• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Kuliner Ikonik di Lebaran Betawi

Kuliner Ikonik di Lebaran Betawi

March 22, 2026
Konferensi pers Sidang Isbat penetapan awal Zulhijjah 1447 H yang digelar di Kantor Kemenag Jl. MH. Thamrin Jakarta, Ahad (17/05/2026).

Gelar Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026

May 18, 2026
Muhammad Ikhsanurrizqi, Ketua BEM PTNU Se-Nusantara.

Ketua BEM PTNU Sentil Pernyataan Presiden soal Rupiah: Rakyat Kecil Tetap Jadi Korban

May 18, 2026
Kongkalikong Tender Gedung BTN Sulampua? Logis 08 Desak BTN dan Danantara Buka-bukaan

Logis 08 Soroti Danantara, Proyek Perkampungan Haji di Mekkah Belum Tunjukkan Progres Nyata

May 16, 2026
Fatayat NU dan Ratusan Jamaah Semarakkan Cahaya Hati Indonesia di Masjid Al-Hijrah Bekasi Utara

Fatayat NU dan Ratusan Jamaah Semarakkan Cahaya Hati Indonesia di Masjid Al-Hijrah Bekasi Utara

May 16, 2026
DPD PPNI Kabupaten Bekasi Sukses Jadi Tuan Rumah International Nurses Day 2026 Tingkat Jabar

DPD PPNI Kabupaten Bekasi Sukses Jadi Tuan Rumah International Nurses Day 2026 Tingkat Jabar

May 16, 2026
KH. Cholil Nafis, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah

Jamaah Haji 2026 Diizinkan Kemenhaj Bayar Dam di Tanah Air, Inilah Respon Kiai Cholil Nafis

May 16, 2026
SDIT Atssurayya Luncurkan Kelas Talenta dan Tahfidz untuk Jawab Tantangan Pendidikan Modern

SDIT Atssurayya Luncurkan Kelas Talenta dan Tahfidz untuk Jawab Tantangan Pendidikan Modern

May 16, 2026
Gus Rosikh : KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid, Gus Yusuf Chudlori dan Gus Miftah, Kyai Muda NU Progresif Visioner Yang Ahli Tirakat

Gus Rosikh: KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid, Gus Yusuf Chudlori dan Gus Miftah, Kyai Muda NU Progresif Visioner Yang Ahli Tirakat

May 15, 2026
GP Ansor Bekasi Selatan Gembleng Kader Banser, Perkuat Jiwa Kepemimpinan dan Kebangsaan

GP Ansor Bekasi Selatan Gembleng Kader Banser, Perkuat Jiwa Kepemimpinan dan Kebangsaan

May 15, 2026
Abaikan Fatwa MUI, Kemenhaj Tetap Izinkan Dam Haji di Indonesia

Abaikan Fatwa MUI, Kemenhaj Tetap Izinkan Dam Haji di Indonesia

May 15, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, May 18, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel

Kuliner Ikonik di Lebaran Betawi

Oleh: Imam Besar FBR

Abdullah Faqih Ulwan by Abdullah Faqih Ulwan
March 22, 2026
in Artikel, Seni Budaya
A A
0
511
SHARES
1.5k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS

Salam rempug, Rasulullah tidak pernah makan Ketupat, sayur godog, opor ayam atau semur daging kebo di hari Lebaran. Tapi leluhur kita secara sengaja menyembunyikan pesan-pesan beliau di dalam semua makanan tersebut. Kita memakannya setiap tahun tanpa pernah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di balik semua itu?

Leluhur kita tidak punya mimbar megah. Tidak punya pengeras suara. Tidak punya platform digital. Tidak punya akun medsos. Namun mereka punya satu hal, yaitu kemampuan melihat bahwa manusia belajar bukan hanya lewat telinga, tapi dari tangan yang menganyam janur, lewat aroma santan dan daging kebo yang menguar dari dapur, lewat suapan pertama di pagi hari raya. Islam tidak datang dengan menghancurkan budaya, tapi menyusup ke dalam budaya pelan, dalam dan permanen.

Sampai sekarang, kita masih menganyam ketupat, menuang sayur godok dan opor ayam, menyantap lahap semur daging kebo. Tanpa sadar kita sedang berdakwah di meja makan kita sendiri, setiap tahun tanpa henti.

Rasulullah tidak meninggalkan ketupat, sayur godog, opor ayam dan semur daging kebo sebagai makanan ikonik di hari raya. Tapi beliau meninggalkan nilai: suci, bersih, maaf, kerukunan dan toleran. Leluhur kita menyimpannya lewat makanan dalam lidah dan budaya kita. Kemungkinan itulah cara dakwah yang paling sunyi sekaligus abadi.

BeritaTerkait:

FBR Jalin Kerjasama dengan Pemrpop DKI Jakarta dalam Mengatasi Sampah

Membaca Ulang Halal Bihalal dari Soekarno ke Pramono: Refleksi Lebaran 1447 Hijiriyah

PNIB: Idul Fitri Momentum Menyatukan Perbedaan, Intoleransi, Terorisme dan Intimidasi Bukan Budaya Kita

Merawat Ukhuwah di Tengah Perbedaan Lebaran

Ketupat Betawi

Ketupat adalah nasi yang dibungkus dalam anyaman daun kelapa muda yang kemudian direbus hingga padat dan kenyal. Proses pembuatan ketupat ini bukan hanya tentang makanan, tetapi juga mencerminkan kearifan lokal dalam memanfaatkan bahan alam sekitar sebagai pelajaran hidup.

Ketupat dalam tradisi Betawi merupakan simbol untuk mengingat asal-usul dan leluhur mereka yang agraris sekaligus maritim. Beras, bahan dasar ketupat, merupakan kekentalan tradisi agraris, sementara daun kelapa yang digunakan untuk membungkus, adalam lambang masyarakat maritim.

Ketupat memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat Betawi. Ketupat merupakan simbol kesucian dan kebersihan, karena beras yang dibungkus dengan daun kelapa menjadi putih dan bersih tidak tercemar oleh apapun.

Para leluhur mengajarkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya secara perlahan dan mendalam kepada masyakat Betawi hingga meresap sampai ke akarnya, sampai ke meja makan, sampai ke lidah anak cucu yang bahkan mereka tidak tahu sedang belajar agama.

Kemungkinan alasan tersebut yang menjadikan ketupat bukan hanya dikonsumsi pada hari raya, tapi juga di malam pergantian Surah Al-Qur’an saat melaksanakan shalat Taraweh di malam pertengahan bulan Ramadhan dan di malam-malam yang diyakini sebagai malam turunnya Lailatul Qadr (malam ke-21, 23, dan 25). Bahwa Lailatul Qadr dan Idul Fitri hanya bisa diperoleh dengan kebersihan hati dan kesucian diri.

Opor Ayam dan Semur Daging Kebo

Selanjutnya kenapa opor ayam atau semur daging kebo bukan soto, bukan gulai atau lainnya? Dari sini kita bisa melihat pengaruh budaya Jawa dan Sunda yang cukup kental terhadap masyarakat Betawi dan dapat dimaknai sebagai sikap inklusifitas mereka.

Dalam lisan Jawa, kata “opor” berarti “ngapuro”, maaf; meminta maaf atau memaafkan. Sementara santan yang putih pekat, yang mengalir dan menyatukan aneka bumbu, juga terdapat dalam sayur Godog, dalam bahasa Jawa “Santen”, bunyinya seperti “pengapunten”, dan dalam bahasa Sunda, bunyinya seperti “punten” yang artinya permohonan maaf atau permintaan izin. Kuah yang putih bersih itu menyembunyikan sebuah doa dan harapan agar hati dapat kembali putih setelah Ramadhan.

Bagaimana dengan ayamnya? Ayam adalah hewan yang senang berkumpul, yang selalu kembali ke kawanan atau komunitas. Makhluk yang menyukai silaturrahmi dan kebersamaan.

Semur dalam sejarah kuliner Betawi memiliki kaitan erat dengan pengaruh penjajahan Belanda yang membawa teknik memasak Eropa ke Indonesia. Semur awalnya terinspirasi oleh teknik memasak daging sapi yang digunakan oleh orang Belanda, tetapi kemudian dikembangkan dengan sentuhan rasa lokal seperti kecap manis, yang menjadi ciri khas masakan Betawi. Daging yang dimasak dalam semur akan terasa empuk dan meresap dengan bumbu yang kaya, menciptakan hidangan yang gurih, manis, dan lezat.

Sementara masyarakat Betawi lebih memilih kerbau atau kebo dan bukan sapi karena di samping sebagai mitra kerja masyarakat agraris, yakni sebagai alat bercocok tanam dan transportasi hasil pertanian, juga melambangkan kesuburan dan kemakmuran.

Tambahan lagi, pilihan kebo merupakan bentuk toleransi masyarakat Betawi terhadap pemeluk agama Hindu, yang menghormati sapi. Prinsip kerukunan sebagai poin penting dalam menciptakan harmoni tetap terjaga.

Jadi, dalam satu porsi ketupat di hari Lebaran, di setiap suapan dan gigitan daging ayam dan kebo terkandung makna yang dalam bahwa keadilan bukan hanya soal hukuman, tapi juga keseimbangan dan harmoni sosial, di mana semua orang diperlakukan setara dalam kebersamaan.

Keadilan itu tidak hanya soal hukum di pengadilan, tapi juga tentang mengakui kesalahan, memaafkan, dan menjaga keseimbangan dalam hubungan antar manusia. Inilah yang disebut keadilan restoratif, yang mensyaratkan pelakunya mengakui kesalahan secara jujur dan penuh kesadaran.

Tujuan utama keadilan restoratif bukan menghukum, melainkan memulihkan hubungan antara pelaku, korban, dan masyarakat, sehingga kembali rukun dan harmoni, bukan kalah-menang. Keadilan bukan hanya soal benar atau salah, tapi tentang keberanian mengakui kesalahan dan kesediaan untuk memulihkan hubungan.Tabik.

KH. Lutfi Hakim, MA., Imam Besar FBR, Wakil Ketua PWNU DKI Jakarta

Tags: Andilan Kebo LebaranBetawiDaging KeboImam besar FBRKetupat BetawiKH. Lutfi HakimkulinerLebaranLebaran Betawi 2026Opor AyamSemur Daging Kebo
Share204Tweet128SendShare
Abdullah Faqih Ulwan

Abdullah Faqih Ulwan

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Kerjasama FBR dan Pemrpop DKI Jakarta Dalam Mengatasi Sampah
Nasional

FBR Jalin Kerjasama dengan Pemrpop DKI Jakarta dalam Mengatasi Sampah

by liputan9news
May 11, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung sistem pengolahan sampah organik di Pasar Induk Kramat Jati, Senin...

Read more
Membaca Ulang Halal Bihalal dari Soekarno ke Pramono: Refleksi Lebaran 1447 Hijiriyah

Membaca Ulang Halal Bihalal dari Soekarno ke Pramono: Refleksi Lebaran 1447 Hijiriyah

April 6, 2026
PNIB: Idul Fitri Momentum Menyatukan Perbedaan, Intoleransi, Terorisme dan Intimidasi Bukan Budaya Kita

PNIB: Idul Fitri Momentum Menyatukan Perbedaan, Intoleransi, Terorisme dan Intimidasi Bukan Budaya Kita

March 26, 2026
Assoc Prof Dr. KH. M. Ilyas Marwal, M.M., D.E.S.A., Dosen Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Ketua Umum Persaudaraan dan Kemitraan Pesantren (PK-Tren) Indonesia, Pengasuh Ponpes Quran dan Sains Nurani Jakarta Selatan

Merawat Ukhuwah di Tengah Perbedaan Lebaran

March 26, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2561
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Konferensi pers Sidang Isbat penetapan awal Zulhijjah 1447 H yang digelar di Kantor Kemenag Jl. MH. Thamrin Jakarta, Ahad (17/05/2026).

Gelar Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026

May 18, 2026
Muhammad Ikhsanurrizqi, Ketua BEM PTNU Se-Nusantara.

Ketua BEM PTNU Sentil Pernyataan Presiden soal Rupiah: Rakyat Kecil Tetap Jadi Korban

May 18, 2026
Kongkalikong Tender Gedung BTN Sulampua? Logis 08 Desak BTN dan Danantara Buka-bukaan

Logis 08 Soroti Danantara, Proyek Perkampungan Haji di Mekkah Belum Tunjukkan Progres Nyata

May 16, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In