• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Islam Nusantara, dari Kentongan, Mahar, hingga Kue Buaya

Islam Nusantara, dari Kentongan, Mahar, hingga Kue Buaya

January 27, 2023
KH Zakky Mubarok

Kembali Menuju Fitrah

April 2, 2026
PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

April 2, 2026
Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

April 2, 2026
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PNIB: Dialah Pahlawan Perdamaian yang Sesungguhnya

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PNIB: Dialah Pahlawan Perdamaian yang Sesungguhnya

April 2, 2026
Ketua Umum DPP Kesatuan Tour Travel Haji Umroh Republik Indonesia (Kesthuri) Asrul Azis Taba. (Foto: Antara)

Jadi Tersangka Korupsi Haji, Ketum Kesthuri Asrul Azis Taba Diminta Pulang dari Saudi

April 1, 2026
Hilmab Latief, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) saat melaksanakan tugas di Makkah (Foto: Dok. Kemenag)

KPK Ungkap Hilman Latief Akui Terima Uang Terkait Korupsi Kuota Haji

April 1, 2026
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (04/03/2026). (Foto BPMI Setpres)

Pemerintah Aktifkan Kembali 625 Ribu Penerima BPJS Kesehatan

April 1, 2026
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu (kiri) didampingi juru bicara KPK, Budi Prasetyo dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin, 30 Maret 2026. (Foto Niaga.Asia/G Sitompul)

KPK Sebut Ismail Adham Berikan Uang Kepada Hilman Latief, Diduga Terkait Korupsi Kuota Haji

March 31, 2026
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur (Foto: Antara/MSN)

KPK Tetapkan Direktur Maktour dan Ketum Kesthuri Tersangka Korupsi Kuota Haji

March 31, 2026
Hasan Yazid Al-Palimbangy, M.Ag., Juru Da’wah (da’i/muballigh). Khatib dan narasumber pengajian mingguan, bulanan di masjid-masjid perumahan dan kantor dan penulis buku-buku agama Islam.)

Tetap Istiqomah Pasca Ramadan

March 31, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Thursday, April 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Islam Nusantara, dari Kentongan, Mahar, hingga Kue Buaya

liputan9news by liputan9news
January 27, 2023
in Uncategorized
A A
1
Islam Nusantara, dari Kentongan, Mahar, hingga Kue Buaya

Dr. KH. Fuad Thohari,MA adalah Wakil Ketua Lajnah Dakwah Islam Nusantara (LADISNU)/(Foto: Dokumen Pribadi)

497
SHARES
1.4k
VIEWS

Jakarta, Liputan9.id – Anda pernah dengar narasi Islam Nusantara? Anda paham maksud Islam Nusantara? Jangan sampai gagal paham. Wakil Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) KH Fuad Thohari menjelaskan, bicara Islam Nusantara hendaknya memahami ilmu nahwu, gramatikal. ’’Kalau dikembalikan ilmu nahwu, itu tarkib-nya idhofi, berarti di situ ada huruf yang dibuang. Jika ditulis secara lengkap, asalnya Islam fi Nusantara, fi-nya dihilangkan. Ini yang harus dipahami. Tarkib idhofi, ada yang dibuang. Asalnya, Islam di Nusantara,’’ jelasnya di Tangerang Selatan, Kamis (26/1/2023).

Doktor yang pernah mengajar di Tunisia itu meminta khalayak tidak salah menempatkan tarkib idhofi juga, nanti bisa salah paham. Misalanya fi diganti min.

’’Islam Nusantara itu Islam yang dipraktikkan di Nusantara. Islam itu satu memang. Tapi memahami pemaknaan Islam tidak bisa dilepaskan dengan konteks. Penerapannya bisa beda, antardaerah. Tapi esensi ajarannya sama,’’ terang kandidat profesor bidang ilmu hadist tersebut.

BeritaTerkait:

Sawit Bukan Musuh Lingkungan: Perspektif Islam Nusantara tentang Ekologi dan Ekonomi Rakyat

Pilkada Melalui DPRD dalam Perspektif Islam Nusantara

Kultural Fungsional Nahdliyin

Sekjen LADISNU Ajak Umat Doakan Kesembuhan Buya Said Aqil Siroj yang Sedang Dirawat

Pria yang pernah nyantri di Pondok Pesantren Ploso, Kediri, mencontohkan ajaran tentang zakat fitrah. Jika maknanya dikembalikan kepada nash, adalah zakat badan yang ditunaikan setelah puasa Ramadhan dan dikeluarkan saat masuk waktu subuh hari raya Idul Fitri.

’’Itu yang wajib. Meskipun boleh di-ta’jil, dikeluarkan di awal Ramadhan. Tapi barang yang dikeluarkan zakat fitrah, Nabi yang tinggal di Arab kebiasaan yang dimakan, kurma. Itu makanan pokok. Sedangkan kita makanan pokoknya beda. Sebagian besarnya makan nasi, bahannya beras. Maka yang dikeluarkan sebagi fitrah ya beras tadi, yang dalam bahas fiqih sebagai quutul balad. Makanan pokok di Nusantara,’’ ujar Kiai Fuad Wakil Ketua PP LADISNU tersebut.

Kalau ada yang masih ngotot, pokoknya Islam satu. Begitu soal zakat fitrah, lalu nanya harga kurma ajwa 1 kg Rp500 rb, mundur milih yang murah, yakni beras.

’’Kalau dia fitrah pakai beras, sejatinya sudah mengamalkan Islam Nusantara. Jika pilih Islam yang dipraktikkan Nabi ya nanti pas zakat fitrah yang dikeluarkan kurma ajwa. Nabi tidak mungkin pakai kurma yang murah, pasti pakai kurma yang mahal, minimal sekelas ajwa 1 kg Rp500 rb kali 2,5 kg, paling tidak Rp 1,3 juta. Pasti mundur (pilih beras),’’ ungkapnya.

Yang mirip-mirip kajian Islam di Nusantara, imbuhnya, adalah kajian Islam di Belanda di Eropa, dan di Timur Tengah.

’’Kalau dari awal mereka (yang menolak dan benci Islam Nusantara, Red) sudah baca muqoddimah Ibnu Kholdun, saya kira pikirannya akan tercerahkan. Sayangnya literasinya masih cetek. Belum nyampai sana. Sehingga yang muncul itu su’udhan dulu, buruk sangka dulu. Pandangan suka dan tidak suka beda. Kalau sudah suka, yang jelek bisa indah,’’ bebernya disusul tawa.

Alhasil, imbuhnya, sebagai orang yang tinggal di Nusantara, dalam pengamalan Islam menyesuaikan dengan apa yang ada di Nusantara. Kentongan dan bedug misalnya untuk memanggil orang ke masjid atau mushala untuk shalat berjamaah sebelum adzan dikumandangkan.

’’Kita sebagai umat Islam yang tinggal Nusantara harus syukur dan bangga, karena kita diwarisi budaya luhur yang luar biasa, yang saya kira hampir-hampir tidak ada yang bertolak belakang tentang konsepsi syariah. Contoh praktik memberi mahar, justru yang diserahkan pihak laki-laki itu tidak bertentangan dengan syara’, lebih banyak mahar ditempatkan sebagai wasilah bukan ghoyah,’’ ungkapnya.

Di Indonesia, mahar seperangkat alat shalat, banyak ditemukan. ’’Jadi seberapapun mahar yang diberikan mempelai laki-laki, ya sudah diterima. Itu wasilah. Tapi kalau ghoyah, pihak perempuan nuntut mahar harus besar, mahal, menyesuaikan bibit, bobot, dan bebet perempuan,’’ terangnya.

Kiai Fuad juga tertarik dengan filosofi orang Betawi di rangkaian pernikahan, ada kue buaya.

’’Filosofinya dengan dikasih kue buaya harapannya pernikahannya akan setia dan kekal, seperti setianya buaya yang tidak pindah ke lain hati. Kesetian benar-benar jadi suatu jaminan kesucian dua makhluk lain jenis. Bukan kue buaya dijadikan pajangan terus dikultuskan, bukan begitu. Orang Betawi mengajari kita rumah tangga dijaga diawali dengan masing-masing setia dengan pasangannya. Saya termasuk yang respek Islam Nusantara di Betawi tentang pentingnya menjaga keutuhan keluarga dengan meniru perilaku buaya,’’ tutupnya.

Editor: Moh. Faisal Asadi
Sumber: NU Online Bnaten

Tags: Dr. KH. Fuad ThohariIslam NusantaraLADISNU
Share199Tweet124SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Yusuf mars
Opini

Sawit Bukan Musuh Lingkungan: Perspektif Islam Nusantara tentang Ekologi dan Ekonomi Rakyat

by liputan9news
February 5, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Kelapa sawit hampir selalu menjadi sasaran utama setiap kali isu kerusakan lingkungan mencuat. Banjir, kebakaran hutan, hingga...

Read more
Yusuf mars

Pilkada Melalui DPRD dalam Perspektif Islam Nusantara

January 15, 2026
NU Kultural

Kultural Fungsional Nahdliyin

April 21, 2025
Kiai Said: Tasawuf adalah Revolusi Ruh (Tsaurah Ruhaniyah)

Sekjen LADISNU Ajak Umat Doakan Kesembuhan Buya Said Aqil Siroj yang Sedang Dirawat

March 8, 2025
Load More

Comments 1

  1. finessa says:
    1 month ago

    **finessa**

    Finessa is a natural supplement made to support healthy digestion, improve metabolism, and help you achieve a flatter belly.

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2539
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
KH Zakky Mubarok

Kembali Menuju Fitrah

April 2, 2026
PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

April 2, 2026
Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

April 2, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In