• Latest
  • Trending
  • All
  • Politik
Ahmad Baso

Islam Nusantara Ditinjau dari Historiografi, Ahmad Baso: Kita Sudah 5 Abad Berislam Nusantara

August 6, 2024
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Ditetapkan sebagai Tersangka Penganiayaan dan Pencurian dengan Kekerasan

February 1, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

BEM PTNU Wilayah DKI Jakarta Apresiasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo

February 1, 2026
Hodri Ariev

Pesan Metafora Harlah Satu Abad NU: Mampukah Marwah Pesantren Menjadi Kompas Kepemimpinan Jam’iyah?

February 1, 2026
Cholil Nafis-MUI

MUI Minta Presiden Prabowo Menarik Diri dari BoP

February 1, 2026
KH. Abdussalam Shohib (Gus Salam), Pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif, Denanyar Jombang Jawa Timur

Tinjau Ulang Keanggotaan Indonesia Di BoP dan NU Harus Tegas Mengingatkan

February 1, 2026
Gus Yahya

Rais Aam dan Sekjen PBNU Hingga Prabowo tidak Hadiri Harlah Ke-100 NU, Ini Penjelasan Gus Yahya

February 1, 2026
Dr.H. Dudy Imanuddin Effendi, M.Ag., MQM., Pengamat Sosial dan Wakil Dekan I Bidang Akademik FDK UIN Bandung

Meneguhkan Polri di Bawah Presiden: Kuatkan Agenda Reformasi, Bukan Degradasi Institusi

February 1, 2026
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) saat memimpin konferensi pers di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (Foto: NU Online/Syakir NF)

Ketum PBNU Tegaskan Seluruh Unsur Organisasi Kompak Hadiri Harlah Ke-100 NU

January 31, 2026
  • Iklan
  • Kontak
  • Legalitas
  • Media Sembilan Nusantara
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang
Monday, February 2, 2026
  • Login
Liputan9 Sembilan
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Wisata-Travel
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Dunia Islam
    • Al-Qur’an
    • Ngaji Kitab
    • Muallaf
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Filantropi
    • Seputar Haji
    • Amaliah NU
    • Tasawuf
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Sejarah
    • Buku
    • Pendidikan
    • Seni Budaya
No Result
View All Result
Liputan9 Sembilan
No Result
View All Result
Home Dunia Islam Syiar Islam

Islam Nusantara Ditinjau dari Historiografi, Ahmad Baso: Kita Sudah 5 Abad Berislam Nusantara

Moh. Faisal Asadi by Moh. Faisal Asadi
August 6, 2024
in Syiar Islam
A A
0
Ahmad Baso
547
SHARES
1.6k
VIEWS

Jakarta, Liputan9.id – Lajnah Dakwah Islam Nusantara (LADISNU) menggelar acara kajian rutin bulanan dengan topik Islam Nusantara Dalam Perspektif Sejarah. Kagiatan kajian serial LADISNU tersebut diselenggarakan di Kantor LADISNU Jalan Antara No. 12 Pasar Baru Jakarta Pusat, Rabu (04/01/2023).

Kajian rutin bulanan ini diawali dengan sambutan Ketua Umum LADISNU yang disampaikan oleh Habib Umar Assagaf mewakili KH Agus Salim HS. Muqaddimah oleh moderitar yang diampu KH Jamaluddin F Hasyim. Iya menyampaikan bawah Islam Nusantara sering dipahami sebagai aliran baru yang cenderung sesat dan menyimpang dari Islam. Dila

“Tidak sedikit yang menuduhnya seakan agama baru. Pandangan negatif tentang Islam Nusantara ini begitu masif karena disuarakan oleh tokoh-tokoh umat yang menjadi panutan. Contoh konkritnya Majelis Ulama Indonesia (MUI)Sumatera Barat yang menolak keras akan konsep Islam Nusantara itu sendiri,” ucap Kiai Jamal memancing narasumber.

BeritaTerkait:

Pilkada Melalui DPRD dalam Perspektif Islam Nusantara

Sepenggal Kisah Inspiratif pada Sebuah Kayu Tua Masjid Pesantren 1825, Jadi Spirit Penaklukan Cicit Kiai Raden Mas Su’ud Situbondo

Film The Name of the Rose, Satir Semiotik di Antara Sejarah dan Politik 

Sejarah Kembalinya JATMAN Kepangkuan NU

“Padahal Islam Nusantara bukanlah aliran baru, apalagi agama baru, yang sesat dan menyesatkan. Islam Nusantara hanya istilah baru, bukan barang baru, yang dicetuskan oleh sebagian kiai dan pengurus NU beberapa tahun lalu. Islam Nusantara hanyalah memperjelas kekhasan Islam di bumi Nusantara,” imbuhnya.

Sebagai narasumber utama Ahmad Baso menjabarkan Islam bahwa ditilik dari historiografinya Islam Nusantara sebetulnya setiap hari kita lakoni, sudah 5 abad berIslam Nusantara.

“Dulu diangkat para wali dengan nama “Din Arab Jawi”, jawi itu nusantara. Kenapa jawi, karena para wali ingin membangun karakter keIslaman kita sebagai mercusuar Islam rahmatan lil ‘alamin untuk menyinari seiisi bumi,” papar Dosen Instika Annuqayah Guluk-guluk itu.

Lanjutnya, Kiai Ridwan Abdullah menciptakan logo NU inspirasinya dari “Ana Jawi” atau “Din Arab Jawi” yang diterjemahkan sekarang adalah Islam Nusantara. Semua itu ada sumber otentiknya.

“Hal itu bisa terlihat dari manuskrip/naskah pegon yang diriwayatkan oleh Sultan Hasanuddin, Banten yang sudah ditulis beberapa kali dan sanadnya jelas. Didalamnya ada riwayat yang menyebut, Sunan Ampel ditanya oleh sahabatnya dari Arab namanya Syeikh Syarafuddin terkait identitas dirinya “Anda itu orang Apa?” secara mengejutkan jawaban Sunan Ampel adalah “Hamba Wong Jawi”, pungkasnya.

Jadi sanadnya NU, bola dunia sampai bintang sembilan dll sangatlah jelas dari Kanjeng Sunan Ampel. Ini adalah dokumen yang pernah diangkat oleh ulama Ampel waktu haul 1 tahun wafatnya Syaikhona Kholil Bangkalan.

“Ulama Ampel menyerukan agar NU harus berdiri agar kita menjalankan Amanahnya Kanjeng Sunan Ampel, maka setelah itu terbentuklah yang nanya Nahdlatul Ulama (NU). Terlepas dari itu semua, adapun cikal bakal Peradaban Islam lahir di bumi nusantara tidak lepas dari andil Syeikh Jumadil Kubro,” Kiai Ahmad Baso mengisahkan.

Kiai Ahmad Baso, mengulas juga bahwa Syeikh Jumadil Kubro adalah leluhur para Wali Songo sebagai perintis penyebaran ajaran Islam ditanah Jawa, termasuk Sunan Ampel yang merupakan cucunya. Syeikh Jumadil Kubro memulai dakwahnya dari India (malabar) dengan mendirikan sebuah pesantren yang berdampingan dengan penduduk Hindu di India.

“Ini membuktikan bahwa sejak dulu umat Islam bisa hidup berdampingan secara damai dengan mayoritas pemeluk Hindu (non-muslim) pada waktu itu. Istilah santri yang kental akan dunia pesantren muncul dizamannya beliau,” ulasnya.

Kemudian, beliau sampai ke bumi nusantara lewat jalur ekonomi/perdagangan lintas benua untuk berdakwah bukan dengn menggunakan kekuasaan ataupun bahkan khalifah dan beliau melakukan akulturasi di dalamnya.

“Maka dari itu, proses itulah sehingga Sunan Ampel menyebut dirinya “Hamba Wong Jawi” yang disebut oleh naskah-naskah jawa “Ana Jawi” atau istilah Nusantara. Jelasnya.

“Para wali sendiri membangun pangkalan-pangkalan Islamisasi di Nusantara yaitu mencari tempat strategis di daerah pesisir maupun di pegunungan yang ada mata airnya, termasuk daerah Kediri dengan ditemukannya banyak pesantren kemudian di lembah Solo dan juga Jawa Barat sebagai pangkalannya Sunan Gunung Djati,” ungkap Kiai Ahmad Baso.

Sebagai kesimpulan, Islam Nusantara adalah Islam yang disuarakan dan diamalkan oleh para ulama dan umat Islam Indonesia yang menjadi kiblatnya Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Tutup Kiai Jamal sebagai moderator.

Kajian aktual tersebut di moderatori oleh KH Jamaluddin F Hasyim Ketua Bidang Luar Negeri LADISNU, dan Dr. KH. Fuad Thohari, MA, sebagai pemateri pembanding. Kegiatan kajian kali ini disempurnakan dengan doa penutup majelis oleh Dr. KHM Nurul Irfan. (MFA)

Tags: Ahmad BasoDr. KH. Fuad ThohariIslam NusantaraKH. Jamaluddin F. HasyimLADISNUSejarah
Share219Tweet137SendShare
Moh. Faisal Asadi

Moh. Faisal Asadi

Aktual, Faktual, Kompeten, Konsisten dan Terpercaya

BeritaTerkait

Yusuf mars
Nasional

Pilkada Melalui DPRD dalam Perspektif Islam Nusantara

by liputan9news
January 15, 2026
0

JAKARTA | LIPUTAN9NEWS Wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD kembali menguat dalam diskursus publik nasional. Isu ini kerap dipersepsikan...

Read more
Sepenggal Kisah Inspiratif pada Sebuah Kayu Tua Masjid Pesantren 1825, Jadi Spirit Penaklukan Cicit Kiai Raden Mas Su’ud Situbondo

Sepenggal Kisah Inspiratif pada Sebuah Kayu Tua Masjid Pesantren 1825, Jadi Spirit Penaklukan Cicit Kiai Raden Mas Su’ud Situbondo

January 12, 2026
Sulaiman Djaya

Film The Name of the Rose, Satir Semiotik di Antara Sejarah dan Politik 

December 15, 2025
Foto: Logo JATMAN

Sejarah Kembalinya JATMAN Kepangkuan NU

November 4, 2025
Load More

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gus Yahya

PBNU Respon Rais Am JATMAN yang telah Demisioner dan Teken Sendirian Surat Perpanjangan Kepengurusan

November 26, 2024
Akhmad Said Asrori

Bentuk Badan Hukum Sendiri, PBNU: JATMAN Ingin Keluar Sebagai Banom NU

December 26, 2024
Jatman

Jatman Dibekukan Forum Mursyidin Indonesia (FMI) Dorong PBNU Segera Gelar Muktamar

November 22, 2024
Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

Al-Qur’an Surat Yasih Arab-Latin dan Terjemahnya

2522
KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

KBRI Tunis Gelar Forum Peningkatan Ekspor dan Investasi di Sousse, Tunisia

758
KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

KA Turangga vs KA Commuter Line Bandung Raya Tabrakan, Apa Penyebabnya?

142
Bahar bin Smith. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

Bahar Smith Ditetapkan sebagai Tersangka Penganiayaan dan Pencurian dengan Kekerasan

February 1, 2026
Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

Komunikasi Transendental dan Sejarah Leluhur Melalui Tawasul

February 1, 2026
Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Ekonom Salamuddin Daeng: BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA sebagai Amanat Pasal 33 UUD 1945

February 1, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Media Sembilan Nusantara

Copyright © 2024 Liputan9news.

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
  • Artikel
    • Opini
    • Resensi
    • Download
  • Ekonomi
    • Wisata-Travel
    • Bisnis
    • Karir
    • UMKM
    • Lowongan Kerja
  • Politik
    • Pilkada
    • Pilpres
  • Kesehatan
  • Dunia Islam
    • Filantropi
    • Amaliah NU
    • Al-Qur’an
    • Tasawuf
    • Muallaf
    • Sejarah
    • Ngaji Kitab
    • Khutbah
    • Tanya-Jawab
    • Ramadan
    • Seputar Haji
    • Syiar Islam
  • Lainnya
    • Agenda
    • Pendidikan
    • Sejarah
    • Buku
    • Tokoh
    • Seni Budaya

Copyright © 2024 Liputan9news.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In