JAKARTA | LIPUTAN9NEWS
Ketua Umum Asosiasi Ormas Islam Indonesia (LPOI), Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA. menyampaikan surat kepada Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran Ayatullah Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei dan Presiden Republik Islam Iran Masoud Pezeshkian serta seluruh Rakyat Iran.
“Salam silaturahim dan salam perjuangan kami sampaikan. Teriring doa kepada Allah SWT, dengan penuh keyakinan dan keimanan, insyallah Yang Mulia Ayatullah Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Bapak Presiden, para menteri, para pimpinan tinggi, dan seluruh rakyat Republik Islam Iran, senantiasa dalam lindungan dan pertolongan Allah SWT,” ujar Kiai Said dalam keterangan yang diterima Liputan9news, Sabtu (18/04/2026).
Atas nama rakyat muslim Indonesia, organisasi-organisasi Islam Indonesia, dan bangsa Indonesia, kami menyampaikan dukungan penuh atas perjuangan Republik Islam Iran dalam menjaga kedaulatan negara dan bangsa sebagai wujud dari hifzunnafsi (melindungi jiwa) hifzuddaulah (melindungi negara) serta hifzuddin (melindungi agama), yang merupakan kewajiban agama dalam “jihad, jtihad, dan mujahadah” yang selaras dengan prinsip maqasidusyariah Islam.
“Rakyat Muslim Indonesia dan ormas-ormas Islam Indonesia mendukung penuh perjuangan bangsa Iran dalam melawan segala bentuk kolonialisme, imperialisme, dan agresi militer zionis amerika dan israel yang bertentangan dengan prikemanusiaan, perikeadilan, dan perdamaian. Hal tersebut selaras dengan semangat bangsa Indonesia, sebagaimana yang tertuang dalam pembukaan Undang Undang Dasar 1945, bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan,” tulis keterangan tersebut.
Kami, bangsa Indonesia, khususnya masyarakat muslim Indonesia dan organisasi-organisasi Islam Indonesia mengutuk keras agresi militer, diskirimasi, dan tekanan global tehadap rakyat, negara, dan bangsa Iran karena bertentangan dengan demokrasi dan hak asasi manusia. Kami mendesak negara-negara di dunia dan khususnya negara-negara muslim untuk segera mendukung, membantu, melindungi, dan memihak kepada rakyat dan bangsa Iran, yang lebih dari 46 tahun ditindas, diisolir, diembargo, dan dikucilkan masyarakat dunia. Kami yakin dengan seyakin yakinnya, dengan izin Allah, bahwa Iran sebagai persian civilization, dengan kecerdasan dan kecanggihannya, serta dengan keunggulan siasatnya tidaklah mudah ditaklukkan. Insyaallah warga, bangsa, dan negara Iran akan menjadi mercusuar dunia dan memimpin pergerakan Islam dengan keteguhan iman, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta keluhuran akhlakul karimah menuju kegemilangan dan kemajuan.
Kiai Said mengungkapkan bangsa Indonesia dan bangsa Iran memiliki kekuatan ikatan dalam spiritual dan emosional yang tidak dapat dipisahkan dalam naungan persaudaraan sebagai sesama muslim (ukhuwah islamiyah) dan sebagai saudara dalam ikatan kemanusiaan (ukhuwah insaniyah). Oleh karenanya, ketika rakyat Iran tersakiti, maka kami rakyat Indonesia juga tersakiti. Air mata, rasa duka, dan kesedihan bangsa Iran adalah air mata, duka dan kesedihan bangsa Indonesia. Dengan kebulatan tekad, bangsa Indonesia siap bergerak bersama dalam kekompakan dan menyerukan kepada kepada masyarakat dunia, khususnya masyarakat muslim dunia dan organisasi-organisasi Islam dunia, untuk bersatu dengan teguh, mengenyampingkan perbedaan dan mengedepankan kesamaan demi menggapai visi masa depan bersama, sebagai umat Islam yang solid, tangguh, berdaulat, dan berdikari.
Kami masyarakat muslim, organisasi-organisasi Islam Indonesia dan bangsa Indonesia sangat memahami, menghormati, dan mendukung kebijakan penguasaan terkait selat Hormouz, sebagai bagian dari ikhtiar menjaga kedaulatan tanah air, karena prinsip hubbul wathon minal iman (cinta tanah air adalah bagian dari iman). Strategisitas wilayah tersebut sangat penting bagi perjuangan bangsa Iran dan penting juga untuk menjaga stabilitas energi dunia.
“Sejalan dengan hal tersebut dan dengan segala kerendahan hati, sebagai salah satu ikhtiar kemasalahan umat Islam Indonesia dan untuk menjaga kedaulatan energi bangsa Indonesia, melalui surat ini, mohon kiranya dapat diizinkan kapal tangker bangsa kami yang mungkin masih berada di sana untuk dapat melintas dengan pengawalan keamanan. Kami menyadari bahwa seluruh kebijakan yang diambil berkaitan dengan dinamika di masa lalu.
Melalui surat ini pula kami masyarakat muslim, organisasi organisasi Islam Indonesia, dan bangsa Indonesia memohonkan maaf atas khilaf dan salah yang mungkin pernah terjadi dalam dinamika government to government, business to business dan people to people process. Bismillah Insyaallah kedepan akan lebih baik,” terang Ketua Umum PBNU Masa Khidmat 2010-2021 itu..
Selanjutnya, Mustasyar PBNU tersebut menyampaikan kepada Pemimpin Tertinggi, Bapak Presiden Iran, dan masyarakat Iran yang kami banggakan. Surat ini kami tuliskan dengan tulus dan penuh kesadaran dan kecintaan atas persaudaraan. Kami tuliskan surat ini sebagai harapan untuk terwujudnya perdamaian dan berakhirnya penjajahan di atas bumi agar semua makhluk bisa hidup damai dan tentram.
Pemimpin Tertinggi, Bapak Presiden Iran, dan masyarakat Iran yang kami cintai dan kami muliakan, yakinlah masyarakat muslim Indonesia senantiasa teguh bersama dan membersamai kalian dalam doa, niat, aksi, dan kesetiaan, serta dalam komitmen kemanusian, komitmen keumatan islam, komitmen perdamaian dan komitmen demokrasi yang berbasis pada kesetaraan. La takhof wala tahzan innallaha maana. Wallahu yahfazukum wa yanshurkum jami’an. Allahumma ahlikil kafaroh wazzolimin wassohyuniyyin, wanshurna wanshur iraniyyin, wasalimna wasllim iraniyyin wal muslimin.
“Akhirnya, melalui surat ini kami sampaikan pekik Allahu Akbar. Kemenangan akan segera datang untuk Iran dan dunia akan segera damai,” pungkasnya.

























