bangkit tanpa salam, kemudian beliau berdiri dan shalat rakaat ke sembilan, kemudian beliau duduk, berdzikir, bertahmid dan berdoa kepada-Nya, lalu beliau mengucapkan salam yang terdengar oleh kami. Setelah salam kemudian beliau shalat 2 rakaat sambil duduk (HR. Muslim)

Dari hadits di atas terungkap bahwa setelah Rasulullah shalat Witr 9 rakaat, beliau shalat lagi 2 rakaat. Hal ini menunjukkan bolehnya shalat sunnah lagi meski sudah shalat Witr.

Ketiga, bisa juga shalat Witr diakhirkan. Artinya, setelah ia shalat Tarawih berjamaah, ia tidak shalat Witr berjamaah, namun ia akhirkan shalat Witr-nya setelah shalat Tahajjud. Hal ini sebagaimana diungkap olah Al-Imam An-Nawawi (Al-Minhâj Syarh Shahîh Muslim ibn al-Hajjâj, al-Imam Muhyiddin an-Nawawiy, jilid 6, halaman 268-269, cet. 4, Dar al-Ma’rifah, Beirut, Lebanon: 1997 M.):

إذا استحببنا الجماعة في التراويح استحبت الجماعة أيضا في الوتر بعدها باتفاق الأصحاب فإن كان له تهجد لم يوتر معهم بل يؤخره إلى آخر الليل

Jika kita anjurkan berjamaah di dalam shalat Tarawih, maka berjamaah juga dianjurkan di dalam shalat Witr setelahnya, sebagaimana kesepakatan para ulama Syafi’iyyah. Jika ia ingin shalat Tahajjud, ia boleh tidak shalat Witr berjamaah, namun ia akhirkan shalat Witr-nya di akhir malam.

Keempat, bisa juga memakai cara lain sebagaimana yang diriwayatkan dari Imam Al-Haramain dan para ulama dari Khurasan, yaitu dengan cara yang terkenal dengan istilah Naqdhul Witr (Menganulir Shalat Witr). Hal ini diterangkan oleh Imam An-Nawawi sebagai berikut (Al-Majmû’ Syarh al-Muhadzdzab li as-Syairâziy, al-Imam Abu Zakariya Muhyi ad-Din ibn Syaraf an-Nawawiy, jilid 3, halaman 352, cet. 2, Dar ‘Alam al-Kutub, Riyadh: 2006 M.):

وفيه وجه حكاه إمام الحرمين وغيره من الخراسانيين أنه يصلي من أول قيامه ركعة يشفعه ثم يتهجد ما شاء ثم يوتر ثانيا ويسمى هذا نقض الوتر

Terkait hal ini ada satu pendapat yang berasal dari Imam Al-Haramain dan para fuqaha dari Khurasan, yaitu (jika ia sudah shalat Witr lalu hendak shalat Tahajjud) ia shalat satu rakaat terlebih dahulu sehingga (satu rakaat) itu menggenapkan (shalat Witr yang sudah ia lakukan), kemudian ia shalat Tahajjud sesuai keinginannya, lalu ia shalat Witr kembali, dan cara ini dinamakan Naqdhul Witr (menganulir shalat Witr yang pertama).

Menurut Imam An-Nawawi, cara Naqdhul Witr ini juga diriwayatkan oleh Ibnu al-Mundzir dari Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Saad, Ibnu Mas’ud, Ibnu Umar, Ibnu Abbas, Amru ibnu Maymun, Ibnu Sirrin dan Ishaq. Namun, cara yang masyhur di kalangan ulama Syafi’iyyah adalah tanpa Naqdhul Witr sebelum shalat Tahajjud, lalu cukup shalat Tahajjud saja, dan tanpa shalat Witr kembali setelah shalat Tahajjud (Al-Majmû’ Syarh al-Muhadzdzab li as-Syairâziy, al-Imam Abu Zakariya Muhyi ad-Din ibn Syaraf an-Nawawiy, jilid 3, halaman 360, cet. 2, Dar ‘Alam al-Kutub, Riyadh: 2006 M.).

Di dalam Al-Mausû’ah Al-Fiqhiyyah diterangkan bahwa nampaknya cara Naqdhul Witr ini ditempuh guna menyelaraskan dengan hadits Nabi Saw. yang menganjurkan untuk menjadikan shalat Witr sebagai penutup seluruh shalat sunnah di malam hari (Al-Mausû’ah al-Fiqhiyyah, jilid 7, halaman 301, Wizarah al-Awqaf al-Islamiyah, Kuwait: 2012 M.). Semoga bermanfaat.

KH. A. Muzaini Aziz, Lc., MA., Penulis adalah Ketua Bidang Pendidikan, Kaderisasi dan Riset PP LADISNU (Pengurus Pusat Lajnah Dakwah Islam Nusantara) Jakarta dan Ketua Yayasan Al-Mu’in, Kota Tangerang.

Tags: Bulan Suci RamadanKH. Ade Muzaini AzizRamadanShalat WitrTahajjudtarawihWitirWitrWitr (Ganjil)
Share294Tweet184SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

BEM PTNU DIY Gelar Ramadan Incubation Camp, Gelorakan Mahasiswa Kritis dengan Semangat Jaga Indonesia
Nasional

BEM PTNU DIY Gelar Ramadan Incubation Camp, Gelorakan Mahasiswa Kritis dengan Semangat Jaga Indonesia

by liputan9news
March 11, 2026
0

YOGYAKARTA | LIPUTAN9NEWS Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta (BEM PTNU DIY) menggelar kegiatan Ramadan Incubation...

Read more
PNIB Berbagi Takjil di Tugu Jogja, Jalin Persaudaraan Perdamaian Ajak Kembali ke Jatidiri Bangsa

PNIB Berbagi Takjil di Tugu Jogja, Jalin Persaudaraan dan Perdamaian Ajak Kembali ke Jati Diri Bangsa

March 10, 2026
aketum MUI KH M Cholil Nafis menyampaikan tausiyah saat Silaturahim dan Buka Bersama Menteri ATR/BPN H Nusron Wahid dengan keluarga besar MUI.

Hikmah Ramadan, Kiai Cholil Nafis Ingatkan Pentingnya Sedekah dan Bersyukur

March 10, 2026
BEM PTNU DIY Bersiap Gelar Incubation Youth Camp, Gelorakan Mahasiswa Kritis dengan Semangat Membangun Negeri

BEM PTNU DIY Bersiap Gelar Incubation Youth Camp, Gelorakan Mahasiswa Kritis dengan Semangat Membangun Negeri

March 8, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2533
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
PB LS-ADI Terbitkan SK Penunjukan Moh Sabil Sebagai Pejabat Sementara Ketua Umum

PB LS-ADI Terbitkan SK Penunjukan Moh Sabil Sebagai Pejabat Sementara Ketua Umum

March 11, 2026
Resonara Menggelar Diskusi Ngaji Keperempuanan, Soroti Maraknya Pelecehan Seksual di Kampus

Resonara Menggelar Diskusi Ngaji Keperempuanan, Soroti Maraknya Pelecehan Seksual di Kampus

March 11, 2026
BEM PTNU DIY Gelar Ramadan Incubation Camp, Gelorakan Mahasiswa Kritis dengan Semangat Jaga Indonesia

BEM PTNU DIY Gelar Ramadan Incubation Camp, Gelorakan Mahasiswa Kritis dengan Semangat Jaga Indonesia

March 11, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In