• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
BEM PTNU DIY Kecam Tewasnya Remaja 14 Tahun di Tual: Ada Krisis Sistemik di Tubuh Polri

BEM PTNU DIY Kecam Tewasnya Remaja 14 Tahun di Tual: Ada Krisis Sistemik di Tubuh Polri

February 24, 2026
Dubes Iran Terima Cinderamata Keris dari Kiai Said, Simbol Solidaritas 14 Ormas Islam Lawan Zionis

Dubes Iran Terima Cinderamata Keris dari Kiai Said, Simbol Solidaritas 14 Ormas Islam Lawan Zionis

April 18, 2026
FPII Resmi Tempuh Jalur Hukum untuk Jusuf Kalla demi Jaga Ketertiban dan Stabilitas Publik

FPII Resmi Tempuh Jalur Hukum untuk Jusuf Kalla demi Jaga Ketertiban dan Stabilitas Publik

April 18, 2026
Ahmad Tomy Wijaya, Koordinator Pusat BEM Pesantren

Sikapi Pernyataan Jusuf Kalla, BEM Pesantren Seluruh Indonesia Serukan Klarifikasi dan Edukasi Publik Demi Kerukunan Umat

April 18, 2026
Foto: ILustrasi

PNIB Soroti OTT Bupati Tulungagung dan Kepala Daerah lainya: Miskinkan Koruptor Tanpa Syarat

April 18, 2026
Ramadhan Isa, Koordinator Nasional Poros Muda NU (Foto: Dok.PMNU)

Poros Muda NU Sambut Positif Ikhtiar Gus Salam Maju Calon Ketua Umum PBNU

April 17, 2026
Konferensi pers Tim Advokat Pembela Yaqut Cholil Qoumas terkait kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024, di Jakarta Pusat, pada Kamis (16/4/2026). (Foto: Ibriza/Tribunnews)

Pengacara Bantah Yaqut Beri Uang ke Anggota DPR RI

April 16, 2026
Khutbah Jumat: Amaliah Terbaik Pasca Ramadan (Foto: Pinterest)

Khutbah Jumat: Amaliah Terbaik Pasca Ramadan

April 16, 2026
Ketua Forum Persatuan Islam Indonesia (FPII) Muhammad Fathur Rozaq, menyikapi pernyataan Jusuf Kalla

Forum Persatuan Islam Indonesia Akan Tempuh Jalur Hukum demi Stabilitas Umat Beragama

April 16, 2026
Mellisa Anggraini, Pengacara mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Foto: Ist/MSN)

Kuasa Hukum Yaqut Cholil Qoumas Katakan Pembagian Kuota Haji Sesuai Aturan

April 16, 2026
Meluruskan Sejarah Amaliah Tahlil Yang Dibelokkan (Foto: newsky.id/MSN)

Meluruskan Sejarah Amaliah Tahlil Yang Dibelokkan

April 16, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Saturday, April 18, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

BEM PTNU DIY Kecam Tewasnya Remaja 14 Tahun di Tual: Ada Krisis Sistemik di Tubuh Polri

liputan9news by liputan9news
February 24, 2026
in Nasional
A A
0
BEM PTNU DIY Kecam Tewasnya Remaja 14 Tahun di Tual: Ada Krisis Sistemik di Tubuh Polri
503
SHARES
1.4k
VIEWS

YOGYAKARTA | LIPUTAN9NEWS
BEM PTNU DIY menyatakan kemarahan dan kecaman keras atas tewasnya seorang remaja 14 tahun di Tual, Maluku, yang dipukul menggunakan helm oleh anggota Brimob. Peristiwa ini dinilai bukan sekadar tragedi, melainkan bukti nyata bahwa aparat kepolisian kembali melakukan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia.

Melalui Lembaga Kajian Strategis dan Advokasi BEM PTNU DIY, Misbahuddin Yamin, menegaskan bahwa kejadian ini adalah potret brutal wajah kekuasaan berseragam yang kehilangan nurani.

“Ini bukan insiden biasa. Ini pembunuhan. Aparat kembali menghilangkan nyawa rakyat, kali ini seorang anak 14 tahun. Perilaku biadab ini adalah bukti terang bahwa polisi kembali melakukan pelanggaran serius terhadap HAM. Kekerasan mematikan terus berulang seolah nyawa rakyat tidak lebih dari angka statistik.”

Ia menyebut publik tidak boleh lagi dibungkam dengan pola komunikasi yang sama setiap kali ada korban jiwa.

BeritaTerkait:

BEM PTNU DIY Bersama BEM Nusantara DIY Gelar Aksi Solidaritas Kemanusiaan, Desak Transparansi Kasus Andrie Yunus dan Reformasi Regulasi TNI-Polri

BEM PTNU DIY Gelar Ramadan Incubation Camp, Gelorakan Mahasiswa Kritis dengan Semangat Jaga Indonesia

BEM PTNU DIY Bersiap Gelar Incubation Youth Camp, Gelorakan Mahasiswa Kritis dengan Semangat Membangun Negeri

BEM PTNU Yogyakarta Tegaskan Dukungan Supaya Polri Tetap di Bawah Presiden

“Setiap rakyat mati, selalu ada narasi evaluasi, selalu ada janji proses internal. Tapi kekerasan terus terjadi. Artinya problemnya bukan oknum semata. Ada persoalan mendasar, sistemik, dan struktural dalam tubuh institusi kepolisian yang dibiarkan membusuk.” terangnya.

Menurut Misbahuddin, negara memberikan mandat kepada polisi untuk melindungi dan mengayomi, bukan untuk memamerkan superioritas fisik dan kekuasaan secara brutal.

“Kalau seorang anak bisa dipukul sampai tewas, artinyamentalitas represif di tumbuh Polisi selalu dipelihara. Polisi seolah memandang rakyat kecil sebagai objek yang bisa ditekan, dibungkam, bahkan dihabisi tanpa rasa bersalah.”

Ia mendesak Kapolri berhenti bermain aman dengan pernyataan normatif yang berulang setiap kali tragedi terjadi. Pelaku harus diproses pidana secara maksimal dan diberhentikan tidak dengan hormat.

“Jangan lindungi pelaku dengan bahasa prosedural. Kalau hukum tidak ditegakkan secara tegas dan terbuka, maka pesan yang sampai ke publik sangat jelas: nyawa rakyat bisa hilang tanpa konsekuensi serius. Itu adalah bentuk pembiaran negara terhadap kekerasan aparat dan akan semakin memperdalam krisis kepercayaan terhadap Polri.”

Misbahuddin juga menegaskan bahwa proses hukum harus transparan dan dapat diawasi publik.

“Tidak boleh ada ruang gelap. Tidak boleh ada sidang diam-diam. Ini bukan urusan internal semata. Yang hilang adalah nyawa warga negara. Publik berhak mengawasi dan memastikan tidak ada sandiwara hukum.”

Ia menambahkan, peristiwa ini harus menjadi alarm keras bahwa ada krisis legitimasi yang nyata dalam institusi kepolisian.

“Rakyat tidak boleh hidup dalam ketakutan terhadap aparatnya sendiri. Jika setiap seragam justru memunculkan rasa waswas dan trauma, maka yang rusak bukan hanya kepercayaan publik, tapi fondasi moral penegakan hukum itu sendiri.”

BEM PTNU DIY, menyatakan akan terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan hukum dan pertanggungjawaban nyata, bukan sekadar pernyataan empati.

“Nyawa anak tidak bisa dikembalikan. Tapi keadilan masih bisa diperjuangkan. Negara harus membuktikan bahwa hukum berdiri untuk rakyat, bukan menjadi tameng bagi kekuasaan yang brutal,” tutup Misbahuddin Yamin.

(WLY)

Tags: AnakBEM PTNU DIYDianiayaPenganiayaanPolisiPolriTewas
Share201Tweet126SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

BEM PTNU DIY Bersama BEM Nusantara DIY Gelar Aksi Solidaritas Kemanusiaan, Desak Transparansi Kasus Andrie Yunus dan Reformasi Regulasi TNI-Polri
Nasional

BEM PTNU DIY Bersama BEM Nusantara DIY Gelar Aksi Solidaritas Kemanusiaan, Desak Transparansi Kasus Andrie Yunus dan Reformasi Regulasi TNI-Polri

by liputan9news
April 10, 2026
0

YOGYAKARTA | LIPUTAN9NEWS Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta (BEM PTNU DIY) bersama BEM Nusantara DIY...

Read more
BEM PTNU DIY Gelar Ramadan Incubation Camp, Gelorakan Mahasiswa Kritis dengan Semangat Jaga Indonesia

BEM PTNU DIY Gelar Ramadan Incubation Camp, Gelorakan Mahasiswa Kritis dengan Semangat Jaga Indonesia

March 11, 2026
BEM PTNU DIY Bersiap Gelar Incubation Youth Camp, Gelorakan Mahasiswa Kritis dengan Semangat Membangun Negeri

BEM PTNU DIY Bersiap Gelar Incubation Youth Camp, Gelorakan Mahasiswa Kritis dengan Semangat Membangun Negeri

March 8, 2026
BEM PTNU Yogyakarta Tegaskan Dukungan Supaya Polri Tetap di Bawah Presiden

BEM PTNU Yogyakarta Tegaskan Dukungan Supaya Polri Tetap di Bawah Presiden

February 19, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2551
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Dubes Iran Terima Cinderamata Keris dari Kiai Said, Simbol Solidaritas 14 Ormas Islam Lawan Zionis

Dubes Iran Terima Cinderamata Keris dari Kiai Said, Simbol Solidaritas 14 Ormas Islam Lawan Zionis

April 18, 2026
FPII Resmi Tempuh Jalur Hukum untuk Jusuf Kalla demi Jaga Ketertiban dan Stabilitas Publik

FPII Resmi Tempuh Jalur Hukum untuk Jusuf Kalla demi Jaga Ketertiban dan Stabilitas Publik

April 18, 2026
Ahmad Tomy Wijaya, Koordinator Pusat BEM Pesantren

Sikapi Pernyataan Jusuf Kalla, BEM Pesantren Seluruh Indonesia Serukan Klarifikasi dan Edukasi Publik Demi Kerukunan Umat

April 18, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In