• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) Cirebon, KH Imam Jazuli, Lc., MA, menerima kunjungan silaturahmi KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) pada Sabtu (11/07/2026) di Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon.(Foto: Dok Ponpes BIMA)

Jelang Muktamar NU, Kiai Imam Jazuli dan Gus Kikin Sinkronisasi Misi

July 12, 2026
Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

September 25, 2026
MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

September 25, 2026
Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

September 25, 2026
Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

September 25, 2026
Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

Ali Masykur Musa Bahas Peran Naqsyabandiyah di Forum Dunia

September 24, 2026
Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

Ali Masykur Musa Pimpin Naqshbandi Dunia

September 24, 2026
Sulaiman Djaya

Tentang Penulisan Puisi – Robert Frost dan Walt Whitman

September 24, 2026
Dr. Nurul Huda SA, Staf Pengajar Programs Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah, Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon.

Daya Pesona Perpustakaan

September 24, 2026
Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

Gus Ipul Siapkan Somasi Atas Tudingan Aliran Rp480 Miliar ke Muktamar ke-35 NU

September 23, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Friday, September 25, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

Jelang Muktamar NU, Kiai Imam Jazuli dan Gus Kikin Sinkronisasi Misi

Moh. Faisal Asadi by Moh. Faisal Asadi
July 12, 2026
in Nasional
A A
0
Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) Cirebon, KH Imam Jazuli, Lc., MA, menerima kunjungan silaturahmi KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) pada Sabtu (11/07/2026) di Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon.(Foto: Dok Ponpes BIMA)

Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) Cirebon, KH Imam Jazuli, Lc., MA, menerima kunjungan silaturahmi KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) pada Sabtu (11/07/2026) di Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon.(Foto: Dok Ponpes BIMA)

519
SHARES
1.5k
VIEWS

CIREBON | LIPUTAN9NEWS
Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) Cirebon, KH Imam Jazuli, Lc., MA, menerima kunjungan silaturahmi KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) pada hari Sabtu (11/07/2026) di Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon, Jawa Barat.

Kunjungan cicit Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari yang juga Ketua PWNU Jawa Timur dan Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng tersebut menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah serta berdiskusi mengenai masa depan Nahdlatul Ulama (NU).

Dalam pertemuan itu, KH Imam Jazuli dan Gus Kikin membahas dinamika internal NU menjelang Muktamar ke-35. Salah satu agenda penting yang ditekankan adalah mengembalikan ruh gerakan organisasi kepada nilai-nilai yang diwariskan para muassis melalui Qanun Asasi NU dan Muqaddimah Qanun Asasi.

Diskusi Qanun Asasi dan Soliditas Organisasi

Kiai Imjaz sapaan akrab KH Imam Jazuli menyatakan bahwa diskusi panjang berfokus pada pentingnya kembali kepada Qanun Asasi NU. Ia menekankan agar seluruh pengurus, dari tingkat ranting hingga PBNU, menghayati dan mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

BeritaTerkait:

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Kiai Anwar Iskandar dan Kiai Imjaz Pacu 680 Pesantren Rintisan

Kiai Miftah dan Tantangan NU Memasuki Abad Kedua

“Kami berdiskusi cukup panjang tentang pentingnya kembali kepada Qanun Asasi NU. Semua pengurus, mulai tingkat ranting hingga PBNU, harus benar-benar menghayati dan mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Muqaddimah dan Qanun Asasi. Jika nilai-nilai tersebut dijalankan dengan sungguh-sungguh, saya meyakini berbagai kegaduhan yang terjadi belakangan tidak perlu muncul,” ujar Kiai Imjaz dalam keterangan yang diterima Liputan9news, Ahad (12/07/2026).

Menurut Alumni Al-Azhar, Cairo, Mesir itu, Qanun Asasi bukan sekadar dokumen historis, melainkan pedoman moral, etika, dan arah perjuangan NU.

“Abad kedua NU harus ditandai dengan gerakan kembali kepada Qanun Asasi. Sudah saatnya seluruh pengurus dan warga Nahdliyin menjadikannya sebagai kompas moral dalam berpikir, bersikap, dan bertindak. Dari situlah NU akan tetap kokoh menjaga khittah, tradisi, dan orientasi pengabdiannya kepada umat dan bangsa,” terangnya.

Selain itu, Kedua tokoh nahdlatul ulama tersebut juga menyoroti pentingnya memperkuat soliditas organisasi di tengah dinamika menjelang Muktamar. Kiai Imjaz menilai NU membutuhkan semangat baru untuk melangkah bersama, meninggalkan sekat-sekat kelompok, dan membangun kolaborasi demi kemajuan jam’iyah.

“Kami sepakat bahwa NU tidak akan menjadi besar hanya karena figur, tetapi karena kekuatan kolektif seluruh pengurus dan warganya. Semangat bergandengan tangan, bahu-membahu, dan saling menguatkan harus menjadi budaya organisasi di semua tingkatan,” jelasnya.

Lebih jauh, Ia menambahkan, perbedaan pandangan dalam organisasi adalah hal wajar, namun tidak boleh menghalangi persatuan.

“Ke depan, semangat yang harus dibangun bukan lagi ana wal akhor (saya dan yang lain), melainkan Nahnu Nahdiyyun (kita semua adalah Nahdliyin). Kesadaran kolektif inilah yang harus menjadi fondasi gerakan bersama untuk membangkitkan NU yang lebih kuat, lebih berdaya guna, dan mampu menghadirkan peradaban yang maslahat bagi umat, bangsa, dan dunia,” utara Alumni Pondok Pesantren Lirboyo itu.

Figur Kepemimpinan PBNU

Selanjutnya, KH Imam Jazuli juga menilai Gus Kikin sebagai figur yang memiliki modal kuat untuk memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada periode mendatang. Penilaian ini didasarkan pada dinamika menjelang Muktamar ke-35 NU yang membutuhkan kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh elemen Nahdliyin dan membawa organisasi profesional tanpa meninggalkan tradisi pesantren.

NU membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya memiliki legitimasi keilmuan dan moral, tetapi juga pengalaman organisasi, kemampuan mempersatukan warga, serta kemandirian dalam mengambil keputusan.

“Dalam pandangan saya, Gus Kikin memiliki modal tersebut,” terangnya.

Kemudian, Kiai Imjaz menjelaskan, Gus Kikin memiliki kedekatan historis dengan NU sebagai keturunan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari. Namun, faktor nasab tidak cukup tanpa rekam jejak kepemimpinan yang nyata.

“Nasab adalah amanah, bukan privilege. Yang terpenting adalah bagaimana nilai-nilai perjuangan para muassis diwujudkan dalam kepemimpinan yang melayani umat dan menjaga marwah jam’iyah,” ucap  Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

KH Imam Jazuli juga menyoroti kiprah Gus Kikin sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng. Pengalaman memimpin Tebuireng menunjukkan kapasitas manajerial sekaligus spiritual.

“Dua aspek itu sangat penting ketika memimpin organisasi sebesar NU,” ungkapnya.

“Selain pengalaman kepesantrenan, rekam jejak Gus Kikin sebagai Ketua PWNU Jawa Timur menjadi nilai tambah karena berhasil mengelola organisasi NU di wilayah dengan jumlah warga Nahdliyin terbesar di Indonesia,” sambungnya.

Jawa Timur merupakan barometer NU

Memimpin organisasi sebesar PWNU Jawa Timur membutuhkan kemampuan komunikasi, konsolidasi, dan penyelesaian berbagai dinamika internal. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting apabila diberi amanah di tingkat PBNU.

Kiai Imjaz menyroti pula tentang kemandirian ekonomi seorang pemimpin juga dinilai penting untuk menjaga independensi organisasi.

“Pemimpin yang mandiri secara ekonomi akan lebih leluasa menjaga marwah organisasi, mengambil keputusan berdasarkan kemaslahatan umat, dan tidak mudah terpengaruh oleh kepentingan-kepentingan transaksional, tuturnya,” ungkapnya.

Kriteria Pemimpin dan Arah Muktamar

KH Imam Jazuli menegaskan bahwa Muktamar NU bukan sekadar ajang memilih figur, melainkan momentum menentukan arah organisasi pada abad kedua NU.

Menurutnya, siapa pun yang terpilih harus mampu membawa NU fokus pada agenda strategis, seperti penguatan pendidikan pesantren dan sekolah NU, peningkatan layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi umat, transformasi tata kelola organisasi profesional, serta memperkuat peran NU sebagai mitra strategis pemerintah.

“Yang paling penting bukan siapa yang menang, tetapi bagaimana NU semakin kuat, semakin bermanfaat bagi umat, dan tetap menjadi perekat kebangsaan. Muktamar harus menjadi ruang persatuan, bukan ruang perpecahan,” tegas tokoh pesantren panutan tersebut.

Ia mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama untuk menyambut Muktamar ke-35 dengan semangat ukhuwah dan khidmah. Mari kita jadikan Muktamar sebagai ikhtiar bersama untuk menghadirkan kepemimpinan terbaik bagi jam’iyah NU.

Terakhir, Kiai Imjaz menyatakan bahwa perbedaan pilihan adalah bagian dari demokrasi organisasi, tetapi persaudaraan Nahdliyin harus tetap menjadi prioritas utama.

“Momentum Muktamar ke-35 NU yang mudik ke kampung halaman ini harus dijadikan titik berangkat menuju kejayaan NU di abad kedua,” pungkasnya.

(MFA/MSN)

Lulus Cumlaude di UNAIR, Nyai Lelly Kikin Ajak Elite PBNU Kembali pada Qonun Asasi NU

Tags: Gus KikinImam JazuliKemandirian EkonomiKiai ImjazMuktamar NU Ke-35PBNUPemimpin NUPengasuh Pesantren BIMAPesantren BIMA
Share208Tweet130SendShare
Moh. Faisal Asadi

Moh. Faisal Asadi

Aktual, Faktual, Kompeten, Konsisten dan Terpercaya

BeritaTerkait

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 
Agenda

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

by liputan9news
September 25, 2026
0

Imam Jazuli Foundation Gelar Gala Dinner Pasca Muktamar, Dorong Rekonsiliasi dan Penguatan Ukhuwah Nahdliyin 

Read more
Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

Imam Jazuli Foundation Buka Workshop, Rumah Tangga Nyai Kunci Perjuangan Pesantren?

September 24, 2026
Kiai Anwar Iskandar dan Kiai Imjaz Pacu 680 Pesantren Rintisan

Kiai Anwar Iskandar dan Kiai Imjaz Pacu 680 Pesantren Rintisan

September 23, 2026
Kiai Miftah dan Tantangan NU Memasuki Abad Kedua

Kiai Miftah dan Tantangan NU Memasuki Abad Kedua

September 22, 2026
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2632
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

760
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

143
Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

Hilman Latief Ungkap Istilah “Tendangan Tanpa Bayangan” dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

September 25, 2026
MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

MUSPIMNAS BEM PTNU 2026: Dorong Stabilitas Nasional, Ekonomi Kerakyatan, dan Tata Kelola Organisasi

September 25, 2026
Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah Meninggal Dunia

September 25, 2026
Logo Liputan9
Logo Liputan9.id

Tentang Kami

  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang

Alamat dan Kontak

Alamat: Jl. Antara No.12, RT 07/RW 01, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon: (021) 3506766
WA : 081212711146

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In