• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Kuliner Ikonik di Lebaran Betawi

Kuliner Ikonik di Lebaran Betawi

March 22, 2026
Dubes Iran Terima Cinderamata Keris dari Kiai Said, Simbol Solidaritas 14 Ormas Islam Lawan Zionis

Dubes Iran Terima Cinderamata Keris dari Kiai Said, Simbol Solidaritas 14 Ormas Islam Lawan Zionis

April 18, 2026
FPII Resmi Tempuh Jalur Hukum untuk Jusuf Kalla demi Jaga Ketertiban dan Stabilitas Publik

FPII Resmi Tempuh Jalur Hukum untuk Jusuf Kalla demi Jaga Ketertiban dan Stabilitas Publik

April 18, 2026
Ahmad Tomy Wijaya, Koordinator Pusat BEM Pesantren

Sikapi Pernyataan Jusuf Kalla, BEM Pesantren Seluruh Indonesia Serukan Klarifikasi dan Edukasi Publik Demi Kerukunan Umat

April 18, 2026
Foto: ILustrasi

PNIB Soroti OTT Bupati Tulungagung dan Kepala Daerah lainya: Miskinkan Koruptor Tanpa Syarat

April 18, 2026
Ramadhan Isa, Koordinator Nasional Poros Muda NU (Foto: Dok.PMNU)

Poros Muda NU Sambut Positif Ikhtiar Gus Salam Maju Calon Ketua Umum PBNU

April 17, 2026
Konferensi pers Tim Advokat Pembela Yaqut Cholil Qoumas terkait kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024, di Jakarta Pusat, pada Kamis (16/4/2026). (Foto: Ibriza/Tribunnews)

Pengacara Bantah Yaqut Beri Uang ke Anggota DPR RI

April 16, 2026
Khutbah Jumat: Amaliah Terbaik Pasca Ramadan (Foto: Pinterest)

Khutbah Jumat: Amaliah Terbaik Pasca Ramadan

April 16, 2026
Ketua Forum Persatuan Islam Indonesia (FPII) Muhammad Fathur Rozaq, menyikapi pernyataan Jusuf Kalla

Forum Persatuan Islam Indonesia Akan Tempuh Jalur Hukum demi Stabilitas Umat Beragama

April 16, 2026
Mellisa Anggraini, Pengacara mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Foto: Ist/MSN)

Kuasa Hukum Yaqut Cholil Qoumas Katakan Pembagian Kuota Haji Sesuai Aturan

April 16, 2026
Meluruskan Sejarah Amaliah Tahlil Yang Dibelokkan (Foto: newsky.id/MSN)

Meluruskan Sejarah Amaliah Tahlil Yang Dibelokkan

April 16, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, April 20, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel

Kuliner Ikonik di Lebaran Betawi

Oleh: Imam Besar FBR

Abdullah Faqih Ulwan by Abdullah Faqih Ulwan
March 22, 2026
in Artikel, Seni Budaya
A A
0
511
SHARES
1.5k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS

Salam rempug, Rasulullah tidak pernah makan Ketupat, sayur godog, opor ayam atau semur daging kebo di hari Lebaran. Tapi leluhur kita secara sengaja menyembunyikan pesan-pesan beliau di dalam semua makanan tersebut. Kita memakannya setiap tahun tanpa pernah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di balik semua itu?

Leluhur kita tidak punya mimbar megah. Tidak punya pengeras suara. Tidak punya platform digital. Tidak punya akun medsos. Namun mereka punya satu hal, yaitu kemampuan melihat bahwa manusia belajar bukan hanya lewat telinga, tapi dari tangan yang menganyam janur, lewat aroma santan dan daging kebo yang menguar dari dapur, lewat suapan pertama di pagi hari raya. Islam tidak datang dengan menghancurkan budaya, tapi menyusup ke dalam budaya pelan, dalam dan permanen.

Sampai sekarang, kita masih menganyam ketupat, menuang sayur godok dan opor ayam, menyantap lahap semur daging kebo. Tanpa sadar kita sedang berdakwah di meja makan kita sendiri, setiap tahun tanpa henti.

Rasulullah tidak meninggalkan ketupat, sayur godog, opor ayam dan semur daging kebo sebagai makanan ikonik di hari raya. Tapi beliau meninggalkan nilai: suci, bersih, maaf, kerukunan dan toleran. Leluhur kita menyimpannya lewat makanan dalam lidah dan budaya kita. Kemungkinan itulah cara dakwah yang paling sunyi sekaligus abadi.

BeritaTerkait:

Membaca Ulang Halal Bihalal dari Soekarno ke Pramono: Refleksi Lebaran 1447 Hijiriyah

PNIB: Idul Fitri Momentum Menyatukan Perbedaan, Intoleransi, Terorisme dan Intimidasi Bukan Budaya Kita

Merawat Ukhuwah di Tengah Perbedaan Lebaran

Lebaran Betawi: Heterenomi di Jakarta

Ketupat Betawi

Ketupat adalah nasi yang dibungkus dalam anyaman daun kelapa muda yang kemudian direbus hingga padat dan kenyal. Proses pembuatan ketupat ini bukan hanya tentang makanan, tetapi juga mencerminkan kearifan lokal dalam memanfaatkan bahan alam sekitar sebagai pelajaran hidup.

Ketupat dalam tradisi Betawi merupakan simbol untuk mengingat asal-usul dan leluhur mereka yang agraris sekaligus maritim. Beras, bahan dasar ketupat, merupakan kekentalan tradisi agraris, sementara daun kelapa yang digunakan untuk membungkus, adalam lambang masyarakat maritim.

Ketupat memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat Betawi. Ketupat merupakan simbol kesucian dan kebersihan, karena beras yang dibungkus dengan daun kelapa menjadi putih dan bersih tidak tercemar oleh apapun.

Para leluhur mengajarkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya secara perlahan dan mendalam kepada masyakat Betawi hingga meresap sampai ke akarnya, sampai ke meja makan, sampai ke lidah anak cucu yang bahkan mereka tidak tahu sedang belajar agama.

Kemungkinan alasan tersebut yang menjadikan ketupat bukan hanya dikonsumsi pada hari raya, tapi juga di malam pergantian Surah Al-Qur’an saat melaksanakan shalat Taraweh di malam pertengahan bulan Ramadhan dan di malam-malam yang diyakini sebagai malam turunnya Lailatul Qadr (malam ke-21, 23, dan 25). Bahwa Lailatul Qadr dan Idul Fitri hanya bisa diperoleh dengan kebersihan hati dan kesucian diri.

Opor Ayam dan Semur Daging Kebo

Selanjutnya kenapa opor ayam atau semur daging kebo bukan soto, bukan gulai atau lainnya? Dari sini kita bisa melihat pengaruh budaya Jawa dan Sunda yang cukup kental terhadap masyarakat Betawi dan dapat dimaknai sebagai sikap inklusifitas mereka.

Dalam lisan Jawa, kata “opor” berarti “ngapuro”, maaf; meminta maaf atau memaafkan. Sementara santan yang putih pekat, yang mengalir dan menyatukan aneka bumbu, juga terdapat dalam sayur Godog, dalam bahasa Jawa “Santen”, bunyinya seperti “pengapunten”, dan dalam bahasa Sunda, bunyinya seperti “punten” yang artinya permohonan maaf atau permintaan izin. Kuah yang putih bersih itu menyembunyikan sebuah doa dan harapan agar hati dapat kembali putih setelah Ramadhan.

Bagaimana dengan ayamnya? Ayam adalah hewan yang senang berkumpul, yang selalu kembali ke kawanan atau komunitas. Makhluk yang menyukai silaturrahmi dan kebersamaan.

Semur dalam sejarah kuliner Betawi memiliki kaitan erat dengan pengaruh penjajahan Belanda yang membawa teknik memasak Eropa ke Indonesia. Semur awalnya terinspirasi oleh teknik memasak daging sapi yang digunakan oleh orang Belanda, tetapi kemudian dikembangkan dengan sentuhan rasa lokal seperti kecap manis, yang menjadi ciri khas masakan Betawi. Daging yang dimasak dalam semur akan terasa empuk dan meresap dengan bumbu yang kaya, menciptakan hidangan yang gurih, manis, dan lezat.

Sementara masyarakat Betawi lebih memilih kerbau atau kebo dan bukan sapi karena di samping sebagai mitra kerja masyarakat agraris, yakni sebagai alat bercocok tanam dan transportasi hasil pertanian, juga melambangkan kesuburan dan kemakmuran.

Tambahan lagi, pilihan kebo merupakan bentuk toleransi masyarakat Betawi terhadap pemeluk agama Hindu, yang menghormati sapi. Prinsip kerukunan sebagai poin penting dalam menciptakan harmoni tetap terjaga.

Jadi, dalam satu porsi ketupat di hari Lebaran, di setiap suapan dan gigitan daging ayam dan kebo terkandung makna yang dalam bahwa keadilan bukan hanya soal hukuman, tapi juga keseimbangan dan harmoni sosial, di mana semua orang diperlakukan setara dalam kebersamaan.

Keadilan itu tidak hanya soal hukum di pengadilan, tapi juga tentang mengakui kesalahan, memaafkan, dan menjaga keseimbangan dalam hubungan antar manusia. Inilah yang disebut keadilan restoratif, yang mensyaratkan pelakunya mengakui kesalahan secara jujur dan penuh kesadaran.

Tujuan utama keadilan restoratif bukan menghukum, melainkan memulihkan hubungan antara pelaku, korban, dan masyarakat, sehingga kembali rukun dan harmoni, bukan kalah-menang. Keadilan bukan hanya soal benar atau salah, tapi tentang keberanian mengakui kesalahan dan kesediaan untuk memulihkan hubungan.Tabik.

KH. Lutfi Hakim, MA., Imam Besar FBR, Wakil Ketua PWNU DKI Jakarta

Tags: Andilan Kebo LebaranBetawiDaging KeboImam besar FBRKetupat BetawiKH. Lutfi HakimkulinerLebaranLebaran Betawi 2026Opor AyamSemur Daging Kebo
Share204Tweet128SendShare
Abdullah Faqih Ulwan

Abdullah Faqih Ulwan

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Membaca Ulang Halal Bihalal dari Soekarno ke Pramono: Refleksi Lebaran 1447 Hijiriyah
Opini

Membaca Ulang Halal Bihalal dari Soekarno ke Pramono: Refleksi Lebaran 1447 Hijiriyah

by liputan9news
April 6, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Setiap perayaan Idul Fitri, kita pasti mengadakan tradisi "Halal Bihalal" di kantor, kampung hingga keluarga. Namun hari...

Read more
PNIB: Idul Fitri Momentum Menyatukan Perbedaan, Intoleransi, Terorisme dan Intimidasi Bukan Budaya Kita

PNIB: Idul Fitri Momentum Menyatukan Perbedaan, Intoleransi, Terorisme dan Intimidasi Bukan Budaya Kita

March 26, 2026
Assoc Prof Dr. KH. M. Ilyas Marwal, M.M., D.E.S.A., Dosen Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Ketua Umum Persaudaraan dan Kemitraan Pesantren (PK-Tren) Indonesia, Pengasuh Ponpes Quran dan Sains Nurani Jakarta Selatan

Merawat Ukhuwah di Tengah Perbedaan Lebaran

March 26, 2026
KH. Lutfi Hakim, Imam Besar FBR, Wakil Ketua PWNU DKI Jakarta

Lebaran Betawi: Heterenomi di Jakarta

March 20, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2551
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Dubes Iran Terima Cinderamata Keris dari Kiai Said, Simbol Solidaritas 14 Ormas Islam Lawan Zionis

Dubes Iran Terima Cinderamata Keris dari Kiai Said, Simbol Solidaritas 14 Ormas Islam Lawan Zionis

April 18, 2026
FPII Resmi Tempuh Jalur Hukum untuk Jusuf Kalla demi Jaga Ketertiban dan Stabilitas Publik

FPII Resmi Tempuh Jalur Hukum untuk Jusuf Kalla demi Jaga Ketertiban dan Stabilitas Publik

April 18, 2026
Ahmad Tomy Wijaya, Koordinator Pusat BEM Pesantren

Sikapi Pernyataan Jusuf Kalla, BEM Pesantren Seluruh Indonesia Serukan Klarifikasi dan Edukasi Publik Demi Kerukunan Umat

April 18, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In