• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Oleh: KH. Fadhil Rahmi Lc., MA (Anggota DPD RI Periode 2019-2024 dan Pimpinan Pesantren Modern Al Zahrah, Bireuen Aceh) 

KH Imam Jazuli: Sang Pendobrak yang Istiqomah Melawan Arus

February 14, 2026
Foto: Ilustrasi

Khutbah Jumat: Tradisi Munggahan dan Persiapan Menyambut Ramadan

February 13, 2026
Foto: Ilustrasi

Khutbah Jumat: Mempererat Tali Persaudaraan Menjelang Bulan Ramadan

February 13, 2026
KH Imam Jazuli

Menembus Tembok Marginalitas: Transformasi Pendidikan Pesantren di Abad Kedua NU

February 12, 2026
Sulaiman Djaya

Pengetahuan dan Kekuasaan

February 12, 2026
KH. Imam Jazuli, Lc. MA. Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015./Foto: Imanjazuli.com

NU dan Tantangan Abad Kedua, Antara Tradisi dan Transformasi

February 12, 2026
Badan Eksekutif Mahasiswa Kristiani Seluruh Indonesia (BEM KSI) mengecam keras insiden penembakan pesawat sipil Cessna PK-SNR milik Smart Air yang terjadi saat proses pendaratan di Bandara Koroway Batu

BEM KSI Kecam Penembakan Pesawat Sipil di Boven Digoel

February 12, 2026
Bahar Smith

Bahar Smith Minta Maaf kepada Rida dan GP Ansor

February 12, 2026
Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin

Kemenag Upayakan Guru Madrasah Swasta Diangkat PPPK

February 12, 2026
Mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas di Gedung KPK, Saat memberikan keterangan terkait kasus kuota haji 2024 yang sedang disidik KPK.

Yaqut Cholil Coumas Datangi BPK, Jelaskan Persoalan Kausus Kuota Haji Tambahan 2024

February 11, 2026
Gus Yaqut

Lawan KPK Melalui Praperadilan, Yaqut Gugat Batalkan Status Tersangkanya

February 11, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Saturday, February 14, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

KH Imam Jazuli: Sang Pendobrak yang Istiqomah Melawan Arus

Oleh: KH. Fadhil Rahmi, Lc., MA.

liputan9news by liputan9news
February 14, 2026
in Opini
A A
0
Oleh: KH. Fadhil Rahmi Lc., MA (Anggota DPD RI Periode 2019-2024 dan Pimpinan Pesantren Modern Al Zahrah, Bireuen Aceh) 

Oleh: KH. Fadhil Rahmi Lc., MA (Anggota DPD RI Periode 2019-2024 dan Pimpinan Pesantren Modern Al Zahrah, Bireuen Aceh) 

498
SHARES
1.4k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS

Melihat sosok KH. Imam Jazuli hari ini, yang mengasuh dan berdiri di tengah ribuan santri di Pesantren Bina Insan Mulia, ingatan saya justru kerap melompat jauh ke belakang—ke lorong-lorong Cairo yang berdebu, ke aroma teh di kedai kopi pinggir jalan, dan ke ruang-ruang diskusi yang penuh asap rokok serta argumen yang meledak-ledak.

Bagi lebih dari 5.000 santrinya, ia adalah Kiai. Teladan dan ayah ideologis. Namun bagi saya, ia tetaplah Izul; sosok sahabat yang sejak masa mahasiswa di Al-Azhar telah memilih jalan hidup sebagai “sang pengganggu” kemapanan berpikir.

Kenangan saya paling lekat bermuara pada meja redaksi. Saat itu, kami bersama-sama mengelola Buletin Mahasiswa Terobosan, lalu berlanjut di Jurnal Nuansa (KMNU) dan di ICMI Orsat Cairo. Di sanalah saya melihat bagaimana nalar kritis Izul bekerja. Ia bukan tipe pemikir yang puas dengan sekadar menghafal teks-teks klasik tanpa kontekstualisasi.

Izul adalah musuh bebuyutan bagi “mentalitas sektarian”. Ia seringkali melempar kritik tajam pada kawan-kawan mahasiswa yang lebih senang menghabiskan waktu di sekretariat organisasi kedaerahan tanpa bobot akademis yang jelas. Baginya, menjadi mahasiswa adalah tugas intelektual, bukan sekadar gaya-gayaan berorganisasi.

BeritaTerkait:

Menembus Tembok Marginalitas: Transformasi Pendidikan Pesantren di Abad Kedua NU

NU dan Tantangan Abad Kedua, Antara Tradisi dan Transformasi

Kiai Imam Jazuli: NU Harus Melahirkan Ulama Digital, Hadapi Realitas Zaman

Kiai Imam Jazuli Ungkap Gus Yusuf Chudlari Figur Kuat Bursa Ketum PBNU pada Muktamar NU ke-35

Ada satu fragmen ingatan yang tak mungkin luntur: peristiwa di Senat Ushuluddin Universitas Al-Azhar Mesir -PPMI. Saat itu, dengan gagah dan berani, Izul sebagai ketua Senat mengundang tokoh Kristen Koptik Mesir, Milad Hana untuk nara sumber seminar, Di tengah iklim mahasiswa yang mungkin masih kaku, ia berani mendobrak sekat eksklusivisme.

Puncak dari “keliaran” ijtihad politiknya adalah ketika ia menjadi pendiri dan ketua partai PDIP Perwakilan Mesir (Anis Maftuchin Sekjend, dan Guntur Romli Bendahara)—ini adalah sejarah, ketika membidani lahirnya organisasi politik nasionalis sekuler di gerbang al-Azhar Mesir. Saat banyak mahasiswa Azhar masih berdebat apakah “politik Islam” itu wajib, Izul sudah melompat jauh ke depan dengan sebuah tesis sederhana namun mendalam: “Berpartai adalah soal ijtihad.” Ia meyakini bahwa pengabdian pada bangsa tidak harus selalu dipasung dalam simbol-simbol agama yang formalistik.

Luka sebagai Saksi Intelektualitas

Kritis bukan berarti tanpa risiko. Izul adalah pribadi yang gentle. Saya teringat ketika ia menulis kritik keras soal sektarianisme yang menyinggung salah satu organisasi kedaerahan. Alih-alih lari, ia memenuhi undangan organisasi tersebut untuk mempresentasikan pemikirannya.

Namun, kejujuran intelektual terkadang harus dibayar mahal. Saat berpamitan pulang, ia menerima kekerasan fisik dari ratusan oknum mahasiswa yang tidak siap menerima otokritik. Di titik itulah saya melihat kualitas seorang Imam Jazuli: ia tidak gentar oleh bogem mentah. Baginya, kebenaran yang diyakini harus disampaikan, meski tubuh harus menjadi sasarannya.

Jika dibandingkan dengan sahabat kami, Gus Zuhairi Misrawi (Dubes RI untuk Tunisia) yang kritisisme-nya lahir dari pergulatan teks-teks akademis yang ketat, Izul memiliki corak yang berbeda. Kritisisme Izul adalah kritisisme lapangan—sebuah perpaduan antara pembacaan realitas sosial dan keberanian untuk bersikap tidak populer. Izul sering menulis opini yang anti kemapanan, sementara Gus Zuhairi lebih memilih artikel ilmiah.

Melihat tulisan-tulisan dan sikapnya hari ini—terutama dalam mengkritisi dinamika internal NU dan isu-isu nasional lainnya—banyak orang mungkin kaget dengan gayanya yang tetap “pedas”. Namun bagi saya, itu bukan hal baru. KH Imam Jazuli tetaplah Izul dan tidak berubah. Ia hanya bertransformasi dari seorang mahasiswa aktivis menjadi seorang Kiai aktivis.

Dan, ia tetaplah “pendobrak” yang sama. Kesuksesannya membangun pesantren dengan ribuan santri tidak membuatnya menjadi “jinak” oleh kemapanan posisi. Ia tetap istiqomah di jalur “melawan arus”. Ia mengajarkan kita bahwa menjadi santri atau kiai tidak berarti harus kehilangan daya kritis. Justru, kecintaan pada lembaga (seperti NU) atau bangsa, dibuktikan dengan keberanian untuk menunjukkan lubang-lubang yang perlu ditambal.

Tentu saja, sahabatku, KH. Imam Jazuli, adalah pengingat hidup bahwa kejujuran berpikir adalah aset paling berharga seorang manusia. Dari meja redaksi Terobosan hingga mimbar Pesantren Bina Insan Mulia, ia tetap memegang teguh satu prinsip: Berani berpikir, berani berijtihad, dan berani menanggung konsekuensi.

Terima kasih Zul, telah menjadi cermin yang terkadang menyilaukan, namun selalu mampu memperlihatkan bagian wajah kita yang kotor agar kita mau membasuhnya.

KH. Fadhil Rahmi, Lc., MA.,  Anggota DPD RI Periode 2019-2024 dan Pimpinan Pesantren Modern Al Zahrah, Bireuen Aceh

Tags: ArusBina Insan MuliaImam JazuliPendobrakPondok Pesantren
Share199Tweet125SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

KH Imam Jazuli
Opini

Menembus Tembok Marginalitas: Transformasi Pendidikan Pesantren di Abad Kedua NU

by liputan9news
February 12, 2026
0

CIREBON | LIPUTAN9NEWS Memasuki abad kedua, Nahdlatul Ulama (NU) dihadapkan pada realitas sosiologis yang paradoks. Di satu sisi, NU memiliki...

Read more
KH. Imam Jazuli, Lc. MA. Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015./Foto: Imanjazuli.com

NU dan Tantangan Abad Kedua, Antara Tradisi dan Transformasi

February 12, 2026
Kiai Imam Jazuli: NU Harus Melahirkan Ulama Digital, Hadapi Realitas Zaman

Kiai Imam Jazuli: NU Harus Melahirkan Ulama Digital, Hadapi Realitas Zaman

February 11, 2026
Silaturrahmi Gus Yusuf Chudlari dengan KH Imam Jazuli pengasuh ponpes Bina Insan Mulia Cirebon (Foto: Dok. Kiai Imjaz)

Kiai Imam Jazuli Ungkap Gus Yusuf Chudlari Figur Kuat Bursa Ketum PBNU pada Muktamar NU ke-35

February 8, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2527
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Oleh: KH. Fadhil Rahmi Lc., MA (Anggota DPD RI Periode 2019-2024 dan Pimpinan Pesantren Modern Al Zahrah, Bireuen Aceh) 

KH Imam Jazuli: Sang Pendobrak yang Istiqomah Melawan Arus

February 14, 2026
Foto: Ilustrasi

Khutbah Jumat: Tradisi Munggahan dan Persiapan Menyambut Ramadan

February 13, 2026
Foto: Ilustrasi

Khutbah Jumat: Mempererat Tali Persaudaraan Menjelang Bulan Ramadan

February 13, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In