JAKARTA | LIPUTAN9NEWS
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masa Khidmat 2010-2021, KH Said Aqil Siroj menegaskan bahwa tradisi maulid, qasidah, serta pujian kepada Nabi Muhammad SAW merupakan bagian dari sunnah takririyah yang telah dibenarkan Rasulullah Saw.
Hal itu disampaikan saat memberikan taushiyah dalam Haul Akbar Masyayikh Pondok Pesantren Cipasung ke-3 di kompleks pesantren, Sabtu (06/06/2026) malam lalu.
Dalam tausiyahnya, Kiai Said menjelaskan bahwa setelah wafatnya Rasulullah Saw, umat Islam mewarisi dua pegangan utama, yakni sunnah Rasulullah dan jamaah para sahabat serta santri beliau.
“Ketika Rasulullah masih hidup, standar kebenaran hanya Rasulullah. Setelah beliau wafat, beliau meninggalkan dua yang paling penting, satu sunnahnya, dua jamaah sahabatnya,” terang Pengasuh Ponpes Luhuru Al-Tsaqafah Jakarta itu.
Kiai Said kemudian menerangkan pembagian sunnah menjadi tiga, yakni sunnah qauliyah, fi’liyah, dan takririyah. Menurutnya, tradisi memuji Rasulullah termasuk sunnah takririyah karena pernah dibenarkan langsung oleh Nabi Muhammad Saw.
Kiai Said mencontohkan kisah sahabat Bilal bin Rabah yang melaksanakan salat dua rakaat setelah wudhu. Meski Nabi Muhammad bukanlah yang pertama melakukannya, tetapi baginda Nabi membenarkan amalan tersebut sehingga menjadi sunnah takririyah.
Mustasyar PBNU itu juga mengisahkan penyair Ka’ab bin Zuhair yang memuji Rasulullah melalui syair di hadapan Nabi. Rasulullah, kata dia, tidak melarang pujian tersebut, bahkan menghadiahkan selimut yang tengah dikenakan kepada sang penyair. Dari peristiwa itulah kemudian dikenal istilah qasidah burdah.
“Setiap ada syair qasidah yang isinya memuji Rasulullah dinamakan qasidatul burdah,” katanya Kiai yang akrab disapa Buya Said itu menyebut bahwa qasidah Burdah karya Imam Al-Bushiri menjadi salah satu karya yang populer di Indonesia dan diwariskan turun-temurun di kalangan pesantren Nahdlatul Ulama.
Menurutnya, tradisi pembacaan Barzanji, Burdah, hingga maulid yang hidup di pesantren merupakan ekspresi kecintaan kepada Rasulullah SAW dan bagian dari amaliah Ahlussunnah wal Jamaah.
“Kesimpulannya, mengadakan maulid Nabi yang isinya memuji-muji Rasulullah itu sunnah,” pungkasnya.
Pentingnya Menghadiahkan Al-Fatihah Kepada Masyayikh Tarekat

























