KOTA BEKASI | LIPUTAN9NEWS
Kader PKP/PD-PKNU PCNU Kota Bekasi menggelar Halal Bihalal dalam rangka Lebaran Ketupat, Sabtu (18/04/2026), di Sekretariat RW 018 Arenjaya, MWCNU Bekasi Timur. Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi sekaligus penguatan peran organisasi di tengah masyarakat.
Acara dihadiri Ketua PCNU Kota Bekasi, Ayi Nurdin, bersama jajaran pengurus serta kader Nahdlatul Ulama dari berbagai wilayah. Kehadiran Ketua PBNU, Gus Ulil Absar Abdalla, menjadi perhatian utama dalam kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Ketua PCNU Kota Bekasi, H. Ayi Nurdin, menegaskan pentingnya menjaga soliditas kader serta memperkuat peran organisasi di tengah dinamika masyarakat.
“Halal bihalal ini bukan sekadar tradisi, tetapi momentum untuk memperkuat ukhuwah dan konsolidasi kader. Kita harus memastikan organisasi berjalan solid, terarah, dan memberi manfaat nyata bagi umat,” ujarnya.
Dalam mauidhoh hasanahnya, Gus Ulil menegaskan pentingnya kekuatan organisasi sebagai pilar dalam menjaga kebenaran. Ia mengutip nasihat Sayidina Ali yang menekankan urgensi keteraturan dalam perjuangan.
“Sebagaimana nasihat Sayidina Ali, kebenaran yang tidak terorganisir akan kalah oleh kebatilan yang terorganisir. Kata kuncinya adalah nidzom, yaitu organisasi,” terangnya.
Lebih lanjut, Gus Ulil menegaskan bahwa arah gerakan Nahdlatul Ulama pasca Muktamar ke-35 di bawah kepemimpinan KH Yahya Cholil Staquf menitikberatkan pada penegakan aturan dalam kehidupan berorganisasi maupun bermasyarakat.
Selain itu, dalam kegiatan tersebut juga disampaikan pentingnya digitalisasi dokumentasi kegiatan kader melalui pemanfaatan aplikasi DIGDAYA.
Ia juga menekankan bahwa kekuatan Nahdlatul Ulama tidak hanya terletak pada struktur organisasi, tetapi juga pada hubungan batin yang kuat antara kiai dan jamaah.
“Yang membuat NU tetap hidup adalah robithoh, yaitu ikatan antara kiai dan jamaahnya. Ini yang harus terus dijaga dan dirawat,” tambahnya.
Kegiatan yang berlangsung siang hingga sore ini diisi dengan rangkaian silaturahmi, tausiyah, serta ramah tamah antar peserta. Suasana berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan.
Melalui semangat Lebaran Ketupat, kader NU diharapkan semakin solid, terorganisir, serta mampu menegakkan aturan, menjaga robithoh kiai dan jamaah, serta memanfaatkan teknologi untuk memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat.

























