• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
9 Kiai Sepuh Kini Pegang Kunci Muktamar NU! Siapa yang Akan jadi Rais Aam dan Ketum PBNU 2026-2031?

9 Kiai Sepuh Kini Pegang Kunci Muktamar NU! Siapa yang Akan jadi Rais Aam dan Ketum PBNU 2026-2031?

August 31, 2026
Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

September 25, 2026
MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

September 25, 2026
Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

September 25, 2026
Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

September 25, 2026
Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

September 24, 2026
Sulaiman Djaya

Tentang Penulisan Puisi – Robert Frost dan Walt Whitman

September 24, 2026
Dr. Nurul Huda SA, Staf Pengajar Programs Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah, Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon.

Daya Pesona Perpustakaan

September 24, 2026
Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

September 23, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Friday, September 25, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

9 Kiai Sepuh Kini Pegang Kunci Muktamar NU! Siapa yang Akan jadi Rais Aam dan Ketum PBNU 2026-2031?

liputan9news by liputan9news
August 31, 2026
in Nasional
A A
0
9 Kiai Sepuh Kini Pegang Kunci Muktamar NU! Siapa yang Akan jadi Rais Aam dan Ketum PBNU 2026-2031?

9 Kiai Sepuh Kini Pegang Kunci Muktamar NU! Siapa yang Akan jadi Rais Aam dan Ketum PBNU 2026-2031?

550
SHARES
1.6k
VIEWS

JOMBANG | LIPUTAN9NEWS
Peta kepemimpinan Nahdlatul Ulama (NU) memasuki fase paling menentukan. Sembilan ulama sepuh kini memegang mandat penting setelah terpilih sebagai anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Sidang Pleno IV Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Ahad (30/08/2026).

Mereka bukan sekadar sembilan nama dalam daftar hasil pemungutan suara. Mereka adalah para ulama yang akan bermusyawarah menentukan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026-2031.

Sembilan nama tersebut adalah KH Nurul Huda Djazuli, Tgk KH Nuruzzahri Yahya, AGH Baharuddin HS, KH Miftachul Akhyar, KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siroj, dan KH Abun Bunyamin.

Dari Ploso hingga Aceh, dari Lirboyo hingga Situbondo, mereka datang dengan latar belakang keilmuan, pengalaman pesantren, serta perjalanan panjang dalam khidmah keumatan dan NU.

BeritaTerkait:

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

Politik Energi Nasional: Relasi Negara, Pasar, dan Masyarakat

Yenny Wahid Puji 9 AHWA Muktamar NU: Ulama Mumpuni, Bukan Sekadar Cerdas Akal

Demisioner sebagai Ketum PBNU, Gus Yahya: Alhamdulillah Akhiri Khidmat dengan Kelegaan

1. KH Nurul Huda Djazuli: Penjaga Tradisi Ta’lim wa Ta’allum dari Ploso

Nama KH Nurul Huda Djazuli, atau Mbah Yai Da, sangat lekat dengan Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri.

Ia merupakan putra KH Ahmad Djazuli Utsman dan Nyai Hj Rodliyah Djazuli. Bersama saudara-saudaranya, ia meneruskan estafet pengelolaan pesantren yang didirikan sang ayah.

Kiai Huda dikenal teguh memegang prinsip thariqah ta’lim wa ta’allum—jalan spiritual melalui belajar dan mengajar.

Aktivitasnya tidak jauh dari santri dan kitab kuning. Pengajian Al-Hikam menjadi salah satu rutinitas keilmuannya.

Di tingkat nasional, ia pernah dipercaya sebagai Mustasyar PBNU dan sebelumnya juga masuk jajaran AHWA pada Muktamar ke-34 NU di Lampung.

Kini, ulama sepuh dari Ploso itu kembali berada di lingkaran yang memegang salah satu kunci masa depan NU.

2. Tgk KH Nuruzzahri Yahya: Ulama Aceh yang Menyeberang ke Jombang

Dari ujung barat Indonesia, ada Tgk KH Nuruzzahri Yahya, yang akrab disapa Waled NU.

Lahir pada 1951 di Mideun Jok, Samalanga, Bireuen, Aceh, ia tumbuh dalam keluarga yang kuat tradisi keagamaannya.

Pendidikan agamanya ditempa di MUDI Samalanga. Ia kemudian bertolak ke Jombang pada 1974 untuk belajar di Fakultas Syariah Institut Keislaman Hasyim Asy’ari sebelum memperdalam ilmu di Pondok Pesantren Darul Hadits.

Pada 1990, ia mendirikan Dayah Ummul Ayman, lembaga pendidikan yang juga menaungi anak-anak yatim.

Jejak organisasinya panjang, mulai dari PWNU Aceh hingga berbagai lembaga ulama di Aceh.

Keterpilihannya menjadi AHWA menunjukkan bahwa suara keulamaan dari Aceh kini ikut berada dalam ruang musyawarah yang menentukan arah kepemimpinan NU.

3. AGH Baharuddin HS: Ulama, Guru Kitab Kuning, dan Maestro Kaligrafi

AGH Baharuddin HS membawa kekuatan tradisi keilmuan dari Sulawesi Selatan.

Ia merupakan Mustasyar PBNU masa khidmah 2021-2026 sekaligus Rais Syuriyah PWNU Sulawesi Selatan periode 2024-2029.

Pendidikan agamanya dimulai dari sang ayah, AGH Abduh Shafa.

Baharuddin bukan hanya dikenal sebagai ulama. Ia juga memiliki kepakaran dalam kaligrafi Arab dan telah menghasilkan berbagai karya dalam bidang tersebut.

Ia aktif mengajarkan kitab kuning, termasuk melalui pengajian takhassus di kediamannya.

Di Makassar, ia juga pernah dipercaya sebagai Ketua Umum MUI Kota Makassar sejak 2015.

Kini, pengalaman panjang itu membawanya masuk ke sembilan ulama yang mendapat mandat menentukan kepemimpinan NU.

4. KH Miftachul Akhyar: Pernah Memegang Tampuk Rais Aam

Nama KH Miftachul Akhyar tentu bukan nama baru dalam percaturan kepemimpinan NU.

Ia kembali terpilih menjadi anggota AHWA setelah sebelumnya juga terpilih dalam Muktamar ke-34 NU di Lampung dan kemudian dipercaya sebagai Rais Aam PBNU.

Lahir di Surabaya pada 1953, Kiai Miftach tumbuh dalam keluarga pesantren.

Ia menimba ilmu di berbagai pesantren, antara lain Tambakberas, Sidogiri, Lasem, serta mengikuti majelis Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki.

Ia kemudian mendirikan Pondok Pesantren Miftachus Sunnah di Surabaya.

Karier organisasinya membentang dari PCNU Surabaya hingga PWNU Jawa Timur dan PBNU.

Kini, ia kembali duduk di AHWA.

Apakah pengalaman sebagai Rais Aam sebelumnya akan menjadi salah satu pertimbangan dalam musyawarah kali ini?

Jawabannya akan ditentukan dalam forum AHWA.

5. KH Afifuddin Muhajir: Sang Pengawal Fikih dan Ushul Fikih

Jika AHWA membutuhkan kekuatan metodologi hukum Islam, nama KH Afifuddin Muhajir memiliki rekam jejak yang sangat kuat.

Lahir di Sampang, Madura, pada 20 Mei 1955, Kiai Afifuddin sejak kecil ditempa dalam tradisi pesantren.

Hampir seluruh perjalanan pendidikannya berlangsung di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo.

Sejak usia sekitar 20 tahun, ia telah dipercaya mengajar berbagai kitab kuning, mulai fikih, ushul fikih, nahwu hingga sharaf.

Ia dikenal luas sebagai ulama yang memiliki kepakaran dalam fikih sekaligus metodologi istinbath hukum Islam.

Di NU, ia pernah dipercaya sebagai Katib Syuriyah PBNU, Rais Syuriyah PBNU, hingga Wakil Rais Aam PBNU.

Ia juga memperoleh gelar doktor honoris causa dari UIN Walisongo Semarang.

Kini, ahli fikih tersebut kembali berada di ruang musyawarah paling strategis Muktamar ke-35.

6. KH Anwar Iskandar: Dari Banyuwangi ke Puncak Struktur Keulamaan

KH Anwar Iskandar lahir di Berasan, Muncar, Banyuwangi, pada 24 April 1950.

Ia berasal dari keluarga pesantren. Ayahnya, KH Iskandar, merupakan pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ulum.

Jejak keilmuannya ditempa di berbagai pesantren, termasuk Lirboyo, Kediri.

Di usia muda, ia aktif di IPNU dan PMII. Pengalamannya kemudian berlanjut di GP Ansor hingga struktur NU.

Kiai Anwar pernah dipercaya sebagai Rais Syuriyah PCNU Kediri, Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur, dan Wakil Rais Aam PBNU.

Di luar NU, ia juga dipercaya memimpin MUI periode 2025-2030.

Kini, ulama yang memiliki pengalaman luas di organisasi keagamaan dan ruang publik itu menjadi salah satu dari sembilan penentu arah kepemimpinan NU.

7. KH M Anwar Manshur: Sesepuh Lirboyo di Tengah Penentu Masa Depan NU

Nama KH M Anwar Manshur memiliki bobot tersendiri di kalangan pesantren.

Ia merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, sejak 2014.

Lahir di Lirboyo pada 1 Maret 1938, Kiai Anwar merupakan putra Kiai Manshur dan Nyai Salamah, putri KH Abdul Karim, pendiri Pesantren Lirboyo.

Pendidikan agamanya ditempa sejak kecil di lingkungan pesantren. Ia pernah belajar di Pesantren Tarbiyatunnasyiin, Pacul Gowang, Jombang, kemudian Tebuireng, sebelum kembali ke Lirboyo.

Di NU, ia dipercaya sebagai Mustasyar PBNU serta Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur.

Kini, sesepuh Lirboyo tersebut menjadi bagian dari sembilan ulama yang akan bermusyawarah menentukan pemimpin NU lima tahun ke depan.

8. KH Said Aqil Siroj: Mantan Ketum PBNU Kembali ke Lingkaran AHWA

KH Said Aqil Siroj adalah nama yang memiliki sejarah panjang dalam kepemimpinan PBNU. Ia pernah dipercaya menjadi Ketua Umum PBNU selama dua periode hingga 2021.

Lahir di Cirebon pada 3 Juli 1953, Kiai Said tumbuh dalam keluarga pesantren. Ia menimba ilmu di Pesantren KHAS Kempek, Lirboyo, dan Al-Munawwir Krapyak.

Pendidikan akademiknya berlanjut ke Arab Saudi. Ia menempuh studi di Universitas King Abdul Aziz dan Universitas Ummul Qura, Makkah, hingga meraih doktor dalam bidang Aqidah dan Filsafat Islam.

Kariernya di PBNU dimulai sebagai Wakil Katib ‘Aam pada 1994 sebelum akhirnya memimpin organisasi tersebut.

Ia juga mendirikan Pesantren Luhur Al-Tsaqafah di Jakarta.

Kini, mantan orang nomor satu di PBNU itu kembali masuk ke forum AHWA.

Pengalaman memimpin PBNU selama dua periode membuat posisinya di AHWA menjadi salah satu yang paling menarik untuk dicermati.

9. KH Abun Bunyamin: Dari Santri Cipasung ke Rais Syuriyah Jawa Barat

KH Abun Bunyamin merupakan Rais Syuriyah PWNU Jawa Barat sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta.

Ia lahir pada 4 April 1954 dengan nama Muhammad Tamrin. Saat masuk sekolah dasar, namanya berubah menjadi Ade Bunyamin dan akrab dipanggil Amin.

Perjalanan keilmuannya ditempa di sejumlah pesantren, terutama Pesantren Cipasung di bawah asuhan KH Ruhiat dan KH Ilyas Ruhiat.

Ia juga belajar di Pesantren Hidayatul Muta’allimin Majalengka, Al-Falah dan Santiong Cicalengka, Sukamiskin Bandung, serta Riyadlul Alfiyyah Sadang Garut.

Di Cipasung, perjalanan Amin berkembang dari santri biasa hingga dipercaya menjadi Ketua Asrama Pusaka dan kemudian menangani bidang muballighin.

Kini, perjalanan panjang itu membawanya ke forum AHWA Muktamar ke-35 NU.

9 Nama, Satu Keputusan Besar

Sembilan ulama tersebut kini berada di titik penting perjalanan Muktamar ke-35 NU.

Mereka bukan sekadar hasil pemungutan suara. Mereka adalah sembilan ulama yang diberi mandat untuk bermusyawarah menentukan siapa yang akan memimpin PBNU lima tahun mendatang.

Latar belakang mereka berbeda. Ada ulama dari Jawa Timur, Aceh, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, hingga tokoh yang pernah memimpin PBNU dan MUI.

Namun satu hal mempertemukan mereka: tradisi keilmuan pesantren dan pengalaman panjang dalam khidmah kepada umat.

Kini perhatian publik NU tertuju pada satu pertanyaan besar: Siapa yang akan mereka pilih sebagai Rais Aam?

Dan setelah itu: Siapa yang akan dipercaya memimpin PBNU masa khidmah 2026-2031?

Jawabannya berada di tangan sembilan ulama sepuh yang kini memegang mandat AHWA Muktamar ke-35 NU.

(ASR)

Tags: 9 Kiai9 orang AHWAMuktamar NU Ke-35Terpilih
Share220Tweet138SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 
Agenda

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

by liputan9news
September 25, 2026
0

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

Read more
Amsar A. Dulmanan, NU dan Politik Transaksional: Telaah Kritis atas Relasi Ulama dan Negara

Politik Energi Nasional: Relasi Negara, Pasar, dan Masyarakat

September 3, 2026
Yenny Wahid Puji 9 AHWA Muktamar NU: Ulama Mumpuni, Bukan Sekadar Cerdas Akal

Yenny Wahid Puji 9 AHWA Muktamar NU: Ulama Mumpuni, Bukan Sekadar Cerdas Akal

August 31, 2026
Demisioner sebagai Ketum PBNU, Gus Yahya: Alhamdulillah Akhiri Khidmat dengan Kelegaan

Demisioner sebagai Ketum PBNU, Gus Yahya: Alhamdulillah Akhiri Khidmat dengan Kelegaan

August 31, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2632
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

760
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

September 25, 2026
MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

September 25, 2026
Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

September 25, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In