• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
KH. MH. Bahaudin atau Gus Baha

Gus Baha: Indonesia Masuk BoP, Tapi Jangan Jadi Penonton Penjajahan

February 9, 2026
Hilman Latief, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama

KPK Sebut Terima Uang dari Travel Haji, Inilah Respon Hilman Latief

April 3, 2026
Sidang Uji Kelayakan Doktoral Ilmu Kepolisian STIK (PTIK), Bamsoet Dorong Penguatan Independensi Kompolnas

Sidang Uji Kelayakan Doktoral Ilmu Kepolisian STIK (PTIK), Bamsoet Dorong Penguatan Independensi Kompolnas

April 3, 2026
KPK

Syafrudin Budiman: Adanya Restoratif Justice Rismon Sianipar Bukti Soal Ijasah Selesai

April 3, 2026
Oknum Aparat Diduga Terlibat dalam Polemik Pendirian Gereja di Tanjung Senang

Oknum Aparat Diduga Terlibat dalam Polemik Pendirian Gereja di Tanjung Senang

April 3, 2026
KPK-PPATK

KPK Ungkap 8 Travel Raup Untung Rp40,8 Miliar dari Kasus Korupsi Kuota Haji

April 3, 2026
Dr. KH. Bukhori Muslim, Lc, MA, Ketua Umum Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ)

POROZ Minta IM3 Indosat Tarik Iklan “Telpon Ngajak Zakat, Jangan Diangkat! Jangan-jangan Scammer”

April 3, 2026
Membangun kesadaran bahwa pelipatan pahala ibadah tidak hanya di bulan Ramadan.

Kiat Menjaga Ketaqwaan Pasca Ramadan

April 2, 2026
KH Zakky Mubarok

Kembali Menuju Fitrah

April 2, 2026
PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

April 2, 2026
Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

Musisi dan Bassist Muda Rahman Torana Masuk 50 Besar S2 Magister Law and Finance (MLF) Oxford University

April 2, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Friday, April 3, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Gus Baha: Indonesia Masuk BoP, Tapi Jangan Jadi Penonton Penjajahan

liputan9news by liputan9news
February 9, 2026
in Nasional
A A
0
KH. MH. Bahaudin atau Gus Baha

KH. MH. Bahaudin atau Gus Baha Sekretaris Pengurus Wilyah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta (Foto: Liputan9news/ULN)

537
SHARES
1.5k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS – Nada bicara MH. Bahaudin terdengar tenang, nyaris tanpa tekanan. Tapi justru dari ketenangan itu kritik paling keras disampaikan. Sekretaris PWNU DKI Jakarta itu menegaskan, Nahdlatul Ulama menerima keputusan pemerintah Indonesia untuk bergabung dalam Board of Peace (BoP).

Namun, kata Gus Baha penerimaan itu disertai catatan yang tidak ringan—bahkan, kata dia, sangat-sangat kritis.

“NU tidak sedang berhadap-hadapan dengan negara,” ujar Gus Baha dalam perbincangan di Jakarta, awal pekan ini, Sinin (09/02/2026).

“Tapi NU juga tidak bisa diminta menutup mata ketika perdamaian dirancang tanpa kejelasan keadilan.” sambungnya tegas.

BeritaTerkait:

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

Gus Yahya Sebut Kiai Nurul Huda Djazuli Usulkan Muktamar Ke-35 NU Digelar di Pesantren Lirboyo

PBNU Nyatakan Dukungan untuk Iran, Gus Yahya Serukan Perdamaian

PBNU Ikhbarkan Idul FItri 1447 H Jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026

BoP merupakan lembaga internasional yang dibentuk pasca konflik Gaza dengan mandat menciptakan stabilitas dan perdamaian. Indonesia memutuskan ikut di dalamnya sebagai bagian dari diplomasi global. Bagi NU, langkah itu sah secara konstitusional. Namun persoalannya bukan sekadar ikut atau tidak ikut.

“Masalahnya adalah: perdamaian seperti apa yang sedang dibangun, dan untuk kepentingan siapa,” terang Gus Baha.

Damai yang Terlalu Cepat

NU memandang ada keganjilan sejak awal. Gus Baha menyebut, kerangka kerja BoP belum menunjukkan arah yang jelas menuju kemerdekaan Palestina. Tanpa roadmap yang tegas, perdamaian berisiko berhenti pada pengelolaan konflik, bukan penyelesaiannya.

“Kalau akar persoalan—pendudukan dan penjajahan—tidak disentuh, maka perdamaian itu hanya kosmetik,” jelasnya.

“Tenang di permukaan, tapi menyimpan bara.” imbuhnya.

NU juga menyoroti struktur kekuasaan BoP yang terlampau tersentralisasi, terutama pada figur ketua yang memegang kewenangan luar biasa, termasuk hak veto tunggal. Menurut Gus Baha, desain semacam itu bertentangan dengan semangat multilateralisme dan rawan disalahgunakan.

“Kalau satu orang punya kendali penuh atas lembaga internasional, itu bukan lagi forum perdamaian. Itu lebih mirip otoritas personal yang dilembagakan.” ungkapnya.

Duduk di Meja yang Sama, Tanpa Melupakan Sejarah

Keikutsertaan Indonesia di BoP membuat Jakarta harus duduk satu forum dengan Israel. Bagi NU, hal itu tidak otomatis menjadi persoalan diplomatik. Namun Gus Baha menegaskan satu garis tebal: duduk bersama tidak berarti menghapus tanggung jawab sejarah.

“NU konsisten: kejahatan kemanusiaan tidak gugur hanya karena diplomasi,” katanya.

“Genosida, pembersihan etnik, pelanggaran HAM—itu tidak bisa dilupakan hanya karena ada meja perundingan.” uratnya.

NU menilai Indonesia justru harus menggunakan posisinya untuk terus menyuarakan pertanggungjawaban hukum dan moral, bukan melembutkan sikap demi stabilitas semu.

Menerima Negara, Mengawal Nurani

Sikap NU, kata Gus Baha, berpijak pada dua hal: ketaatan pada konstitusi dan kesetiaan pada nurani kemanusiaan. NU tidak mendorong sikap reaktif atau emosional. Tapi NU juga menolak menjadi stempel kebijakan global yang problematik.

“Kalau Indonesia ikut, maka ikutlah dengan sikap, bukan sekadar hadir, membayar iuran, lalu diam.” ucapnya.

NU mendorong agar peran Indonesia di BoP diarahkan pada:

  1.  pembelaan warga sipil Palestina,
  2. jaminan misi kemanusiaan yang netral,
  3. penolakan penggunaan pasukan internasional untuk kepentingan politik tertentu,
  4. serta kejelasan arah menuju kemerdekaan Palestina.

Garis Merah Konstitusi

Gus Baha mengingatkan, Pembukaan UUD 1945 adalah garis merah yang tidak boleh dilanggar. Jika keanggotaan dalam BoP justru menjauhkan Indonesia dari prinsip anti-penjajahan, maka evaluasi serius menjadi keharusan.

“NU tidak alergi pada diplomasi,” katanya. “Tapi kalau diplomasi membuat kita berkompromi dengan penjajahan, itu bukan lagi politik luar negeri yang bebas dan aktif.” paparnya.

Ia berhenti sejenak, lalu menutup dengan kalimat yang pelan, tapi mengendap:

“Perdamaian sejati tidak lahir dari ketergesa-gesaan. Ia lahir dari keberanian menyebut ketidakadilan dengan namanya,” pungkasnya.

(ULN/MSN)

Tags: Board of Peace (BoP)Gus BahaKH. MH. BahaudinNahdlatul UlamaPBNUPemerintahPWNU DKI JAKARTA
Share215Tweet134SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

PBNU Temui Dubes Arab Saudi, Dorong Diplomasi Untuk Akhiri Konflik Timur Tengah (Foto: JPNN.COM)
Nasional

Dorong Perdamaian, PBNU Temui Dubes Arab Saudi

by liputan9news
April 2, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menemui Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Abdullah Al-Amudi di Kantor...

Read more
Ketum PBNU Gus Yahya saat sowan ke ndalem KH Anwar Manshur di Pesantren Lirboyo, Kediri, Sabtu (28/3/2026). (Foto: dok PBNU)

Gus Yahya Sebut Kiai Nurul Huda Djazuli Usulkan Muktamar Ke-35 NU Digelar di Pesantren Lirboyo

March 30, 2026
Pertemuan Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan Dubes Iran untuk Indonesia, Mohammed Boroujer di Jakarta, Jumat (27/3/2026). (Foto: LTN PBNU)

PBNU Nyatakan Dukungan untuk Iran, Gus Yahya Serukan Perdamaian

March 29, 2026
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf bersama Ketua LF PBNU KH Sirril Wafa (kanan) dan Sekretaris LF PBNU H Asmui (kiri) (Foto: NU Online/Haekal)

PBNU Ikhbarkan Idul FItri 1447 H Jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026

March 20, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2540
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Hilman Latief, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama

KPK Sebut Terima Uang dari Travel Haji, Inilah Respon Hilman Latief

April 3, 2026
Sidang Uji Kelayakan Doktoral Ilmu Kepolisian STIK (PTIK), Bamsoet Dorong Penguatan Independensi Kompolnas

Sidang Uji Kelayakan Doktoral Ilmu Kepolisian STIK (PTIK), Bamsoet Dorong Penguatan Independensi Kompolnas

April 3, 2026
KPK

Syafrudin Budiman: Adanya Restoratif Justice Rismon Sianipar Bukti Soal Ijasah Selesai

April 3, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In