Jakarta, LIPUTAN9.ID – Kedatangan pengungsi Rohingya ditolak oleh warga Aceh. Menanggapi penolakan ini, Presiden Jokowi meminta Kemenko Polhukam Mahfud MD bekerja bersama UNHCR untuk menangani masalah tersebut.
“Saya telah memerintahkan kepada Menko Polhukam untuk menangani bersama-sama dengan daerah, bersama-sama dengan UNHCR,” kata Jokowi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (04/12/23).
Dalam beberapa minggu terakhir, kapal yang membawa ribuan pengungsi Rohingya mendarat di perairan Aceh. Namun, kedatangan para pengungsi Rohingya tidak disambut warga Aceh.
Warga Pantai Ulai Madun, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara tidak menerima kedatangan mereka karena sudah beberapa kali datang dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga sekitar. Meski tidak menerima kedatangan pengungsi Rohingya, masyarakat setempat tetap memberikan bantuan berupa makanan dan minuman.
“Penolakan dikarenakan masyarakat memiliki pengalaman yang kurang menyenangkan ketika pengungsi Rohingya sempat diterima datang. Masyarakat menyebut, pengungsi Rohingya tidak tertib dan sering melarikan diri,” kisahnya.
Sampai 21 November 2023, setidaknya ada 4 kapal yang membawa ratusan pengungsi Rohingya tiba di Aceh. Total hampir 1.000 pengungsi Rohingya yang tiba di Aceh.
Sebagian besar dari mereka meninggalkan kamp pengungsi di Bangladesh yang ditinggali sekitar 700 ribu pengungsi Rohingya. Mereka keluar dari kamp pengungsi Bangladesh karena merasa kamp tersebut sudah penuh sesak dan ingin mencari kehidupan yang lebih layak. (Ai)