JAKARTA | LIPUTAN9NEWS
Kementerian Pertanian Republik Indonesia menyatakan dukungannya terhadap pengembangan Pondok Pesantren Miftahul Ulum menjadi pesantren berbasis agroteknologi terpadu. Program ini diharapkan dapat melahirkan generasi santri yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kompetensi di bidang pertanian modern, kewirausahaan, dan kemandirian ekonomi.
Dukungan tersebut disampaikan dalam kunjungan Dr. Rachmat, S.Si., M.Si., Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, ke Pondok Pesantren Miftahul Ulum pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Rombongan diterima langsung oleh KH. Abdul Muiz Ali, Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum, di Kantor Sekretariat Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Cakung, Jakarta Timur.
Pertemuan tersebut turut dihadiri CEO Wakaf Desain Nusantara sekaligus konseptor Pesantren Agroteknologi Terpadu, H. Ir. Wahyudin Firdaus, M.T., H. Ir. Agus Bambang Sutopo, serta jajaran pengurus Pondok Pesantren Miftahul Ulum.
Dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana silaturahmi tersebut, Dr. Rachmat menyambut positif langkah Pondok Pesantren Miftahul Ulum dalam mengembangkan model pendidikan pesantren yang terintegrasi dengan sektor pertanian.
Menurutnya, pengembangan pesantren agroteknologi terpadu memiliki relevansi yang kuat dengan agenda pemerintah dalam memperkuat *swasembada pangan berkelanjutan*.
“Kami sangat senang dengan rencana yang dilakukan oleh pengurus Pondok Pesantren Miftahul Ulum. Pengembangan pesantren berbasis agroteknologi ini sangat baik karena selain memperkuat pendidikan keagamaan, para santri juga akan memperoleh bekal ilmu pertanian dan kewirausahaan. Tentu kami siap mendukung,” ujar Dr. Rachmat.
Ia menilai pesantren memiliki potensi strategis untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan sektor pertanian nasional, terutama melalui pendidikan generasi muda yang dekat dengan masyarakat dan memiliki basis nilai keagamaan yang kuat.
Konsep Pesantren Agroteknologi Terpadu Miftahul Ulum dirancang dengan pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan *keilmuan Islam, teknologi pertanian, ketahanan pangan, dan kewirausahaan*.
Santri nantinya tidak hanya mendapatkan pendidikan mengenai Al-Qur’an, akidah, ibadah, akhlak, dan berbagai disiplin ilmu keislaman, tetapi juga akan diperkenalkan pada praktik pertanian modern.
Model pembelajaran tersebut diharapkan mampu memberikan keterampilan nyata kepada santri sebagai bekal setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren.
Dengan demikian, lulusan pesantren diharapkan dapat menjadi generasi yang memiliki kekuatan spiritual sekaligus kompetensi produktif untuk membangun usaha, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan sektor pertanian, serta berkontribusi terhadap ketahanan pangan di daerahnya masing-masing.
H. Ir. Wahyudin Firdaus, M.T., selaku konseptor Pesantren Agroteknologi Terpadu, menjelaskan bahwa pengembangan pesantren tersebut diarahkan tidak sekadar sebagai pembangunan fasilitas pendidikan, tetapi sebagai sebuah **ekosistem pendidikan, produksi, teknologi, dan pemberdayaan ekonomi umat.
Melalui konsep tersebut, kawasan pesantren nantinya diharapkan memiliki berbagai unit pembelajaran dan usaha produktif di bidang pertanian yang dapat menjadi laboratorium langsung bagi para santri.
Pengembangan tersebut juga membuka peluang kolaborasi antara pesantren dengan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, praktisi pertanian, lembaga wakaf, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Konsep ini diharapkan menjadi salah satu model baru pemberdayaan pesantren, di mana lembaga pendidikan Islam dapat berperan lebih luas sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia, teknologi pertanian, ketahanan pangan, dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Pondok Pesantren Agroteknologi Terpadu Miftahul Ulum tengah dikembangkan di atas lahan seluas kurang lebih 7.000 meter persegi yang berlokasi di *Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Saat ini pembangunan kawasan pesantren telah mencapai sekitar 30 persen.
Ke depan, kawasan tersebut direncanakan menjadi pusat pendidikan pesantren yang terintegrasi dengan aktivitas pertanian dan pengembangan kewirausahaan santri.
Kehadiran Pesantren Agroteknologi Terpadu Miftahul Ulum diharapkan dapat menjadi salah satu contoh bagaimana pesantren bertransformasi menjadi pusat pendidikan yang mampu menjawab tantangan masa depan tanpa meninggalkan identitas dan fungsi utamanya sebagai lembaga pendidikan Islam.
Kolaborasi antara *Pondok Pesantren Miftahul Ulum dan Kementerian Pertanian RI* sekaligus membuka peluang lahirnya model pendidikan pesantren yang ikut mengambil bagian dalam membangun ketahanan pangan nasional.
Dari pesantren, diharapkan lahir generasi baru petani, pengusaha, dan inovator pertanian yang memiliki karakter religius, profesional, mandiri, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pesantren Miftahul Ulum: Membangun Santri, Menguatkan Pertanian, Menuju Kemandirian Pangan.

























