• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Pak Jokowi tidak Bisa Disamakan dengan Fir’aun (Catatan untuk Cak Nun)

Pak Jokowi tidak Bisa Disamakan dengan Fir’aun (Catatan untuk Cak Nun)

January 17, 2023
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Founder Owner Rokok Bintang Sembilan

Rokok Rakyat dan Konglomerat dalam Paradoks Kebijakan Cukai

February 2, 2026
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Ditetapkan sebagai Tersangka Penganiayaan dan Pencurian dengan Kekerasan

February 1, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
Cholil Nafis-MUI

MUI Minta Presiden Prabowo Menarik Diri dari BoP

February 1, 2026
KH. Abdussalam Shohib (Gus Salam), Pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang Jawa Timur

Tinjau Ulang Keanggotaan Indonesia Di BoP dan NU Harus Tegas Mengingatkan

February 1, 2026
Gus Yahya

Rais Aam dan Sekjen PBNU Hingga Prabowo tidak Hadiri Harlah Ke-100 NU, Ini Penjelasan Gus Yahya

February 1, 2026
Dr.H. Dudy Imanuddin Effendi, M.Ag., MQM., Pengamat Sosial dan Wakil Dekan I Bidang Akademik FDK UIN Bandung

Meneguhkan Polri di Bawah Presiden: Kuatkan Agenda Reformasi, Bukan Degradasi Institusi

February 1, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, February 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Pak Jokowi tidak Bisa Disamakan dengan Fir’aun (Catatan untuk Cak Nun)

Oleh: KH. Ahmad Ishomuddin

liputan9news by liputan9news
January 17, 2023
in Uncategorized
A A
0
Pak Jokowi tidak Bisa Disamakan dengan Fir’aun (Catatan untuk Cak Nun)

KH Ahmad Ishomuddin

639
SHARES
1.8k
VIEWS

Sejak dahulu kala selalu ada saja orang yang melontarkan kritik pedas kepada orang yang sedang berkuasa dan membuat orang-orang di sekitarnya merasa kurang nyaman. Padahal nyata tidak ada sebuah pemerintahan di dunia ini yang sempurna dan terbebas dari kekurangan. Bahkan amat mungkin andaikan kursi kekuasaan itu diserahkan kepada para pengkritik atau para penghina itu, belum tentu mereka mampu mengelola pemerintahan dengan baik, apalagi lebih baik.

Demikian halnya, tidak seorangpun pemimpin pemerintahan di negeri kita ini yang bebas dari kekurangan, apalagi jika kekurangan dan kesalahannya dicari-cari, pasti jauh dari sempurna dan jauh pula dari memuaskan. Sedangkan kebaikannya saja amat mungkin dipandang sebagai keburukan belaka oleh para pembencinya yang jauh dari rasa keadilan.

Bayangkan, seorang manusia suci, Nabi Muhammad shalla Allahu ‘alaihi wa sallama saat membagi ghanimah (harta rampasan perang) saja pernah dengan cara tidak santun diminta untuk bersikap adil oleh Abdullah bin Dzi al-Khuwaishirah. Sehingga membuat sahabat dan pengikut setia beliau, Sayyiduna Umar bin al-Khaththab naik darah dan meminta izin agar diperkenankan untuk memenggalnya. Tetapi beliau mencegah dan meredakan amarahnya.

BeritaTerkait:

Islah Bahrawi Bongkar Peran Yaqut dan Jokowi Dibalik Kasus Korupsi Kuota Haji 2024

KH. M.A. Sahal Mahfudz: Rais Aam PBNU Penjaga AD/ART NU

Analisa Kondisi Objektif Kekuatan Politik Jokowi dan Wapres Gibran Rakabuming Raka, Pasca Pilpres 2024

Prabowo Bombardir Pengaruh Jokowi di Kabinet Merah Putih

Di negeri kita sudah sering kita dengar dan kita saksikan para penceramah agama di masjid-masjid atau di jalan-jalan raya atau di tempat lainnya di hadapan para pengagumnya– tentu dengan niatnya masing-masing–seringkali juga secara vulgar, bahkan ada yang sangat tidak santun, menghardik, memaki-maki, melaknati dan meluapkan amarah hingga kalap plus kehilangan akal sehat saat menyampaikan kritiknya kepada pemerintah yang sedang berkuasa.

Baru-baru ini, Cak Nun di hadapan para pengikutnya menyampaikan “kritik” yang menurut saya lebih beraroma penghinaan kepada Kepala Negara RI, Presiden RI, Bapak Ir. Joko Widodo. Cak Nun yang selama ini hanya pandai bicara–yang prestasinya di bidang agama pasti tidak sehebat Nabi Musa–telah menyamakan Pak Jokowi dengan Fir’aun dan Pak Luhut sama dengan Haman.

Ucapan tidak pantas tersebut dilontarkan oleh seorang Cak Nun, rakyat biasa yang bahkan tidak punya andil kongkrit turut mensejahterakan rakyat Indonesia, itu menurut saya karena ia tergesa-gesa mengikuti hawa nafsu kebenciannya. Tidaklah tepat dan sopan Cak Nun menyamakan Pak Jokowi dengan Fir’aun karena Pak Jokowi tidak pernah menyatakan diri: “Saya adalah Tuhan kalian semua Yang Maha Tinggi!”

Tetapi mungkin inilah demokrasi kita yang sudah terlalu bebas, sehingga siapa saja boleh bicara apa saja, sedangkan pemerintah yang sedang berkuasa pun meski dihina secara vulgar juga membiarkan saja. Seharusnya mereka yang menghina pemerintahan yang sah, apalagi nyata-nyata mencaci maki Presiden RI, diberi “obat pahit” yang menyembuhkan, dan apabila penyakitnya itu menular cepat ada baiknya jika “diamputasi” segera.

Sebenarnya kita bisa memaklumi jika bahasa mereka tidak sekasar itu dan tidak pula melampaui batas kesantunan. Mereka melakukan “kritik pedas” yang mirip penghinaan itu tiada lain untuk menuntut sebanyak mungkin hak-hak mereka sebagai rakyat atau mungkin mereka sedang “berjihad” melawan ketidakadilan pemerintah yang sedang berkuasa. Adapun kewajiban-kewajiban mereka sebagai rakyat terhadap pemerintah, seperti kewajiban untuk menaatinya dan lain-lain mereka lupakan. Di negeri manakah ada pemerintahan yang dengan sempurna mampu memenuhi keinginan seluruh rakyatnya?

Cak Nun tentu sudah tahu, bahwa dahulu kala, pada era Khalifah al-Ma’mun bin Harun al-Rasyid (wafat tahun 833 M) dari Bani Abbasiyyah pada suatu hari ada seorang penceramah agama yang menyampaikan kritik sangat keras kepadanya. Ia memanggil al-Ma’mun,

يا ظالم يا فاجر !

“Hai zalim, wahai pendosa..!”

Al-Ma’mun bin Harun al-Rasyid adalah seorang yang mampu memahami dan bersikap santun, sehingga ia tidak mengganjar penceramah tersebut dengan hukuman. Sebaliknya ia berkata kepadanya,

يا هذا ارفق فإن الله بعث من هو خير منك إلى من هو شر مني وأمره بالرفق بعث موسى وهارون وهما خير منك إلى فرعون وهو شر مني

“Hai (engkau) ini bersikap lembutlah, sesungguhnya Allah telah mengutus sebelummu seorang utusan yang lebih baik darimu kepada orang yang ia lebih buruk dariku. Sedangkan Allah memerintahkannya untuk bersikap lemah lembut. Allah telah mengutus Nabi Musa dan Nabi Harun ‘alaihima al-salam yang mereka berdua itu lebih baik darimu kepada Fir’aun yang dia lebih buruk dariku. Allah berfirman kepada Nabi Musa dan Nabi Harun ‘alaihima al-salam,

إذهبا إلى فرعون إنه طغى فقولا له قولا لينا لعله يتذكر أو يخشى ( طه : ٤٣-٤٤ )

“Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas. Maka, berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan perkataan yang lemah lembut, mudah-mudahan dia ingat (keagungan Allah Ta’ala) atau (ia) takut.” ( Qs. Thaha: 43, 44 )

KH. Ahmad Ishomuddin, Dosen Univrsitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung

Tags: Cak NunJokowiKH. Ahmad IshomuddinPresiden Jokowi
Share256Tweet160SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Islah Bahrawi (Gus Islah)
Nasional

Islah Bahrawi Bongkar Peran Yaqut dan Jokowi Dibalik Kasus Korupsi Kuota Haji 2024

by liputan9news
January 17, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi atau Gus Islah, terlihat sangat geram. Melihat situasi dankodisi belakangan...

Read more
KH. Ishomuddin

KH. M.A. Sahal Mahfudz: Rais Aam PBNU Penjaga AD/ART NU

December 16, 2025
Analisa Kondisi Objektif Kekuatan Politik Jokowi dan Wapres Gibran Rakabuming Raka, Pasca Pilpres 2024

Analisa Kondisi Objektif Kekuatan Politik Jokowi dan Wapres Gibran Rakabuming Raka, Pasca Pilpres 2024

September 15, 2025
Budi Arie

Prabowo Bombardir Pengaruh Jokowi di Kabinet Merah Putih

September 12, 2025
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2522
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Founder Owner Rokok Bintang Sembilan

Rokok Rakyat dan Konglomerat dalam Paradoks Kebijakan Cukai

February 2, 2026
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Ditetapkan sebagai Tersangka Penganiayaan dan Pencurian dengan Kekerasan

February 1, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In