• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Foto: Ilustrasi Nahdlatul Ulama

Menyakiti NU

January 22, 2026
Membangun kesadaran bahwa pelipatan pahala ibadah tidak hanya di bulan Ramadan.

Kiat Menjaga Ketaqwaan Pasca Ramadan

April 2, 2026
KH Zakky Mubarok

Kembali Menuju Fitrah

April 2, 2026
PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

April 2, 2026
Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

April 2, 2026
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PNIB: Dialah Pahlawan Perdamaian yang Sesungguhnya

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PNIB: Dialah Pahlawan Perdamaian yang Sesungguhnya

April 2, 2026
Ketua Umum DPP Kesatuan Tour Travel Haji Umroh Republik Indonesia (Kesthuri) Asrul Azis Taba. (Foto: Antara)

Jadi Tersangka Korupsi Haji, Ketum Kesthuri Asrul Azis Taba Diminta Pulang dari Saudi

April 1, 2026
Hilmab Latief, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) saat melaksanakan tugas di Makkah (Foto: Dok. Kemenag)

KPK Ungkap Hilman Latief Akui Terima Uang Terkait Korupsi Kuota Haji

April 1, 2026
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (04/03/2026). (Foto BPMI Setpres)

Pemerintah Aktifkan Kembali 625 Ribu Penerima BPJS Kesehatan

April 1, 2026
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu (kiri) didampingi juru bicara KPK, Budi Prasetyo dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin, 30 Maret 2026. (Foto Niaga.Asia/G Sitompul)

KPK Sebut Ismail Adham Berikan Uang Kepada Hilman Latief, Diduga Terkait Korupsi Kuota Haji

March 31, 2026
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur (Foto: Antara/MSN)

KPK Tetapkan Direktur Maktour dan Ketum Kesthuri Tersangka Korupsi Kuota Haji

March 31, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Friday, April 3, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Artikel Opini

Menyakiti NU

Oleh: Mamang M. Haerudin (Aa)

liputan9news by liputan9news
January 22, 2026
in Opini
A A
0
Foto: Ilustrasi Nahdlatul Ulama

Foto: Ilustrasi Nahdlatul Ulama

506
SHARES
1.4k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS

Seorang Profesor dan Kiai, Prof Dr KH Imam Ghazali Said, Guru Besar UIN Surabaya, menyatakan kesaksian dalam sebuah podcast yang viral di media sosial, bahwa proses Muktamar ke 34 di Lampung, yang mempertarungkan Prof Dr KH Said Aqil Siroj dengan KH Yahya Cholil Staquf, merupakan Muktamar yang penuh dengan risywah, terutama dilakukan oleh kubu Gus Yahya. Mulai dari booking pesawat dan hotel, berikut keteribatan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, yang disebutkan oleh Prof. Imam melakukan “pemalakan” kepada para pejabat Kemenag.

Praktik risywah tersebut menurut saya perilaku yang zalim, dengan kata lain sangat menyakiti NU. Bagaimana mungkin ormas keagamaan NU, yang dielu-elukan sebagai ormas keagamaan keramat justru dirusak oleh para elitnya sendiri, demi kedudukan dan jabatan dunia. Risywah sendiri dalam Islam merupakan praktik suap dan sogokan, untuk mengondisikan sesuatu demi tercapainya tujuan tertentu. Apakah mungkin Prof. Imam bohong? Saya meyakini tidak. Bahwa praktik risywah dalam setiap kontestasi Muktamar NU itu bukanlah rahasia umum.

Jangankan tingkat Pengurus Besar, praktik zalim risywah serupa sangat mungkin terjadi dalam level Pengurus Wilayah, Pengurus Cabang, bahkan sampai level Majelis Wakil Cabang (Kecamatan). Sungguh tidak habis pikir, momen sakral Muktamar NU justru dikotori dengan praktik korup laiknya Kongres partai politik. Dan yang lebih mirisnya lagi adalah mereka mengaku para ulama dan santri, mereka yang ahli Al-Qur’an, hadis dan kitab kuning.

Pantas saja kalau gonjang-ganjing kasus demi kasus yang meledak belakangan ini tidak lain adalah bom waktu dari akumulasi budaya organisasi yang kotor dan rusak. Yang paling menyakitkan lagi adalah bahwa NU ini merupakan organisasi para ulama, bermakna kebangkitan ulama, sungguh ini bukan hanya telah menyakiti NU itu sendiri, melainkan juga menyakiti para muassis, Islam, Indonesia dan umumnya warga Nahdliyin di seantero pelosok negeri.

BeritaTerkait:

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

BEM PTNU DIY Gelar Ramadan Incubation Camp, Gelorakan Mahasiswa Kritis dengan Semangat Jaga Indonesia

Merevitalisasi Dakwah NU: Menuju Substansi, Meninggalkan Gebyar Seremonial

NU dan Tantangan Abad Kedua: Menjadikan Kesehatan Sebagai Program Prioritas

Kalau kita perhatikan lagi, setelah upaya pemenangan Gus Yahya menjadi Ketua Umum PBNU, didukung oleh mereka yang juga mengaku keluarga, saudara dan para pengikut ideologis KH. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Sebuah buku diterbitkan secara khusus berjudul “Menghidupkan Gus Dur” karya penulis AS Laksana. Buku itu merupakan bagian narasi kampanye Gus Yahya di mana ia seolah-olah akan menjadi Gus Dur sebagaimana ia dulu menjadi Ketua Umum PBNU.

Memang Gus Yahya pernah menjadi Juru Bicara Gus Dur saat ia menjadi Presiden, tetapi siapa yang menjamin ia akan menjadi sosok Negarawan sekelas Gus Dur, sampai misalnya ia didukung oleh keluarga Gus Dur pun, semuanya tidak menjamin. Apalagi faktanya di lapangan menunjukkan demikian. PBNU semakin tidak terkendali, sampai berujung pada konflik internal yang entah mau kapan berakhirnya. Niat baik berkaitan dengan khidmat kepada para ulama NU, ternyata omong kosong belaka.

Andai saja KH. Hasyim Asy’ari dan Gus Dur masih hidup, saya yakin, keduanya akan merasa sakit, melihat NU dibawa secara ugal-ugalan. Apalagi Gus Yahya sering kali terlihat membeberkan sejumlah budaya buruk organisasi yang lain seperti “ngemis-ngemis” proposal, sehingga dari budaya buruk itu yang akhirnya membuat PBNU termotivasi untuk menerima jebakan konsesi tambang dari Pemerintah. Apakah ini akhir dari keramatnya NU? Indikasi-indikasinya sangat jelas mengarah ke sana.

Mari kita saksikan tontonan drama apalagi yang akan diperlihatkan oleh para elit PBNU dalam konflik internal dan segala keruwetan lainnya. Yang jelas, PBNU ke depan sudah tidak layak lagi dijadikan teladan, entah untuk waktu berapa lama, karena akan sulit mengembalikan keberkahan NU sebagai organisasi yang menjadi benteng terakhir kekuatan civil society kalau faktanya demikian menyakitkan. Kini, NU telah porak-poranda bukan oleh HTI, FPI, Salafi Wahabi, dan kelompok Islam lain yang selama ini diasosiasikan negatif sebagai perusak Islam dan Negara, ternyata NU sendiri tidak kalah rusak. Semoga hukuman ini akan mejadi momen hijrah dan pertobatan nasuha untuk NU, elit dan warganya.

Wallahu a’lam

Mamang M. Haerudin (Aa), Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Al-Insaaniyyah, 16 Januari 2026, 09.22 WIB.

Kiai Said dan Tantangan NU Masa Kini

Tags: Menyakiti NUNahdlatul UlamaNU
Share202Tweet127SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)
Nasional

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

by liputan9news
April 2, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menemui Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Abdullah Al-Amudi di Kantor...

Read more
BEM PTNU DIY Gelar Ramadan Incubation Camp, Gelorakan Mahasiswa Kritis dengan Semangat Jaga Indonesia

BEM PTNU DIY Gelar Ramadan Incubation Camp, Gelorakan Mahasiswa Kritis dengan Semangat Jaga Indonesia

March 11, 2026
KH Imam Jazuli

Merevitalisasi Dakwah NU: Menuju Substansi, Meninggalkan Gebyar Seremonial

March 2, 2026
KH. Imam Jazuli, Lc., MA., Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Cairo, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

NU dan Tantangan Abad Kedua: Menjadikan Kesehatan Sebagai Program Prioritas

March 2, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2539
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Membangun kesadaran bahwa pelipatan pahala ibadah tidak hanya di bulan Ramadan.

Kiat Menjaga Ketaqwaan Pasca Ramadan

April 2, 2026
KH Zakky Mubarok

Kembali Menuju Fitrah

April 2, 2026
PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

April 2, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In