• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
KH. MH. Bahaudin atau Gus Baha

Gus Baha: Indonesia Masuk BoP, Tapi Jangan Jadi Penonton Penjajahan

February 9, 2026
Rupiah Terjun Bebas, PNIB Nilai Alarm Keras Kegagalan Pemerintah menjaga Stabilitas Ekonomi, Korbanya Rakyat Desa dan Kota

Rupiah Terjun Bebas, PNIB Nilai Alarm Keras Kegagalan Pemerintah menjaga Stabilitas Ekonomi, Korbanya Rakyat Desa dan Kota

May 19, 2026
Keterangan Gambar : Ilustrasi AI simulasi rekaman CCTV (Night Vision/Noise), yang direkonstruksi berdasarkan Laporan Polisi, dimana menunjukkan mobil Daihatsu Rocky merah di bahu jalan tol Tol Jakarta-Tangerang (Kebon Jeruk) dini hari. Terdapat label 'PELAKU MENDEKATI MOBIL' dan 'KORBAN DI SEMAK-SEMAK.

Pelaku Pencurian Mobil Sigra Di Tol Km 3,8 Diburu Polisi, Korban Berharap Bisa Tertangkap

May 19, 2026
Yudhie Haryon (CEO Nusantara Centre) dan Agus Rizal (Ekonom Universitas MH Thamrin)

Rupiah Lemah itu Taktis

May 19, 2026
Kritik Pertumbuhan Ekonomi 2026 Kepada Prabowo, Lebih Beresensi Pujian dan Dukungan

Kritik Pertumbuhan Ekonomi 2026 Kepada Prabowo, Lebih Beresensi Pujian dan Dukungan

May 19, 2026
KH. Muzaki Kholish Wakil Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta

KH. Muzaki Kholish Sebut Pernyataan Kiai Said Cerminkan Kedewasaan dan Adab Kepemimpinan NU

May 18, 2026
KH Said Aqil siroj

KH Said Aqil Siroj Konfirmasi Tidak akan Maju pada Perhelatan Muktamar NU ke-35

May 18, 2026
Konferensi pers Sidang Isbat penetapan awal Zulhijjah 1447 H yang digelar di Kantor Kemenag Jl. MH. Thamrin Jakarta, Ahad (17/05/2026).

Gelar Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026

May 18, 2026
Muhammad Ikhsanurrizqi, Ketua BEM PTNU Se-Nusantara.

Ketua BEM PTNU Sentil Pernyataan Presiden soal Rupiah: Rakyat Kecil Tetap Jadi Korban

May 18, 2026
Kongkalikong Tender Gedung BTN Sulampua? Logis 08 Desak BTN dan Danantara Buka-bukaan

Logis 08 Soroti Danantara, Proyek Perkampungan Haji di Mekkah Belum Tunjukkan Progres Nyata

May 16, 2026
Fatayat NU dan Ratusan Jamaah Semarakkan Cahaya Hati Indonesia di Masjid Al-Hijrah Bekasi Utara

Fatayat NU dan Ratusan Jamaah Semarakkan Cahaya Hati Indonesia di Masjid Al-Hijrah Bekasi Utara

May 16, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Tuesday, May 19, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Gus Baha: Indonesia Masuk BoP, Tapi Jangan Jadi Penonton Penjajahan

liputan9news by liputan9news
February 9, 2026
in Nasional
A A
0
KH. MH. Bahaudin atau Gus Baha

KH. MH. Bahaudin atau Gus Baha Sekretaris Pengurus Wilyah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta (Foto: Liputan9news/ULN)

540
SHARES
1.5k
VIEWS

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS – Nada bicara MH. Bahaudin terdengar tenang, nyaris tanpa tekanan. Tapi justru dari ketenangan itu kritik paling keras disampaikan. Sekretaris PWNU DKI Jakarta itu menegaskan, Nahdlatul Ulama menerima keputusan pemerintah Indonesia untuk bergabung dalam Board of Peace (BoP).

Namun, kata Gus Baha penerimaan itu disertai catatan yang tidak ringan—bahkan, kata dia, sangat-sangat kritis.

“NU tidak sedang berhadap-hadapan dengan negara,” ujar Gus Baha dalam perbincangan di Jakarta, awal pekan ini, Sinin (09/02/2026).

“Tapi NU juga tidak bisa diminta menutup mata ketika perdamaian dirancang tanpa kejelasan keadilan.” sambungnya tegas.

BeritaTerkait:

Gelar Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026

Sinyal Kuat Regenerasi PBNU: Gus Yusuf, KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid dan Gus Miftah ‘Satu Shaf’ di PMKNU Cirebon

Gus Kikin Beri Sinyal Siap Pimpin NU, Serukan Kembalinya Soliditas Nahdliyin Jelang Muktamar ke-3

Menyongsong Muktamar Nahdlatul Ulama Ke-35: Membincang Peluang, Menghitung Suara

BoP merupakan lembaga internasional yang dibentuk pasca konflik Gaza dengan mandat menciptakan stabilitas dan perdamaian. Indonesia memutuskan ikut di dalamnya sebagai bagian dari diplomasi global. Bagi NU, langkah itu sah secara konstitusional. Namun persoalannya bukan sekadar ikut atau tidak ikut.

“Masalahnya adalah: perdamaian seperti apa yang sedang dibangun, dan untuk kepentingan siapa,” terang Gus Baha.

Damai yang Terlalu Cepat

NU memandang ada keganjilan sejak awal. Gus Baha menyebut, kerangka kerja BoP belum menunjukkan arah yang jelas menuju kemerdekaan Palestina. Tanpa roadmap yang tegas, perdamaian berisiko berhenti pada pengelolaan konflik, bukan penyelesaiannya.

“Kalau akar persoalan—pendudukan dan penjajahan—tidak disentuh, maka perdamaian itu hanya kosmetik,” jelasnya.

“Tenang di permukaan, tapi menyimpan bara.” imbuhnya.

NU juga menyoroti struktur kekuasaan BoP yang terlampau tersentralisasi, terutama pada figur ketua yang memegang kewenangan luar biasa, termasuk hak veto tunggal. Menurut Gus Baha, desain semacam itu bertentangan dengan semangat multilateralisme dan rawan disalahgunakan.

“Kalau satu orang punya kendali penuh atas lembaga internasional, itu bukan lagi forum perdamaian. Itu lebih mirip otoritas personal yang dilembagakan.” ungkapnya.

Duduk di Meja yang Sama, Tanpa Melupakan Sejarah

Keikutsertaan Indonesia di BoP membuat Jakarta harus duduk satu forum dengan Israel. Bagi NU, hal itu tidak otomatis menjadi persoalan diplomatik. Namun Gus Baha menegaskan satu garis tebal: duduk bersama tidak berarti menghapus tanggung jawab sejarah.

“NU konsisten: kejahatan kemanusiaan tidak gugur hanya karena diplomasi,” katanya.

“Genosida, pembersihan etnik, pelanggaran HAM—itu tidak bisa dilupakan hanya karena ada meja perundingan.” uratnya.

NU menilai Indonesia justru harus menggunakan posisinya untuk terus menyuarakan pertanggungjawaban hukum dan moral, bukan melembutkan sikap demi stabilitas semu.

Menerima Negara, Mengawal Nurani

Sikap NU, kata Gus Baha, berpijak pada dua hal: ketaatan pada konstitusi dan kesetiaan pada nurani kemanusiaan. NU tidak mendorong sikap reaktif atau emosional. Tapi NU juga menolak menjadi stempel kebijakan global yang problematik.

“Kalau Indonesia ikut, maka ikutlah dengan sikap, bukan sekadar hadir, membayar iuran, lalu diam.” ucapnya.

NU mendorong agar peran Indonesia di BoP diarahkan pada:

  1.  pembelaan warga sipil Palestina,
  2. jaminan misi kemanusiaan yang netral,
  3. penolakan penggunaan pasukan internasional untuk kepentingan politik tertentu,
  4. serta kejelasan arah menuju kemerdekaan Palestina.

Garis Merah Konstitusi

Gus Baha mengingatkan, Pembukaan UUD 1945 adalah garis merah yang tidak boleh dilanggar. Jika keanggotaan dalam BoP justru menjauhkan Indonesia dari prinsip anti-penjajahan, maka evaluasi serius menjadi keharusan.

“NU tidak alergi pada diplomasi,” katanya. “Tapi kalau diplomasi membuat kita berkompromi dengan penjajahan, itu bukan lagi politik luar negeri yang bebas dan aktif.” paparnya.

Ia berhenti sejenak, lalu menutup dengan kalimat yang pelan, tapi mengendap:

“Perdamaian sejati tidak lahir dari ketergesa-gesaan. Ia lahir dari keberanian menyebut ketidakadilan dengan namanya,” pungkasnya.

(ULN/MSN)

Tags: Board of Peace (BoP)Gus BahaKH. MH. BahaudinNahdlatul UlamaPBNUPemerintahPWNU DKI JAKARTA
Share216Tweet135SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Konferensi pers Sidang Isbat penetapan awal Zulhijjah 1447 H yang digelar di Kantor Kemenag Jl. MH. Thamrin Jakarta, Ahad (17/05/2026).
Nasional

Gelar Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026

by liputan9news
May 18, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Pemerintah menetapkan 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah bertepatan dengan 18 Mei 2026. Dengan demikian, Hari Raya Iduladha 1447...

Read more
Sinyal Kuat Regenerasi PBNU: Gus Yusuf, KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid dan Gus Miftah ‘Satu Shaf’ di PMKNU Cirebon

Sinyal Kuat Regenerasi PBNU: Gus Yusuf, KH Imam Jazuli, Gus Ipang Wahid dan Gus Miftah ‘Satu Shaf’ di PMKNU Cirebon

May 14, 2026
Gus Kikin Beri Sinyal Siap Pimpin NU, Serukan Kembalinya Soliditas Nahdliyin Jelang Muktamar ke-3

Gus Kikin Beri Sinyal Siap Pimpin NU, Serukan Kembalinya Soliditas Nahdliyin Jelang Muktamar ke-3

May 8, 2026
HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Warga NU, Kiai Kampung

Menyongsong Muktamar Nahdlatul Ulama Ke-35: Membincang Peluang, Menghitung Suara

April 30, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2561
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Rupiah Terjun Bebas, PNIB Nilai Alarm Keras Kegagalan Pemerintah menjaga Stabilitas Ekonomi, Korbanya Rakyat Desa dan Kota

Rupiah Terjun Bebas, PNIB Nilai Alarm Keras Kegagalan Pemerintah menjaga Stabilitas Ekonomi, Korbanya Rakyat Desa dan Kota

May 19, 2026
Keterangan Gambar : Ilustrasi AI simulasi rekaman CCTV (Night Vision/Noise), yang direkonstruksi berdasarkan Laporan Polisi, dimana menunjukkan mobil Daihatsu Rocky merah di bahu jalan tol Tol Jakarta-Tangerang (Kebon Jeruk) dini hari. Terdapat label 'PELAKU MENDEKATI MOBIL' dan 'KORBAN DI SEMAK-SEMAK.

Pelaku Pencurian Mobil Sigra Di Tol Km 3,8 Diburu Polisi, Korban Berharap Bisa Tertangkap

May 19, 2026
Yudhie Haryon (CEO Nusantara Centre) dan Agus Rizal (Ekonom Universitas MH Thamrin)

Rupiah Lemah itu Taktis

May 19, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In