• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Road to Muktamar ke-35 NU: KH Said Aqil Siroj Dinilai Paling Memenuhi Kriteria Rais Aam PBNU

Road to Muktamar ke-35 NU: KH Said Aqil Siroj Dinilai Paling Memenuhi Kriteria Rais Aam PBNU

January 24, 2026
PWNU DKI Jakarta: Modifikasi Cuaca tidak Efektif Atasi Banjir

PWNU DKI Jakarta: Modifikasi Cuaca tidak Efektif Atasi Banjir

January 25, 2026
Mahasiswa Pagar Nusa Ngaji Hukum, Antisipasi Narasi Provokatif

Mahasiswa Pagar Nusa Ngaji Hukum, Antisipasi Narasi Provokatif

January 24, 2026
Tiga Dusun Desa Leubok Pusaka Masih Dilanda Krisis Pascabencana, BEM PTNU se-Nusantara Serukan Aksi Kemanusiaan

Tiga Dusun Desa Leubok Pusaka Masih Dilanda Krisis Pascabencana, BEM PTNU se-Nusantara Serukan Aksi Kemanusiaan

January 23, 2026
PKB, NU, dan Post-Sekularisme: Jalan Tengah Agama dan Negara Pasca-Khittah 1926

PKB, NU, dan Post-Sekularisme: Jalan Tengah Agama dan Negara Pasca-Khittah 1926

January 23, 2026
KPK Panggil Dito Ariotedjo hari ini dala Kasus Korupsi Kuota Haji

KPK Panggil Dito Ariotedjo Hari ini dala Kasus Korupsi Kuota Haji

January 23, 2026
Owner dan Founder Bandar Indonesia Grup (BIG), HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau Haji Lilur

Gunakan Tirto Boyo Agung (TBA), Haji Lilur Yakin Penuhi Kebutuhan 9 Pabrik Kalsium Karbonat dengan Harga Terbaik

January 23, 2026
Masjidil Aqso

Khutbah Jumat: Meneguhkan Amal di Bulan Sya’ban, Persiapan Menuju Ramadan

January 23, 2026
 Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Jawa Timur menggelar Diskusi Publik "Kuota Haji 2024 dalam Perspektif Hukum, Etika, dan Kepercayaan Umat" pada hari Kamis. (Foto: FJN/MSN)

LBH Ansor Jawa Timur Klaim Penetapan Tersangka Yaqut Cholil Qoumas Belum Sesuai Hukum

January 23, 2026
Dr. KHM. Saeful Kurniawan, MA, Pendakwah dan Penulis

The Power of Tawakkal: Perjalanan Dakwah di Hutan Kalimantan

January 22, 2026
Muatan Balik Tol Laut Masih Minim, Marin Nusantara Beri Rekomendasi

Muatan Balik Tol Laut Masih Minim, Marin Nusantara Beri Rekomendasi

January 22, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Sunday, January 25, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Road to Muktamar ke-35 NU: KH Said Aqil Siroj Dinilai Paling Memenuhi Kriteria Rais Aam PBNU

liputan9news by liputan9news
January 24, 2026
in Nasional
A A
0
Road to Muktamar ke-35 NU: KH Said Aqil Siroj Dinilai Paling Memenuhi Kriteria Rais Aam PBNU
530
SHARES
1.5k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS – Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), diskursus mengenai sosok ideal Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjadi topik utama. Jabatan Rais Aam dinilai bukan sekadar posisi struktural, melainkan simbol marwah, otoritas tertinggi Syuriyah, sekaligus penentu arah strategis jam’iyah pewaris para nabi ini di tengah dinamika nasional dan global.

Pandangan tersebut disampaikan oleh KH Imam Jazuli, Lc., MA. Menurutnya, pemilihan Rais Aam harus berangkat dari kriteria yang tegas sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa), bukan semata pertimbangan popularitas figur.

Dalam kepengurusan NU, Syuriyah adalah lembaga tertinggi yang memegang kendali organisasi para ulama ini seutuhnya. Syuriyah PBNU dipimpin seorang Rais Aam yang biasanya dipilih berdasarkan kriteria yang ketat.

“Dalam struktur NU, Rais Aam bukan sekadar jabatan administratif. Ia adalah simbol marwah, pemimpin spiritual, dan pengambil kebijakan strategis jam’iyah. Karena itu, yang paling penting bukan siapa orangnya, tetapi apakah ia memenuhi kriteria,” ujar KH Imam Jazuli dalam keterangan, Sabtu (24/01/2026).

BeritaTerkait:

Risalah Kempek Cirebon: Rais Aam Wajib Segera Melaksanakan Muktamar NU Ke-35

Dari Forum Dunia, Kiai Said Kirim Pesan untuk NU

Kesatuan Umat Islam antara Keragaman Mazhab dan Penolakan atas Klaim Monopoli Kebenaran

Kiai Said: Bahaya Semakin Besar Ketika Umat Sibuk dengan Konflik Internal

Empat Pilar Utama Rais Aam PBNU

Kiai Imjaz menjelaskan, terdapat empat pilar utama yang harus dimiliki Rais Aam PBNU, yakni alim, faqih, zahid, berpengalaman dalam organisasi, serta diperkuat dengan nilai tambahan sebagaimana kiteria kiai sepuh lainnya; punya martabat (muru’ah), futuwwah (wibawa), sekaligus sebagai pengendali dan jangkar gerakan (muharrikan).

Berdasarkan kriteria tersebut, KH Imam Jazuli menilai Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj sebagai sosok yang paling memenuhi syarat untuk memimpin Syuriyah NU pada periode mendatang.

“Jika kriteria itu diterapkan secara objektif, maka KH Said Aqil Siradj muncul sebagai figur yang paling lengkap dan paripurna,” terang Pengasuh Pondok Bina Insan Mulia Cirebon ini.

Jembatan Keilmuan dan Moderasi Islam
Dari sisi keilmuan, Kiai Said disebut sebagai ulama alim dan faqih dengan latar belakang pendidikan dari Universitas Ummul Qura, Mekkah, serta penguasaan mendalam terhadap khazanah keilmuan Islam klasik (turats) dan pemikiran kontemporer.

“Pemikiran beliau mencerminkan Islam wasathiyah. Teguh pada tradisi pesantren, tetapi mampu merespons modernitas tanpa kehilangan jati diri NU. Sehingga, kefaqihan KH Said Aqil bersifat solutif dan kontekstual, sehingga mampu memberikan jawaban atas persoalan umat di era perubahan sosial yang cepat,” tuturnya.

Dalam aspek spiritualitas, Kiai Said dinilai memiliki karakter zahid, yakni tidak terikat ambisi duniawi meskipun memiliki kapasitas dan akses kekuasaan.

“Zuhud bukan berarti meninggalkan dunia, tetapi menempatkan dunia sebagai sarana ibadah. Jabatan bagi Kiai Said adalah amanah dan khidmah, bukan tujuan,” kata Kiai Imjaz, sapaan akrabnya.

Pengalaman panjang Kiai Said sebagai Ketua Umum PBNU selama dua periode (2010–2021) juga menjadi poin penting. Menurut KH Imam Jazuli, pengalaman itu membuatnya memahami NU secara utuh, baik dalam aspek struktural, ideologis, maupun kultural.

“Beliau bukan hanya paham AD/ART, tetapi juga pelaku sejarah modernisasi NU. Ia tahu bagaimana mengelola jam’iyah sebesar NU tanpa keluar dari khittah 1926. Di bawah kepemimpinannya, gagasan kemandirian NU melalui penguatan pendidikan tinggi, rumah sakit, dan jejaring internasional dinilai sebagai visi strategis jangka panjang,” paparnya.

Kiai Imam Jazuli juga menyoroti peran Kiai Said  sebagai penggerak sejati organisasi yang mampu membawa Islam moderat NU ke tingkat global. Sikapnya yang konsisten menjaga NKRI dan melawan ekstremisme dinilai sebagai bentuk ketegasan dan kedisiplinan seorang Rais Aam.

“NU ke depan membutuhkan Rais Aam yang berani bersikap tegas, meskipun pahit, demi keselamatan jam’iyah dan jamaah. Kiai Said memiliki keberanian moral itu,” tegasnya.

Pilihan Strategis Muktamar ke-35 NU
Ia menambahkan, Muktamar ke-35 NU membutuhkan sosok Rais Aam yang tidak lagi berada pada tahap belajar, tetapi telah matang secara keilmuan, pengalaman, dan visi kepemimpinan.

“Dengan rekam jejak nasional dan internasional, KH Said Aqil Siroj adalah standar emas Rais Aam PBNU. Menempatkannya sebagai Rais Aam merupakan langkah strategis agar NU tetap menjadi jangkar stabilitas nasional dan kompas moral umat,” pungkasnya.

(AMA)

Kreteria Calon Rais Aam Ideal: Pemimpin Spiritual dan Penentu Kebijakan Strategis PBNU

Tags: Imam JazuliKetum PBNUKH. Said Aqil SirojMuktamar Ke-35 NURais AamRais Aam PBNU
Share212Tweet133SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Risalah Kempek Cirebon: Rais Aam Wajib Segera Melaksanakan Muktamar NU Ke-35
Nasional

Risalah Kempek Cirebon: Rais Aam Wajib Segera Melaksanakan Muktamar NU Ke-35

by liputan9news
January 21, 2026
0

CIREBON | LIPUTAN9NEWS Forum Bahtsul Masail para Kiai se-Jawa Barat dan DKI Jakarta, belum lama ini membahas permasalahan yang tengah...

Read more
Dari Forum Dunia, Kiai Said Kirim Pesan untuk NU

Dari Forum Dunia, Kiai Said Kirim Pesan untuk NU

January 21, 2026
KH Said Aqil Siroj

Kesatuan Umat Islam antara Keragaman Mazhab dan Penolakan atas Klaim Monopoli Kebenaran

January 21, 2026
Kiai Said dalam International Conference on Muslim Unity and Palestine, Selasa (20/01/2026) di Selangor-Malaysia

Kiai Said: Bahaya Semakin Besar Ketika Umat Sibuk dengan Konflik Internal

January 21, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2520
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
PWNU DKI Jakarta: Modifikasi Cuaca tidak Efektif Atasi Banjir

PWNU DKI Jakarta: Modifikasi Cuaca tidak Efektif Atasi Banjir

January 25, 2026
Road to Muktamar ke-35 NU: KH Said Aqil Siroj Dinilai Paling Memenuhi Kriteria Rais Aam PBNU

Road to Muktamar ke-35 NU: KH Said Aqil Siroj Dinilai Paling Memenuhi Kriteria Rais Aam PBNU

January 24, 2026
Mahasiswa Pagar Nusa Ngaji Hukum, Antisipasi Narasi Provokatif

Mahasiswa Pagar Nusa Ngaji Hukum, Antisipasi Narasi Provokatif

January 24, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In