• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Nasab Habib

Kilas Balik Munculnya Kajian Nasab Tesis Kiai Imaduddin Utsman Al-Bantani

September 7, 2024
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Founder Owner Rokok Bintang Sembilan

Rokok Rakyat dan Konglomerat dalam Paradoks Kebijakan Cukai

February 2, 2026
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Ditetapkan sebagai Tersangka Penganiayaan dan Pencurian dengan Kekerasan

February 1, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
Cholil Nafis-MUI

MUI Minta Presiden Prabowo Menarik Diri dari BoP

February 1, 2026
KH. Abdussalam Shohib (Gus Salam), Pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang Jawa Timur

Tinjau Ulang Keanggotaan Indonesia Di BoP dan NU Harus Tegas Mengingatkan

February 1, 2026
Gus Yahya

Rais Aam dan Sekjen PBNU Hingga Prabowo tidak Hadiri Harlah Ke-100 NU, Ini Penjelasan Gus Yahya

February 1, 2026
Dr.H. Dudy Imanuddin Effendi, M.Ag., MQM., Pengamat Sosial dan Wakil Dekan I Bidang Akademik FDK UIN Bandung

Meneguhkan Polri di Bawah Presiden: Kuatkan Agenda Reformasi, Bukan Degradasi Institusi

February 1, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, February 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Kilas Balik Munculnya Kajian Nasab Tesis Kiai Imaduddin Utsman Al-Bantani

Oleh: Ahmad Suhadi

liputan9news by liputan9news
September 7, 2024
in Opini
A A
1
Nasab Habib

Masyarakat Arab Hadramaut dalam Dinamika Pembaruan Islam di Indonesia/Foto: Hidayatullah

739
SHARES
2.1k
VIEWS

Bogor, LIPUTAN 9 NEWS
Sejak munculnya polemik nasab kurang lebih satu setengah tahun lalu telah menuai pro kontra sehingga kemunculannya menjadi gejolak sosial. Walau pun gejolak belum terlalu besar yang memiliki dampak sosial, ekonomi dan politik Kebangsaan Kita.

Latar belakang gejolak dari caci maki hingga persekusi dikarenakan diskursus ilmiah ini tidak disikapi secara Arif dan bijaksana yang ada hanyalah menampilkan emosi dari panatisme merasa paling benar.

Merasa paling benar adalah akibat pertimbangan kurang, dominasi perasaan lebih besar daripada pertimbangan akal, sementara kurangnya pertimbangan akal itu akibat ilmu yang tidak mengisi ruang pemikiran secara logis, dan akan berakibat mendidihnya darah yang telah dikuasai emosi. Kalau hal ini dibiarkan akan mengeraskan hati dan membutakan mata hati untuk menolak sebuah kebenaran yang Allah SWT pancarkan kepada siapa saja yang dikehendakinya.

BeritaTerkait:

KH. Abdul Hakim Mahfudz: Kombinasi Nasab, Leadership, dan Kemandirian Ekonomi sebagai Modal Kuat Memimpin PBNU

Musyawarah Besar Warga NU Hasilkan 9 rekomendasi, Praktik Pertambangan Haram Kembalikan ke Negara dan Percepat Muktamar

Jaga Marwah NU, Kiai Said: Kembalikan Konsesi Tambang ke Pemerintah

PBNU Dirundung Masalah, Gus Faris: Gus Yahya, Kiai Miftachul Akhyar dan Gus Ipul Harus Dicopot Semua

Dari sejak kemunculan polemik nasab, penulis sangat menikmati hasil tulisan ilmiah kyai Imadudin sebagai karya kritik sosial atau boleh dibilang “Kritik Doktrin Keagamaan kaum Ba’lawi Terhadap Muslim Nusantara”.

Belakang, diskursus ilmiah yang harusnya menjadi khazanah keilmuan malah disikapi secara emosi dan saling serang dimedia sosial antar kubu bahkan pendukung balawi mulai terindikasi melakukan persekusi terhadap pendukung kyai Imadudin.

Ironisnya, saling serang dengan caci maki hingga persekusi para pro ba’lawi terhadap pendukung tesis Kiai Imaduddin dilatarbelakangi oleh ketidak pahaman mereka dalam mengisi ruang-ruang kosong lamunannya dengan mengikuti alur pembahasan, kemalasan menelaah dan enggan membaca terhadap kritik sosial yang telah jadi tradisi budaya atas doktrin keagamaan yang turun-temurun dianggap mapan walaupun menyimpang, tentu doktrin yang telah berpuluh-puluh tahun bahkan ratusan tahun tersebut akan menjadi sulit menerima pemahaman baru yang datang sebagai kritik yang telah menjadi penyimpangan prilaku.

Memang ilmu nasab ini adalah suatu disiplin ilmu baru yang belum ada mata kuliahnya dan pelajarannya di lembaga pendidikan baik di sekolah maupun di pesantren, terlebih lagi yang dipermasalahkan adalah budaya dan tradisi, yang telah dianggap sebagai kepercayaan dan keyakinan ditengah masyarakat yang langsung bersentuhan terhadap pengakuan dan kecintaan terhadap Rosulullah SAW.

Sejujurnya, penulis beberapa tahun ke belakang masih mempercayai bahwa habaib memiliki ketersambungan nasab sebagai dzuriyah Rasulullah, namun sejak 2013 perhatian kepada para habib mulai diragukan. Apalagi sering terjadi persekusi yang dilakukan Front Pembela Islam terhadap pihak yang disinyalir melakukan pelanggaran dan kemaksiatan, puncaknya saat pimpinan FPI berstatemen mencaci-maki KH.Abdurrahman Wahid sebagai orang yang “Buta mata dan Buta hati”. Caci maki ini menurut kami sangat menyakitkan tanpa terlebih dulu tabayun ke Gusdur padahal kalau Gusdur mau, FPI sejak beliau menjabat sebagai kepala negara bisa saja dihabisi, tapi tidak untuk Gusdur beliau hanya menanggapi tidak serius hanya dengan canda dan guyonan saja.

Kekonyolan Hb. Rizik Shihab dan pendukungnya makin menjadi-jadi ketika ide gagasan pemikiran Islam Nusantara diangkat oleh NU dan seringnya KH.Said Aqil Siraj menyampaikan tentang Tipologi dan kekhasan Islam Nusantara sehingga menjadi Tema Mukhtamar NU di Jombang 2015 silam.

Kegalauan Rizik Shihab dan para pendukungnya terhadap gagasan Islam Nusantara tanpa tabayun terlebih dahulu, makin melahirkan kelompok jalanan sehingga pemetaan gerakan mereka mengarah ke gerakan politik puritanisme, kondisi ini makin diperparah kasus Pilkada Jakarta saat Basuki Cahya Purnama mengupas ayat tentang kepemimpinan, almaidah ayat :51 yang dimaksudkan ayat suci Alquran tersebut hanya digunakan untuk kepentingan politik dan kelompok saja. Lalu, ucapan Basuki purnama tersebut menuai kecaman dan protes dari kelompok intoleran yang dikomandoi FPI.

Akhirnya calon kepala daerah dari klan balawi yang diusung Rizik Shihab bernama Anis Rasyid Baswedan berhasil menjabat sebagai Gubernur Jakarta. Padahal, setelah terpilihnya Anis Baswedan sama sekali tidak memberi perubahan lebih baik wajah ibu kota Jakarta. Lucunya Anis mencalonkan lagi sebagai presiden pada pemilu 2024 lalu. Hal ini, masih memberi bekas kekhawatiran terjadi gesekan akibat politik identitas Pilkada Jakarta, Bahkan disinyalir kelompok mereka ada dibelakang pendukung Anis baswedan.

Kembali kepada masalah nasab, untuk menyikapi polemik tersebut sepatutnya kita kembali kepada semangat keilmuan dan semangat kebersamaan. Dengan semangat keilmuan bagi yang kontra dengan Kiai Imaduddin dengan pikiran jernih akan siap menjadi pembanding dalam menjawab tesisi kyai Imadudin tersebut, dan bagi pihak yang pro Kiai Imadudin pun harus siap secara elegan menjawab tanggapan pendukung ba lawi hingga pihak-pihak ilmuan yang punya kapasitas memahami kajian nasab dari habaib siap berargumen secara resmi dengan kyai Imadudin Utsman.

Penulis menilai dan berharap, yang layak tampil dalam menghadapi debat nasab untuk melawan KH. Imaduddin DKK adalah hanya 4 orang saja, yaitu : Hb.Taufik Assegaf (ketua Robithoh Alawiyah) Hb. Luthfi bin Yahya (Pihak yang diduga banyak telah memalsukan makam tokoh dan diduga melakukan penyimpangan sejarah), dan Hb. Rizik Shihab, ( pihak yang bertanggungjawab melontarkan ucapan kewajiban Ter DNA), dan Bahar Smith (pihak yang melontarkan ucapan keturunan Walisongo terputus dan mengklaim punya darah bersambung ke Rosulullah secara terbuka).

Debat antara fihak Kiai Imaduddin dengan klan ba’lawi yang diwakili 4 orang tersebut di atas harus dipasilitasi oleh pihak yang netral, mungkin negara harus hadir walau hanya sekedar memberi perlindungan terjadi jalan perdebatan secara sehat, bukan dengan emosi apalagi perlawanan fisik diantara kubu.

Kiai Ahmad Suhadi, S.Pd.I, Ketua Ikatan Mubaligh-mubalighoh Nusantara (IMMAN) DPD Kabupaten Bogor dan Katib JATMAN Kabupaten Bogor.

Tags: NasabNasab HabibPolemik
Share296Tweet185SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

KH Abdul Hakim Mahfudz atua Gus Kikin (Foto: Ai/MSN)
Opini

KH. Abdul Hakim Mahfudz: Kombinasi Nasab, Leadership, dan Kemandirian Ekonomi sebagai Modal Kuat Memimpin PBNU

by liputan9news
January 13, 2026
0

CIREBON | LIPUTAN9NEWS Kepemimpinan di tubuh Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia, selalu menjadi sorotan, tidak hanya karena...

Read more
Musyawarah Besar Warga NU Hasilkan 9 rekomendasi, Praktik Pertambangan yang Merusak Lingkungan Haram Kembalikan ke Negara dan Percepat Muktamar

Musyawarah Besar Warga NU Hasilkan 9 rekomendasi, Praktik Pertambangan Haram Kembalikan ke Negara dan Percepat Muktamar

December 22, 2025
KH Said Aqil siroj

Jaga Marwah NU, Kiai Said: Kembalikan Konsesi Tambang ke Pemerintah

December 8, 2025
PBNU Dirundung Masalah, Gus Faris: Gus Yahya, Kiai Miftahul Ahyar dan Gus Ipul Harus Dicopot Semua

PBNU Dirundung Masalah, Gus Faris: Gus Yahya, Kiai Miftachul Akhyar dan Gus Ipul Harus Dicopot Semua

December 4, 2025
Load More

Comments 1

  1. Venetta Hermann says:
    2 years ago

    1. Copy/Paste your script or any add any website, blog or
    article link.

    2. With 1 click our A.I. turns it into an engaging video with slides, images, videos, music
    & even voiceover.

    3. Upload the video, get ranked on Page #1 and start getting real traffic & sales!

    https://www.youtube.com/watch?v=xzxgniI6GSkliputan9.id

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2522
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Founder Owner Rokok Bintang Sembilan

Rokok Rakyat dan Konglomerat dalam Paradoks Kebijakan Cukai

February 2, 2026
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Ditetapkan sebagai Tersangka Penganiayaan dan Pencurian dengan Kekerasan

February 1, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In