• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Dua Fondasi Radikalisme dan Terorisme

Dua Fondasi Radikalisme dan Terorisme

December 12, 2022
Pasangan KH Said Aqil Siroj dan KH Zulfa Mustofa (Foto: Ilustrasi/MSN)

Menimbang Formasi Ideal Kepemimpinan PBNU; Rais Aam KH. Said Aqil Siroj dan Ketua Umum KH. Zulfa Mustofa

February 2, 2026
AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal), Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB)

PNIB Apresiasi Polri, Bahar Smith Tersangka Kasus Dugaan Persekusi Banser di Tangerang

February 2, 2026
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (30/01/2026).(Foto: Liputan9news/MSN 2026)

Gus Yahya Tegaskan PBNU Dukung Indonesia Gabung Board of Peace (BoP)

February 2, 2026
Foto: Ilustrasi

Doa Aulia Allah Khusus untuk Malam Nisfu Sya’ban Lengkap dengan Latin dan Artinya

February 2, 2026
BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

BEM PTNU Lampung Apresiasi Sikap Kapolri

February 2, 2026
HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy, Founder Owner Rokok Bintang Sembilan

Rokok Rakyat dan Konglomerat dalam Paradoks Kebijakan Cukai

February 2, 2026
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Tersangka Kasus Penganiayaan, Polisi Gunakan Pasal Pencurian dengan Kekerasan

February 2, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, February 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Dua Fondasi Radikalisme dan Terorisme

Oleh : KH. Ahmad Ishomuddin

liputan9news by liputan9news
December 12, 2022
in Uncategorized
A A
0
Dua Fondasi Radikalisme dan Terorisme

KH Ahmad Ishomuddin

575
SHARES
1.6k
VIEWS

Sejak masa Nabi sudah ada sejumlah orang yang ekstrim dalam beragama, bahkan diantaranya Abdullah bin Dzul-Khuwaishirah yang berani menuduh Nabi tidak adil dan meminta beliau agar bersikap adil sehingga karena sikapnya yang tidak sopan terhadap beliau maka Umar bin al-Khaththab meminta izin kepada Nabi untuk memenggalnya, namun ia tidak diizinkan.

Mereka adalah orang giat dalam beragama dan rajin beribadah, tetapi tidak didasari ilmu yang memadai alias orang-orang bodoh. Mereka ini sangat mudah tersinggung, marah dan gampang menuduh orang lain sesat, munafik, murtad atau bahkan kafir. Mereka gemar menyakiti hati manusia lain termasuk sesama muslim, apalagi terhadap non muslim.

Sesungguhnya ucapan dan perilaku mereka ini sudah jauh menyimpang dari ajaran agama yang dianutnya, namun karena kurang berilmu (baca: goblok) mereka tidak pernah menyadari kekeliruannya dan merasa selalu sejalan dengan ajaran agama dan merasa telah membela agama.

BeritaTerkait:

KH. M.A. Sahal Mahfudz: Rais Aam PBNU Penjaga AD/ART NU

Berguru Kepada Kyai Said

Pemerintah RI Wajib Menindaklanjuti Peringatan Serius KH. Said Aqil Siroj Terkait Pengelolaan Pajak

Pak Jokowi tidak Bisa Disamakan dengan Fir’aun (Catatan untuk Cak Nun)

Orang-orang yang terlalu bersemangat dalam beragama namun tidak memahami maksud utama agama ini selalu ada saja sepanjang masa hingga hari kiamat tiba. Mereka membaca al-Qur’an juga namun tidak memahami maksud sebenarnya. Bacaan terhadap ayat-ayat al-Qur’an mereka seringkali menjadi dalih pembenar untuk menyerang orang lain terutama orang-orang yang mereka benci di luar komunitasnya. Mereka menafsirkan al-Qur’an mengikuti hawa nafsunya dan seringkali menempatkan ayat-ayat al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi tidak pada tempatnya.

Di belahan dunia mana pun selalu saja ada yang melampaui batas (ektrim dan berlebihan) dalam beragama dari penganut agama apa saja. Di kalangan umat Islam ada yang mudah menstigma negatif orang berbeda penafsiran dan berbeda ekspresi keagamaannya dengan sebutan kafir, syirik dan yang semisalnya.

Fitnah takfir (pengkafiran) menjadi fondasi utama terorisme atas nama agama. Takfir sebenarnya hanyalah alasan untuk menumpahkan darah, merampas harta benda dan melanggar kehormatan orang lain. Mereka juga menganggap bahwa bentuk-bentuk negara yang ada saat ini seperti republik, kesultanan, kerajaan (monarchi) dan sebagainya adalah dar harb (negara yang harus diperangi) atau dar kufr (negara kafir).

Fondasi lain dari terorisme adalah memusuhi dan berupaya merebut kekuasaan dari tangan pemerintahan yang sah karena mereka anggap tidak sah. Tidak sah karena berhukum kepada selain hukum Allah atau pemerintahan thaghut. Perlawanan hingga pembunuhan terhadap aparat pemerintahan yang mereka kafirkan itu mereka anggap sebagai jihad atau minimal nahiy munkar (mencegah kemungkaran).

Untuk membenarkan tindakan berdasar asumsi yang sebenarnya keliru itu maka mereka mengutip dalil hadits dari Sa’id al-Khudri dari Nabi shalla Allahu ‘alaihi wa sallama,

أفضل الجهاد كلمة حق عند سلطان جاءر ( أخرجه أبو داود والترمذي وقال حديث حسن )

“Jihad yang paling utama adalah menyampaikan kata yang benar kepada penguasa yang dzalim.” (HR. Abu Daud dan al-Turmudzi)

Tetapi mereka meninggalkan hadits lainnya, yakni sabda Rasulullah shalla Allahu ‘alaihi wa sallama,

من أراد أن ينصح لذي سلطان فلا يبده علانية ولكن يأخذ بيده ويخلو به فإن قبل منه فذاك وإلا كان قد أدى الذي عليه
( رواه أحمد وابن أبي عاصم بإسناد صحيح )

“Barangsiapa ingin menasehati orang yang berkuasa maka jangan menyampaikannya secara terbuka (di hadapan umum), tetapi ajaklah dan bersepilah bersamanya. Jika nasehatnya diterima maka itulah, tetapi jika tidak diterima maka sungguh ia telah menyampaikan kewajibannya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Abi ‘Ashim dengan isnad yang shahih)

Al-Syaukani mengomentari hadits di atas sebagai berikut,

ينبغي لمن ظهر له غلط الإمام في بعض المساءل أن يناصحه ولا يظهر الشناعة عليه على رؤوس الأشهاد بل كما ورد في الحديث أنه يأخذ بيده ويخلو به ويبذل له النصيحة ولا يذل سلطان الله ( السيل الجرار المتدفق على حداءق الأزهر ج ٤ ص ٥٥٦ )

“Sepatutnya bagi orang yang melihat jelas kekeliruan pemimpin pada sebagian masalah agar menasehatinya dan jangan mempermalukannya di hadapan orang banyak, tetapi sebagaimana disebutkan dalam hadits bahwa ia perlu menggandeng tangannya, mengajaknya ke tempat sunyi dan menyampaikan nasehatnya serta tidak meremehkan penguasa dari Allah.”

KH. Ahmad Ishomuddin, Dosen UIN Raden Intan Lampung

Tags: KH. Ahmad Ishomuddin
Share230Tweet144SendShare
liputan9news

liputan9news

Media Sembilan Nusantara Portal berita online yang religius, aktual, akurat, jujur, seimbang dan terpercaya

BeritaTerkait

KH. Ishomuddin
Opini

KH. M.A. Sahal Mahfudz: Rais Aam PBNU Penjaga AD/ART NU

by liputan9news
December 16, 2025
0

LAMPUNG | LIPUTAN9NEWS Rais Aam PBNU (2010-2014) terdahulu, KH. M.A. Sahal Mahfudz, pada Rapat Harian Syuriah PBNU pernah menyampaikan, bahwa...

Read more
Kiai Said

Berguru Kepada Kyai Said

July 4, 2025
KH. Ahmad Ishomuddin/Foto: Istimewa

Pemerintah RI Wajib Menindaklanjuti Peringatan Serius KH. Said Aqil Siroj Terkait Pengelolaan Pajak

March 3, 2023
Pak Jokowi tidak Bisa Disamakan dengan Fir’aun (Catatan untuk Cak Nun)

Pak Jokowi tidak Bisa Disamakan dengan Fir’aun (Catatan untuk Cak Nun)

January 17, 2023
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2522
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
Pasangan KH Said Aqil Siroj dan KH Zulfa Mustofa (Foto: Ilustrasi/MSN)

Menimbang Formasi Ideal Kepemimpinan PBNU; Rais Aam KH. Said Aqil Siroj dan Ketua Umum KH. Zulfa Mustofa

February 2, 2026
AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal), Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB)

PNIB Apresiasi Polri, Bahar Smith Tersangka Kasus Dugaan Persekusi Banser di Tangerang

February 2, 2026
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (30/01/2026).(Foto: Liputan9news/MSN 2026)

Gus Yahya Tegaskan PBNU Dukung Indonesia Gabung Board of Peace (BoP)

February 2, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In