• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
"Fakfak sebenarnya memiliki potensi untuk mandiri pangan. Tantangan kita bukan pada ketersediaan sumber daya alam, tetapi bagaimana memanfaatkan potensi lokal secara optimal," ujarnya, seraya mendorong penguatan pangan lokal seperti ubi, pisang, keladi, dan sagu agar ketergantungan pada pasokan luar daerah dapat dikurangi.

Sinergi Tokoh Adat, Kampus, dan Pemuda Menguatkan Masa Depan Pangan Papua

July 31, 2026
Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

September 25, 2026
MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

September 25, 2026
Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

September 25, 2026
Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

September 25, 2026
Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

September 24, 2026
Sulaiman Djaya

Tentang Penulisan Puisi – Robert Frost dan Walt Whitman

September 24, 2026
Dr. Nurul Huda SA, Staf Pengajar Programs Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah, Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon.

Daya Pesona Perpustakaan

September 24, 2026
Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

September 23, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Friday, September 25, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Sinergi Tokoh Adat, Kampus, dan Pemuda Menguatkan Masa Depan Pangan Papua

Kedaulatan Pangan Papua Dimulai dari Kolaborasi: Tokoh Adat, Akademisi, dan Pemuda Bergerak Bersama

liputan9news by liputan9news
July 31, 2026
in Nasional
A A
0
"Fakfak sebenarnya memiliki potensi untuk mandiri pangan. Tantangan kita bukan pada ketersediaan sumber daya alam, tetapi bagaimana memanfaatkan potensi lokal secara optimal," ujarnya, seraya mendorong penguatan pangan lokal seperti ubi, pisang, keladi, dan sagu agar ketergantungan pada pasokan luar daerah dapat dikurangi.
497
SHARES
1.4k
VIEWS

FAKFAK | LIPUTAN9NEWS
Penguatan kolaborasi antara akademisi, masyarakat adat, praktisi, pemerintah, petani, dan generasi muda dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan ketahanan sekaligus kedaulatan pangan di Papua. Semangat tersebut mengemuka dalam Seminar Ketahanan Pangan bertajuk “Bersama Wujudkan Kedaulatan Pangan Papua” yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Fakfak (Polinef) di Auditorium I Gedung Listrik Polinef, Papua Barat, Senin (27/07/2026).

Melalui rilis Panitia Acara, Jumat (30/7/2026) di Fakfak, Wakil Direktur I Polinef Bidang Akademik, Budiman, menyampaikan apresiasi kepada BEM Polinef atas terselenggaranya seminar untuk membahas isu ketahanan pangan. Ia menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar soal konsumsi, melainkan juga langkah penting dalam menurunkan angka stunting, mengingat kesehatan masyarakat sangat bergantung pada ketersediaan pangan yang bergizi.

Memulai alur diskusi, Dosen Agribisnis Polinef, Dessy Eka Kuliahsari, menjelaskan bahwa ketahanan pangan berkaitan dengan ketersediaan pangan, sedangkan kedaulatan pangan menitikberatkan pada kemampuan suatu daerah memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.

“Fakfak sebenarnya memiliki potensi untuk mandiri pangan. Tantangan kita bukan pada ketersediaan sumber daya alam, tetapi bagaimana memanfaatkan potensi lokal secara optimal,” ujarnya, seraya mendorong penguatan pangan lokal seperti ubi, pisang, keladi, dan sagu agar ketergantungan pada pasokan luar daerah dapat dikurangi.

BeritaTerkait:

Ada Jarak Antar Generasi di Kampus, KMNU UNAIR Dorong Revitalisasi Aswaja An-Nahdliyah

Inilah Profil AHWA pada Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas

Tokoh Adat dan Senior Politik Pasaman Barat, H. Nofrizal Tuanku Sambah Resmi Jadi Pendaftar Pertama Bakal Calon Wali Nagari Sungai Aua

PNIB Minta Waspadai Anarko dan Gema Pembebasan Dompleng Gerakan Suci Mahasiswa

Dessy menilai Fakfak sejauh ini telah memiliki ketahanan pangan, namun belum sepenuhnya berdaulat karena masih bergantung pada pasokan dari luar Papua, sehingga gangguan pada jalur distribusi laut berpotensi memengaruhi ketersediaan pangan di daerah.

Menanggapi pandangan tersebut dari sudut pandang masyarakat adat, Ketua Dewan Adat Mbaham Matta Fakfak, Apnel Hegemur, menekankan bahwa pembangunan ketahanan pangan harus berjalan seiring pelestarian kearifan lokal masyarakat adat.

“Pangan lokal bukan sekadar sumber makanan, tetapi juga bagian dari identitas dan budaya masyarakat adat. Karena itu, upaya mewujudkan kedaulatan pangan harus dimulai dari menjaga, mengembangkan, dan memanfaatkan potensi pangan lokal yang telah diwariskan oleh leluhur,” ujarnya, sembari mendorong generasi muda mengembangkan kekayaan pangan lokal di wilayah adat masing-masing.

Apnel mengingatkan bahwa generasi muda mulai meninggalkan pangan tradisional seperti sukun, keladi, dan petatas, serta menegaskan bahwa setiap upaya pengembangan pangan lokal ke depan harus tetap menghormati hak ulayat dan wilayah adat setempat.

Ia turut menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga, termasuk antara masyarakat adat, pemerintah, dan TNI, khususnya dalam pengelolaan sumber daya air bagi pertanian yang menjadi isu di beberapa daerah Fakfak, seraya menyebut program TNI Manunggal Air sebagai salah satu bentuk sinergi yang sudah ada dan patut terus diperkuat.

Diskusi kemudian bergeser pada persoalan praktis di lapangan. Praktisi pertanian, Iwan Manggawa, yang selama ini mendampingi sekitar tujuh kelompok tani cabai di Fakfak, menyoroti perubahan pola konsumsi masyarakat yang mulai meninggalkan pangan lokal seiring mudahnya akses produk dari luar daerah, serta rendahnya keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian.

“Ketahanan pangan tidak bisa diwujudkan oleh petani saja. Dibutuhkan dukungan pemerintah, akademisi, masyarakat adat, hingga generasi muda agar sektor pertanian tetap berkembang dan mampu menjawab kebutuhan pangan di masa depan,” tuturnya.

Iwan menyebut bahwa di sejumlah kampung hanya segelintir pemuda yang masih aktif bertani, sehingga diperlukan strategi khusus untuk menarik kembali minat generasi muda terhadap sektor pertanian.

Dalam sesi tanya jawab, salah satu peserta menanyakan mengenai keseriusan Pupuk Kalimantan Timur (PKT), anak perusahaan BUMN Pupuk Indonesia, dalam mendorong ketahanan pangan melalui rencana pembangunan Kawasan Industri Pupuk (KIP) di Fakfak, termasuk manfaat yang dapat dirasakan baik bagi Fakfak maupun wilayah Papua secara lebih luas.

Menjawab pertanyaan tersebut, aktivis pemuda, Rahman Patur, menilai kehadiran KIP merupakan peluang besar untuk memperkuat ekosistem pertanian sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Harapan kami, KIP oleh PKT bukan hanya menjadikan Fakfak sebagai lokasi industri pupuk, tetapi juga menjadi momentum untuk menjadikan Fakfak sebagai sentra pangan Indonesia Timur,” ujarnya.

Rahman menekankan bahwa masyarakat perlu menyadari bahwa kehadiran KIP dapat mendorong kemandirian pangan di Fakfak, sekaligus berkontribusi terhadap cita-cita besar tersebut. Menurutnya, kemudahan akses terhadap pupuk dan penguatan infrastruktur pertanian justru menjadi prasyarat bagi Fakfak untuk mampu memproduksi kebutuhan pangannya sendiri dan bahkan berkontribusi untuk wilayah Indonesia Timur lainnya, sehingga secara bertahap dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah, sebagaimana disinggung sebelumnya oleh Dessy.

Menggarisbawahi poin yang sebelumnya disampaikan Apnel, Rahman turut menyebut program TNI Manunggal Air yang sudah berjalan di Tomage sebagai langkah positif yang perlu diperluas untuk menjawab persoalan ketersediaan air yang masih dihadapi petani di sejumlah wilayah Fakfak, serta TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang berkontribusi pada penguatan infrastruktur guna mempermudah distribusi hasil pertanian.

Menurut Rahman, dukungan terhadap sektor pertanian juga tampak dari penyaluran pupuk bersubsidi oleh Pupuk Indonesia yang terus berjalan di Papua Barat. Ia menyebut bahwa pada 2026, alokasi pupuk bersubsidi di wilayah ini mencapai sekitar 2.000 ton, dengan realisasi penyaluran hingga 23 Juli 2026 yang sudah mencapai sekitar 1.300 ton, atau sekitar 65 persen dari total alokasi, sementara sisa stok yang tersedia sekitar 500 ton, kebanyakan berupa Urea dan NPK.

Menurutnya, sosialisasi dan pengawasan menjadi kunci agar penyaluran pupuk bersubsidi benar-benar tepat sasaran, apalagi saat ini petani harus lebih dulu terdaftar dalam e-RDKK yang dikelola Kementerian Pertanian sebelum bisa menebus pupuk melalui aplikasi i-Pubers menggunakan KTP.

Menutup seminar, para narasumber sepakat bahwa ketahanan dan kedaulatan pangan Papua membutuhkan kolaborasi erat antara akademisi, pemerintah, masyarakat adat, petani, pelaku usaha, dan generasi muda, didukung pembangunan infrastruktur, pengelolaan sumber daya air, dan penguatan akses terhadap sarana produksi pertanian.

Para narasumber dan peserta menyambut baik seminar ini sebagai langkah awal, bukan hanya untuk membuka diskursus ketahanan pangan di Fakfak yang sarat potensi menjadi sentra pangan Indonesia Timur, tetapi juga untuk melanjutkan diskusi yang lebih intens di luar forum agar menghasilkan langkah konkret.

Apnel Hegemur bahkan mengajak BEM dan mahasiswa lainnya untuk mengadakan diskusi bersama masyarakat adat di luar seminar, sebagai kelanjutan dari tongkat estafet positif yang telah diinisiasi BEM Polinef.

(GD/MSN)

Tags: Fakfak PapuaKetahanan PanganMahasiswaPanganPemudaTokohTokoh Adat
Share199Tweet124SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Ada Jarak Antar Generasi di Kampus, KMNU UNAIR Dorong Revitalisasi Aswaja An-Nahdliyah
Nasional

Ada Jarak Antar Generasi di Kampus, KMNU UNAIR Dorong Revitalisasi Aswaja An-Nahdliyah

by Moh. Faisal Asadi
September 13, 2026
0

Ada Jarak Antar Generasi di Kampus, KMNU UNAIR Dorong Revitalisasi Aswaja An-Nahdliyah

Read more
Inilah Profil AHWA pada Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas

Inilah Profil AHWA pada Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas

August 1, 2026
Tokoh Adat dan Senior Politik Pasaman Barat, H. Nofrizal Tuanku Sambah Resmi Jadi Pendaftar Pertama Bakal Calon Wali Nagari Sungai Aua

Tokoh Adat dan Senior Politik Pasaman Barat, H. Nofrizal Tuanku Sambah Resmi Jadi Pendaftar Pertama Bakal Calon Wali Nagari Sungai Aua

July 11, 2026
PNIB Mengingatkan, Waspada Anarko dan Gema Pembebasan Dompleng Gerakan Suci Mahasiswa

PNIB Minta Waspadai Anarko dan Gema Pembebasan Dompleng Gerakan Suci Mahasiswa

June 29, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2632
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

760
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

September 25, 2026
MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

September 25, 2026
Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

September 25, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In