• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
BEM PTNU DIY Kecam Tewasnya Remaja 14 Tahun di Tual: Ada Krisis Sistemik di Tubuh Polri

BEM PTNU DIY Kecam Tewasnya Remaja 14 Tahun di Tual: Ada Krisis Sistemik di Tubuh Polri

February 24, 2026
Investor China Siap Kucurkan US$50 Juta, PT Bumi Brawa Berdikari Garap Hotel Eco Green di Bali dan Labuan Bajo

Investor China Siap Kucurkan US$50 Juta, PT Bumi Brawa Berdikari Garap Hotel Eco Green di Bali dan Labuan Bajo

June 2, 2026
Prof. Dr. K.H. M. Asrorun Ni’am Sholeh, S.Ag., Lc., MA., Rais Syuriyah PCNU Jakarta Pusat

Sapi Kurban Presiden untuk Rakyat: Tinjauan Syariah dan Kebijakan Publik

June 2, 2026
Labuan Bajo Bergejolak ! Misteri Tanah 40 Hektar Hotel St. REGIST Stop Mangkrak, Erwin Bebek/Kadiman Sembunyi?

Labuan Bajo Bergejolak! Misteri Tanah 40 Hektar Hotel St. REGIST Stop Mangkrak, Erwin Bebek/Kadiman Sembunyi?

June 2, 2026
Yusuf mars

Jika Kiai Miftachul Akhyar Kembali Jadi Rais Aam PBNU, Nasib Gus Yahya Game Over?

June 2, 2026
Warga NU Gelar Mubes di Yogyakarta, Desak PBNU Kembali ke Khittah

Warga NU Gelar Mubes di Yogyakarta, Desak PBNU Kembali ke Khittah

June 1, 2026
Kiai Imjaz Bina Insan Mulia: Ketika Pesantren Berani Bertransformasi, PTN dan Beasiswa Global bukan Lagi Mimpi

Kiai Imjaz Bina Insan Mulia: Ketika Pesantren Berani Bertransformasi, PTN dan Beasiswa Global bukan Lagi Mimpi

June 1, 2026
PNIB: Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni, Ideologi Bangsa Penjaga dari serangan Ideologi Khilafah Terorisme yang Bukan Omon-Omon

PNIB: Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni, Ideologi Bangsa Penjaga dari serangan Ideologi Khilafah Terorisme yang Bukan Omon-Omon

June 1, 2026
Tim Musyrif Diny, Prof KH Asrorun Ni'am Sholeh saat berada di Arafah. (Foto: Istimewa/MSN)

Prof Niam Tegaskan Qurban Presiden dari Banpres Tak Perlu Diperdebatkan

June 1, 2026
Gus Maftuh dan Gus Muwafiq Dukung Cak Imin Pimpin PBNU, Serukan Reformasi Kembali ke Khittah 1926, Deklarasikan FPGM

Gus Maftuh dan Gus Muwafiq Dukung Cak Imin Pimpin PBNU, Serukan Reformasi Kembali ke Khittah 1926, Deklarasikan FPGM

May 31, 2026
Aguk Irawan MN: Muktamar NU Harus Mengurai Semua Masalah Internal dan Teguhkan kembali NU sebagai Kekuatan Civil Society

Aguk Irawan MN: Muktamar NU Harus Mengurai Semua Masalah Internal dan Teguhkan kembali NU sebagai Kekuatan Civil Society

May 31, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Wednesday, June 3, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

BEM PTNU DIY Kecam Tewasnya Remaja 14 Tahun di Tual: Ada Krisis Sistemik di Tubuh Polri

liputan9news by liputan9news
February 24, 2026
in Nasional
A A
0
BEM PTNU DIY Kecam Tewasnya Remaja 14 Tahun di Tual: Ada Krisis Sistemik di Tubuh Polri
505
SHARES
1.4k
VIEWS

YOGYAKARTA | LIPUTAN9NEWS
BEM PTNU DIY menyatakan kemarahan dan kecaman keras atas tewasnya seorang remaja 14 tahun di Tual, Maluku, yang dipukul menggunakan helm oleh anggota Brimob. Peristiwa ini dinilai bukan sekadar tragedi, melainkan bukti nyata bahwa aparat kepolisian kembali melakukan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia.

Melalui Lembaga Kajian Strategis dan Advokasi BEM PTNU DIY, Misbahuddin Yamin, menegaskan bahwa kejadian ini adalah potret brutal wajah kekuasaan berseragam yang kehilangan nurani.

“Ini bukan insiden biasa. Ini pembunuhan. Aparat kembali menghilangkan nyawa rakyat, kali ini seorang anak 14 tahun. Perilaku biadab ini adalah bukti terang bahwa polisi kembali melakukan pelanggaran serius terhadap HAM. Kekerasan mematikan terus berulang seolah nyawa rakyat tidak lebih dari angka statistik.”

Ia menyebut publik tidak boleh lagi dibungkam dengan pola komunikasi yang sama setiap kali ada korban jiwa.

BeritaTerkait:

Fiqih Lingkungan: Anak yang Meninggal Dunia Investasi Akhirat

Rupiah Melemah dan Rakyat Menjerit, BEM PTNU DIY: Jangan Anggap Krisis Ekonomi Sekadar Angka

Pelaku Pencurian Mobil Sigra Di Tol Km 3,8 Diburu Polisi, Korban Berharap Bisa Tertangkap

BEM PTNU DIY: Polemik Pernyataan Menteri PPPA Harus Diluruskan, Fokus Utama Tetap pada Perbaikan Sistem Keselamatan

“Setiap rakyat mati, selalu ada narasi evaluasi, selalu ada janji proses internal. Tapi kekerasan terus terjadi. Artinya problemnya bukan oknum semata. Ada persoalan mendasar, sistemik, dan struktural dalam tubuh institusi kepolisian yang dibiarkan membusuk.” terangnya.

Menurut Misbahuddin, negara memberikan mandat kepada polisi untuk melindungi dan mengayomi, bukan untuk memamerkan superioritas fisik dan kekuasaan secara brutal.

“Kalau seorang anak bisa dipukul sampai tewas, artinyamentalitas represif di tumbuh Polisi selalu dipelihara. Polisi seolah memandang rakyat kecil sebagai objek yang bisa ditekan, dibungkam, bahkan dihabisi tanpa rasa bersalah.”

Ia mendesak Kapolri berhenti bermain aman dengan pernyataan normatif yang berulang setiap kali tragedi terjadi. Pelaku harus diproses pidana secara maksimal dan diberhentikan tidak dengan hormat.

“Jangan lindungi pelaku dengan bahasa prosedural. Kalau hukum tidak ditegakkan secara tegas dan terbuka, maka pesan yang sampai ke publik sangat jelas: nyawa rakyat bisa hilang tanpa konsekuensi serius. Itu adalah bentuk pembiaran negara terhadap kekerasan aparat dan akan semakin memperdalam krisis kepercayaan terhadap Polri.”

Misbahuddin juga menegaskan bahwa proses hukum harus transparan dan dapat diawasi publik.

“Tidak boleh ada ruang gelap. Tidak boleh ada sidang diam-diam. Ini bukan urusan internal semata. Yang hilang adalah nyawa warga negara. Publik berhak mengawasi dan memastikan tidak ada sandiwara hukum.”

Ia menambahkan, peristiwa ini harus menjadi alarm keras bahwa ada krisis legitimasi yang nyata dalam institusi kepolisian.

“Rakyat tidak boleh hidup dalam ketakutan terhadap aparatnya sendiri. Jika setiap seragam justru memunculkan rasa waswas dan trauma, maka yang rusak bukan hanya kepercayaan publik, tapi fondasi moral penegakan hukum itu sendiri.”

BEM PTNU DIY, menyatakan akan terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan hukum dan pertanggungjawaban nyata, bukan sekadar pernyataan empati.

“Nyawa anak tidak bisa dikembalikan. Tapi keadilan masih bisa diperjuangkan. Negara harus membuktikan bahwa hukum berdiri untuk rakyat, bukan menjadi tameng bagi kekuasaan yang brutal,” tutup Misbahuddin Yamin.

(WLY)

Tags: AnakBEM PTNU DIYDianiayaPenganiayaanPolisiPolriTewas
Share202Tweet126SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

Dr. KHM. Saeful Kurniawan, MA,Pendakwah dan Penulis
Opini

Fiqih Lingkungan: Anak yang Meninggal Dunia Investasi Akhirat

by liputan9news
May 25, 2026
0

BONDOWOSO | LIPUTAN9NEWS Minggu yang lalu, penulis mendengar kabar kematian anaknya teman Muhammad Saifullah asal Ijen Sempol Bondowoso yang menikah...

Read more
Tegar Pradana, Koordinator Wilayah BEM PTNU DIY.

Rupiah Melemah dan Rakyat Menjerit, BEM PTNU DIY: Jangan Anggap Krisis Ekonomi Sekadar Angka

May 20, 2026
Keterangan Gambar : Ilustrasi AI simulasi rekaman CCTV (Night Vision/Noise), yang direkonstruksi berdasarkan Laporan Polisi, dimana menunjukkan mobil Daihatsu Rocky merah di bahu jalan tol Tol Jakarta-Tangerang (Kebon Jeruk) dini hari. Terdapat label 'PELAKU MENDEKATI MOBIL' dan 'KORBAN DI SEMAK-SEMAK.

Pelaku Pencurian Mobil Sigra Di Tol Km 3,8 Diburu Polisi, Korban Berharap Bisa Tertangkap

May 19, 2026
BEM PTNU DIY: Polemik Pernyataan Menteri PPPA Harus Diluruskan, Fokus Utama Tetap pada Perbaikan Sistem Keselamatan

BEM PTNU DIY: Polemik Pernyataan Menteri PPPA Harus Diluruskan, Fokus Utama Tetap pada Perbaikan Sistem Keselamatan

May 4, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2576
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

759
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Investor China Siap Kucurkan US$50 Juta, PT Bumi Brawa Berdikari Garap Hotel Eco Green di Bali dan Labuan Bajo

Investor China Siap Kucurkan US$50 Juta, PT Bumi Brawa Berdikari Garap Hotel Eco Green di Bali dan Labuan Bajo

June 2, 2026
Prof. Dr. K.H. M. Asrorun Ni’am Sholeh, S.Ag., Lc., MA., Rais Syuriyah PCNU Jakarta Pusat

Sapi Kurban Presiden untuk Rakyat: Tinjauan Syariah dan Kebijakan Publik

June 2, 2026
Labuan Bajo Bergejolak ! Misteri Tanah 40 Hektar Hotel St. REGIST Stop Mangkrak, Erwin Bebek/Kadiman Sembunyi?

Labuan Bajo Bergejolak! Misteri Tanah 40 Hektar Hotel St. REGIST Stop Mangkrak, Erwin Bebek/Kadiman Sembunyi?

June 2, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In