• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Yusuf mars

Sawit Bukan Musuh Lingkungan: Perspektif Islam Nusantara tentang Ekologi dan Ekonomi Rakyat

February 5, 2026
Zakky Mubarok

Gundah dan Gelisah

June 10, 2026
Syafrudin Budiman SIP, Ketua Umum DPP Perhimpunan UKM Indonesia.

Pengaruh Perspektif dan Kepercayaan Terhadap Valuasi Investasi

June 10, 2026
Daniel E. Lunesi Kepala BPN Labuan Bajo Manggarai Barat Diduga Bermain Kotor, Putusan MA Dilawan

Daniel E. Lunesi Kepala BPN Labuan Bajo Manggarai Barat Diduga Bermain Kotor, Putusan MA Dilawan

June 10, 2026
BEM PTNU DIY Desak Evaluasi Total MBG, Dorong Transparansi dan Pengawasan Publik

BEM PTNU DIY Desak Evaluasi Total MBG, Dorong Transparansi dan Pengawasan Publik

June 10, 2026
KPK Nyatakan Nama Raffi Ahmad Muncul dalam Perkara Uuap impor Barang KW

KPK Nyatakan Nama Raffi Ahmad Muncul dalam Perkara Suap Impor Barang KW

June 9, 2026
Relawan Emak-Emak Prabowo Apresiasi Pengangkatan Ibu Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN, Dorong Program Gizi Tepat Sasaran

Relawan Emak-Emak Prabowo Apresiasi Pengangkatan Ibu Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN

June 8, 2026
Soliditas NU Bengkulu, Gus Salam; Teladan Khidmah Demi Kemashlahatan Umat

Soliditas NU Bengkulu, Gus Salam: Teladan Khidmah Demi Kemaslahatan Umat

June 8, 2026
Kiai Imam Jazuli Ingatkan Respons terhadap Disrupsi, Gus Yahya Tekankan Kekuatan Ruhani Pesantren

Kiai Imam Jazuli Ingatkan Respons terhadap Disrupsi, Gus Yahya Tekankan Kekuatan Ruhani Pesantren

June 8, 2026
Prabowo Mania 08 Apresiasi Penunjukan Kepala BGN Baru Naniek S. Deyang

Prabowo Mania 08 Apresiasi Penunjukan Kepala BGN Baru Naniek S. Deyang

June 7, 2026
Warga Negara Yaman dideportasi imigrasi Lampung, ini masalahnya

Warga Negara Yaman dideportasi imigrasi Lampung, ini masalahnya

June 7, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Wednesday, June 10, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Sawit Bukan Musuh Lingkungan: Perspektif Islam Nusantara tentang Ekologi dan Ekonomi Rakyat

Oleh: Yusuf Mars

liputan9news by liputan9news
February 5, 2026
in Opini
A A
0
Yusuf mars

Yusuf Mars, Founder & Editor In Chief Padasuka TV Youtube Channel/Foto: Liputan9news

504
SHARES
1.4k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS

Kelapa sawit hampir selalu menjadi sasaran utama setiap kali isu kerusakan lingkungan mencuat. Banjir, kebakaran hutan, hingga krisis iklim kerap dikaitkan dengan keberadaan perkebunan sawit.

Dalam banyak perbincangan publik, sawit bahkan diposisikan sebagai penyebab utama persoalan ekologis di Indonesia. Narasi ini berulang, menguat, dan perlahan membentuk kesan seolah-olah masalah lingkungan hidup di Tanah Air berawal dan berakhir pada satu komoditas: sawit.

Pendekatan semacam itu menyederhanakan persoalan yang sejatinya jauh lebih kompleks. Sawit sering dipukul rata tanpa pembedaan antara praktik ilegal dan pengelolaan yang sah, antara perusahaan besar dan petani kecil, serta antara ekspansi liar dan kebun rakyat yang telah lama menopang kehidupan desa. Akibatnya, dimensi keadilan sosial dan realitas ekonomi masyarakat kerap terpinggirkan dalam debat lingkungan.

Belakangan, pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut sawit sebagai “tanaman ajaib” kembali memantik diskusi publik. Pernyataan tersebut dapat dibaca sebagai penegasan bahwa negara memandang sawit sebagai komoditas strategis bagi ekonomi nasional, pangan, energi, dan industri. Namun, di luar pernyataan politik tersebut, sawit tetap perlu dibaca secara lebih jernih dan proporsional—tidak terjebak pada pujian berlebihan, tetapi juga tidak terperangkap dalam stigma ekologis yang menyeluruh.

BeritaTerkait:

Karakteristik Dasar Bank Syariah: Konsep, Penerapan, dan Perbandingan dengan Perbankan Konvensional

Rupiah Melemah dan Rakyat Menjerit, BEM PTNU DIY: Jangan Anggap Krisis Ekonomi Sekadar Angka

Kornas ARPG : Ekonomi Indonesia Triwulan I-2026 Tumbuh 5,61 Persen (Y-on-Y), Bukti Presiden Prabowo Berhasil

Dekan FTIK UIN Datokarama, DLH, dan Dewan Pendiri LS-ADI Bahas Krisis Lingkungan di Palu

Data resmi pemerintah menunjukkan bahwa sekitar 40 persen dari total perkebunan kelapa sawit nasional dikelola oleh petani rakyat. Berdasarkan Statistik Perkebunan Indonesia yang diterbitkan Direktorat Jenderal Perkebunan dan Badan Pusat Statistik, dari total luas kebun sawit nasional sekitar 16,8–17 juta hektare, kurang lebih 6,7–7 juta hektare merupakan kebun rakyat.

Artinya, sawit bukan semata-mata milik korporasi besar, melainkan juga menjadi tulang punggung ekonomi jutaan keluarga petani di pedesaan.

Bagi petani kecil, sawit bukan sekadar komoditas ekspor, melainkan sumber penghidupan utama. Dari hasil sawit, keluarga membiayai pendidikan anak, memenuhi kebutuhan kesehatan, serta menggerakkan ekonomi desa. Di banyak wilayah luar Jawa, sawit bahkan menjadi fondasi ekonomi lokal ketika sektor lain belum berkembang secara memadai.

Dalam konteks yang lebih luas, peran pengusaha sawit nasional juga tidak dapat diabaikan. Industri sawit telah membangun ekosistem ekonomi dari hulu hingga hilir: membuka lapangan kerja, menggerakkan sektor pendukung dan UMKM, membangun infrastruktur wilayah, serta menjadi salah satu sumber devisa negara.

Data Kementerian dan lembaga lintas sektor menunjukkan bahwa industri sawit berkontribusi signifikan terhadap penerimaan negara, stabilitas ekonomi daerah, dan daya tahan ekonomi nasional, khususnya di wilayah-wilayah yang sebelumnya tertinggal.

Masalah muncul ketika sawit diperlakukan semata-mata sebagai persoalan lingkungan, tanpa melihat konteks tata kelola. Beban moral kerusakan ekologis sering kali ditimpakan kepada petani kecil dan pelaku usaha yang taat regulasi, sementara persoalan utama seperti pembukaan lahan ilegal, pelanggaran tata ruang, dan lemahnya penegakan hukum justru luput dari perhatian. Dalam perspektif keadilan sosial Islam, pendekatan seperti ini jelas tidak seimbang.

Di sinilah ekologi Islam Nusantara menawarkan kerangka etis yang lebih moderat dan kontekstual. Islam Nusantara tumbuh dari pengalaman masyarakat agraris-maritim yang hidup berdampingan dengan alam. Alam tidak dipandang sebagai objek eksploitasi tanpa batas, tetapi juga tidak dipisahkan dari kebutuhan hidup manusia dan aktivitas ekonomi yang sah.

Prinsip mīzān (keseimbangan), amanah, dan maṣlaḥah menjadi dasar etika hubungan manusia dengan lingkungan. Dalam kerangka maqāṣid al-syarī‘ah, perlindungan jiwa (ḥifẓ al-nafs) dan perlindungan penghidupan (ḥifẓ al-māl) sama-sama menempati posisi sentral. Dengan kerangka ini, menjaga lingkungan dan menguatkan ekonomi rakyat—termasuk iklim usaha yang sehat—tidak boleh dipertentangkan, melainkan harus saling menopang.

Dalam beberapa tahun terakhir, sektor sawit Indonesia juga menunjukkan pergeseran menuju praktik bisnis berkelanjutan. Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang dikelola Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit dirancang justru karena besarnya porsi kebun rakyat dalam struktur sawit nasional. Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas kebun petani tanpa perluasan lahan, sekaligus menekan tekanan ekologis.

Dengan demikian persoalan utama sawit, bukan pada tanamannya, melainkan pada tata kelola. Pembukaan lahan ilegal, pengabaian kawasan lindung, ketimpangan akses teknologi antara petani dan korporasi, serta lemahnya pengawasan negara menjadi faktor penentu kerusakan lingkungan. Menyederhanakan persoalan menjadi “sawit versus lingkungan” justru menjauhkan publik dari solusi yang substansial sekaligus merugikan iklim investasi jangka panjang.

Dalam perspektif Islam Nusantara, merusak alam merupakan bentuk fasād. Namun perlu ditegaskan, mematikan kegiatan usaha yang sah, bertanggung jawab, dan taat regulasi atas nama lingkungan juga merupakan fasād dalam bentuk lain. Islam Nusantara tidak membenarkan eksploitasi alam tanpa batas, tetapi juga tidak membenarkan delegitimasi usaha produktif yang menopang kehidupan jutaan rakyat.

Karena itu, sawit perlu ditempatkan secara proporsional dalam kebijakan publik. Sawit bukan penyelamat tunggal, tetapi juga tidak layak diperlakukan sebagai musuh ekologis. Komoditas ini merupakan realitas ekonomi strategis yang membutuhkan tata kelola adil, kepastian hukum, dan dukungan kebijakan yang mendorong praktik bisnis berkelanjutan.

Di titik inilah, pembelaan terhadap petani dan pengusaha sawit yang berintegritas menjadi bagian dari ikhtiar menjaga kemaslahatan bersama.

Yusuf Mars, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Sunan Gresik (USG), Founder Lembaga Kajian Ekologi Sawit Nusantara (LESAN), Founder Lembaga Kajian Strategis Islam Nusantara & Asia Tenggara (LKS – INTARA), LKS–INTARA adalah lembaga kajian strategis yang berfokus pada riset, analisis kebijakan, dan komunikasi publik mengenai Islam Nusantara dan dinamika Islam di Asia Tenggara. Lembaga ini mengkaji Islam sebagai kekuatan kultural, sosial, dan politik yang berkontribusi pada demokrasi, kebudayaan, dan perdamaian kawasan. Dan Mahasiswa Doktoral Sejarah Peradaban Islam Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA).

Tags: EkologiEkonomiIslam NusantaraLingkunganSawitYusuf Mars
Share202Tweet126SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Karakteristik Dasar Bank Syariah: Konsep, Penerapan, dan Perbandingan dengan Perbankan Konvensional
Opini

Karakteristik Dasar Bank Syariah: Konsep, Penerapan, dan Perbandingan dengan Perbankan Konvensional

by liputan9news
May 21, 2026
0

BOGOR | LIPUTAN9NEWS Bank syariah hadir sebagai solusi alternatif bagi masyarakat yang mendambakan perbankan yang dijalankan berdasarkan prinsip-prinsip Islam. Salah...

Read more
Tegar Pradana, Koordinator Wilayah BEM PTNU DIY.

Rupiah Melemah dan Rakyat Menjerit, BEM PTNU DIY: Jangan Anggap Krisis Ekonomi Sekadar Angka

May 20, 2026
Kornas ARPG : Ekonomi Indonesia Triwulan I-2026 Tumbuh 5,61 Persen (Y-on-Y), Bukti Presiden Prabowo Berhasil

Kornas ARPG : Ekonomi Indonesia Triwulan I-2026 Tumbuh 5,61 Persen (Y-on-Y), Bukti Presiden Prabowo Berhasil

May 12, 2026
Dekan FTIK UIN Datokarama, DLH, dan Dewan Pendiri LS-ADI Bahas Krisis Lingkungan di Palu

Dekan FTIK UIN Datokarama, DLH, dan Dewan Pendiri LS-ADI Bahas Krisis Lingkungan di Palu

May 10, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2582
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Zakky Mubarok

Gundah dan Gelisah

June 10, 2026
Syafrudin Budiman SIP, Ketua Umum DPP Perhimpunan UKM Indonesia.

Pengaruh Perspektif dan Kepercayaan Terhadap Valuasi Investasi

June 10, 2026
Daniel E. Lunesi Kepala BPN Labuan Bajo Manggarai Barat Diduga Bermain Kotor, Putusan MA Dilawan

Daniel E. Lunesi Kepala BPN Labuan Bajo Manggarai Barat Diduga Bermain Kotor, Putusan MA Dilawan

June 10, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In